m🅰️n

7.4K posts

m🅰️n banner
m🅰️n

m🅰️n

@Firm4nds

akun komentator | kadang sarkas | kadang satire | kadang absurd |

Katılım Eylül 2020
575 Takip Edilen590 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
m🅰️n
m🅰️n@Firm4nds·
@salam4jari - kasus kriminal: jangan dibesar-besarkan. - kasus keracunan mbg: jangan dibesar-besarkan, di negara lain juga terjadi. -kasus kereta cepat: jangan dibesar-besarkan, di negara lain juga rugi. • kasus meme pejabat: polisikan, sisir tangkap.
Indonesia
106
6K
18.1K
309K
m🅰️n retweetledi
NO CONTEXT HUMANS
NO CONTEXT HUMANS@HumansNoContext·
What do you call it?
NO CONTEXT HUMANS tweet media
English
47
33
289
16.7K
m🅰️n retweetledi
Boy Candra
Boy Candra@dsuperboy·
Giliran patungan menggerakan ekonomi negara, masyarakatnya diajak. Giliran masyarakat mengkiritik, malah diejek. Aneh banget negara orang.
Indonesia
43
4.9K
12.1K
97.1K
m🅰️n
m🅰️n@Firm4nds·
False positive tinggi, sarkas, humor yg sering gagal ditangkap oleh Phoenix adalah trade-off yg diakui oleh team mereka sendiri sebagai konsekuensi dari desain yg sepenuhnya ditangani AI. Jadi bang @nikitabier @jondhez X ini platform yg buruk bagi konten emas jangka panjang.
Indonesia
0
0
0
13
m🅰️n
m🅰️n@Firm4nds·
Algoritma pakai Phoenix. Sistemnya bergantung pada pattern recognition. Memang lebih modern & cepat, tp Phoenix gak ada mekanisme khusus soal nuansa. False positive sangat tinggi. Sering gagal menangkap nuansa sarkas, humor, hasil ketikan manusia asli, mereka tandai sbg spam.
HenryMorgan@HenryMorgan_X

x.com/i/article/2043…

Indonesia
1
0
0
21
m🅰️n retweetledi
m🅰️n retweetledi
M u l a n
M u l a n@mulanbilqis·
Pembungkaman sudah dimulai
M u l a n tweet media
Indonesia
3
4
4
66
m🅰️n
m🅰️n@Firm4nds·
Keren sekali pak @feriamsari 🫡
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ada debat panas di Satu Meja yang menurut gue salah satu yang paling substantif dalam beberapa bulan terakhir. Feri Amsari pakar hukum tata negara vs beberapa narasumber lain soal tiga pertanyaan besar: boleh tidak kritik pemerintah, apa itu makar, dan gimana sebenarnya gaya komunikasi Prabowo yang bermasalah. Gue bedah satu per satu. Masalah pertama publik diminta ngerti gaya dialektika presiden" Feri langsung protes keras dari awal. Yang janggal bagi saya adalah publik diminta mengerti gaya dialektika presiden. Sebaliknya presidenlah yang harus belajar mengerti apa yang dirasakan publik. Dan ini bukan sekadar soal gaya komunikasi. Ini soal arah kekuasaan. Dalam sistem presidensial yang sehat presiden adalah pelayan publik. Bukan sebaliknya. Ketika istana mulai minta rakyat menyesuaikan diri dengan cara presiden bicara ada sesuatu yang terbalik di sana. Masalah kedua kebijakan dadakan yang tidak ada di mana-mana: Feri menyebut ini dengan sangat spesifik. Banyak kebijakan Prabowo yang muncul tiba-tiba tidak ada di visi misi, tidak ada di RPJMN, tidak ada di rancangan pembangunan nasional jangka manapun. Gentengisasi, berbagai kebijakan dadakan tidak ada di BAP, tidak ada di rancangan konsep nasional. Ini yang harus ditahan. Dan ini menurut Feri bukan semata kesalahan Prabowo tapi juga kesalahan lingkaran istana. Layer pertama tidak mampu menyampaikan isu secara benar. Layer ketiga yang pintar-pintar justru yang paling bermasalah pengaruhnya. Akibatnya terseretlah presiden dengan data yang salah, cara bicara yang tidak benar, dan sikap yang bermasalah. Masalah ketiga tuduhan makar yang menurut Feri salah kaprah: Ini yang paling panas. Ketika aktivis berkumpul di Hutan Kayu dan berbicara keras soal kondisi demokrasi ada yang menafsirkan itu sebagai makar. Feri membantah dengan sangat teknis. Pasal 193 UU No. 1 Tahun 2023 makar adalah tindakan menggulingkan pemerintah yang sah secara nyata. Bukan sekadar ngomong. Bukan sekadar kritik. Harus ada tindakan konkret untuk meniadakan atau mengubah struktur pemerintahan. Apa hebatnya Profesor Saiful Mujani mengubah dan meniadakan pemerintah? Tindakan pemerintah yang merespons keberanian mengkritik dengan label makar itu yang justru bermasalah. Dan Feri menambahkan poin yang tajam: kalau tuduhan makar ini dianggap menakutkan presiden bagi saya presiden tidak punya jiwa militer yang kuat juga. Masalah keempat data yang tidak akurat di depan pengamat: Prof. Ikrar yang pernah diundang dialog langsung dengan Prabowo membocorkan satu hal yang menarik. Prabowo menyebut ada penghematan ratusan triliun dari efisiensi anggaran. Tapi menurut Ikrar itu bukan hasil efisiensi. Itu adalah standing loan yang belum dipakai oleh negara. Uang yang memang belum digunakan bukan uang yang berhasil dihemat dari pemangkasan. Artinya narasi "efisiensi besar-besaran" yang selama ini dikomunikasikan ke publik perlu diverifikasi lebih jauh. Karena kalau angka dasarnya berbeda semua kesimpulan di atasnya juga berpotensi berbeda. Masalah kelima diksi "penertiban" dan penyiraman aktivis: Feri menyoroti satu hal yang menurut gue paling sensitif dari seluruh diskusi. Ketika ada penyiraman air keras terhadap aktivis Andri ada yang langsung menghubungkan ini dengan suasana politik yang memanas. Narasumber lain membela dengan mengatakan ini bukan hanya terjadi di era Prabowo era Megawati ada kasus Munir, era SBY ada penyerangan aktivis, era Jokowi ada penyiraman Novel Baswedan. Feri tidak membantah itu. Tapi dia menunjuk satu hal yang berbeda: Presiden yang memulai kalimat berbahaya yaitu 'menertibkan.' Kebetulan setelah kata menertibkan itu ada yang disiram." Apakah ada hubungan langsung? Tidak ada yang bisa membuktikan. Tapi diksi seorang presiden punya bobot yang berbeda dari diksi orang biasa. Dan ketika diksi itu muncul bersamaan dengan kejadian kekerasan terhadap pengkritik pertanyaannya tetap sah untuk diajukan. Dan ini yang menurut gue paling penting dari seluruh debat ini: Ada satu kalimat Feri yang gue rasa mewakili inti dari semua diskusi ini: "Kami bukan orang-orang yang kalah dalam pemilu. Kami adalah orang yang memiliki nasionalisme dan ingin berpartisipasi. Kami mengingatkan." Kritik bukan musuh pemerintahan. Kritik adalah mekanisme yang membuat pemerintahan tetap akuntabel. Dan ketika kritik mulai diperlakukan sebagai ancaman bukan sebagai masukan di situlah alarm demokrasi seharusnya berbunyi.

