Papaground

68 posts

Papaground

Papaground

@GultomLas

Pejuang nafkah dari barat ke Timur.

Katılım Nisan 2015
639 Takip Edilen332 Takipçiler
Papaground
Papaground@GultomLas·
@PakatDayak_ Mayoritas dong, ah sudahlah... Itu pasti kata mereka.
Indonesia
0
0
0
128
Papaground
Papaground@GultomLas·
@jhonsitorus_19 Pastikan dulu aktelahir-nya Lae, bisa aja palsu dari catatan sipil, belum ada yg posting berarti asli sudah.
Indonesia
0
0
0
291
Jhon Sitorus
Jhon Sitorus@jhonsitorus_19·
Selamat ulang tahun pak Jokowi, sang Revolusioner yang membuat Konstitusi RI kokoh tanpa diutak atik manapun, sang teladan yang anti Nepotisme. Semoga sehat selalu, bangsa2 sangat butuh gagasan luar biasa yang menjadi referensi bagi seluruh negara2 di dunia. Saya yakin Netanyahu dan Trump akan ketar ketir begitu pak Jokowi berpidato berapi-api di forum PBB nanti. Hidupp...Jokowi...!
Jhon Sitorus tweet media
Indonesia
350
138
976
177.8K
Papaground
Papaground@GultomLas·
@jokovvl Akibat kebencian yg sangat mendalam, bahkan sekelas doctor pun menjadi tidak beretika, tidak berempati mereka dengan bangga memamerkan keahlian yg dimiki.
Indonesia
0
0
0
54
Papaground
Papaground@GultomLas·
@jokovvl Menurut hemat saya palsu, tapi kalau di terawang secara forensik itu benar "asli palsu"🤔
Indonesia
0
0
0
413
Papaground retweetledi
#99
#99@PartaiSocmed·
DOSA-DOSA HASTO KRISTIYANTO *dilanjut jika banyak yg RT*
#99 tweet media
Indonesia
235
1.3K
2.5K
617.6K
Habieb Selow
Habieb Selow@WagimanDeep212_·
Selamat vagi skaar..
Habieb Selow tweet media
Indonesia
18
9
112
7.8K
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Oh, ironis sekali, ya! Selama ini yang ramai dituduh mau bangun dinasti politik adalah keluarga Jokowi. Isu meluncur ke sana- ke sini, diberitakan berulang-ulang. Eh, ternyata yang diam-diam sudah lebih dulu praktek justru keluarga tetangga. Katanya takut dinasti, padahal malah lebih dulu melancarkan strategi dinasti itu sendiri. Sambil pura-pura kaget, seakan tak pernah terpikirkan sebelumnya. Benar-benar cerminan, "tudingan itu kadang cuma cermin buat diri sendiri."
Dedy Nur tweet media
Indonesia
370
157
642
264.4K
Papaground
Papaground@GultomLas·
@PartaiSocmed Harus di pastikan pakai materai 6000 apa 10.000 klo bisa double materai.
Indonesia
0
0
0
306
Habieb Selow
Habieb Selow@WagimanDeep212_·
Terlalu brutal Hingga semua stesyen televisi tidak menayangkan olahraga ini. Tonton seblom dihapus oleh kominfo
Indonesia
832
611
4.2K
1.5M
Jhon Sitorus
Jhon Sitorus@JhonSitorus_18·
The real CEBOKERS Jokowi sampe MATI Bahkan KETEK Erina pun diklarifikasi Silfester Matutina
Indonesia
1.1K
2.9K
12.9K
763.6K
Hasyim Muhammad
Hasyim Muhammad@hasyimmah·
Bahayanya Petugas Partai Banyak yang menganggap sebutan Petugas Partai untuk Presiden itu wajar. Biasanya yang menyatakan ini adalah pendukung PDIP karena sering sekali menyebut Jokowi sebagai Petugas Partai. Padahal ini jelas sangat berpengaruh terhadap independensi Presiden. Jika seorang Presiden atau Kepala Negara disebut sebagai “kader” partai, itu tak ada masalah. Di saat ada di dalam internal partai, dia seorang kader partai. Namun ketika dia kembali ke posisinya sebagai Presiden, dia kembali sebagai