M Ikhsan Fadli

7.5K posts

M Ikhsan Fadli banner
M Ikhsan Fadli

M Ikhsan Fadli

@MotIkhsan

Indonesia Katılım Temmuz 2011
1.4K Takip Edilen465 Takipçiler
ຸ
@vegetabletouret·
@yappingfess Penjelasan SAINS nya ini ya nder. jangan dikit dikit kuntilanak pocong. malem tuh emang gelombang suara bisa merambat lebih jauh ke arah tanah. siapa tahu emang ada orang nyapu yg aslinya jauh banget dari kamu, tapi suaranya kedengeran jelas karena tengah malem.
ຸ tweet mediaຸ tweet media
Indonesia
8
20
339
29K
YAPPINGFESS
YAPPINGFESS@yappingfess·
🩷 ternyata bener ya, kalo malem-malem denger orang nyapu halaman pake sapu lidi jangan diliatin 😭
Indonesia
201
42
2.4K
314.2K
M Ikhsan Fadli retweetledi
Arcana lagi Open Order | Asta Ebrahim
iya juga ya, kenapa anak kecil (termasuk aku waktu kecil) punya ketertarikan sama kereta api? hampir semua anak kecil loh ya, lintas negara, lintas budaya, suka transportasi ini. sampe ada animasinya loh ya, thomas. nah, setelah kubaca-baca nih ya, beberapa penjelasan malah kek bilang otak anak-anak tuh dirancang jatuh hati sama kereta. pertama, anak kecil punya ketertarikan alami dengan benda yang bergerak secara berulang dan bisa diprediksi. lihat kereta api, dia bergerak di jalur yang sama, dengan ritme yang sama, ke arah yang bisa ditebak. ternyata, di dunia anak kecil yang penuh dengan hal baru dan seringnya ngebingungin mereka, kereta api tuh jadi sesuatu yang konsisten. kereta datang, pergi, kembali lagi, ga bikin kaget dan ga tiba-tiba berubah. dalam masa belajar memahami dunia, sesuatu yang bisa diprediksi itu menyenangkan. kedua, di pandangan anak kecil, kereta bisa jadi raksasa yang jinak. besar, kuat, bersuara, bergetar, tapi ga nyerang, ga mengancam, lewat doang wkwkwk buat mereka, bisa melihat kereta api tuh luar biasa keren. bayangin, kita bisa melihat benda besar, powerful, tapi aman untuk ditonton hahaha anj ngikik ngetik ini 😭😭 ketiga, kereta juga menawarkan stimulasi multisensori yang jarang ada di tempat lain. ada suara, gerakan, visual besar, dan beberapa kereta ada bau khas kek asap walaupun sekarang udah jarang kereta uap. dan tau ga, menariknya, ketertarikan pada benda beroda kek kereta bukan cuma fenomena pada manusia. pernah ada juga eksperimen yang ngasi mainan ke sekelompok monyet, tebak monyet jantan pilih apa? betul wkwkwk, monyet jantan secara konsisten memilih mainan beroda. artinya ada komponen biologis di balik ketertarikan ini, bukan cuma pengaruh budaya. kita semua sayang kereta api 🩷 sumber bacaan lainnya: pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10… livescience.com/22677-girls-do…
Love Music@khnh80044

The baby girl’s reaction when she saw a train for the first time 🥹

Indonesia
108
1.1K
5.8K
186.6K
M Ikhsan Fadli retweetledi
M Ikhsan Fadli retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
421
20.8K
51.7K
1.4M
M Ikhsan Fadli retweetledi
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Hey @Harvard, One of your graduates (Stella Christie) is out here arguing against salary floors for lecturers, claiming “competition” and “quality-based pay” are essential for university progress and national scientific advancement. Yet under the very same regime she serves, she fails to explain why MBG staff can earn far more than the lecturers who actually teach, research, and carry the university’s core academic mission. For Harvard, having an alumna publicly defend this kind of selective and hypocritical logic is honestly embarrassing. Thank you for your attention to this matter!
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok

