manyar

71.7K posts

manyar banner
manyar

manyar

@Magnoolia02

....biasa, teramat biasa, menunggu yg luarbiasa disebrang sana dan disini... #GarudaNusantara ....#CelahAwan

...diatas bumi, dibawah langit Katılım Mayıs 2020
9K Takip Edilen9.6K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
manyar
manyar@Magnoolia02·
Stanza memori 1. waktu trs bergulir hari berganti hari hidup bersamamu berhenti hari ini jadi kenangan lestari dan abadi mimpi2 msh mengisi malam2 sunyi selalu, senantiasa, tanpa henti .... #CelahAwan #GarudaNusantara #dipinggirjala
manyar tweet media
Indonesia
36
231
660
0
manyar
manyar@Magnoolia02·
@celoteh_paimin Tepa selira, saiki dadi barang langka Nek ketemu ana, rasane kaya kesambet angin sorga...
Indonesia
1
0
2
16
manyar retweetledi
𝒅𝒆 𝑷𝒂𝒊𝒎𝒊𝒏
TEPA SELIRA #CelahAwan Siang tadi order ojol untuk jarak lumayan jauh, saat abang ojolnya datang saya masih merokok belum ada setengah batang. Saya matikan rokok, berdiri dan mengambil helm yang disodorkan abangnya. "Lanjut bang rokoknya, gak papa," kata abang ojolnya. Saya tertawa. Saya bilang ke abangnya, "Kalau saya lanjut rokok dan abang nunggu, saya dzalim menguras waktu abang percuma, kalau saya rokok dengan naik motor bonceng abang, kasihan yang belakang kena api dan abu rokok bisa masuk di mata. Terusan kalau saya merokok sedang saya pakai helm abang, kasihan penumpang berikutnya, helm abang bau rokok." Abang ojolnya malah turun dari motor nyalamin saya, "Aduh bang, kalau pelanggan begini saya acung jempol." "Biasa saja ah bang, saya hanya berusaha tepa selira saja. Bukan hal yang luar biasa." Yah tepa selira, tenggang rasa. Saya bayangin kalau saya abang ojol pasti kesel nungguin orang selesai sebat, kalau saya di belakang pemotor pasti kesel kena abu dan percikan apinya, dan kalau saya pakai helm bau rokok ya pasti sebel. Sederhana saja bukan? Salam 🙏
Indonesia
3
6
23
689
manyar
manyar@Magnoolia02·
@celoteh_paimin Duh, Suwun sanget iki, ncen joss tenan....🙏🙏🙏
Indonesia
1
0
1
29
manyar retweetledi
𝒅𝒆 𝑷𝒂𝒊𝒎𝒊𝒏
GOTHAK GATHIK GATHUKING NGOPI #CelahAwan Olahing panguripan koyo dene wong ngopi. NGOPI iku sarana kanggo NGOLAH PIKIR. Mikir sing temen kudu dikanteni olahing rasa, mula kopi pahit mau diparingi GULA, GULANGANING RASA, kareben dadi LEGI, utawa dadi LEGAWANING ATI. Rasa legi krana diparingi gula mau asale saka TEBU, kang ateges ANTEPING KALBU. Sakbanjure kopi mau diwadahi sing patut lan pantes, yakuwi ana ing CANGKIR, kang ateges NYANGCANGNE PIKIR, ben pikirane anteng ora goreh, mlayu mrana mrene. Kopi pahit kang ono legine lan diwadahi cangkir mau sinebut WEDANG, kang nduweni teges WEJANGAN SING MARAHI PADANG. Pahit lan legi sing ana wedang mau kudu diUDHEG, minangka pangeling yen wis dipikir nganti mantep dadia piweling yen USAHANE OJO NGANTI MANDHEG.. Anggone ngudheg