Ria Fahria
1.8K posts


@LambeSahamjja @AirinDatangLagi Ada negosiasi apa antara Chaplin dg mamak shg membuat narasi bikin Indonesia chaos?
Siapa penyandang dananya?
Soros?
Pengen berkuasa kok pake bikin Indonesia porak poranda
Biadab kalo bener!
Indonesia
Ria Fahria retweetledi

Guys, ada laporan baru dari lembaga riset Celios yang menurut gue adalah salah satu yang paling mengerikan yang pernah gue baca tentang kondisi ekonomi Indonesia.
Judulnya: Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026.
Dan datanya bukan dari sembarang sumber.
Dari Forbes.
Dari LHKPN.
Data yang sudah terverifikasi dan tidak bisa dibantah.
Fakta pertama yang langsung bikin gue sesak napas:
50 orang terkaya Indonesia hanya 50 orang total kekayaannya mencapai Rp4.600 triliun per 2026.
APBN Indonesia?
Rp3.800 triliun.
Artinya 50 orang itu lebih kaya dari seluruh anggaran negara yang digunakan untuk membiayai 270 juta rakyat Indonesia selama satu tahun penuh.
Satu tahun.
Gaji PNS, subsidi BBM, bayar utang, bangun jalan, biaya militer, semua program sosial semuanya masih kalah dari 50 orang itu.
Dan setiap harinya harta 50 orang itu naik Rp13 miliar per hari.
Sementara upah pekerja harian di Indonesia bergerak di kisaran Rp2.000 sampai Rp5.000 per jam.
Fakta kedua ketimpangan di antara pejabat negara sendiri:
Total kekayaan pejabat negara era Prabowo-Gibran: Rp1 triliun lebih.
Dan dari seluruh pejabat itu 73% kekayaannya hanya dikuasai oleh 12 orang.
Dua belas orang.
Yang masing-masing punya kekayaan di atas Rp1 triliun.
Siapa?
Salah satu yang terbesar adalah Menteri Pariwisata Widya Kusuma.
Ada juga Menteri Perumahan Rakyat.
Keduanya masuk dalam daftar lima pejabat terkaya.
Fakta ketigayang paling menohok soal TNI dan Polri:
Setiap tamtama TNI prajurit paling bawah butuh 252 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Panglima TNI.
Dua ratus lima puluh dua tahun.
Kalau mulai kerja umur 20 baru bisa menyamai kekayaan atasannya di umur 272 tahun.
Itu bukan angka. Itu absurditas.
Di Polri sedikit "lebih baik" polisi golongan paling rendah butuh 139 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Kapolri.
Ketimpangan ini bukan hanya antara rakyat dan orang kaya. Tapi di dalam institusi yang sama.
Di antara satu korps yang sama.
Fakta keempat anggota DPR versus konstituennya:
Anggota DPR Gorontalo kekayaannya 800 kali lipat dari rata-rata masyarakat Gorontalo yang mereka wakili.
Anggota DPR Yogyakarta 400 kali lipat dari rata-rata masyarakat Yogyakarta.
Orang-orang yang mengklaim mewakili rakyat hidupnya 400 sampai 800 kali lebih kaya dari rakyat yang katanya mereka wakili.
Dan mereka yang membuat undang-undang. Mereka yang memutuskan kebijakan pajak. Mereka yang menentukan siapa yang dapat subsidi dan siapa yang tidak.
Dan ini yang membuat seluruh gambar itu menjadi sangat gelap:
Celios mengajukan satu pertanyaan yang sangat sederhana: kalau 50 orang terkaya itu dipajaki hanya 2% dari total kekayaan mereka negara dapat berapa?
Rp93 triliun per tahun.
Sembilan puluh tiga triliun.
Setiap tahun.
Dari pajak 2% saja atas kekayaan 50 orang.
Itu lebih dari cukup untuk membiayai rekonstruksi bencana besar.
Untuk membenarkan semua perlintasan kereta berbahaya di Jawa yang butuh Rp4 triliun.
Untuk menggaji 8 juta guru honorer setahun penuh.
Untuk menutup seluruh defisit BPJS Kesehatan.
Hanya dari 50 orang.
Hanya 2%. Per tahun.
Tapi itu tidak terjadi.
Dan Celios menjelaskan kenapa:
Karena orang-orang yang punya kekayaan itu — adalah orang-orang yang sama yang membiayai kampanye politik, yang duduk di dewan komisaris BUMN, yang punya akses langsung ke pengambil keputusan.
Pajak kekayaan sudah masuk dalam rencana Kementerian Keuangan paling lambat 2028 kata mereka. Tapi implementasinya? Masih "akan akan akan" saja. Tidak pernah benar-benar dieksekusi.