English
120
6.4K
19.3K
575.9K
M Ikhsan Fadli retweetledi
Ultras Clips
Ultras Clips@ultras_clips·
🥲❤️ This is why football is more than just a game... Carla, Go Ahead Eagles’ laundry worker for 27 years, is retiring at the end of the season. Before the match against AZ Alkmaar, the club and fans surprised her with a special tifo. She was left speechless. 🫂
Ultras Clips tweet media
English
69
3.3K
30.3K
595K
M Ikhsan Fadli retweetledi
whoami
whoami@jengkolholic·
Subuh 1945, ia justru mengirim telegram saat semua raja lain masih menunggu arah. Di meja istananya, keputusan itu langsung memotong masa depan keluarganya sendiri. Namanya Sultan Syarif Kasim II. Raja terakhir Siak Sri Indrapura. Isi pesannya singkat. Tidak ada syarat. Tidak ada negosiasi. Kesultanan Siak berdiri penuh di belakang Republik Indonesia. Beberapa hari kemudian, ia tidak berhenti di kata-kata. Ia membuka kas kerajaan. 13 juta gulden keluar. Jumlah yang, jika dihitung hari ini, setara lebih dari Rp1 triliun. Belum selesai. Mahkota emas dilepas. Pedang bertatahkan berlian ikut diserahkan. Perhiasan kerajaan menyusul. Saat itu, Republik bahkan belum punya kas negara yang jelas. Di titik ini, pilihannya sebenarnya masih terbuka. Ia bisa seperti Yogyakarta. Tetap berkuasa... Mendapat status istimewa ! Ia tidak memilih itu Siak dilebur penuh ke dalam NKRI. Tanpa syarat ! Tanpa kursi ! Tanpa jaminan masa depan politik ! Bersamaan dengan itu, wilayahnya ikut masuk. Termasuk kawasan yang kelak dikenal sebagai Blok Minas. Salah satu ladang minyak terbesar Indonesia. Negara tumbuh... Devisa mengalir... Hidupnya justru mengecil 😢 Ia meninggalkan istana. Pindah-pindah antara Jakarta, Aceh, lalu kembali ke Siak. Tidak ada jabatan... Tidak ada protokol... Catatan tentang masa tuanya selalu sama : sederhana ! 23 April 1968, ia wafat di RS Caltex, Rumbai. Bukan di istana.. Bukan sebagai raja.. Tiga puluh tahun kemudian, negara baru memberi gelar. Pahlawan Nasional, 1998. Dan satu hal yang jarang disebut di awal cerita : Ia tidak kehilangan tahta karena direbut. Ia yang menyerahkannya sendiri !
whoami tweet media
Indonesia
120
1.1K
3.6K
162.7K
M Ikhsan Fadli retweetledi
Xavvier
Xavvier@KSUC·
Let's not try to change our food names into descriptive words for English, okay? If they can make us struggling to spell "baguette" "croissant" or "hors d'oeuvres", then sure, let them struggling to call it "rawon".
Makan Binals!@epicurina

Bicara "Indonesian Black Soup", sebenarnya kita punya beragam jenis sup berkuah kehitaman, bukan cuma Rawon Jatim. Makassar misalnya punya Sop Konro, Jogja punya Brongkos, dan Gorontalo punya Kua Bugis. Manteman sudah coba semua? #Indonesianfood #blacksoup

English
84
7.6K
28.7K
501.4K
FaktaBola
FaktaBola@FaktaSepakbola·
Coventry City sudah dipastikan promosi ke Premier League!🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿 Sisa 2 klub lagi yang tersisa untuk promosi, kalian pengennya siapa?
FaktaBola tweet media
Indonesia
353
53
957
92.2K
M Ikhsan Fadli retweetledi
Leeds United
Leeds United@LUFC·
⛔️ DARLOW! WHAT A SAVE!
Leeds United tweet media
English
32
130
2.5K
49.5K
M Ikhsan Fadli retweetledi
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
Banyak penyebab kenapa ikan sapu2 yang aslinya dari Amerika Selatan bisa merajalela di sungai2 Indonesia 1. Orang antah berantah yang buang ikan sapu2 yang invasif dan bisa mengganggu ikan2 lain di sungai. Padahal, ini melanggar hukum. Cek Pasal 16 ayat 1 jo 88 UU no 31 tahun 2004. 2. Polusi air jakarta yang kotor ampun-ampunan. Tentu saja ikan sapu-sapu bisa survive dengan kondisi ekstrim kek gitu, karena habitatnya disana menuntut demikian. Di tambah lagi, tidak ada predator dan ikan lokal yang bisa hidup dengan sungai dan kolam sekotor di Jakarta. 3. Pendiaman selama bertahun-tahun (pas tahu efeknya ke lingkungan baru bertindak). Anyway ini juga ga akan ketahuan sampai ada konten kreator yang menaikkan isu ini dengan terus menangkap ikan sapu2 di Ciliwung. Salut buat bang Arief Kamarudin yang sudah menaikkan isu ini menjadi perhatian nasional. Sayang sekali, kebijakan publik di Indo masih terjebak viral-based policy.📷
Abul Muzaffar tweet media
TXT DARI JAKARTA@txtdrjkt

gila bgt ni ikan

Indonesia
66
2.2K
9.4K
556.7K
M Ikhsan Fadli retweetledi
Premier League
Premier League@premierleague·
A massive win for @LUFC as they go six points clear of the relegation zone ↗️
Premier League tweet media
English
327
1.1K
10.3K
266.9K
M Ikhsan Fadli retweetledi
The 44 ⚽️
The 44 ⚽️@The_Forty_Four·
DANIEL FARKE FALLS TO HIS KNEES AS LEEDS WIN AT OLD TRAFFORD IN THE LEAGUE FOR THE FIRST TIME SINCE 1981🤯🤯🤯 JUST LOOK THAT MEANS👏👏👏
The 44 ⚽️ tweet media
English
40
951
23.6K
250.8K