Hasan Sabiis retweetledi
Hasan Sabiis
4.1K posts

Hasan Sabiis retweetledi

Tapi tak semua pemangku kepentingan punya empati seperti pelajar ini, saat kepentingan proyek lebih menarik bagi mereka!!! @prabowo @DPR_RI @PKSejahtera
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91
Pelajar SMK mengirim surat kepada Presiden, ia menolak menerima MBG dan meminta jatah makan MBG miliknya diberikan untuk kesejahteraan guru. Para pelajar kita, ada yang pikirannya tajam dan halus perasaannya. Rafif Arsya, anda membuat sejarah. 🔥🔥🔥🔥🔥
Indonesia
Hasan Sabiis retweetledi
Hasan Sabiis retweetledi

@johngalt8421 @USronaldcarter Allah has the best way for us, winning or losing is not something certain, but the struggle against injustice is an obligation, the only thing certain in this world is death and everyone experiences it, We only hope to experience the best death by the side of our Lord.
English

@HSabiis @USronaldcarter Problem is your Allah doesn't seem very effective. Every time there is a fight with the United States or Israel you guys get humiliated.
English

TRUMP JUST SAID THE US MILITARY 'HASN'T EVEN STARTED' AFTER 30 DAYS OF WAR
Let me show you what "hasn't even started" actually means.
Here's what they've already done to Iran:
Step 1 ✅ Supreme Leader Khamenei KILLED. Leadership decapitated. Feb 28.
Step 2 ✅ Natanz nuclear site OBLITERATED. Satellite images confirm total destruction.
Step 3 ✅ South Pars gas field STRUCK. The largest gas field on Earth. Iran's biggest domestic energy source.
Step 4 ✅ Power grids KNOCKED OUT across Tehran and Karaj.
Step 5 ✅ 300+ hospitals and medical facilities DESTROYED or damaged.
Step 6 ✅ 90,000+ homes DESTROYED. Half in Tehran.
Step 7 ✅ 87,294 civilian facilities DAMAGED OR DESTROYED — Red Crescent confirmed.
Step 8 ✅ 5,900 people KILLED in the first 21 days alone.
Step 9 ✅ B1 Bridge — the TALLEST bridge in Iran AND the entire Middle East — DESTROYED. 8 dead. 95 wounded.
Step 10 ✅ The Strait of Hormuz BLOCKED. 1 in 5 of the world's oil and gas supply cut off.
That's what they've done in ONE MONTH.
And after all of that, Trump posted this on Truth Social:
"Our Military, the greatest and most powerful anywhere in the World, hasn't even started destroying what's left in Iran. Bridges next, then Electric Power Plants!"
Process that.
Step 11 ⏳ More bridges targeted. Iran's supply routes severed.
Step 12 ⏳ Electric power plants DESTROYED. Hospitals go dark. Water treatment plants fail.
Step 13 ⏳ Water desalination plants next — Trump already threatened those too.
Step 14 ⏳ 90 million Iranians with no power, no clean water, no functioning hospitals.
Step 15 ⏳ Reconstruction cost estimated in the hundreds of billions. Maybe more.
They're showing you "progress toward a deal" and "talks with Iran."
They're NOT showing you that Trump is publicly promising to destroy the life support system of one of the most populated countries in the Middle East — and calling everything so far the warm-up.
Do you understand what that means?
Step 1 through 10 already happened.
And the president of the United States just told you it hasn't even started.
Bookmark this. Come back in 14 days.
🚨🚨🚨

English
Hasan Sabiis retweetledi

@HSabiis @USronaldcarter We, the people (especially the military veterans) of the U.S. do not agree with the war & want nothing to do with Israel. This is solely a Trumpstein war... a war brought on by the world's richest, while they squander the money of our country's lowest paid/ under cared for.
English
Hasan Sabiis retweetledi
Hasan Sabiis retweetledi

@as_siglie Bahkan untuk menertibkan bawahannya saja ia tak mampu dan ia seperti tidak digubris oleh bawahannya, dan institusi dan aparatur negara masih dibawah kendali raja jawa
Indonesia

