⊱Gerry Dirgantara⊰

4.7K posts

⊱Gerry Dirgantara⊰ banner
⊱Gerry Dirgantara⊰

⊱Gerry Dirgantara⊰

@KingRedhaze

Sunset lover - life is short so tweet more!!! 💯🇮🇩❤️💛💚🇮🇩☮️💪🏼 #NKRI #BhinekaTunggalIka 💫Bersukacita dalam pengharapan bertekun dalam doa 🕊

Indonesia 🇮🇩 Katılım Şubat 2010
4.3K Takip Edilen3.8K Takipçiler
⊱Gerry Dirgantara⊰ retweetledi
ꦩꦸꦂꦠꦝ
ꦩꦸꦂꦠꦝ@MurtadhaOne1·
Bursa saham dunia sebenarnya baik baik saja bahkan bursa saham Asia sedang pesta cuan Hanya IHSG yang berani tampil beda🔥
ꦩꦸꦂꦠꦝ tweet media
Indonesia
275
1.3K
3.5K
117.1K
Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi·
Ironi Indonesia negosiasi dengan Malaysia soal beras. Indonesia menawarkan ke Malaysia 13.000/kg Malaysia minta harga 10.000/kg. Beras kualitas premium. Istri saya punya toko sembako dirumah,saya tanya dia jual beras per kilonya berapa? Dia jawab 16.000. Simpulkan sendiri.
Edy Bayo Regar tweet media
Indonesia
976
2.7K
8.5K
457.6K
⊱Gerry Dirgantara⊰ retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada foto yang menurut gue bicara lebih keras dari seribu pidato kenegaraan. Di foto itu ada Lawrence Wong Perdana Menteri Singapura. Dia tiba di Cebu untuk KTT ASEAN. Naik Singapore Airlines. Penerbangan komersial biasa. Turun dari garbarata seperti penumpang biasa. Tidak ada foto dramatis keluar dari pesawat karena memang tidak ada yang spesial untuk difoto dia cuma turun dari pesawat komersial layaknya orang normal. Di hari yang sama Prabowo tiba di Cebu dengan pesawat kenegaraan. Diiringi Hercules yang khusus membawa Maung dan segala kebutuhan rombongan. Konteksnya yang membuat ini makin menohok: Singapura adalah salah satu kreditor terbesar Indonesia. Utang Indonesia ke Singapura gabungan swasta, BUMN, dan berbagai instrumen lainnya mendekati Rp1.000 triliun. Jadi analoginya begini: ada orang yang punya utang ratusan miliar ke tetangganya. Terus ada acara arisan di kompleks. Si tetangga yang punya piutang ratusan miliar itu datang naik ojek santai, tidak perlu pamer. Sementara si yang punya utang ratusan miliar datang naik Lexus dikawal Alphard dan Innova berjejer. Itu bukan gaya hidup orang kaya. Itu gaya hidup orang yang ingin terlihat kaya. Dan bedanya sangat jauh. Yang paling ironis: Maung kendaraan yang dibawa dengan Hercules untuk dipamerkan di KTT ASEAN adalah mobil yang komponen lokalnya masih diperdebatkan. Masih banyak bagian yang diimpor. Masih jauh dari bisa disebut produk murni Indonesia. Jadi kita membawa Hercules khusus untuk memamerkan mobil yang belum sepenuhnya Indonesia ke forum internasional sementara PM negara yang kita utangi hampir Rp1.000 triliun datang naik penerbangan komersial tanpa drama apapun. Dan yang paling menyakitkan: Prabowo dan Gerindra dulu adalah yang paling keras menyindir gaya pamer pemerintah sebelumnya. Mereka yang paling lantang bicara soal efisiensi, kesederhanaan, dan tidak menghamburkan uang negara untuk gengsi. Hari ini tidak ada yang bisa menjelaskan dengan muka lurus kenapa PM negara sekaya Singapura cukup naik SQ komersial, sementara Indonesia yang defisit anggarannya Rp240 triliun di Q1 2026 saja merasa perlu membawa Hercules untuk urusan protokoler kenegaraan. Kesederhanaan bukan tanda kelemahan. Lawrence Wong tidak terlihat lemah dengan naik penerbangan komersial. Justru sebaliknya dia terlihat seperti pemimpin yang tahu bahwa uang negara bukan untuk membiayai penampilan. Sementara kita dengan segala tekanan fiskal, rupiah yang tertekan, dan defisit yang melebar masih merasa perlu membuktikan sesuatu dengan cara yang justru memperlihatkan ketidakamanan kita sendiri. Bangsa yang benar-benar besar tidak perlu selalu terlihat besar. Bangsa yang benar-benar percaya diri tidak perlu membawa Hercules untuk membuktikannya.