nganggo SENDOK, kang uga dadi piweling yen usaha wis dilakoni, sendoke diselehke, duwe teges SENDEKNA MARING SING DUWE KAUTAMAN, tawakal marang Allah. Kaya kopi, ora bisa diunjuk nalika isih pamas, ngenteni rada ADEM, kang nduweni teges ATINE DIGAWE LEREM. Sakwise cukup adem, kopi bisa di SERUPUT, kang nduweni ateges sawise dipikir dawa lan mapan, dilakoni kang bisa dilakoni, kasile dipasrahke marang Allah, mula SEDAYA RUBEDA BAKALE LUPUT. Pramila mangga sederek sedaya enggal ngopi lan makarya. Nuwun 🙏
Indonesia
4
23
92
2.8K
manyar retweetledi
Project Multatuli
Project Multatuli@projectm_org·
Di era Orde Baru, Menteri Penerangan Harmoko masyhur sebagai sosok di balik gelombang pembredelan yang menyasar media massa nasional. Namanya bahkan dipelesetkan sebagai singkatan dari “Hari-hari Omong Kosong”. Kini, saat Prabowo Subianto ada di kursi presiden, Harmoko seakan terlahir kembali. Ia ada dan berlipat ganda, mewujud di sosok-sosok di lingkar utama kekuasaan yang rajin menekan pers dengan cara-cara baru yang sekilas tak kasatmata, tapi tak kalah mematikannya. Hingga April 2026, Project Multatuli telah berbincang dengan 70 pekerja dan eks pekerja dari 37 media berbeda untuk mengungkap bagaimana tekanan terhadap pers bekerja di balik layar. Nantikan serial reportase terbaru kami. #5TahunProjectMultatuli
Project Multatuli tweet media
Indonesia
9
350
562
14.9K
manyar retweetledi
𝒅𝒆 𝑷𝒂𝒊𝒎𝒊𝒏
senin itu tidak nyebelin, tak beda jauh dengan hari yang lain. senin itu diawali dengan yakin, dengan bekerja isi dompet lebih aman teejamin. dan senin itu, kok tetiba rindu padahal minggu seharian udah ketemu #celahawan
Indonesia
13
15
59
1.7K
manyar retweetledi
konde.co
konde.co@konde_co·
Dalam Aksi May Day 2026 kemarin, GEBRAK mengusung tema “Lawan Kapitalisme, Imperialisme, Militerisme: Wujudkan Kerja Layak, Upah Layak dan Hidup Layak” dalam aksi di depan gedung DPR (1/5/2026). Aksi mereka menuntut berbagai hal terkait hak dan kesejahteraan buruh, beberapa di antaranya: • Mendorong UU Ketenagakerjaan yang pro pekerja • Reforma agraria • Reformasi sistem pengupahan • Jamin hak dan kesejahteraan buruh, khususnya buruh perempuan dan disabilitas • Sejahterakan tenaga pendidik guru, dosen, pekerja medis, dan sebagainya. #HariBuruh #MayDay #GEBRAK
Indonesia
1
10
23
438
manyar retweetledi
Words of Wise | Mindset Coach
“I never removed anyone from my life, they all died in the accident of trust.” — Fyodor Dostoevsky
Words of Wise | Mindset Coach tweet media
English
22
589
2.9K
56.5K
manyar retweetledi
Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo@ganjarpranowo·
Jogja 10k memang istimewa. Meski baru pertama, tapi antusias pesertanya luar biasa. Semoga bisa jadi event tahunan, sambil kita terus edukasi biar nggak nyampah sembarangan. Siapa yang tadi virgin run?
