Hanif Dikdaya

10.8K posts

Hanif Dikdaya banner
Hanif Dikdaya

Hanif Dikdaya

@HDikdaya

Tukang bikin Oli

indonesia Katılım Mart 2012
589 Takip Edilen3.2K Takipçiler
Hanif Dikdaya
Hanif Dikdaya@HDikdaya·
@MrOngDedy tanya juga harga setelah selesai promo nya pak myrep modelnya emang cari pelanggan dengan promo 1th
Indonesia
0
0
0
1.2K
Dedy Ong
Dedy Ong@MrOngDedy·
Bayar Indihome Rp325.000 (blom termasuk PPN), cuma dapet 150Mbps. Dapet offer dari MyRepublic bayar Rp333.000 (sudah termasuk PPN), dapetnya 400Mbps. Jomplang banget offernya ya. Untuk kota Pekanbaru. Saatnya pindah.
Indonesia
174
36
899
93.9K
Hanif Dikdaya
Hanif Dikdaya@HDikdaya·
@bardanslm beli batre AA sama AAA kalo 1 trx harga jadi mahal kalo sendiri2 jauh lebih murah akhirnya CO sendiri2 tapi pas dateng jadi 1 paket 1 resi
Indonesia
1
0
0
3.6K
Hanif Dikdaya retweetledi
Kris Antoni - Toge Productions
Kris Antoni - Toge Productions@kerissakti·
Habis ditodong sama orang pajak dengan aturan yg dibuat2 membuat gw semakin yakin untuk mulai memindahkan Toge Productions ke negara lain. Saya sudah berusaha memajukan industri game Indonesia selama 17 tahun, tapi sepertinya harapan saya sudah pupus. I’ve tried my best.
Indonesia
936
9.9K
37.3K
4M
Hanif Dikdaya retweetledi
Toyota Indonesia
Toyota Indonesia@ToyotaID·
Jadikan momen Hari Raya sebagai kesempatan untuk meneruskan kebaikan yang kita lakukan, serta memperkuat kebersamaan keluarga. Mari lalui perjalanan mudik tahun ini bersama Toyota Hybrid EV yang siap membawa jauhnya perjalanan bersama keluarga. #ToyotaIndonesia #ToyotaHybridEV #ItsTimeForEveryone
Indonesia
6
71
290
11.1K
Hanif Dikdaya retweetledi
txtdaricinecrib
txtdaricinecrib@cinecrib_·
Dan calon iklan ramadan absolute cinema terbaik tahun ini jatuh kepadaaa...
Indonesia
193
1.7K
6.4K
502.3K
Hanif Dikdaya retweetledi
𝗛𝗮𝗿𝗮𝗺𝗮𝗶𝗻
𝗛𝗮𝗿𝗮𝗺𝗮𝗶𝗻@HaramainInfo·
BREAKING NEWS | The crescent moon has been sighted in Saudi Arabia. Therefore, Ramadhān 1447 will begin tonight. May Allāh ﷻ accept our siyām, qiyām & acts of worship, and may He grant us the ability to utilise the precious moments of this Blessed month to engage in that which pleases Him. Aameen.
𝗛𝗮𝗿𝗮𝗺𝗮𝗶𝗻 tweet media𝗛𝗮𝗿𝗮𝗺𝗮𝗶𝗻 tweet media
English
531
5.8K
17.7K
1.5M
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib·
@muhammadiyah terimakasih & apresiasi kepada @muhammadiyah sudah jujur resmi menyatakan tahun ini memang puasa 18 Feb pagi akan mendahului nampaknya hilal di bumi manapun 🙏 karena perubahan rumus hisab selebihnya biar umat Islam Indonesia yang memilih setelah faham betul duduk perkaranya
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib

Alhamdulillah Muhammadiyah sudah secara resmi mengakui bahwa berpuasa mulai 18 Feb itu MENDAHULUI sebelum hilal wujud di manapun di muka bumi, dalam hal ini di Alaska 🇺🇸 Dan menyatakan “berpuasalah 18 Feb karena hilal AKAN terlihat siangnya” Jadi jelas ya kalau berubah drastis kalau sebelumnya Muhammadiyah kadang-kadang lebih cepat puasa/lebaran dengan argumen: Muhammadiyah dulu: “berpuasalah karena hilal SUDAH wujud (>0⁰ pada maghrib), meski BELUM kelihatan” (hilal musti kelihatan adalah prinsip mayoritas umat Islam dunia mengikuti hadits Rasulullah SAW berpuasalah karena melihat hilal — yang juga diikuti oleh Saudi, Salafi/Wahabi dan NU) kini berubah drastis memaksimalkan perbedaan dengan mayoritas umat Islam Indonesia, Asia Tenggara bahkan dunia: Muhammadiyah kini: “berpuasalah karena hilal AKAN kelihatan di ujung dunia lain nanti siang, tarawihlah meskipun hilal BELUM wujud” kalau sudah faham perubahan drastis ini, silahkan ditanyakan kepada hati masing-masing, apakah mengikuti perintah pimpinan ormas ini sesuai dengan perintah hadits Rasulullah SAW: Rasulullah SAW bersabda: صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلَاثِينَ يَوْمًا “Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya. Bila penglihatan kalian tertutup mendung maka sempurnakanlah bilangan (bulan Sya’ban) menjadi tiga puluh hari.” kalau sudah faham betul, bahwa tarawih anda pada 17 Feb mendahului wujudul hilal (Indonesia Timur) dan puasa anda mendahului terlihatnya hilal di manapun di muka bumi, tapi tetap memutuskan untuk taqlid ikut perintah ormas, ya monggo mawon 🙏💚