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
1.1K
6.1K
12.7K
482.4K
⊱Gerry Dirgantara⊰ retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Negara tropis = buah mahal dan impor Negara maritim = ikan mahal Negara CPO = minyak goreng mahal Negara SDA = listrik dan BBM mahal Negara hukum = keadilan tunggu viral Swasembada pangan = beras mahal dan impor Bebas aktif = tunduk kepentingan asing Negara religius = kitab suci dan haji dikorupsi Negara agraris = keranjingan pangan impor Lapor polisi = rugi berkali lipat Pendidikan gratis = uang gedung mencekik Jaminan kesehatan = kamar penuh, obat beli sendiri Banyak pakar ekonomi = utang negara meroket Raja nikel = pekerja lokal gigit jari, PAD nyungsep Gaji pejabat kecil = hartanya banyak Anti-KKN = anak dan menantu diusung Pilkada Rakyat disuruh hemat = pejabat ganti mobil dinas Taat bayar pajak = jalanan tetap berlubang Penjara penuh = koruptor dapat fasilitas VIP Jalan tol bertambah = biaya logistik tetap mahal Kaya rempah = garam dan bumbu dapur impor Swasta dicekik aturan = BUMN rugi disuntik dana Janji lapangan kerja = tenaga kerja asing difasilitasi Aturan hukum tebal = urusan lancar pakai "orang dalam" Tanah vulkanis subur = kedelai dan pakan ternak impor Banyak sungai besar = air bersih harus beli Transportasi publik dibangun = macet hanya pindah lokasi Dana desa triliunan = kepala desa pamer harta Cita-cita swasembada daging = harga daging sapi termahal Pesta demokrasi = menang karena serangan fajar Komisi pengawas banyak = pungutan liar jalan terus Bangga produk lokal = bahan bakunya impor semua Tertangkap tangan korupsi = masih bisa senyum di TV Konstitusi = bisa direvisi kilat demi kekuasaan Wajib cinta tanah air = pejabat berobat ke luar negeri Kebebasan berpendapat dijamin = kritik dipenjara pasal karet Lahan negara luas = rakyat susah punya rumah Subsidi triliunan = pupuk selalu gaib saat musim tanam Budaya gotong royong = tetangga sakit tidak ada yang tahu Digitalisasi birokrasi = urus izin tetap fotokopi KTP Upah minimum naik = harga sembako naik duluan Anggaran militer besar = alutsista yang dibeli barang bekas Bangsa yang ramah = komentar netizen paling barbar Darurat iklim = hutan lindung jadi kawasan tambang Anggaran riset dipotong = pejabat rajin studi banding Pusat data nasional = server gampang diretas Gelar akademik berderet = kualitas kebijakan amatiran Kaya warisan budaya = seniman tradisional melarat Anti-penjajahan = rakyat digusur paksa proyek negara Keadilan sosial = hanya untuk yang mampu membayar sumber: fb Upankisme
Lambe Saham tweet media
Indonesia
42
563
965
18.7K
⊱Gerry Dirgantara⊰ retweetledi
NutaniMan
NutaniMan@rouppme·
