kyZa

6.8K posts

kyZa

kyZa

@Meteorrz

Trying to learn and unlearn | catatan pembelajaran pribadi.

Tangerang, Indonesia Katılım Haziran 2019
425 Takip Edilen1.7K Takipçiler
fahrenheit
fahrenheit@wordfawngs·
@4noma1i manuk dadali itu manuknya daddy ali
Indonesia
7
18
509
22.7K
kyZa
kyZa@Meteorrz·
@dndelionss Coba tanya humas atau kodim setempat ka
Indonesia
0
0
0
76
ilapyu
ilapyu@dndelionss·
eh teror pocong itu, mereka bakal ketok ketok pintu rumah kita atau cuman bengong depan jendela sih
Indonesia
248
411
17.3K
1.2M
Memer
Memer@thexmemer·
What's the worst anime you watched?
English
546
12
319
67.1K
kyZa
kyZa@Meteorrz·
@thebabayega_ Untung bro cuma bilang small minded bukan small dick 😌
Indonesia
1
0
0
643
kyZa
kyZa@Meteorrz·
@abidamassi MEMANG THE RIL MY IDOL MY QUANT
English
0
0
0
26
Abida Massi
Abida Massi@abidamassi·
MIMPI APA GW MASUK TOP TIER SPOKESPERSON SEANTERO DANAREKSA. 😭
Abida Massi tweet media
Indonesia
17
5
160
7.4K
caca🍣
caca🍣@SAASH1MI·
former wealth management dimana bro? (kalau boleh tau) @primagnesius
caca🍣 tweet media
Indonesia
79
16
552
110.7K
kyZa retweetledi
dedewizard
dedewizard@dedewizard19·
$KETR – Technical View • Short term trend: Bullish • Mid term trend: Bullish • Long term trend: Sideways • Support: 480 • Resistance: 640 dan 760 Strukturnya udh keliatan membaik, tapi liat dia itu masih di dalam ranging area nya loh. Kalo kalian jeli ada potensi bikin bearish pattern yaitu HnS.
dedewizard tweet media
tayo@timelinesurfrs

@dedewizard19 ketr om

Indonesia
6
9
110
11.7K
kyZa retweetledi
Boys Being Boys
Boys Being Boys@boysbelnboys·
oh you know boys being boys
English
225
168
5.7K
3M
kyZa retweetledi
Meridian Research Indonesia
Meridian Research Indonesia@meridian_rsrch·
This week’s letter explores whether Logam Mulia or Gold is truly the right hedge against Rupiah depreciation. Our answer: maybe not.. but also maybe yes. We also break down Indonesia’s new commodity export body, Danantara Sumberdaya Indonesia, and why the actual mechanism is far more complicated than the headlines suggest. Read our latest report through the link below. lynk.id/meridian.resea… #MeridianResearch
Meridian Research Indonesia tweet media
English
8
64
215
44.3K
kyZa
kyZa@Meteorrz·
@MYasfika Sayangnya mereka ga ngambil sawit
Indonesia
0
0
0
58
kyZa
kyZa@Meteorrz·
@madHink Sama saya juga pak wkwk
Indonesia
0
0
0
5.2K
Johnny Dogs
Johnny Dogs@madHink·
Baru nonton pesta babi. Semakin teguh dengan prinsip gw yang gak akan pernah membeli saham² dari grup yang satu itu.
Indonesia
8
10
316
90.1K
kyZa retweetledi
phan🦋་༘࿐
phan🦋་༘࿐@axheeara·
Sebenarnya suka dan tidak suka itu menjadi hak pribadi. Tapi, kalau kata guru agama waktu aku sekolah dan dosen PAI-ku jaman kuliah S1 itu.... Pertama, soal berjamaah 27x dibanding sendiri. Di masa awal Islam, salat berjamaah bukan sekadar ritual kolektif. Masjid adalah pusat pendidikan, musyawarah, distribusi bantuan, hingga koordinasi saat komunitas Muslim berada dalam tekanan dan ancaman perang. Di Madinah, umat baru saja hijrah, rentan, dan berkali-kali menghadapi konflik seperti Badar, Uhud, hingga Khandaq. Dalam konteks itu, berjamaah membangun kohesi sosial, disiplin, solidaritas, dan rasa persatuan lintas status sosial. Jadi kalau diberi nilai lebih, logikanya bisa dipahami sebagai spiritual incentive untuk membangun komunitas yang kuat, bukan karena ibadah sendirian tidak bernilai. Kedua, soal keutamaan lokasi seperti Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Al-Aqsa. Ini juga sering disederhanakan jadi “koordinat geografis menentukan pahala”. Padahal dalam sejarah Islam, tempat-tempat itu punya makna karena perjuangan dan pengorbanan besar yang terjadi di sana. Makkah adalah tempat umat Islam awal mengalami penyiksaan, boikot ekonomi, kehilangan harta, bahkan dipaksa hijrah. Madinah menjadi tempat membangun masyarakat baru dalam kondisi terus terancam perang. Al-Aqsa punya posisi historis sebagai kiblat pertama dan simbol panjang sejarah para nabi serta perjuangan umat lintas generasi. Jadi yang dimuliakan bukan “lokasi” yang seolah-olah punya efek magical, melainkan makna spiritual dan historis yang melekat pada tempat itu; ruang yang menjadi saksi pengorbanan, perjuangan, dan pembentukan peradaban. Sebenarnya manusia juga melakukan hal yang sama di luar agama. Kita menghormati medan perang, makam pahlawan, monumen perjuangan, atau tempat bersejarah bukan karena koordinatnya spesial, tapi karena nilai, memori kolektif, dan pengorbanan yang melekat di sana. Jadi menurut sepengetahuanku, kalau dikatakan “reward ibadah ditentukan lokasi” itu agak menyederhanakan persoalan. Dalam perspektif Islam, yang dihargai bukan sekadar tempat atau angka, tapi juga konteks sejarah, pengorbanan, dampak sosial, dan makna spiritual yang menyertainya.
freethinker.id🇮🇩@Sentjoko

Alasan tak menyukai ibadah islam karena 'reward' ditentukan oleh lokasi Kalau ibadah adalah antara manusia dengan @allah estewe, mengapa koordinat geografi bisa mengubah nilai ibadah?🤣 Sendirian 1x Berjamaah 27x al-Aqsha 500x Masjid Nabawi 1000x Masjid al-Haram 100,000x

Indonesia
67
913
5.4K
259K
huzayf.
huzayf.@hudayful·
But who will believe me, Khadija?
huzayf. tweet media
English
178
3.8K
25.5K
3.1M