Tengku Isman
12.2K posts

Tengku Isman
@IsmanTengku
social media influencer, social & political observer






Faldo Maldini Minta Demokrat Tak Playing Victim Ungkit Kudeta Usai Kadernya Senggol soal Ijazah kompas.tv/nasional/63428…

Besok Ada Pengumuman Penting Buat RI: Bisa Jadi Kabar Baik! cnbcindonesia.com/research/20251…

Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar menegaskan Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya bukan lagi Ketua Umum PBNU, sesuai risalah rapat Syuriyah PBNU pada 20 November. Terhitung 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, Gus Yahya dinyatakan tidak berhak memakai atribut maupun kewenangan Ketum. Miftach merangkap jabatan sambil menyiapkan rapat pleno atau muktamar untuk memilih Ketum baru. Syuriyah juga membentuk tim pencari fakta untuk mengusut dugaan pemanggilan akademisi pro-Zionis Peter Berkowitz pada kegiatan AKN serta masalah tata kelola keuangan. Tim akan diarahkan oleh KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir. Miftach meminta pengurus menjaga kepentingan bersama dan mengajak warga NU tetap tenang. Gus Yahya merespons bahwa surat Syuriyah tidak sah dan masih berupa draf, karena beredar lewat WhatsApp, bukan sistem digital resmi NU (Digdaya). Ia menyebut proses rapat Syuriyah tidak dapat diterima karena hanya berisi tuduhan dan menolak memberi ruang klarifikasi sebelum menjatuhkan keputusan. 📸: Dok. Istimewa. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #newsupdate #update #news #oneliner #gusyahya #pbnu #ketumpbnu #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan

Ketika hutan rusak, Sumut, Sumbar dan Aceh porak poranda akibat banjir dan longsor, Menhut malah Funwalk bersama Kaesang. Pak @prabowo pantes gak sih orang ini jadi Menhut ? 😴

Telah nyata kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia. (QS 30:41) Catatan reflektif tentang bencana… Rangkaian badai, tanah longsor, banjir bandang, gunung meletus, hingga satwa yang kelaparan belakangan ini jangan hanya kita pandang sebagai musibah alam, tetapi wajib dipandang sebagai cermin diri. Badai, hujan lebat, gunung meletus, adalah peristiwa alam yang telah berlangsung jutaan tahun. Namun, kita memperparah dan mengubahnya menjadi bencana ketika kita memperlakukan alam tanpa etika. Tata ruang dilanggar, hutan ditebang habis, pesisir dicemari, habitat satwa dihancurkan. Ingat kan di masa kampanye lalu kita pernah sama-sama membahas tentang pentingnya tobat ekologis, yaitu mengakui dosa kolektif kita pada bumi, lalu mengubah cara kita hidup dan cara negara mengelola kuasa? Kita perlu mengakui bahwa kerusakan ini adalah hasil pilihan kolektif, mulai dari kebijakan yang lemah, mengabaikan analisis risiko, pengawasan yang longgar, serta ketidakpedulian ketika aturan dilanggar demi keuntungan jangka pendek yang hanya dinikmati sebagian orang. Hari ini kita harus jujur bahwa kita terpaksa hidup berdampingan dengan bencana. Terlalu sulit untuk mencegah semuanya. Iklim sudah berubah, bentang alam sudah banyak dilukai. Namun, kita masih bisa mengurangi risikonya, sembari terus berusaha memperbaiki kerusakan alam. Caranya, dengan tata kelola yang transparan, penegakan hukum yang tegas, gaya hidup yang lebih ramah bumi, keberanian berkata “tidak” pada proyek yang merusak, serta mendidik dan membiasakan mitigasi bencana secara serius bagi seluruh masyarakat. Ini mungkin unpopular opinion: bumi tidak peduli pada kita, dan bumi tidak butuh kita peduli padanya. Bumi akan terus berputar, dengan atau tanpa manusia. Yang sedang terancam punah bukanlah planetnya, tapi keberlangsungan hidup kita sendiri. Maka kitalah yang butuh peduli pada bumi. Tobat ekologis, sebuah pengingat dari Paus Fransiskus, adalah upaya yang harus kita jalankan untuk mengembalikan batas. Batas serakah, batas abai, batas melanggar aturan. Demi bumi yang lebih layak dihuni untuk anak dan cucu kita semua. •••

Kerjaan mafia haji produksi hoax. Sy sadar betul upaya kami meresahkan status quo para kartel. Semoga fitnah kalian menjadi peluruh dosa bagi kami.