Sementara yang terus dipajaki adalah kelas menengah yang sudah ngos-ngosan. Kelas menengah Indonesia turun 1,1 juta orang dalam setahun tapi mereka yang paling mudah dikejar pajaknya karena datanya ada, penghasilannya kelihatan.
Seperti kata peneliti Celios: berburu di kebun binatang. Hewannya kelihatan, tinggal tembak. Sementara yang benar-benar harus dipajaki terlalu kuat untuk disentuh.
Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh laporan ini:
Ketimpangan yang ekstrem ini bukan hanya masalah ekonomi. Ini adalah bahan bakar untuk sesuatu yang jauh lebih berbahaya.
Celios menelusuri pola historis dan hasilnya konsisten. Ketika ketimpangan mencapai titik ekstrem dan orang-orang hopeless tidak melihat jalan keluar yang rasional mereka tidak lari ke gerakan buruh atau gerakan sosial yang terorganisir.
Mereka lari ke kelompok-kelompok yang menawarkan identitas, musuh bersama, dan rasa memiliki.
Di Italia 1930-an orang yang di-PHK direkrut oleh Black Shirt. Di Jerman industri tutup, pengangguran meledak, orang mencari pegangan.
Di Indonesia sendiri kerusuhan 1998 dan berbagai gejolak sosial sesudahnya, ketika ditelusuri, akar masalahnya selalu sama: ketimpangan ekonomi yang dibalut isu identitas.
Dan tanda-tandanya sudah mulai terlihat sekarang ormas-ormas yang berdemo bukan ke instansi pemerintah tapi ke lembaga bantuan hukum masyarakat sipil, bayaran demo yang menjadi solusi pengangguran, program-program besar yang menyerap tenaga kerja tapi dengan cara yang menciptakan ketergantungan bukan kemandirian.
Solusi yang Celios rekomendasikan dan ini sangat konkret:
Satu — pajak kekayaan 2% untuk 50 orang terkaya. Langsung hasilkan Rp93 triliun per tahun. Bukan mimpi Brazil dan Colombia sudah melakukannya dengan komite audit independen.
Dua — moratorium MBG. Hentikan sementara, perbaiki tata kelola dari akar, baru jalankan lagi dengan tepat sasaran fokus ke daerah 3T dan keluarga miskin ekstrem, bukan merata ke semua sekolah termasuk swasta di Jabodetabek.
Tiga — kembalikan 20 triliun yang diambil dari anggaran kesehatan ke Kementerian Kesehatan untuk program stunting yang sudah terbukti efektif. Benefit yang dihasilkan: Rp400 triliun. Versus MBG yang belum jelas benefit konkretnya.
Empat — pajak windfall untuk komoditas yang sedang untung besar batu bara, sawit, nikel, minyak. Mereka untung dari harga global yang tinggi, sementara rakyat menanggung subsidi energi. Ini bukan soal nasionalisasi ini soal keadilan distribusi keuntungan.
Indonesia bukan negara miskin. Indonesia adalah negara yang kekayaannya terkonsentrasi pada sangat sedikit orang, yang sistem pajaknya melindungi orang kaya dan membebani kelas menengah, dan yang program-program besarnya lebih banyak menciptakan celah korupsi baru daripada menyelesaikan masalah lama.
50 orang lebih kaya dari APBN. 12 pejabat kuasai 73% kekayaan seluruh pejabat negara. Tamtama butuh 252 tahun untuk menyamai Panglima. Anggota DPR 800 kali lebih kaya dari konstituennya.
Dan solusinya sudah ada. Jelas. Terukur. Bisa dijalankan hari ini.
Yang tidak ada adalah kemauan politik untuk melakukannya. Karena yang harus meloloskan kebijakan pajak kekayaan itu adalah orang-orang yang sama yang akan paling terdampak olehnya.
Itu bukan korupsi yang bisa ditangkap KPK. Itu adalah struktur. Dan struktur hanya bisa diubah kalau tekanan dari bawah lebih kuat dari kenyamanan di atas.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan laporan Celios "Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026" dan wawancara peneliti Celios Bima Yudistira. Data bersumber dari Forbes dan LHKPN yang dapat diverifikasi publik. Ini analisis berbasis riset independen bukan tuduhan hukum kepada individu manapun.