Catatan : 1. konversi Gabah to Beras 1 kg beras butuh sekitar 1,6 kg gabah kering panen. Rendemen penggilingan rata-rata 62–63%. Jadi HPP gabah Rp6.500/kg itu, begitu jadi beras, biaya bahan bakunya saja sudah sekitar Rp10.400/kg — sebelum ada biaya giling, kemas, angkut, dan margin pengecer. Harga SPHP Rp12.500/kg itu sebenarnya sangat ketat. Hampir tidak ada ruang untung di rantai hilir. 2. SPHP dan HET Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) Rp12.500/kg itu ada. Tapi kuotanya terbatas dan aksesnya tidak merata. Konsumen yang tidak kebagian SPHP terpaksa beli beras medium di pasar — harganya Rp13.000 sampai Rp13.500/kg. Beras premium bisa sampai Rp14.900/kg, dan itu masih sesuai HET resmi. Harganya memang segitu karena rantai distribusinya panjang dan intervensi pemerintah tidak bisa menjangkau semua titik. Harga SPHP saat ini (2025–2026): - Zona 1 (Jawa, Bali, NTB, Sulawesi, Lampung, Sumsel): Rp12.500/kg - Zona 2 (Sumatera lainnya, NTT, Kalimantan): Rp13.100/kg - Zona 3 (Maluku, Papua): Rp13.500/kg 3. Biang kerok Mungkin kita menyalahkan tengkulak atau distributor. Kadang memang ada yang bermain. Tapi tidak semua selisih harga itu adalah bukti permainan kotor. Sebagian besar selisih itu adalah biaya nyata: penggilingan, pengemasan, transportasi dari gudang ke pasar, dan margin pengecer yang memang tidak besar. Swasembada belum selesai di catatan stok. Swasembada selesai waktu petani dapat harga layak dan keluarga miskin bisa beli tanpa berhitung panjang. Yang benar-benar bermasalah adalah: petani tidak dapat harga yang dijanjikan, dan konsumen miskin tidak dapat akses ke beras subsidi yang sebenarnya sudah ada.
Indonesia
4
17
76
12.3K
⊱Gerry Dirgantara⊰
⊱Gerry Dirgantara⊰@KingRedhaze·
Kawal pemerintahan!
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, lo udah dengar kan angka 5,61%? Udah pada seneng, udah pada bangga, udah pada share-share di medsos bilang Indonesia tertinggi di Asia. Tapi tunggu dulu. Rayon Chin baru bedah angka itu sampai dalam. Dan hasilnya bikin dahi mengernyit. 5,61% itu bagus. Tapi bagus dari mana? Bayangin lo punya warung. Omsetnya Rp10 juta sebulan. Terus lo utang Rp3 juta pakai kartu kredit, terus lo belanjakannya ke warung lo sendiri. Omset naik jadi Rp13 juta. Lo seneng? Seneng lah. Tapi utang Rp3 juta itu harus dibayar besok plus bunganya. Nah itu yang lagi terjadi sama ekonomi Indonesia sekarang. Yang bikin 5,61% itu bukan karena industri kita makin kuat, bukan karena ekspor kita lagi gacor, bukan karena manufaktur kita lagi ngebut. Yang bikin angkanya segede itu adalah belanja pemerintah naik 21,81% dalam satu kuartal dari yang sebelumnya cuma 4,5%. Lima kali lipat. Dalam tiga bulan. Dari mana asalnya? THR PNS menjelang Lebaran. Distribusi MBG yang dipercepat di awal tahun. Total belanja negara di Q1 tembus Rp815 triliun naik 31% dari tahun lalu. Sektor yang ikut meledak? Akomodasi dan F&B naik 13% ya karena Lebaran dan liburan. Konsumsi rumah tangga naik 5,52% ya karena orang belanja pas Lebaran. Ini bukan engine yang jalan terus. Ini momen. Setelah Lebaran lewat, THR habis, MBG balik ke ritme biasa angkanya mau dibawa ke mana? Yang bikin lebih serem bagian yang jarang diomongin media: Di kuartal yang katanya tertinggi sejak bertahun-tahun, mesin terbesar ekonomi Indonesia justru melambat. Manufaktur yang nyumbang 19% dari total GDP — tumbuhnya turun dari 5,4% ke 5,04%. Ekspor cuma tumbuh 0,9% padahal dua kuartal