Indonesia
23
23
77
12.7K
Hanif Dikdaya retweetledi
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 Ternyata bener ya kalau kerja di bagian servis/front bakal tau betapa 💩💩💩nya manusia. Ceritain dong pengalaman kalian yang kayak gini.
Indonesia
490
390
6K
470K
Hanif Dikdaya retweetledi
Rudiyanto
Rudiyanto@Rudiyanto_zh·
Pada tahun 2025 yang lalu, pelaporan SPT menggunakan DJP Online, sementara pelaporan lain menggunakan Coretax Untuk 2026 ini, semuanya sudah Coretax Berikut ini adalah step by step Pelaporan Harta Keuangan dan Investasi SPT 2026 via Coretax Bagian 1. Passphrase dan Induk SPT
Rudiyanto tweet media
Indonesia
85
2.9K
9.2K
498.8K
Hanif Dikdaya retweetledi
Jangto
Jangto@5jangto·
Dugaan Jaringan Yayasan Terorganisir dan Eksploitasi Pasien di Platform @kitabisa. Saya menemukan belasan yayasan dengan pola identik yang sangat mencurigakan. Ini bukan sekadar kecurigaan, berikut bukti bukti yang saya kumpulkan.
Indonesia
36
3.1K
4.4K
294.3K
txt onlineshop
txt onlineshop@txtdarionlshop·
Almaz sempat viral karena hype + isu boikot yang bikin orang penasaran. Tapi setelah dicoba, banyak yang nggak repeat karena: -Rasa dianggap biasa aja, nggak sebanding sama ekspektasi -Harga mirip brand besar, valuenya kurang -Trend cepat habis, FOMO selesai -Kualitas antar cabang nggak konsisten -Persaingan ayam goreng lokal terlalu ketat Setuju nggak kalau viral itu belum tentu bertahan lama?
txt onlineshop tweet media
Indonesia
1.4K
722
6.4K
1.8M
Hanif Dikdaya retweetledi
Salim A. Fillah
Salim A. Fillah@salimafillah·
Tim kami tiba sejak awal terisolir, hingga hari ini masih terus mendampingi warga Pantan Kuli. Meski harus menembus jalur ekstrem akibat akses terputus, kami bawa logistik dapur umum. Pak Idam, Babinsa yang setia mendampingi masyarakat, merasa bahwa ia tidak berjuang sendirian.
Indonesia
13
386
1K
9K
Hanif Dikdaya retweetledi
Muhammadiyah
Muhammadiyah@muhammadiyah·
Melaksanakan Salat dengan Aurat Tidak Tertutup Sempurna dalam Situasi Darurat Bencana Ketika bencana melanda, manusia sering kehilangan banyak hal dalam sekejap: rumah, pakaian, ketersediaan air bersih, hingga ruang aman untuk sekadar menenangkan diri. Dalam suasana kacau seperti itu, banyak penyintas mengaku meninggalkan salat karena pakaian tidak layak, aurat terbuka, atau tidak memiliki sarana ibadah sebagaimana mestinya. Padahal, syariat Islam memberikan prinsip keringanan (rukhsah) agar ibadah tetap dapat dilaksanakan sesuai kemampuan. Salah satu persoalan yang paling sering muncul dalam fikih kebencanaan adalah bagaimana hukum melaksanakan salat ketika aurat tidak tertutup sempurna. Pertanyaan ini sangat beralasan, sebab pakaian korban bencana sering basah, robek, kotor, atau tidak memadai untuk menutup aurat secara sempurna. Syariat Islam bukanlah beban yang memberatkan, melainkan jalan lurus yang penuh kasih sayang. Oleh sebab itu, kewajiban salat tidak gugur, bahkan dalam kondisi sangat darurat. Namun cara pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kemampuan. Secara hukum asal, menutup aurat adalah salah satu syarat sah salat. Ulama sepakat bahwa minimal aurat harus tertutup oleh pakaian yang suci, dan kemampuan untuk melakukannya dihitung berdasarkan kondisi normal. Namun bagaimana ketika kondisi tidak normal? Bagaimana ketika bencana membuat seseorang tidak memiliki pakaian cukup, atau pakaiannya koyak dan tidak mungkin menutup aurat secara sempurna? Bertakwa Menurut Kemampuan Islam memberikan kaidah mendasar yang menjadi dasar keringanan ibadah dalam situasi sulit. Allah berfirman: فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kemampuanmu.” (QS. at-Taghābun (64): 16). Ayat ini menjadi pilar bahwa kewajiban agama ditegakkan sesuai batas kemampuan manusia, bukan di luar itu. Hal ini dikuatkan kembali dalam hadis Nabi SAW yang juga menegaskan prinsip yang sama: إِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوهُ، وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ “Jika aku melarang kalian dari sesuatu maka jauhilah. Dan jika aku memerintahkan kalian suatu perkara, maka lakukanlah sesuai kemampuan kalian.” (HR. Bukhari–Muslim). Kedua dalil ini menjadi landasan kuat bahwa syariat membuka ruang fleksibilitas dalam kondisi bencana atau keadaan darurat lainnya. Dalam fikih terdapat kaidah penting: الضَّرُورَاتُ تُبِيحُ المَحْظُورَاتِ “Keadaan darurat membolehkan hal-hal yang asalnya terlarang.” Dan juga: المَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيرَ “Kesulitan mendatangkan kemudahan.” Maka, ketika seseorang berada dalam kondisi darurat—misalnya pakaian yang koyak, basah, atau tidak memadai untuk menutup aurat—ia tetap wajib salat, dan salatnya sah meskipun aurat tidak tertutup sempurna. Prinsipnya sederhana: ketidakmampuan yang nyata menggugurkan kewajiban tambahan, bukan kewajiban pokok. Salat tidak boleh ditinggalkan, tetapi syarat-syaratnya dapat disesuaikan. Berdasarkan rujukan Fikih Kebencanaan yang disusun Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ketentuan hukumnya adalah: 1. Salat tetap wajib dilakukan, sekalipun aurat tidak tertutup sempurna. 2. Jika memungkinkan, seseorang tetap berusaha menutup aurat dengan apa pun yang ada: selimut, potongan kain, baju robek, jaket, daun besar, atau benda lain yang dapat dipakai. 3. Namun jika tidak ada sama sekali, atau pakaian benar-benar tidak bisa menutupi, salat tetap dilaksanakan sesuai kemampuan, dan hukumnya sah. 4. Tidak perlu mengulang salat tersebut setelah kondisi membaik, karena ia dilakukan berdasarkan rukhsah. Hal ini sejalan dengan logika syariat yang tidak memaksa di luar kemampuan. Sumber: muhammadiyah.or.id/2025/12/melaks…
Muhammadiyah tweet media
Indonesia
2
156
456
12.9K