Indonesia
21
38
249
12K
manyar retweetledi
perpetually set in
perpetually set in@lostvalley0·
when all logics sucks she turns into my raison d'être
Français
2
47
89
2.5K
manyar retweetledi
Hujan di Akhir Nopember
Aku tidak sedang tergila gila, Namun hanya sedang menyerukan perasaan suka, Lewat aksara. — 𝓇𝓃𝒶𝒾 #ann
Indonesia
0
10
44
737
manyar retweetledi
,🇮🇩F'n'BE07
,🇮🇩F'n'BE07@yudhiphd07·
Semesta punya cara sendiri, untuk merapihkan ketidakadilan.. Tak perlu berteriak atau membalas luka dengan luka, cukup diam.. Dan biarkan waktu yg berbicara dan takdir yang bekerja... #CelahAwan
Indonesia
0
41
121
2.7K
manyar retweetledi
Hujan di Akhir Nopember
Mataku tak memilihmu untuk ku cintai, Jiwakulah yang memilihmu, Bahkan tanpa persetujuanku. — 𝓇𝓃𝒶𝒾 #ann
Indonesia
0
12
48
746
manyar retweetledi
𝒅𝒆 𝑷𝒂𝒊𝒎𝒊𝒏
#celahawan hidup tak seasik ekspektasi, tak segampang kata motivasi, tak seglowing kakak kakak bening.... maka siapkan kecewa di muka, agar perjalanan yang paling nyebelinpun kita mampu menjalaninya... (sukurin, besuk senin)
Indonesia
5
8
56
5.6K
manyar retweetledi
HUMOR JON TAMPAN
HUMOR JON TAMPAN@HumorJonTampan·
CITA-CITA MULIA PRABOWO Ia pernah mengutip Indonesia diprediksi bubar di tahun 2030 dari novel fiksi berjudul Ghost Fleet, karangan August Cole dan P. W. Singer. Namun yg sesungguhnya, dari hatinya yg paling dalam, Prabowo Subianto memiliki sejuta cita-cita mulia yg kerap ia lontarkan dalam pidatonya. Orang boleh jengah, termasuk saya, tapi sebuah cita-cita tak serta merta jadi nyata, apalagi jika cita-citanya seluas samudera. Kesungguhannya tak terbantahkan dg berkali-kalinya ia nyapres dan nyapres lagi hingga akhirnya Kursi RI-1 berada dalam genggamannya. Mulai dari tampilan garang dg orasi berapi-api hingga joget-joget gemoy, ia tempuh demi menarik simpati publik. Kini, sebagai pemegang tongkat komando tertinggi dalam struktur pemerintahan RI, Prabowo adalah pemilik kuasa penuh untuk mewujudkan semua cita-citanya melalui kebijakan-kebijakan populisnya. Duet bersama pemimpin muda visioner Gibran Rakabuming Raka sebagai Wapres, seolah era kejayaan Indonesia sudah berada sejengkal di depan pelupuk mata. Gebrakan demi gebrakan bergemuruh diantara sorak-sorai para penggembira yg menghujaninya dg bermiliar-miliar pujian tiada henti. Tanpa ada kata lelah, orasi demi orasi terus berkumandang menggema hingga ke Antartika dan gurun pasir yg paling jauh. Mengabsolutkan keteguhan jiwanya dalam membangun pondasi kepemimpinannya di dalam negeri, dan eksistensinya di luar negeri. Prabowo adalah pengejawantahan seorang pemimpi sekaligus pemimpin sejati. Gaung teriakan 'Hidup Jokowi' adalah implementasi dari keberlanjutan bara api semangat demi mewujudkan mimpi-mimpi yg belum terealisasi. Baginya, api itu tak boleh padam! Program MBG (Makan Bergizi Gratis) adalah satu diantara sejuta mimpi, meski harus dinodai oleh ribuan raungan sirine ambulance, ribuan rintihan anak-anak menahan perih, dan ribuan kasus keracunan. Ia tak bergeming, karena semua itu hanyalah nol koma nol sekian di lembar statistik. Apapun itu, ada mimpi besar dari dalam jiwanya yg ingin ia gapai, yg ia simpan dalam setiap alenia naskah pidatonya. Rakyat tak punya pilihan selain bersabar disela pesimistis dan celetukan Indonesia Gelap, atau memilih pergi kabur entah kemana dengan ongkos sendiri. Bersabarlah...menunggu era keemasan Indonesia Jaya itu tiba, atau prediksi Indonesia bubar, ternyata bukanlah isapan jempol belaka! #Ngik
Indonesia
53
40
100
5.8K
manyar retweetledi
Sυɳαɳ Sαɾƙҽɱ 𝙎𝙑𝘿