sebelumnya 9,14% terus 3,25%. Trennya turun terus turun terus turun. Impor malah naik ke 7,18%. Pertambangan anjlok 8,20%. Yang naik adalah sektor yang sifatnya musiman dan tidak akan terulang di Q2. Yang turun adalah sektor yang harusnya jadi tulang punggung pertumbuhan 10 tahun ke depan. Dan ini bagian paling tidak enak: Belanja pemerintah naik 31%. Pendapatan negara naik cuma 10%. Defisit APBN di Q1 sudah Rp240 triliun naik 2,5 kali lipat dari Q1 tahun lalu yang cuma Rp83 triliun. Tapi yang lebih serem lagi adalah defisit primer ini ukuran paling jujur kesehatan fiskal negara. Tahun lalu Q1 masih surplus Rp22 triliun. Tahun ini Q1 defisit Rp95 triliun. Bukan cuma memburuk tapi berputar total. Dari plus ke minus hampir Rp100 triliun dalam setahun. Artinya: pendapatan rutin negara tidak cukup untuk biayai operasional dasar bahkan sebelum bayar bunga utang. Jadi negara harus utang baru bukan untuk bangun jalan atau sekolah, tapi untuk bayar tagihan harian dan cicilan utang lama. Dan cadangan devisa BI turun 8,4 miliar dolar di Q1 karena harus terus intervensi supaya rupiah tidak makin babak belur. Siklusnya muter terus: defisit lebar, utang baru, yield SBN naik, asing kabur, rupiah lemah, BI intervensi, cadangan devisa terkuras. Dan pertumbuhan 5,61% ini nikmatin siapa? MBG mengalir ke vendor, catering, kontraktor lalu ke petani dan peternak supplier. Idenya bagus. Tapi transparansi suppliernya masih gelap. Belum jelas berapa persen yang benar-benar sampai ke rakyat paling bawah. THR PNS? Yang nikmatin ya PNS. Sementara 60% pekerja Indonesia ada di sektor informal. Tidak dapat THR. Tidak dapat kenaikan apapun dari belanja pemerintah ini. Lebaran spending? Yang nikmatin kelas menengah ke atas yang punya kapasitas belanja. Mall, hotel, restoran ramai. Yang tidak punya duit lebih ya tidak ikut merasakan apapun. Pekerja manufaktur, buruh harian, petani yang harga gabahnya tidak naik secepat sembako, pekerja informal yang upahnya kalah cepat dari inflasi mereka tidak ikut menikmati 5,61% itu. Tapi siapa yang nanggung biayanya? Defisit lebar ujungnya rupiah lemah. Rupiah lemah ujungnya harga impor naik. Harga impor naik ujungnya inflasi. Dan yang paling keras kepukul inflasi adalah mereka yang paling tidak ikut menikmati pertumbuhannya. 5,61% itu angka yang nyata dan sah. BPS tidak bohong. Tapi angka itu datang dari mesin suntikan belanja pemerintah yang melonjak lima kali lipat, Lebaran yang tidak terjadi setiap kuartal, THR yang hanya dirasakan sebagian kecil pekerja. Sementara manufaktur melambat, ekspor trennya turun, defisit primer berbalik total dari surplus ke minus hampir Rp100 triliun, dan cadangan devisa terkuras. Q1 2026 kemungkinan adalah puncaknya. Q2, Q3, Q4 Lebaran sudah lewat, THR sudah habis, MBG kembali ke ritme biasa. Angkanya mau dibawa ke mana? Itu yang harus dijawab pemerintah. Dan itu yang harus lo kawal.

Indonesia
0
0
0
10
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Presiden Prabowo Subianto meminta perguruan tinggi di seluruh Indonesia membantu pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan. Masalah-masalah itu mulai dari pengelolaan sampah hingga penataan lingkungan.
tempo.co tweet media
Indonesia
205
43
205
57.6K
⊱Gerry Dirgantara⊰
⊱Gerry Dirgantara⊰@KingRedhaze·
Lanjut berisik!
