♏as♏as BIASA

58.7K posts

♏as♏as BIASA banner
♏as♏as BIASA

♏as♏as BIASA

@MaSantoman

Mas mas biasa... #GGMU #Safiiyah

Lengsu,Lereng Sumbing Katılım Mart 2012
1.8K Takip Edilen2.1K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
♏as♏as BIASA
♏as♏as BIASA@MaSantoman·
Saldo lagi nol mendadak bapak masuk rumah sakit....sedaaapp...rasanya nano-nano...naik motor tiba-tiba sampai saja 😁🤦
Kaliangkrik, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
207
♏as♏as BIASA
♏as♏as BIASA@MaSantoman·
@Jakartalk Kayak gini sama dengan kita yg sedang merintis usaha dari nol negara tidak hadir samsek, apa-apa kita di suruh bayar...tapi giliran usaha kita jadi besar negara hadir tiap hari minta pajak 😩
Kaliangkrik, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
594
jakartalk
jakartalk@Jakartalk·
VIRAL🔥 Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, mengirimkan DM meminta izin kepada pendaki sekaligus konten kreator (Canro Simarmata) untuk menggunakan cuplikan video drone jalur Torean, Kemudian dibalas dengan sangat soft spoken dan mengirimkan rate card 10 juta untuk penggunaan videonya. Cetaaaasss ✨
jakartalk tweet mediajakartalk tweet mediajakartalk tweet media
Indonesia
173
1.2K
5.8K
329.2K
aca
aca@brzchaa·
jujur kalo misalkan semuanya itu halal kalian pengen bgt apa guys?
Indonesia
459
26
621
243.7K
♏as♏as BIASA
♏as♏as BIASA@MaSantoman·
@arieparikesit Bahasa jawanya cucuk apa ya...pucuk pohon kelapa....enak di sayur bobor/lodeh/santan 🤤
Indonesia
1
0
4
462
#KelanaRasa
#KelanaRasa@arieparikesit·
Ibu ini sedang mengiris apa?
#KelanaRasa tweet media#KelanaRasa tweet media
Indonesia
44
4
27
6.8K
♏as♏as BIASA
♏as♏as BIASA@MaSantoman·
@merapi_uncover Kalau masih sering diziarahi secara rutin minimal seminggu sekali saya rasa tidak mungkin terjadi, itu kemungkinan sudah tidak pernah di ziarahi jadi ada "inisiatif" untuk memberdayakan lahan kosong...disuatu daerah malah bangun rumah diatas makam 😁
Indonesia
0
0
2
1.6K
Merapi Uncover
Merapi Uncover@merapi_uncover·
Pada bulan Ruwah (Sya’ban) Februari 2026 lalu, saya dan keluarga berziarah ke makam leluhur di kawasan Komplek Pemakaman Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta. Simbahe istri saya dimakamkan di sana. Kami menempuh perjalanan dari arah selatan melalui Jalan Bantul ke utara, sebelum Jokteng Kulon belok ke kiri memasuki jalan kampung hingga tiba di lokasi pemakaman. Namun setibanya di sana, rasa khidmat yang semestinya hadir justru berubah menjadi keprihatinan. Di dalam kompleks pemakaman tersebut berdiri kandang kambing dan kandang ayam. Di sekitarnya tampak tumpukan kayu bekas, dan material bangunan yang berserak di atas makam. Keberadaan kandang ternak di area pemakaman jelas menimbulkan kesan tidak layak, baik dari sisi etika, kebersihan, maupun penghormatan terhadap leluhur yang dimakamkan di sana. Lingkungan makam menjadi tidak nyaman untuk diziarahi. Siapa yang membangun kandang tersebut? Mengapa pengelola makam atau juru kunci membiarkannya? Mengapa tokoh masyarakat sekitar tidak berinisiatif membenahi? Di mana peran pemerintah kalurahan dan RT dalam menjaga ruang publik? Makam bukan sekadar lahan kosong; ia adalah ruang memori, ruang penghormatan, dan bagian dari warisan budaya. Ketika ruang sakral berubah fungsi tanpa pengelolaan yang tepat, maka yang tergerus bukan hanya kebersihan fisik, tetapi juga nilai budaya dan rasa hormat terhadap leluhur. Sebagai kota yang dikenal sebagai kota budaya, Yogyakarta semestinya menjadi contoh dalam menjaga situs-situs yang memiliki nilai tradisi dan spiritual. Perawatan makam bukan hanya tanggung jawab keluarga peziarah, melainkan juga tanggung jawab sosial masyarakat sekitar dan pemerintah setempat. Ini harus menjadi perhatian bersama agar nilai-nilai penghormatan terhadap leluhur tetap terjaga. Sebetulnya, saat melihat kondisi itu saya merasa jengkel. Keinginan untuk segera membagikan kondisi itu di media sosial sempat muncul, namun saya urungkan. Baru sekarang saya merasa perlu menyampaikannya sebagai bentuk kepedulian. Melihat kondisi ini dapat menjadi pengingat bahwa budaya tidak cukup dijaga lewat slogan, tetapi melalui tindakan nyata—termasuk merawat tempat peristirahatan terakhir para leluhur dengan layak. (Markaban.anwar)