pribadi merdeka yang mempunyai pemikirian sendiri. Itu tak ubahnya seperti pernyataan bahwa Presiden itu anggota NU atau Muhammadiyah. Boleh saja Ketua NU atau Muhammadiyah mengklaim Presiden sebagai anggota atau kadernya. Tapi kalau menyebut sebagai Petugas NU atau Petugas Muhammadiyah jelas itu tidak pantas. Status Petugas Partai yang disematkan seorang Ketua Umum parpol kepada seorang Kepala Negara adalah sebuah bentuk arogansi yang menempatkan Kepala Negara di bawah kendali partai, khususnya di bawah Sang Ketum. Dari manapun asal muasal Sang Presiden, sudah selayaknya menanggalkan baju identitasnya. Baik itu parpolnya, ormasnya, sukunya, agamanya, semua harus ditanggalkan. Tak ada lagi yang bisa mengaturnya karena PRIBADI-nya telah dipilih oleh rakyat. Dan faktanya, hanya PDIP yang menyatakan kadernya sebagai petugas partai ketika dicalonkan sebagai capres/cawapres. Jelas itu sebuah arogansi. Jokowi disebut petugas partai, Ganjar pun yang sekarang maju capres dari PDIP juga disebut petugas partai. Bagaimana dengan Prabowo atau Muhaimin yang seorang Ketum Parpol? Sama saja, mereka WAJIB menanggalkan peran Ketumnya ketika mereka terpilih sebagai capres/cawapres. Posisi sebagai Kepala Negara harus jauh lebih di atas posisinya sebagai Ketum Parpol. Tapi yang jelas, andai Prabowo atau Muhaimin terpilih, jabatan mereka sebagai Presiden atau Wakil Presiden akan dibatasi 2 periode. Sedangkan Petugas Partai yang “dikendalikan” oleh Megawati, jabatannya Sang Ketum tidak dibatasi UU. Akan sangat bahaya jika negara ini terus dikendalikan seseorang tanpa ada batasan masa jabatan. Megawati mempengaruhi Presiden Jokowi selama 10 tahun terakhir? Itu jelas. Nggak usah naif bilang Megawati tak ikut campur dalam keputusan Jokowi. Sedikit banyak pasti Jokowi harus “mendengarkan” apa kata Megawati. Namanya saja “petugas”. Itulah yang menurut saya akan jadi masalah jika Ganjar terpilih menjadi Presiden. Saya tak yakin Ganjat bisa meredeka 100% dari kendali Megawati. Dan akan banyak yang membela Megawati dengan kata-kata: “Apa salahnya Megawati mengendalikan presiden, kan dia yang mengusung menjadi capres?” Selama memang Megawati menunjukkan kekuasaannya dengan menyatakan bahwa presiden adalah petugas partai-nya, maka itu akan menjadi alasan yang cukup kuat bagi kita untuk tidak memilih PDIP. Presiden tak sepatutnya disebut Petugas Partai. Presiden adalah pribadi merdeka yang terpilih dan dipercaya rakyat untuk memimpin negara ini. Tak ada yang boleh mengaku lebih berkuasa dari seorang Presiden di negara ini.
Indonesia
118
110
339
71.9K
Papaground
Papaground@GultomLas·
@hasyimmah Mantap penjelasan Bang, bagi kami yg awam politik apabila seorang Presiden di sebut sebagai petugas partai sangat tidak elok, tetapi kalau Kader masuk diakal.
Indonesia
0
0
0
18
Papaground
Papaground@GultomLas·
@WagimanDeep212_ Induk semang, sementara Induk semang menilai anak kost dr dulu sampe sekarang hanya penumpang,
Indonesia
0
0
0
14
Habieb Selow
Habieb Selow@WagimanDeep212_·
Kekuasaan itu seperti air laut Takkan pernah memuaskan dahaga jika diminum justru membuat semakin haus..terus..terus sampai ajal menjemput.
Habieb Selow tweet media
Indonesia
39
76
411
13.3K