Indonesia
0
0
0
3
m🅰️n retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Penjelasan sederhana mengenai Gugatan MBG di MK: -Thread bergambar-
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
20
1.5K
3.4K
60.9K
m🅰️n retweetledi
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Begini harusnya Pemerintah merespon kritik dari masyrakat. Bang Aldi Taher kayaknya lebih cocok jadi Menteri Komdigi.
SobatMiskinTV tweet media
Indonesia
25
23
156
7.9K
5tePh3N
5tePh3N@P3gEl·
Avtur berbahan sawit, okay, gak mau komen macam-macam, terserah bapak aja, kan bapak presidennya😌
5tePh3N tweet media
Indonesia
76
34
88
4.6K
m🅰️n
m🅰️n@Firm4nds·
Anak buahmu @prabowo kalau bikin wacana itu minimal bawa fakta yang lebih keras gitu, malu²in ah sekretaris kabinet masak lemah begitu bikin narasi. minimal bikin argumen keren yang meskipun omong kosong itu setara alan sokal gitu. Hehe
Indonesia
0
0
0
8
listyantidewi
listyantidewi@listyantidewi·
Ada penyusup di jendela pesawat 👀
listyantidewi tweet media
Indonesia
6
0
6
293
m🅰️n
m🅰️n@Firm4nds·
@P3gEl @prabowo Pak Prabowo, janganlah cuma sawit yang disebut, Kasihan itu pisang 🍌 atau jagung 🌽 Itu juga ada daunnya pak 🥺
Indonesia
1
0
1
25
m🅰️n
m🅰️n@Firm4nds·
@Lalerrrrrmu Minggu pagi 05.30, saya sudah di jalan, berangkat kerja lat.
Indonesia
1
0
1
14
LALAT
LALAT@Lalerrrrrmu·
Gw lalat salut sama lo yang pagi Minggu udah semangat gini: Bangun pagi, olahraga, bikin konten motivasi, padahal besok Senin lo juga bakal ngeluh “kenapa hidup begini”. Gw? Pagi ini cuma muter 3 kali di atas kepala lo yang lagi push-up, terus mikir: “ini orang latihan buat apa? Biar sayapnya lebih kenceng terbang ke kantor?” Respect bro... tapi lo bohong kalau bilang ga capek 😂 Yang masih rebahan santai, sini gabung sama gw 🪰
Indonesia
17
0
8
243
m🅰️n
m🅰️n@Firm4nds·
@prabowo stafsus kementerian you juga pakai teori² asing lho, kutipan² akademis asing dsb. Dia orang terdidik lho. Oh iya demokrasi ini budaya asing, besok minta sidang istimewa MPR, hapus aja demokrasi. Konsep presiden itu sendiri jg budaya asing, besok revisi, ganti jd Raja. @prabowo
Indonesia
0
0
0
7
m🅰️n
m🅰️n@Firm4nds·
Saya prihatin juga you @prabowo kok ceramah pakai istilah "minderwaardigheidscomplex" Ini kan bahasa belanda. Gak cinta bahasa lokal kah?
Indonesia
1
0
0
13
m🅰️n
m🅰️n@Firm4nds·
Baik, mulai besok kalau kemana-mana,misalnya: pidato di tv, kunjungan ke luar negeri, atau acara resmi apa ajalah,ingat ini: - jangan pakai jas - jangan pakai sepatu kulit hitam mengkilap - jangan pakai jam tangan - jangan pakai pesawat air bus segala macam Saya dukung deh 😄
Jejak digital.@ARSIPAJA

Indonesia
1
0
0
23