Trend Asia@TrendAsia_Org

🔴Rezim Tabrak-Tabrak Aturan Pusat bikin aturan, Daerah kebagian bencana. Pemda ngaku nggak pernah dilibatkan. Apa yang mau diharapin? Ribuan orang udah bilang MBG "tidak" bermanfaat di depan mata Prabowo aja nggak didenger. Beginilah wajah dari bangsa yang besar, besar penderitaan rakyatnya karena terus diabaikan. Partisipasi publik yang seharusnya jadi prinsip dasar pembuatan aturan aja, gak dipenuhi dengan serius. Sekarang pemerintah pusat sedang solo player lagi tanpa libatin Pemda, terbitkan dokumen Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional 2023-2060 (RUKN). Padahal ini dokumen yang sangat penting. Dokumen ini bukan sekadar bahas listrik, tapi juga nentuin pilihan energi yang akan dipakai, apakah energi kotor atau terbarukan? Pilihan energi ini jadi pertaruhan masa depan iklim Indonesia, pertaruhkan ratusan juta kehidupan warga. Dokumen ini juga berisi soal alokasi investasi triliunan rupiah, apakah terus danai energi yang rusak lingkungan lagi boros dan tidak realistis, atau energi terbarukan? Sekali lagi, RUKN ini bukan cuma soal listrik, ini soal risiko bencana yang bisa timbul akibat pilihan yang salah. Apalagi kalau daerah dan warga terdampak tidak benar-benar dilibatkan. Pemda buka-bukaan ngaku, kalo mereka nggak dilibatkan. Pemda Sulawesi Selatan: “Tidak dilibatkan” Pemda Bali: “Tidak dilibatkan” Pemda Maluku Utara: “Tidak pernah diminta masukan” Pemda Sulawesi Tenggara: “Tidak pernah diikutsertakan” Akibatnya? Kebijakan energi sering meleset dari kebutuhan riil di lapangan. Daerah akhirnya menanggung beban lingkungan, biodiversitas makin terancam, dan ketimpangan ikut melebar. Belum lagi soal mati listrik di daerah dan saking seringnya, sampai dianggap hal normal. Dalam dokumen RUKN, pemerintah juga masih ngotot pakai energi fosil di tengah krisis iklim. Maka jangan heran kalau banjir, longsor, polusi, dan penyakit pernapasan jadi menu rutin daerah. Pokoknya, giliran bencana.. jadi tanggung jawab daerah. Akhir tahun lalu misalnya, bencana iklim melanda Sumatra dan hingga kini pemulihan di Aceh belum selesai. Hingga Mei tahun ini, BNPB catat telah terjadi 272 bencana cuaca ekstrem dan 409 banjir di seluruh Indonesia. Intinya: RUKN = melanggar hukum. Energi itu soal keadilan lingkungan dan hak masyarakat. Aturan jelas bilang RUKN wajib melibatkan pemerintah daerah. Dan tau fakta mencengangkannya? Gugatan soal tidak dilibatkannya daerah ini "tidak diterima". Katanya RUKN bukan objek keputusan PTUN, padahal dampak hukumnya nyata dan langsung dirasakan daerah. Kalau kamu juga capek liat model pembangunan terpusat kayak gini, ayo berisik. Kita harus #BersuaraTiapHari Karena kalau diam, besok banjir lagi, longsor lagi, dan mereka tetap tabrak prosedur lagi.

Indonesia
0
0
1
22
⊱Gerry Dirgantara⊰ retweetledi
Reynaldi Daud
Reynaldi Daud@reynaldi_daud·
Hello, X! Perkenalkan aku Reynaldi. Owner dari brand Stradenine, brand lokal asli Surabaya. Hari ini nama Stradenine mendadak ramai diperbincangkan terkait berita yang beredar. Maka dari itu ada beberapa hal yang kami perlu luruskan.