Indonesia


@HJSutrisno @menuembegejelek @DKIJakarta @tamanhutandki Saya lahir di Tebet, dulu masih lahan kosong milik pemerintah, tp lama² ada yg bangun rmh semi permanen, semakin lama semakin banyak dan susah diusir, akhirnya menjamur jd rmh permanen..😋
Indonesia

@menuembegejelek Apa kabar dgn kawasan di utara Tebet Eco Park ini? Jalur hijau yang penuh pemukiman, pasti tidak punya sertifikat, apalagi IMB/PBG, tapi punya KTP. Seharusnya di gusur & dipindahkan, dijadikan taman terbuka. Kemana pemerintah??? @DKIJakarta @tamanhutandki

Tebet, Indonesia 🇮🇩 Indonesia

Anjgg. Yang begini-begini nih, kami kira cuman dongeng atau ragebait media aja, lho. Ternyata betulan? Negara tuh jahatnya emang betulan? Kebiadaban mereka tuh emang ga ada tedheng aling-alingnya sama sekali, ya?
Txt Transportasi Umum@txttransportasi
Agak shock dengan cara pemerintah menggusur (membongkar?) permukiman kali ini. Siapa yang gak kaget coba. Sore 26 Maret 2026, Presiden RI, Prabowo Subianto datang blusukan mendadak sambil bagi² uang Rp 2 juta ke warga permukiman liar di kawasan Senen tanpa dijelaskan ini uang apa. Terus malamnya warga permukiman liar tersebut dapat surat, besok 27 Maret 2026 sudah harus pindah karena mau dibongkar. Udah kayak serangan fajar, besoknya betulan dibongkar. Boleh dibilang ini sih jatuhnya bongkar ya bukan gusur. Kalau gusur ada diskusi dulu dengan warga, warga dikasih jangka waktu yang cukup, warga juga dikasih solusi atau tempat bakal pindah ke mana. Nah ini gak ada sama sekali.
Indonesia

@haiirooaki @david_enzoAmore @dhemit_is_back Tapi klo bagi Pendemo, yg garang itu coklat, ijo malah jagain
Indonesia

@david_enzoAmore @dhemit_is_back Coklat masih mending lah dibanding ijo, minimal lu kalau ada apa2 di jalan punya kenalan yg cokelat enak minta tolongnya. Yang ijo bisanya meres doang.
Indonesia

Innalilahi wa innailaihi rojiun
Setelah dilaporkan dan kami umumkan pencarian orang ilang sejak 4 hari yang lalu, Alvin Maksalmina Windian akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Jasad beliau di temukan di Cikeas ( dugaan kasus p3mbunuhan dengan pemberatan)
Kami Admin turut berduka cita atas peristiwa ini dan kami berjanji akan update terus soal kasus ini,Alvin Dimata teman org baik dan anak tunggal yang berbakti
Saat ini jasad Alvin di rumkit polri untuk otopsi
Besok kami akan update
Mari kirimkan doa buat Alvin
_cat warrior-


Indonesia

@BangPino__ Hoakx bro,,, saudaraku kerja di israel,, tinggal dinkota tel aviv, aman dan tenang.. cuma hya ada sirine yg selalu berbunyi...🥰 jadi jgn sebar hoax...
Indonesia

@MuhammadiyinGL Keluarga lebaran hari ini, keluarga istri lebaran besok, keluarga istri masih puasa, kita udah disuruh cobain rendangnya duluan, masa kyk gitu aja pake segala haram haraman
Indonesia

@MuhammadiyinGL Tapi tidak sesimpel itu bagi si kerdil @ainunnajib ya kan???
Indonesia

@k4ng_batagor @MuhammadiyinGL @ainunnajib Hallah..emangnya ilmu agama dia seberapa siih, msh bisa ketaker, udah jumawa berani menghujat.. #shameonyou
Indonesia

@MuhammadiyinGL Kalo kata @ainunnajib, Muhammadiyah aliran sesat
Indonesia

@MuhammadiyinGL Simpel, Nggak perlu sidang buat menentukan masak rendang atau opor
Indonesia

@sastropwr @MuhammadiyinGL 😃😂 Samaaaa....brisiknya minta ampuuun.. padahal setiap orang pasti punya ALARM kaan.. pas malam takbiran minta upah deh tuh para bocil.
GIF
Indonesia

@MuhammadiyinGL Yg aku ga suka dari bulan puasa adalah bocil keliling komplek jam 2 pagi bangunin orang sahur dengan super berisik.
Indonesia

@IfietD @MuhammadiyinGL Kok bisa sama bu..tetep hepi ya bu, krn anak sulungku jg ikut merayakan Halbil drmh kakaku walau dia sdg puasa..🤗🥰
Indonesia

@MuhammadiyinGL Hari ini sholat ied dengan anak ke 2..anak pertama sholat ied besok pagi..tp kami ttp hepi kok..kami terbiasa saling menghargai pilihan masing2..
Indonesia

@MboWar4 @LilyAquina @MuhammadiyinGL Benar menurut kalian..padahal dalilnya sederhana: "Jika bulan sudah nampak, maka berbukalan".. gak ada tuh segala derajat elongasi dlsb yg disyaratkan Anggota Mabims. Artinya Pemerintah yg Haram krn berpuasa saat bulan sdh nampak.. Sidang Isbat itu Proyek (kata seorang Ahli)
Indonesia

@LilyAquina @MuhammadiyinGL Padahal itu pernyataan yang benar
Jangan ghibah lah
Adu argumen dengan substansi donk.....
Indonesia

@MuhammadiyinGL Lebaran sendirian, anak istri esok harinya. Santai & lega hati atas pilihan. Biarkan sj diharamkan ulil amri yg taat BoP...

Indonesia

@AHLi_AGAMA @PrigozhinJusman @realmadridindo1 TERBALIK...Komunis yg membantai ulama & santri.. baca sejarah lagi, rekam jejak pembantaiannya masih ada
Indonesia

@PrigozhinJusman @realmadridindo1 Pecinta Palestina. Tapi islam membantai komunisme di masa lalu, hahha.... Ironis skali
Indonesia

















