Aliansi Rakyat Bergerak
6K posts

Aliansi Rakyat Bergerak
@GejayanCalling
#Gejayanmemanggil



Massa Aksi Kamisan: Prabowo-Gibran Sama Saja dengan Soeharto

Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita menjadi kontroversi. Film dokumenter karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale ini diputar di banyak tempat, tapi juga dilarang di sana-sini oleh tentara. Film ini menyoroti tradisi awon atatbon dari suku Muyu di Papua Selatan sebagai bentuk perlawanan terhadap eksploitasi lahan. Tradisi ini bukan sekadar perayaan adat, melainkan sarana untuk menentukan batas wilayah dan menjaga kelestarian hutan dari ancaman proyek strategis nasional. Karya ini mendokumentasikan kerusakan ekologi berskala besar mengancam sumber pangan serta identitas spiritual masyarakat adat sekaligus perjuangan mereka melawan praktik kolonialisme modern. Berkala fajar membahas proses pembuatan Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di tempo.co/harian #TempoPlus

Presiden Prabowo Subianto menyetujui tawaran Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pemeliharaan pesawat angkut militer C-130 Hercules. Ini disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Sjafrie menyampaikan hal itu dalam rapat bersama Komisi I DPR pada Selasa (19/5). Sjafrie mengatakan, Prabowo siap menyediakan Bandara Kertajati untuk disulap jadi pusat pemeliharaan dan perbaikan pesawat Hercules. "Dia (Pete Hegseth) menawarkan, dan ini tidak ada di negara ASEAN. Dia (Pete Hegseth) menawarkan, bagaimana kalau pemeliharaan C-130 di seluruh Asia, saya pusatkan di Indonesia atas biaya kami (AS). Saya tidak bisa jawab langsung. Saya lapor Bapak Presiden, [kata presiden] kasih [Bandara] Kertajati. Kita sedang bekerja untuk itu," kata Sjafrie dikutip Rabu (20/5). Saat ini, Bandara Kertajati merupakan bandara internasional yang melayani sejumlah rute, tapi cenderung sepi. Kini, Bandara Kertajati dari lokasi keberangkatan dan kepulangan (embarkasi dan debarkasi) jemaah haji di Jawa Barat (KJT). Bila nanti Bandara Kertajati disulap jadi bengkel Hercules, bandara ini akan jadi tempat maintenance, repair, and overhaul pesawat Hercules se-Asia. Prosesnya tentu bertahap. 📸: Dok. Antara. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: newsupdate | update | news | oneliner | R158 | E164 #kumparan #bicarafaktalewatberita




Indígenas Aymaras siempre combativos y apoyando a los pueblos originarios junto a Evo Morales, esto es lo que le duele a los sionistas-imperialistas que no han podido doblegar a este valiente pueblo, ni podrán borrar su memoria.





Mengarsip majalah langka perempuan, arsip Douwes Dekker & Benedict Anderson, hingga sejarah kekerasan yang dialami Chindo pada era Bersiap di Cornell & Columbia University Sejauh ini, ada 15000 halaman dengan total size belasan GB Sebelum lulus, mimin arsipkan sebanyak mungkin!





Prabowo: "Rupiah begini dolar begini. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok! Ya kan?"



Sebuah video viral mengejutkan publik, menunjukkan dugaan infiltrasi oleh oknum aparat dalam aksi unjuk rasa massa di Pati. Dalam rekaman tersebut, seorang pria terlihat jelas melakukan tindakan provokatif dengan menuliskan kata-kata kasar "POLISI ASU" menggunakan cat di aspal jalan. Tindakannya semakin menuai kontroversi karena ia mengenakan kaus bertuliskan kalimat ancaman yang sangat tidak pantas: "DARAH POLISI ITU SEGAR". Namun, kejutan sesungguhnya muncul di akhir video. Pria yang sama, masih dengan kaus provokatif tersebut, terlihat berpose di depan logo resmi "UNIT INTEL KODIM 0718/PATI". Tindakan ini memicu spekulasi kuat di kalangan netizen mengenai keterlibatan pihak intelijen militer dalam memprovokasi atau menunggangi aksi demonstrasi sipil. "Siapa sebenarnya yang mencoba membuat kerusuhan dan mendiskreditkan gerakan massa? Apakah ini bentuk penyusupan untuk mengadu domba polisi dan rakyat?" tanya seorang netizen. Video ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai netralitas aparat dalam menangani demonstrasi dan peran provokator yang diduga disusupkan untuk menciptakan kekacauan. Kasus ini kini menjadi sorotan dan publik menuntut penjelasan resmi dari pihak terkait.