Reynaldi Daud tweet mediaReynaldi Daud tweet media
Indonesia
433
5.5K
17.1K
1.2M
⊱Gerry Dirgantara⊰ retweetledi
Virdian Aurellio
Virdian Aurellio@virdianaurellio·
Di Aceh kami bagi bagi sepatu sekolah Rp 35.000. Di tangan negara angkanya bisa jadi Rp 700.000. Itulah yang terjadi ketika pengawasan kebijakan lemah. Anggaran dibuang-dibuang ditengah APBN sedang krisis
Indonesia
131
6.2K
12.6K
110K
⊱Gerry Dirgantara⊰ retweetledi
kiv z
kiv z@triwul82·
Hormat untuk adik-adik mahasiswa di Merdeka Selatan. Mereka benar: Dana pendidikan adalah investasi masa depan, bukan 'bancakan' buat proyek MBG yang rawan korupsi & keracunan. Jangan korbankan kualitas otak bangsa demi populisme sesaat. Sumber : wartakota
Indonesia
41
3K
8K
58.9K
⊱Gerry Dirgantara⊰ retweetledi
🅱🅰🅶🅾🅽🅶
🅱🅰🅶🅾🅽🅶@RagilSemar·
Kembali ke sidang MK gugatan soal MBG. Kali ini dari mbak Bibip. Menerangkan bahwa BGN dan MBG bukanlah bagian dari pendidikan. Dan anggaran MBG yang mengambil dari anggaran pendidikan berarti memotong anggaran untuk hal2 lain dalam pendidikan yang seharusnya dibiayai oleh APBN. Semoga hakim MK bisa melihat masalah ini dengan akal sehat tanpa tekanan.
Indonesia
196
2.3K
4.4K
56.6K
⊱Gerry Dirgantara⊰ retweetledi
Fai Nomady
Fai Nomady@SumandoGaek·
RAKYAT GUGAT PENSIUN SEUMUR HIDUP DPR, KANDAS DI MK! 🔥 ⚖️Dr. Lita Gading mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk meminta pemerintah merubah atau menghilangkan aturan yang membuat anggota DPR bisa mendapat pensiun seumur hidup dari negara. 📌Gugatan Dr. Lita Gading bersama Syamsul Jahidin tentang pensiun seumur hidup anggota DPR tersebut diajukan ke Mahkamah Konstitusi tanggal 30 September 2025. Intinya, Dr. Lita ingin MK menyatakan bahwa aturan pensiun seumur hidup bagi anggota DPR itu tidak adil dan seharusnya dibatalkan atau diubah. Faktanya banyak rakyat biasa harus bekerja sampai tua tanpa jaminan hidup layak. Apa jawaban MK? MK MENOLAK gugatan tersebut. Dalam putusannya, MK menyatakan permohonan Dr. Lita Gading “tidak dapat diterima”. 👉Bahasa sederhananya: Gugatan itu dianggap tidak bisa diproses lebih lanjut, karena objek yang digugat sudah tidak relevan / dianggap sudah pernah diputus dalam perkara lain. Kok aneh ya alasannya ? Karena itu, MK tidak membuat putusan baru yang membatalkan pensiun DPR berdasarkan permohonan Dr. Lita. 👉Siapa saja hakim MK tersebut? Dalam Perkara Nomor 176/PUU-XXIII/2025 (gugatan Dr. Lita Linggayati Gading dkk soal pensiun DPR), Majelis hakim yang mengadili perkara tersebut adalah: 1. Suhartoyo – Ketua Majelis Hakim 2. Saldi Isra – Hakim Konstitusi 3. Anwar Usman – Hakim Konstitusi 4. Enny Nurbaningsih – Hakim Konstitusi 5. Daniel Yusmic Pancastaki Foekh – Hakim Konstitusi 6. M. Guntur Hamzah – Hakim Konstitusi 7. Arsul Sani – Hakim Konstitusi 8. Ridwan Mansyur – Hakim Konstitusi 👉Kesimpulan akhirnya Karena gugatan Dr. Lita Gading tidak diterima, maka: ✅ aturan pensiun anggota DPR tidak otomatis hilang dari putusan ini ✅ negara tetap menjalankan ketentuan yang berlaku ✅ pensiun anggota DPR tetap diberikan sesuai sistem dan aturan yang ada. Penutup ⚖️ Rakyat menggugat. 🏛️ MK menolak. 💰 Pensiun DPR tetap aman. Negara ini keras untuk rakyat kecil, tapi lembut, berbaik hati untuk pejabat. 💢
