Sabitlenmiş Tweet
Hendi
1.5K posts

Hendi
@HendiDmn
kebodohan adalah suatu nikmat..||penggemar kopi angkringan||...||minat ajak buang waktu?? DM aja 📮
Salatiga Katılım Nisan 2019
421 Takip Edilen47 Takipçiler

@wah_am @ainunnajib Mas, disini di salatiga antara NU dan MU sungguh tidak ada masalah apapun. Kami saling menghargai perbedaan. Saat warga MU lebaran awal kami ya biasa saja
Indonesia

Terimakasih kpd @ainunnajib . Twitan ttg Muhammadiyah justru memunculkan simpati & tdk sedikit sentimen ke-Muhammadiyah-an warga Muh yg selama ini kalem, cenderung pasif jd tangi (bangun). Meskipun aktivis Muh & NU yg sdh kolaborasi lama di akar rumput jd mrasa gak nyaman.
Indonesia
Hendi retweetledi

kalo mimin kasih GIFTCARD 500k, pada mau gak nih? coba reply dulu pake #TokopediaTHRSale
Indonesia
Hendi retweetledi

Benarkah Nabi Mengabarkan Yahudi Israel dan Syiah Iran Akan Bersatu Mengikuti Dajjal?
Belakangan ini beredar kembali postingan yang mengaitkan konflik Israel–Amerika melawan Iran dengan sebuah hadis dari Sahih Muslim. Hadis yang sering dikutip adalah:
يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْفَهَانَ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ
Artinya:
“Dajjal akan diikuti oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi dari Isfahan yang mengenakan ṭayālisah (sejenis jubah atau selendang).”
(HR. Muslim)
Hadis ini memang sahih dan termasuk hadis eskatologis, yaitu hadis yang berbicara tentang fitnah akhir zaman.
Masalahnya bukan pada hadisnya.
Masalahnya pada narasi yang dibangun di sekeliling hadis ini.
Sebagian orang kemudian menyimpulkan:
“Tidak usah heran dengan perang hari ini. Sekarang saja mereka konflik tapi nanti mereka akan kompak menjadi musuh Islam. Rasulullah sudah mengabarkan bahwa Yahudi dan Syiah pada akhirnya akan bersatu mengikuti Dajjal.”
Sekilas terdengar meyakinkan.
Padahal kalau kita baca hadisnya dengan teliti, narasi ini tidak berasal dari hadis tersebut.
Nabi tidak pernah menyebut Syiah
Hadis itu hanya mengatakan:
“Yahudi dari Isfahan.”
Memang benar Isfahan hari ini berada di wilayah Iran.
Dan benar pula Iran modern mayoritas bermazhab Syiah.
Namun menyimpulkan bahwa hadis itu berbicara tentang Syiah adalah lompatan logika yang terlalu jauh.
Pertama, penyebutan Isfahan dalam hadis itu bersifat geografis, bukan ideologis atau mazhab.
Kedua, siapa yang bisa menjamin bahwa wilayah tertentu akan tetap berada di bawah identitas mazhab yang sama hingga akhir zaman?
Sejarah menunjukkan wilayah, bangsa, dan mazhab bisa berubah berkali-kali.
Karena itu menjadikan hadis ini sebagai bukti “koalisi Yahudi–Syiah” jelas bukan berasal dari teks hadis, melainkan dari cara kita menafsirkannya.
Hadis tidak selalu menyebut nama bangsa secara eksplisit
Dalam hadis lain tentang akhir zaman disebutkan bahwa pengikut Dajjal memiliki wajah:
“seperti perisai yang dipukul.”
Sebagian ulama klasik mencoba memahami deskripsi ini.
Misalnya Ibn Kathir berpendapat bahwa kemungkinan yang dimaksud adalah bangsa Turk.
Tetapi penting dicatat:
Nabi tidak pernah menyebut kata “Turk” dalam hadis itu.
Itu adalah interpretasi ulama, bukan teks hadis.
Dan istilah Turk dalam literatur klasik juga bukan berarti negara Turki modern.
Yang dimaksud adalah bangsa-bangsa Turkic di Asia Tengah, suku-suku nomadik yang hidup di wilayah luas seperti Turkestan dan Transoxiana.
Ini menunjukkan satu hal penting:
tafsir ulama selalu terkait dengan konteks zaman mereka.
Nama wilayah dalam hadis tidak sama dengan peta politik modern
Hadis-hadis akhir zaman juga sering menyebut nama wilayah seperti:
Khurasan – Wilayah luas di Asia Tengah dan Timur Persia pada masa klasik, mencakup sebagian besar Iran timur laut, Afghanistan, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Tajikistan.
Syam – yang dulu meliputi Suriah, Palestina, Yordania, dan Lebanon.
Rum – Merujuk pada Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium), yang berpusat di Konstantinopel (sekarang Istanbul).
Semua istilah ini adalah geografi dunia klasik, bukan batas negara modern seperti yang kita kenal hari ini.
Batas wilayah dalam sejarah bisa berubah berkali-kali.
Dan bisa saja berubah lagi di masa depan.
Karena itu membaca hadis-hadis ini dengan peta politik hari ini sering kali justru menyesatkan.
Bahaya membaca hadis untuk membenarkan asumsi kita
Masalah terbesar muncul ketika hadis tidak lagi dibaca untuk memahami pesan Nabi, tetapi dipakai untuk menguatkan asumsi dan opini yang sudah kita miliki sebelumnya.
Lalu kita berkata:
“Lihat, Nabi sudah mengabarkan ini sejak dulu.”
Padahal yang terjadi sebenarnya adalah:
kita memasukkan asumsi dan opini kita ke dalam hadis,
lalu mengklaim bahwa itu berasal dari Nabi.
Parahnya lagi asumsi kita itu bisa saja dipenuhi dengan kebencian pada mazhab atau kelompok tertentu.
Ini bukan cara membaca hadis yang sehat.
1/2