Aku pengemudi taksi online. Biasa ambil shift malam. Minggu lalu, sekitar pukul 11 malam, aku menjemput seorang pria tua. Ia masuk ke mobil dan berkata, “Jangan lihat tujuan di aplikasi. Tolong antar saya ke lima tempat malam ini. Saya bayar 1 juta rupiah. Tunai. Tapi kamu jangan tanya2 kenapa, sampai semuanya selesai.” Ia menyerahkan lima alamat. Tempat pertama: sebuah rumah di pinggiran kota. Ia tidak turun. Hanya duduk di mobil, menatap rumah itu sekitar sepuluh menit. Air matanya mengalir diam-diam. “Baik. Ke tempat berikutnya.” Aku pun mengemudi. Tempat kedua: sebuah sekolah SD. Gelap. Sepi. Ia turun, berjalan ke taman bermain, duduk di ayunan. Dua puluh menit di sana. Kembali ke mobil dan berkata pelan, “Saya mengajar di sini. 43 tahun. Kenangan terindah dalam hidup saya.” Tempat ketiga: sebuah kafe tua. Ia masuk, memesan kopi, duduk sendirian di pojok. Kopi tidak diminum. Hanya duduk dan memandangi ruangan. Lima belas menit. Saat kembali ia berkata, “Saya dan istri saya kencan pertama di sini. Tahun 1967.” Tempat keempat: pemakaman. Ia berjalan ke sebuah nisan. Berdiri di sana. Berbicara pelan—saya tak bisa mendengar. Tiga puluh menit. Saat kembali, matanya merah. “Istri saya. Hari ini tepat tiga tahun.” Tempat kelima: rumah sakit. Ia minta aku parkir dan menunggu. “Ini yang terakhir.” Ia menatap aku. Tetap duduk di mobil. “Sekarang saya akan beri tahu alasannya. Saya kanker stadium empat. Mungkin tinggal hitungan minggu atau hari. Malam ini saya ingin melihat seluruh hidup saya sekali lagi. Sebelum saya tak bisa lagi.” Aku langsung menangis diam2 di kursi pengemudi. “Rumah tadi—itu tempat saya membesarkan anak-anak. Sekolah—tempat saya menemukan tujuan hidup. Kafe tadi—itu tempat saya jatuh cinta. Pemakaman—tempat saya mengucap selamat tinggal. Dan di sini… rumah sakit. Malam ini saya akan masuk. Lantai perawatan pasien terminal yang tunggu akhir. Saya tidak akan pulang lagi.” Ia menyerahkan uang 1 juta rupiah. “Terima kasih sudah mengantar saya melewati hidup saya. Kamu orang tak dikenal yang berbuat baik pada saya. Saya ingin malam ini terasa hangat. Kamu membuatnya hangat.” Aku menolak. “Saya tidak bisa menerima ini.” Ia bersikeras. “Tolong. Tidak ada yang bisa saya warisi. Anak saya sudah lama tidak bicara dengan saya. Teman sudah tak ada. Kamu memberi saya tiga jam kebaikan. Itu lebih berharga dari 1 juta rupiah.” Ia turun. Mengambil koper kecilnya. Lalu berbalik. “Siapa namamu?” “Mariono.” “Terima kasih, ya. Kamu memberi pengalaman baik terakhir dalam hidup saya.” Ia berjalan masuk ke rumah sakit. Aku duduk terhenyak di mobil. Terisak. Hampir satu jam. Keesokan harinya aku kembali. Menanyakan namanya. “Pak Sudarsono. Kamar 412.” Aku membawa kue sedikit. Mengetuk pintu. Ia tersenyum ketika melihat aku. “Mariono. Kamu kembali.” “Saya tidak bisa membiarkannya begitu saja. Apa Bapak baik-baik saja?” “Sekarat. Tapi tadi malam saya sempat melihat hidup saya sekali lagi. Jadi ya… saya baik-baik saja.” Kami berbicara dua jam. Tentang istrinya. Murid-muridnya. Tentang hidup yang telah ia jalani. Anak yang tidak mau menemuinya lagi; "Saya terlalu keras, katanya." Aku datang setiap hari selama dua minggu. Membawakan kopi. Membacakan berita. Kadang hanya duduk diam. Ia menceritakan segalanya—penyesalan, sukacita, momen yang ingin ia ulang. -cont-
Sυɳαɳ Sαɾƙҽɱ 𝙎𝙑𝘿 tweet media
Indonesia
105
597
3.9K
340.6K
manyar retweetledi
𝒅𝒆 𝑷𝒂𝒊𝒎𝒊𝒏
#celahawan usia cuma angka, semangat tetep menyala, yang tua menggelora, yang muda jangan kalah gaya untuk yang semalam tidur full charging, sudahkah joging atau healing? yang pagi ini masih loading, bangkit seruput kopimu lanjut kita yapping
Indonesia
27
18
115
4.7K