Merapi Uncover tweet mediaMerapi Uncover tweet media
Indonesia
10
5
63
21.6K
♏as♏as BIASA
♏as♏as BIASA@MaSantoman·
@KucengTerbanggg Kalau sekarang ya semua yang berhubungan dengan MBG...teman saya jadi suplier sayur MBG sekarang dangak-dangak 😁
Kaliangkrik, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
1
0
1
495
Agus Mulyadi
Agus Mulyadi@AgusMagelangan·
Namanya Gembus, dia salah satu kawan saya yang cukup sering saya ceritakan di dalam tulisan-tulisan dan buku-buku saya. Sosoknya jenaka tetapi bras-bres, santai tapi tak kenal kompromi, murah senyum tetapi tegas, sangat N'Golo Kanté. Dulu, ia bekerja di bengkel las Laksana Teknik Terminal Lama. Setelah itu, ia diajak oleh salah satu kerabatnya untuk menggarap proyek pengerjaan jalan di Jakarta Timur. Tahun lalu, ia seharusnya geser ke IKN untuk mengerjakan beberapa proyek di sana, tapi ia menolak dan lebih memilih untuk tetap mroyek di Jakarta. IKN adoh, kata Gembus. “Nek perkoro adoh, Jakarta yo podo-podo adoh,” timpal Paijo, kawan saya yang lain. “Iyo, tapi adoh’e Jakarta ki isih luwih iso dibayangke mbangane adoh’e IKN,” terang Gembus, “Nek pengin bali, gari numpak Santoso. Nek IKN, pengin bali kudu nyarter mobil njuk numpak pesawat, abot duite, bingung carane.” Gembus pulang ke Magelang setahun dua kali, ditambah saat momen-momen tertentu, misal saat libur tahun baru atau ada anggota keluarganya yang menyelenggarakan hajatan. Gembus memang jarang pulang, tetapi saya dan kawan-kawannya yang lain rutin memantau aktivitas kehidupan Gembus di perantauan sana melalui unggahan-unggahan Whatsapp story-nya yang lumayan rutin, setidaknya untuk ukuran pekerja proyek. “Uripmu saiki ketoke luwih penak yo, Mbus,” tanya Niko, beberapa waktu lalu saat Gembus pulang. “Penak piye?” timpal Gembus. “Lha yo penak, story-mu saiki wis ora tau sambat koyo biyen, saiki kerep’e malah posting video sholawatan karo lagu-lagu reggae.” Saya yang mendengar analisis Niko tersebut seketika tersenyum, sebab ingatan saya langsung terlempar pada kebiasaan Gembus yang memang suka memposting hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas pekerjaannya di perantauan. Kadang ia memposting foto secangkir kopi dengan caption “Wayahe”, lengkap dengan backsound lagu dangdut koplo “Wegah Tukaran”. Lain waktu, ia mengunggah video hujan deras lengkap dengan caption “Alam’e ra iso diajak kerja sama, garapan akeh malah udan.” Kali lain, ia mengunggah foto gambar jalan raya yang masih anyar dengan caption “Hasil prakarya Bandung Bondowoso!” Singkat kata, walau kami paham bahwa sosial media tak melulu merupakan representasi kehidupan yang sebenarnya, tapi kami bisa sedikit meraba kehidupan Gembus di perantuan melalui story-story Whatsappnya. Mangkanya, ketika Niko menganalisis kebiasaan Gembus yang belakangan makin sering memposting video-video sholawat dan lagu-lagu reggae alih-alih foto-foto aktivitas pekerjaannya, saya agak penasaran juga, apa gerangan yang terjadi, apakah memang seperti analisis Niko yang mengatakan bahwa hidup Gembus sekarang sudah enak, atau bagaimana? Walau tak terlalu menggebu untuk ingin tahu, tapi dalam hati, saya menunggu juga apa penjelasan Gembus di balik kebiasaan barunya belakangan ini. “Wah, kowe ki ra ngerti ilmu nylamur og, Nik,” jawab Gembus. Nah, ini dia, batin saya. Penjelasannya sudah mulai dijlentrehkan. Tirai