

Ibas.news
5.6K posts

@IbasNews
There's no Black & White in the Blue https://t.co/Bpy5CQ5t37




🌏 Dunia sedang berubah. Perang dagang. Konflik geopolitik. Gangguan rantai pasok. Harga pangan dan energi bergejolak. Saat banyak negara sibuk berebut sumber daya, pertanyaan paling penting bagi Indonesia sebenarnya sederhana: Apakah rakyat masih bisa makan, bekerja, dan hidup layak? 🧵👇 1/ Negara yang kuat bukan negara yang paling banyak bicara demokrasi atau ideologi. Negara yang kuat adalah negara yang mampu memberi makan rakyatnya saat dunia krisis. Karena ketika pangan langka, stabilitas politik ikut goyah. Ketika energi mahal, ekonomi ikut lumpuh. 2/ Karena itu fokus pembangunan Indonesia hari ini bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan. Tetapi membangun ketahanan pangan dan energi nasional. Fondasi agar bangsa tetap berdiri tegak dalam situasi global apa pun. 3/ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya soal memberi makan anak sekolah. Ia menciptakan permintaan besar terhadap hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM lokal. Petani bergerak. Peternak bergerak. Nelayan bergerak. Ekonomi desa bergerak. 4/ Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dirancang agar keuntungan ekonomi tidak hanya berhenti di kota besar. Modal, distribusi, dan perdagangan harus sampai ke desa. Karena Indonesia tidak akan maju jika desanya tertinggal. 5/ Program cetak sawah baru dan pengembangan lahan pertanian bukan proyek biasa. Ini adalah investasi jangka panjang untuk memastikan Indonesia tidak bergantung pada impor pangan ketika dunia sedang berebut beras, gandum, jagung, dan komoditas strategis lainnya. 6/ Ketahanan pangan harus berjalan bersama ketahanan energi. Hilirisasi. Bioenergi. Gasifikasi. Energi baru terbarukan. Pembangunan infrastruktur energi. Karena tanpa energi yang cukup, industri tidak bergerak dan lapangan kerja sulit tumbuh. 7/ Di balik semua program itu ada satu tujuan sederhana: ✅ Harga pangan stabil ✅ Lapangan kerja tersedia ✅ Daya beli rakyat terjaga ✅ Desa hidup ✅ Industri tumbuh ✅ Indonesia lebih mandiri 8/ Sejarah membuktikan: Bangsa yang mampu menguasai pangan dan energi akan bertahan. Bangsa yang bergantung sepenuhnya kepada pihak luar akan selalu rentan terhadap tekanan global. 9/ Perdebatan politik boleh berbeda. Tetapi satu hal seharusnya menjadi kepentingan bersama: Tidak boleh ada rakyat Indonesia yang kelaparan di negeri yang begitu kaya sumber daya. 10/ Pada akhirnya, persatuan bangsa tidak dibangun oleh slogan. Persatuan lahir ketika rakyat merasa aman, bisa bekerja, bisa makan, dan memiliki harapan untuk masa depan anak-anaknya. 🇮🇩 Ketahanan Pangan + Ketahanan Energi = Ketahanan Bangsa. Karena bangsa yang mandiri adalah bangsa yang berdaulat. Mari kita dukung dan sukseskan Program Presiden @prabowo demi bangsa dan Negara. #Indonesia #KetahananPangan #KetahananEnergi #Prabowo #MBG #KoperasiDesaMerahPutih #Hilirisasi #IndonesiaMaju #EkonomiIndonesia #PanganUntukNegeri

Publik tentu menanti tranparansi penggunaan dana hibah dari Soros ini : - Tujuan penggunaan dana - Program yang didanai - Dampak bagi masyarakat. Negeri ini milik seluruh rakyat Indonesia, jangan sampai Persatuan bangsa yg susah payah diperjuangkan para pendiri bangsa dirusak oleh Oligarki jahat yang punya agenda tersembunyi . Persatuan dan kemandirian bangsa yg utama. Kemandirian bangsa sedang diupayakan Pemerintahan @prabowo, tentu banyak yg tidak senang, tapi upaya tersebut harus kita dukung .






Salah satu bukti kekuatan asing mulai mendanai LSM diIndonesia umtuk menjelekkan pemerintahan @prabowo secara sistematis. Lalu apakah mau kita semua rakyat Indonesia dipecah belah demi.keuntungan pihak asing ?! Persatuan dan kemandirian bangsa adalah hal yg sedang diperjuangkan pemerintahan @prabowo . Evaluasi memang perlu agar terus memberikan hasil terbaik umtuk rakyat







Menteri Luar Negeri Adukan Penahanan WNI oleh Israel ke PBB




Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths economist.com/leaders/2026/0…


Indonesia bukan sekadar negara kepulauan. Indonesia adalah salah satu simpul strategis terpenting di dunia. Di antara Selat Malaka, Sunda, dan Lombok mengalir perdagangan global bernilai triliunan dolar serta sebagian besar pasokan energi Asia Timur. Karena itu, setiap ketegangan antara kekuatan besar akan selalu menempatkan Indonesia dalam posisi penting. Dalam era perang hibrida, persaingan tidak lagi hanya terjadi melalui kapal perang atau rudal. Ia hadir melalui informasi, media, ekonomi, teknologi, opini publik, dan pengaruh politik. Tugas Indonesia bukan memilih menjadi bagian dari blok tertentu, melainkan memastikan kepentingan nasional tetap menjadi kompas utama. Kedaulatan bukan hanya soal menjaga wilayah. Kedaulatan juga berarti mampu membedakan fakta dari propaganda, kritik yang konstruktif dari operasi pengaruh, serta kepentingan nasional dari agenda pihak luar. Indonesia kuat jika tetap bersatu, mandiri, dan berpikir jernih. #Indonesia #Geopolitik #IndoPasifik #KetahananNasional #PolitikLuarNegeri #Prabowo #ASEAN #StrategicStraits