Fai Nomady tweet media
Indonesia
773
5.3K
7.8K
200.2K
⊱Gerry Dirgantara⊰
⊱Gerry Dirgantara⊰@KingRedhaze·
@HumorJonTampan Di modikasi kursi pijatnya bisa ditempatkan menggantikan kursi pengemudi, kan perjalanan makin nyaman rileks. Mana tau hasil modifikasi nya jadi percontohan gubernur lain nya
Indonesia
0
0
0
6
HUMOR JON TAMPAN
HUMOR JON TAMPAN@HumorJonTampan·
10 M UTK TIM AHLI GUBERNUR KALTIM! "Berapa lah cuman 10 M, sedangkan APBD Kaltim mencapai puluhan triliun, yg kesemuanya itu tentu akan diperuntukkan 100 persen bagi kesejahteraan rakyat Kaltim pada khususnya, dan rakyat Indonesia serta rakyat dunia pada umumnya. Dari rakyat, oleh rakyat & untuk rakyat yg adil, makmur dan sejahtera lahir dan bathin, adalah sebuah kemutlakan yg tidak bisa lagi ditawar-tawar. Kerja keras tanpa pamrih demi terwujudnya kebahagiaan rakyat adalah diatas segala-galanya sebagai wujud dari pengabdian hakiki seorang pemimpin sejati yg dicintai umat semesta alam raya nan jaya perkasa!" #Ngik
HUMOR JON TAMPAN tweet media
HUMOR JON TAMPAN@HumorJonTampan

"Gubernur gak boleh capek, gak boleh lemah, gak boleh lesu, gak boleh stress, gak boleh loyo, gak boleh bermuram durja, gak boleh lelah, gak boleh pegel, gak boleh menderita, gak boleh pegel-pegel, gak boleh...apalagi ya?" #Ngik

Indonesia
25
26
72
5.1K
⊱Gerry Dirgantara⊰ retweetledi
Wakgim
Wakgim@gimbot75·
Bang feri ini ya kalo ngomong suka ceplas ceplos gini, gak takut apa ya?
Wakgim tweet media
Indonesia
260
10.6K
36.6K
384.7K
⊱Gerry Dirgantara⊰ retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
GUys ini sakit sih...... Lu pada ingat gak kemarin ada dua Dirjen Kemenkeu yang dicopot tanpa penjelasan resmi, tanpa konferensi pers, tanpa pernyataan apapun dari kementerian? Semua pejabat Kemenkeu kompak bungkam. Tidak ada yang mau menjelaskan kenapa. Nah sekarang setelah konpers Purbaya mulai kelihatan gambarannya. Dan ini jauh lebih dalam dari sekadar rotasi biasa. Ternyata ada sabotase dari dalam. Purbaya di konpers ini mengakui secara eksplisit ada informasi yang sengaja bocor dari internal Kemenkeu untuk merusak kepercayaan pasar. Bocoran pertama: kas pemerintah hanya cukup 3 minggu. Bocoran kedua: uang negara tinggal 120 triliun dan hampir habis. Bocoran ketiga : dan ini yang paling gila: ada yang dari internal bilang ke investor asing: Jangan bawa Menteri Keuangan ini ke temu investor. Dia tidak bisa bahasa Inggris dan akan mengacaukan. Itu dari internal, kata Purbaya secara langsung. Bukan dari oposisi. Bukan dari pengamat. Dari dalam Kemenkeu sendiri. Dampaknya nyata ke pasar. Tiga informasi itu meskipun tidak akurat sudah terlanjur membentuk ekspektasi negatif di pasar. Rupiah tertekan sebagian karena sentimen yang dibentuk oleh bocoran-bocoran itu. Dan Purbaya harus terbang ke luar negeri, ketemu investor satu per satu menjelaskan bahwa kondisi fiskal kita tidak separah yang disebarkan. Bule-bule itu bilang