penasaran saya mulai tersibak. “Nylamur piye?” Niko penasaran. “Nek aku posting video-video sholawat kuwi ora berarti uripku penak, justru kuwi tanda nek aku gek ora nduwe duit. Wong nek ra nduwe duit kuwi kudu disedul karo sing apik-apik ben ora gampang emosi. Ben ora gampang osa-asu. Lha yo video sholawat kuwi sing tak ngge nyedul.” Demi mendengar penjelasan itu, saya tentu saja tertawa. Tertawa karena melihat betapa seriusnya Gembus menjelaskan, dan lebih tertawa lagi karena saya tak menyangka, betapa tak terduganya isi penjelasannya. “Ha nek pas posting lagu Three Little Birds kuwi, berarti kowe pas seneng mergo nduwe duit?” cecar Niko “Kuwi yo salah. Nek aku posting lagu reggae kuwi artine aku bar bayaran, tapi duite langsung entek ngge mbayar bon mandor.” Tawa pecah makin tak terkendali. “Bajingaaaaaan….” Saya pikir, ini bukan kesalahan Niko yang gagal memaknai makna ekstrinsik yang terkandung di dalam video-video Whatsapp story Gembus, ini murni karena kedalaman makna postingan-postingan Whatsapp story Gembus yang memang terlalu tinggi dan subliminal, nyaris adiluhung. Saya yakin, bahkan pakar semiotika sekelas Roland Barthes pun tidak akan bisa menebak dengan presisi apa yang ingin Gembus sampaikan melalui video-video sholawat dan lagu-lagu reggae-nya itu. Gara-gara Gembus, sholawat kini tak lagi sama di mata kami. Gara-gara Gembus, Bob Marley kini tak lebih dari sinyal tagihan bon yang harus dibayar setelah gajian. Dan yang paling penting, gara-gara Gembus, kami makin yakin, sosial media adalah fana, sambat abadi.
Agus Mulyadi tweet media
Indonesia
21
113
675
60.2K
♏as♏as BIASA retweetledi
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Inilah tampang Andi Hakim Febriansyah & Camelia Rosa. Suami istri pencuri Rp28 miliar dana suci umat Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara, Labuhanbatu, Sumut untuk umroh, bikin cafe mewah, sport center, mini zoo & gaya hidup glamour. Padahal uang tabungan jerih payah jemaat selama 40+ tahun itu untuk gereja, sekolah anak, kesehatan & kesejahteraan. 2019: Andi Hakim, Kepala Kas BNI Aek Nabara, rayu pengurus gereja dengan “BNI Deposito Investment” bunga 8%, padahal bohong besar. Umat percaya, dana mengalir deras ke dia. 2019-2025: Rp28 miliar raib karena Andi cetak bilyet palsu, palsukan tanda tangan jemaat, alihkan ke rekening pribadi, rekening istri Camelia Rosa, & PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera milik mereka. Awal 2026: Jemaat minta cairkan Rp10 miliar, nihil. Bendahara Suster Natalia Situmorang shock berat, pingsan & menangis. Feb 2026: Andi & istri kabur ke Australia 13 Maret 2026: Andi ditetapkan tersangka penggelapan & penipuan oleh Polda Sumut. 30 Maret 2026: Ditangkap di Bandara Kualanamu, Medan saat pulang dari pelarian. Polisi sita semua aset & dalami peran Camelia Rosa. April 2026: Andi masih ditahan Polda Sumut. Penyidikan berlanjut, polisi kejar aliran dana & sita seluruh aset hasil kejahatan. Camelia Rosa masih didalami perannya. BNI tawarkan talangan Rp7 miliar yang ditolak mentah2 oleh jemaat. Suster Natalia & umat tuntut pengembalian penuh Rp28 miliar hasil keringat 1.900 keluarga. -- Semoga seluruh jemaat segera dapat uangnya kembali & suami istri pelaku ini dihukum berat 🙏🏾
Sisters in Danger x Simponi tweet media
Indonesia
1.3K
17.9K
38.8K
2M
♏as♏as BIASA retweetledi
August
August@AnakLolina2·
Teman-teman mohon bantuannya bersuara agar kasus uang jemaat sebesar 28 miliar yang raib di tipu oknum BNI bisa selesai. Kasus ini sudah berlangsung lama namun tak ada itikad baik,. @DivHumas_Polri @KejaksaanRI @prabowo No viral no justice kata @mohmahfudmd Bantu RT 🙏
August tweet media
Indonesia
480
20.8K
40K
1.4M
Info Jateng
Info Jateng@Jateng_Twit·
Mau nanya Apakah ditempat Kalian masih ada Angkot?
