Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨@WeKa_Ronin
Kemiskinan bukan realitas—tapi alat. Bukan kondisi—tapi konstruksi. Dan kapitalisme adalah arsitek utamanya.”
"Kemiskinan" Adalah Mitologi Modern untuk Melegitimasi Penindasan
Kapitalisme menciptakan ilusi bahwa:
🔹️Orang miskin butuh “diselamatkan”.
🔹️Negara perlu “program pengentasan kemiskinan”.
🔹️Investor datang untuk “membuka lapangan kerja”.
Padahal kenyataannya:
Yang disebut “miskin” hanya tidak punya akses ke sistem uang.
Mereka punya tanah, punya keterampilan, punya komunitas, dan spiritualitas—tapi tidak punya akun bank.
Kapitalisme menciptakan sistem yang membuat mereka bergantung, lalu menyebut ketergantungan itu sebagai “penyelesaian”.
“Miskin” hanyalah istilah untuk mereka yang tidak tunduk pada sistem pasar.
Mereka tidak ingin kemiskinan hilang.
Mereka butuh kemiskinan sebagai pembenaran agar “pahlawan palsu” (donatur, investor, NGO) tetap dibutuhkan.
Kemiskinan tidak pernah ada. Yang ada hanya proses manusia yang belum selesai. Yang menjadikannya masalah adalah sistem yang tidak sabar—karena hanya tahu mengukur lewat uang.
Salah satu Contoh nyata: dulu saat kecil Rockefeler melarat hidupnya sekarang pasti sebutannya "ANAK STUNTING" HAHAHAHA Wajib diberi MBG HAHAHAHA, karena orang tua nya disebut miskin, ternyata berapa puluh tahun kemudian (ini proses manusia), siapa yang ga kenal ROCKEFELER hingga sekarang?
Lalu Contoh lainnya, dan ada manusia yang baru di hari tuanya baru kaya raya (karena ukuran dunia soal sukses adalah Materialistik), nih Robert Kuok (pebisnis Malaysia) atau George Joseph (pendiri asuransi Mercury General), yang tetap masuk dalam daftar orang kaya di usia mendekati atau melewati 100 tahun karena akumulasi aset yang mereka kelola sepanjang hidupnya.
Kapitalisme bukan sistem ekonomi. Ia adalah agama baru, dan uang adalah tuhannya. Dan siapa pun yang menolak menyembah pada sistem ini, mereka sebut “miskin”.
Jadi apa itu Miskin? Miskin hanya proses manusia yang belum selesai. Itu saja dan proses itulah yang sering kali disabotase oleh sistem yang ingin hasil instan demi kepentingan statistik politik.
:: WeKa ::