clear. Investor-investor besar juga tidak menanyakan itu lagi. Tapi kerusakan sentimen sudah terlanjur terjadi di dalam negeri. Soal pencopotan dua Dirjen jawaban Purbaya sangat mengejutkan: Ketika wartawan bertanya langsung apakah pencopotan itu ada hubungannya dengan bocoran-bocoran itu Purbaya menjawab: Iya dan tidak. Ada sedikit. Tapi ada yang lain-lain juga. Ini adalah pengakuan implisit yang sangat jelas. Ada sedikit hubungannya tapi bukan satu-satunya alasan. Artinya ada akumulasi masalah yang akhirnya sampai di titik Purbaya memutuskan harus ada pergantian di level Dirjen. Dan ada tiga masalah lain yang terungkap bersamaan: Pertama 40 perusahaan asing tidak bayar pajak semestinya. Mayoritas perusahaan China. Under invoicing ekspor melaporkan nilai ekspor lebih kecil dari yang sebenarnya untuk memperkecil pajak dan bea keluar. Dua sudah dikejar dan berjanji membayar. Tapi 38 yang lain masih berjalan normal. Tebakan mereka benar kita tidak akan berubah. Dan yang lebih mengkhawatirkan Purbaya mengindikasikan ada kemungkinan oknum di Dirjen Pajak yang melindungi perusahaan-perusahaan itu: Kalau dikasih ke orang pajak yang di situ aja sepertinya dilindungin juga kelihatannya. Makanya rencananya membentuk tim khusus langsung di bawah Irjen atau Sekjen bukan Dirjen Pajak. Kedua dokumen pajak jalan tol dan pajak orang kaya yang Purbaya sendiri tidak tahu ada. Wartawan tanya soal dokumen rencana pajak baru yang beredar pajak jalan tol, pajak orang kaya. Jawaban Purbaya: Pajak orang kaya saya baru dengar kemarin. Pajak jalan tol sama, baru tahu kemarin." Wartawan bilang dokumen itu ada tanda tangan elektronik Purbaya. Oh, tanda tangan elektronik ada loh. Kadang mereka bilang 'sudah aman Pak' saya tanda tangan." Seorang Menteri Keuangan tidak tahu ada kebijakan yang beredar atas namanya karena terlalu percaya ke staf yang bilang "sudah aman." Ketiga sistem IT SPT pajak yang masih bermasalah. Wajib pajak yang sudah mengisi SPT badan datanya bisa hilang begitu saja setelah server dimatikan 15 menit untuk maintenance. Semua isian dari awal lagi. Purbaya bilang sudah ada yang sengaja menghidupkan lagi akses yang sudah dimatikan: Ada orang dalam yang ngidupin lagi gitu. Gambar besarnya dan ini yang paling mengkhawatirkan: Kemenkeu adalah kementerian yang secara eksternal paling dipercaya investor global saat ini. S&P bilang stable. IMF bilang bright spot. Tapi di dalam: Ada Dirjen yang diduga aktif sabotase kepercayaan pasar terhadap Menkeu-nya sendiri. Ada 40 perusahaan asing yang tidak bayar pajak semestinya dengan indikasi ada yang melindungi dari dalam Dirjen Pajak. Ada kebijakan yang ditandatangani Menteri tanpa Menteri benar-benar tahu isinya. Ada sistem IT yang masih bisa disabotase dari dalam. Dan Menkeu yang paling dipercaya investor global ini masih harus berperang melawan sistemnya sendiri dari dalam. Kalau Kemenkeu saja masih seperti ini bayangkan kondisi di kementerian lain yang tidak mendapat sorotan sebesar ini. sungguh sakit ini negeri kita
Lambe Saham tweet media
Indonesia
571
5.5K
19.8K
1.4M