Indonesia

CPT TOKPED DPT DISKON 50RB
tokopedia.onelink.me/2ZX3/tpm6oafb
Indonesia

Tokopedia Kejar Ketupat
⏰️Mulai Pk. 00:00
*Checkin dapat diskon 30rb
*Kumpulin ketupat dapat 50rb
Stay dihalaman ketupat?
tokopedia.onelink.me/2ZX3/ksilh4e9
Atau dihalaman ramadan sale?
tk.tokopedia.com/ZSmK3ggfW/

Indonesia

@Iunatico_feliz Semoga ya semoga beli cat waterproof tembok rembes mulu
Indonesia

Hey hey hey!! Yang lain pada ikutan juga dong challengenya di Takling 💚
Wendy Shon@alittlejournals
@tokopedia @Duolingo_IDN gwejh kmrn ketemu haji tokopaedi di blok m mint trs ikutan challenge nya 😎☝🏻
Indonesia

@RacunBelanja Aku min.. Makasih pencerahannya dulu pusing gimana cara biar kek orang" Dapet diskon gedhe..
Indonesia

Rame juga yang nonton video ini
Ada nggak yang abis liat ini tadi malem terus langsung dapet vouchernya? 🤔🤔🤔
Racun Belanja | Info Diskon, Promo, Cashback@RacunBelanja
Tutorial rebutan voucher 🔥 • pakai app shopee lite • standby di keranjang • produknya udah dichecklist • tinggal klik checkout terus • klik detik 59.3/59.5
Indonesia

@kimmyexp Akun baru yuk di bantu genk
tokopedia.onelink.me/2ZX3/y6car3g6
Indonesia

ngumpulin ketupat lagi nanti gaiss 😍
buat 3.3 diskon 100RB tokped lagi🤲🏻
tokopedia.onelink.me/2ZX3/m71d2z7u

Indonesia