1/2. Kepemimpinan Masa Depan Indonesia
RONRONGAN PADA
PEMERINTAHAN PS
Prabowo Subianto (PS) secara pribadi adalah orang kuat. Pengalaman hidup dan karir yang menempanya manjadi orang kuat.
Pertanyaan nya, apakah orang' kuat secara pribadi bisa menjadi pemimpin negara yang kuat?
Sudah bukan rahasia pendapat pendapat yang mengemuka, kalau Pemerintahan Presiden PS menanggung beban masa lalu. Jauh lebih berat dari pada beban pembangunan masa ini. Terutama dalam hal kontrol dari dalam dan dari luar. Hal itu membuat Pemerintahan Prabowo jadi rapuh. Seperti kayu di gerogotin rayap makin lama bukannya makin baik tapi makin hancur.
Kelihatannya PS terlalu percaya diri. Seperti kurang Penasehat senior tempat memohon pendapat. Para pendiri negara (founding father) sadar bahwa seorang pemimpin negara butuh penasehat. Karena itu UUD 1945 (asli) mensyaratkan adanya Badan Pertimbangan Agung (DPA) yang memberikan nasehat kepada Presiden. Tapi reformasi 1998 membubarkan DPA.
Sehebat gimana pun seorang Presiden butuh beberapa penasehat yang handal, berwawasan luas dan bijaksana, agar setiap kebijakan dan keputusan kenegaraan berkualitas tinggi dan menghindari banyak kontraversi.
Banyak memang kebijakan dan Keputusan PS seperti terburu buru. Seperti Indonesia masuk jadi anggota BOP bentukan Presiden AS Donald Trump. Keputusan itu, sangat kontraversi mendapat banyak kritikan tajam dari banyak tokoh dan menjadi konsumsi publik yang meronrong reputasi Presiden PS. Disni Presiden PS sudah terjebak, maju kena mundur kena. Itulah resiko kalau dari awal sebelum mengambil keputusan kurang pertimbangannya. Langsung saja melangkah tanpa masukan dari para ahli. Tanpa uji dulu dengan kelayakan publik. PS kena sihir diplomatik Trumb.
Apakah PS sadar bahwa masuknya Indonesia jadi anggota BOP selain dipertanyakan secara Konstitusional, juga ada pihak yang sakit hati. Namanya politik selalu ada yang puas dan kecewa
Dan secara global dengan masuk BOP, Indonesia kehilangan keseimbangan kedudukan sebagai non-blok dalam konflik global. Hal itu memicu pertarungan global dan nasional tentang eksistensi kelangsungan kekuasaan Presiden PS. Pertarungan itu, bisa muncul dalam bentuk gangguan ekonomi yang merongrong wibawah Pemerintahan.
Sepertinya Presiden PS kurang mendengarkan suara suara ditengah masyarakat. Tidak semua kebijakan dan keputusan cocok dengan slogan biar anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.
Keinginan dan cara pemimpin mendengar bukan saja agar berhati-hati,tetapi juga sebagai cara membangun kekuatan kepemimpinan. Pandai pandai lah mendengar agar menjadi seorang yang bijak (arif).
Presiden PS banyak mengabaikan suara suara dalam masyarakat. Terutama tentang hubungan nya dengan Kepemimpinan lama Presiden Jokowi. Juga tentang Kapolri, banyak yang minta agar di copot. Juga tentang banyaknya orang orang titipan dalam kabinet. Semua itu, karena kurang mendengarkan berdampak buruk pada citra pemerintahan PS, bahkan meronrong wibawa pemerintahan PS.
Salah satu program yang ramai disorot masyarakat adalah program MBG itu, semula merupakan ucapan spontan setelah PS terpilih jadi Presiden, namun kemudian malu bila tidak dilaksanakan. Jadi program MBG bukan hasil kajian yang matang dan pertimbangan para ahli. Walaupun
Program MBG banyak menuai kritik keburukan, sebagian menyebutkan MBG sebagai sarang koruptor. Namum harus berjalan karena PS ingin disebut murah hati pada rakyat. Padahal dari pada melaksanakan MBG yang banyak masalah Lebih baik' dana MBG disalurkan untuk menjalankan perintah Konstitusi yaitu memelihara fakir miskin anak anak yang terlantar sebagai cara melawan kemiskinan. Ini perintah Konstitusi didiamkan saja. Jadi program MBG sesungguhnya salah sasaran, yang mestinya untuk melawan kemiskinan. Akhirnya program MBG berakibat sebaliknya, ikut meronrong kepercayaan rakyat pada Presiden PS tentang tujuan pengelolaan anggaran negara.
Kita lihat kedepannya.....
Indonesia
Hasan Sabiis retweetledi
Hasan Sabiis retweetledi
Hasan Sabiis retweetledi
Hasan Sabiis retweetledi

Menteri Perang AS Pete Hegseth 🇺🇸: "Kami akan membom Iran dan membuatnya kembali ke zaman batu..."
Komandan AU IRGC Sayyid Majid Mousavi 🇮🇷: "Hollywood sudah meracuni pikiranmu, sebuah negara dengan sejarah 250 tahun ingin menghapus peradaban berusia 6000 tahun, satu-satunya hal yang bisa kamu bawa pulang hanyalah tentara-tentaramu ke liang kubur 🔥"
Bro bener-bener nge-skakmat dia tanpa sisa... 😂


Indonesia
Hasan Sabiis retweetledi

After receiving assassination threats from Israel and the United States, Araqchi said: "Your threats are beneath our feet. If we feared death, we would not have entered this war, nor would we have offered our finest men as martyrs. Death is an honor for us as we defend our homeland...better than dying subjugated to you, with our homeland under your guardianship and rule.
We were born free, and we will die free. We will not submit to child rapists, blood merchants, and oppressive rulers."

English
Hasan Sabiis retweetledi