Info Jateng tweet media
Indonesia
15
0
24
2.2K
♏as♏as BIASA
♏as♏as BIASA@MaSantoman·
@magelang_fess Kaisar laut sebelum bangjo pakelan kiri jalan dari arah salaman nder
Kaliangkrik, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
44
Magelang fess
Magelang fess@magelang_fess·
lehh beli udang yang fresh di magelang dimana yaa? selain superindoo? sender dom salaman 🖊️ ujang
Indonesia
3
0
2
1K
♏as♏as BIASA
♏as♏as BIASA@MaSantoman·
@LikYoko Kene terpantau wes bekah bekuh...terutama toko pertanian...jare bertahun-tahun dodolan nembe iki kok rugi...wkwkwk
Indonesia
1
0
0
20
AbU JenaR
AbU JenaR@LikYoko·
Alhamdulillah hari ini panen cabai merah besar sebanyak 75 kilogram.😊 Langsung diambil pengepul dengan harga Rp25.000 per kilo. ini adalah panen yang kedua. Saya tanam 2500 batang bibit merek Pilar. Dulu saya tanam tumpang sari bareng tomat. Begitu tomat habis panen, gantian cabai yang panen, Itulah salah satu keuntungan besar dari sistem tumpang sari menurut saya. Satu tanaman selesai, tanaman yang lain langsung menyusul panen. Jadi lahan bisa terus produktif, gak ada yang nganggur lama-lama. Bisa bergiliran terus, modal sekali tanam bisa dipakai buat dua atau tiga jenis tanaman.Syukur banget sama hasilnya hari ini. Semoga panen selanjutnya lebih banyak lagi dan harganya tetap stabil ya. Siapa tahu ada yang mau coba sistem tumpang sari juga, worth it banget kok! 😊 #PetaniGurem #TumpangSari #CabaiMerahBesar #PetaniIndonesi
AbU JenaR tweet mediaAbU JenaR tweet media
Indonesia
62
90
860
38.1K
Faizal
Faizal@zalkad·
Daftar Julukan Presiden Indonesia Soekarno: Bapak Proklamasi Soeharto: Bapak Pembangunan Habibie: Bapak Teknologi Gus Dur: Bapak Toleransi Megawati: Ibu Penegak Konstitusi SBY: Bapak Perdamaian Jokowi: Bapak Infrastruktur Prabowo: Bapak apa?
Indonesia
2K
215
3K
346.4K
♏as♏as BIASA retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Total ada : 21.801 unit Harga : 56,8 Juta Total : 1,238 Triliun Rupiah Kita ambil asumsi rata-rata gaji guru (gabungan honorer dan ASN) di angka Rp4.000.000 per bulan. Angka 1,238 Triliun itu setara dengan: - Membayar gaji 309 ribu guru selama satu bulan. - Atau membiayai 860 guru dari mulai mereka pertama mengajar sampai pensiun (30 tahun). - Skala Nasional: Di Indonesia, total ada sekitar 149.000 SD. Jadi, uang itu bisa menggaji 20% (seperlima) dari seluruh guru SD di Indonesia secara bersamaan dalam satu bulan. - Skala Kota: Satu kota besar (seperti Jakarta atau Surabaya) biasanya memiliki sekitar 1.000 hingga 2.000 sekolah. Artinya, uang tersebut bisa menggaji seluruh guru di 15 sampai 20 kota besar sekaligus. - Barisan Sekolah: Jika 30.957 gedung sekolah SD tersebut dijejerkan berdampingan, barisannya bisa memanjang sekitar 900 kilometer, atau hampir sepanjang Pulau Jawa (dari Jakarta sampai Surabaya). Uang ada emang udah ada dari dulu tapi emang guru itu dipandang sebelah mata pendidikan itu kagak cuan soalnya susah di tilep walaupun udah bnayka yang di tilep
Lambe Saham tweet media
Indonesia
3.8K
7.3K
13.1K
585.9K
Siaran Bola Live
Siaran Bola Live@SiaranBolaLive·
Kata pertama yang keluar dari mulut manismu itu saat melihat video ini?
Indonesia
26
14
453
97K