ch.wibowo
3.3K posts


Dalam sebuah kunjungan kenegaraan ke Singapura, Soeharto menjumpai sang pemimpin Singapura, Lee Kuan Yew.
Soeharto pun mendadak bertanya, kenapa Singapura bisa jauh lebih maju dari Indonesia, padahal luas wilayahnya sangat kecil.
Maka Lee Kuan Yew pun memanggil perdana menterinya, Goh Chok Tong, lalu ia bertanya: "Tuan Goh, siapa itu anaknya bapakmu, anaknya ibumu, tapi bukan saudaramu?" Goh lalu tersenyum, dan menjawab: "Tentu saja saya sendiri.".
Setelah puas mendapat jawaban dari Goh Chok Tong, Lee pun kemudian berpaling pada Soeharto dan menjawab pertanyaan yang tadi diajukan olehnya: "Kami bisa maju karena kami memilih orang-orang pintar jadi pengelola negara."
Soeharto pun pulang ke Jakarta. Ia teringat pada percakapannya dengan Lee Kuan Yew, dan menjadi penasaran: apakah ia telah memilih orang pintar jadi pengelola negara. Maka Soeharto pun memanggil menteri setia-nya, Harmoko.
"Pak Harmoko! ada yang ingin saya tanyaken pada anda.". "Monggo pak Presiden!" tukas Harmoko. "Siapakah anak daripada bapakmu, anak daripada ibumu, tapi ia bukan saudara daripada kamu." Harmoko cepat menjawab, "Mohon petunjuk untuk tindak lanjutnya, Pak"
Soeharto agak kesal, tapi ia masih menyimpan harapan. "Coba Pak Harmoko mencari jawabannya ke menteri-menteri lain." Maka Harmoko pun undur diri. Setelah tak memperoleh jawaban dari Soedharmono, Akbar Tanjung, dll; akhirnya Harmoko menemui Habibie. Habibie tertawa saja. "Pak Harmoko, jawabannya adalah saya sendiri!"
Harmoko langsung cerah. Tak lama ia mohon menghadap Presiden Soeharto.Soeharto menyambut dengan senyum permanennya. "Sudah ada jawaban, Pak Harmoko?" Harmoko tak sabar menjawab dengan ceria, "Sesudah saya gali informasi dari berbagai pihak, ternyata jawabannya adalah: Pak Habibie!"
Soeharto mengernyitkan kening. Tapi ia tak ingin mengecewakan bawahannya yang setia itu. "Bagus!. Itu merupaken upaya yang baik. Jawabannya juga sebenarnya mendekati benar. Tapi sayang memang belum 100% benar. Harmoko agak kecewa. "Jadi jawabannya apa, Bapak Presiden?" "Adapun jawabannya," pungkas Soeharto, "Adalah Goh Chok Tong"
sumber: thread eddiesut

Indonesia
ch.wibowo retweetledi
ch.wibowo retweetledi

Teman-teman mohon bantuannya bersuara agar kasus uang jemaat sebesar 28 miliar yang raib di tipu oknum BNI bisa selesai.
Kasus ini sudah berlangsung lama namun tak ada itikad baik,.
@DivHumas_Polri @KejaksaanRI @prabowo
No viral no justice kata @mohmahfudmd
Bantu RT 🙏

Indonesia
ch.wibowo retweetledi
ch.wibowo retweetledi

Aku gak pernah nyangka, perjalanan dari Stasiun Gambir ke hotel yang harusnya aman, malah jadi pengalaman paling menakutkan dalam hidupku.
Sekitar pukul 15.43 (sore), oknum driver GrabCar ini mulai bersikap tidak berasusila. Dia m3lec3hkan, m3nyek4p, bahkan m3ngancam aku. Katanya, kalau aku gak nurut, aku bakal di .
Aku panik. Aku coba gedor kaca, coba buka pintu... tapi gak bisa. Mobilnya dibawa ke jalan yang sepi, dan itu jelas bukan arah ke hotelku.
Sampai akhirnya... entah kenapa, dia menendang pintu sebelah kiri, dan pintunya kebuka. Aku langsung keluar dan loncaf. Alhamdulillah ada bobil belakang dan satpam apart yang nolongin aku.
Aku sudah menghubungi pihak Grab dan sempat berbicara dengan manajer. Tapi aku berharap ada tindakan tegas terhadap oknum driver ini, agar tidak ada lagi korban berikutnya.
Karena kalau pesan lewat aplikasi saja bisa tidak aman, lalu harus bagaimana lagi kita merasa aman?
Tolong bantu share.
📽️ cuteie__0
Indonesia
ch.wibowo retweetledi
ch.wibowo retweetledi
ch.wibowo retweetledi
ch.wibowo retweetledi
ch.wibowo retweetledi
ch.wibowo retweetledi
ch.wibowo retweetledi
ch.wibowo retweetledi
ch.wibowo retweetledi
ch.wibowo retweetledi

ch.wibowo retweetledi














