Laz 🇵🇸 | ACAB

31.8K posts

Laz 🇵🇸 | ACAB banner
Laz 🇵🇸 | ACAB

Laz 🇵🇸 | ACAB

@Immamess__

I tweet about anything | It's so over / we are so back

Katılım Ocak 2012
1.3K Takip Edilen157 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Laz 🇵🇸 | ACAB
Laz 🇵🇸 | ACAB@Immamess__·
Starting point thread buat tracking latte art journey
Laz 🇵🇸 | ACAB tweet media
English
2
0
8
2.8K
Laz 🇵🇸 | ACAB retweetledi
femiiiiii.
femiiiiii.@femiiiszn·
i hope the next global trend will be empathy and critical thinking.
English
596
61.4K
255K
3M
Laz 🇵🇸 | ACAB retweetledi
motion.
motion.@hashtagtw0·
Faking your music taste due to social validation is self-slavery btw.
English
577
20K
120.5K
1.5M
Laz 🇵🇸 | ACAB
Laz 🇵🇸 | ACAB@Immamess__·
??????? Jelas banget ada dalil dosa orang dzalim ga bakal diampunin sampe dimaafin langsung sama yang bersangkutan. Lu ngaji di mane tong
Sam | Luluci's Husband 🇵🇸@alamghiry

@Subtitle_Anime_ @AkilaNazaffu Muslim pemerkosa masih bisa diampuni oleh Allah dan masuk surga setelah disiksa di neraka, menebus kesalahannya Tapi seseorang yang mati kafir, menyembah tuhan yang lain, dan menyekutukan Nya, itu tidak akan diampuni oleh Allah dan akan kekal di neraka meskipun orang itu baik

Indonesia
3
0
0
156
Laz 🇵🇸 | ACAB retweetledi
/:fiqri/
/:fiqri/@piqrikitiw·
yall hate gays more than rapist like…
English
30
8.5K
25.2K
212.6K
Laz 🇵🇸 | ACAB retweetledi
memes to save
memes to save@MemesToSave·
memes to save tweet media
ZXX
113
16.6K
151.1K
1.3M
Laz 🇵🇸 | ACAB
Laz 🇵🇸 | ACAB@Immamess__·
Halah nyocot kontol
#AyoMoveOn2024@Fahrihamzah

MBG DAN CITA-CITA PRABOWONOMICS. Oleh: Fahri Hamzah (Mantan Wakil Ketua DPR RI, Koordinator Kesejahteraan Rakyat 2014-2019) Dalam paham ekonomi liberal, memberi makan rakyat bukan urusan negara. Itu urusan pasar. Itu urusan individu. Tapi kita, yang lahir dan besar di Timur, mewarisi keyakinan yang berbeda, dan keyakinan itu sudah ada jauh sebelum kata “kebijakan publik” dikenal: bahwa sebuah bangsa sejatinya diukur bukan dari indeks yang dikutip di forum internasional, melainkan dari meja makan, dari apakah setiap anak, di setiap sudut kepulauan ini, duduk dengan perut yang tidak kosong dan masa depan yang tidak lapar. Menariknya, tradisi ekonomi liberal pun, yang selama ini sering dikontraskan dengan keberpihakan negara, telah lama membuktikan bahwa investasi gizi anak adalah investasi ekonomi paling rasional yang bisa dilakukan sebuah negara. Tapi kita tidak perlu menunggu pembuktian ilmiah untuk mengetahui itu. Keyakinan itu sudah ada jauh sebelumnya, bahkan menjadi syarat dasar legitimasi kepemimpinan: dari Konfusius hingga Kautilya di India kuno, dari tradisi Islam hingga kearifan Nusantara, semuanya mengajarkan hal yang sama, bahwa pemimpin yang membiarkan rakyatnya lapar telah kehilangan haknya untuk berkuasa. Inilah, saya percaya, yang ada dalam benak Prabowo Subianto ketika ia bermimpi tentang Makan Bergizi Gratis (MBG). Belakangan, kita membaca begitu banyak teori yang membenarkan keputusan ini: teori modal manusia (human capital), eksternalitas positif, poverty trap theory, teori keadilan distributif, dan seterusnya. Tetapi jauh sebelum teori-teori itu dikutip para akademisi, keyakinan itu sudah hidup dalam diri seorang prajurit yang tidak bisa tidur nyenyak membayangkan anak-anak bangsanya yang lapar. Saya mengenal pikiran Prabowo ini bukan dari jarak jauh. Selain mendengar langsung, saya membacanya dalam Paradoks Indonesia dan Strategi Transformasi Bangsa, dua buku yang ditulisnya jauh sebelum ia menjadi presiden, ketika banyak orang masih meragukan apakah ia sungguh-sungguh memikirkan masa depan generasi atau sekadar mengejar kekuasaan. Di halaman-halaman itu, saya menemukan seorang pemikir yang resah, yang tidak bisa berdamai dengan satu kenyataan: Indonesia adalah negeri yang kaya raya, namun jutaan warganya masih hidup dalam kemiskinan yang sesungguhnya tidak perlu terjadi. Paradoks itulah yang menggerakkannya. Dan paradoks itu jugalah yang mendorong saya, sejak lama mengikuti perjalanan pemikiran Prabowo, untuk berdiri bersamanya, bukan karena kalkulasi politik semata, tetapi karena saya percaya cita-citanya adalah cita-cita yang benar. Keputusan Presiden mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional pada 2 Juni 2026 perlu dibaca dengan hati yang jernih, bukan sebagai drama politik, bukan sebagai penghinaan atas kerja keras yang telah dilakukan, tetapi sebagai sesuatu yang jauh lebih bermakna: seorang pemimpin yang menolak membiarkan jarak antara cita-cita dan kenyataan terus melebar tanpa koreksi. Itu adalah tanda bahwa visi masih hidup, bahwa mimpi belum menyerah pada rutinitas birokrasi. Prabowo adalah figur yang kompleks, seorang prajurit yang membaca sejarah ekonomi bangsanya dengan rasa sakit yang personal. Ia tumbuh di lingkungan intelektual dan bangsawan yang memikirkan bagaimana Indonesia bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Kita sering mendengar, dalam banyak kesempatan formal maupun tidak formal, apa yang paling ia sesali dari perjalanan panjang Indonesia sebagai bangsa merdeka. Jawabannya selalu singkat dan berat: “Kita sudah merdeka delapan puluh tahun lebih, tapi masih ada anak-anak kita yang tidur dengan lapar.” Dari rasa sakit itulah lahir apa yang kita kenal sebagai Prabowonomics, sebuah keyakinan bahwa Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar teks konstitusi, melainkan janji moral bangsa kepada dirinya sendiri: bahwa kekayaan bumi ini harus mengalir kepada seluruh rakyat, bukan menggenang di tangan segelintir orang.

Indonesia
0
0
0
19
BarcaInsight
BarcaInsight@BarcaInsight_ID·
🚨 Breaking : Barcelona TIDAK MAU menjual Ronald Araujo. Klub mengandalkannya dan menganggapnya sebagai pemain penting bagi ruang ganti. 🇺🇾 📝 : [@sport] Gajadi dijual cik
BarcaInsight tweet media
Indonesia
116
1
157
18.7K
Laz 🇵🇸 | ACAB retweetledi
arawr
arawr@flllowiee·
ANJ 😭
arawr tweet media
250
16.2K
98.9K
989.8K