MrJD843
522 posts








SEJARAH HEZBOLLAH DAN STIGMA 'TERORIS' OLEH ZIONIS. Membicarakan Hezbollah tidak bisa melihat dari sepak terjangnya baru-baru ini, kita harus menariknya jauh pada peristiwa invasi zionis terhadap Lebanon tahun 1982. Tidak hanya soal pertempurannya, tapi juga menengok lebih dalam ke arah latar belakang hingga situasi Lebanon sebelum invasi tersebut dilancarkan oleh zionis. Lebanon adalah wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan Palestina, negeri yang dihuni oleh multi etnis serta keyakinan penduduknya yang majemuk. Mayoritas penduduknya menganut Kristen Maronit dan Islam Sunni, sementara ada juga komunitas Islam Syi'ah yang menetap di Lebanon Selatan dan Druze di wilayah pegunungan terpencil. Penjajahan zionis atas Palestina membuat terjadinya eksodus besar-besaran penduduk arab Palestina ke wilayah Lebanon, membuat Lebanon menjadi destinasi pengungsi terbesar setelah Yordania. Secara historis Lebanon merupakan bagian dari wilayah Palestina, namun hal itu harus berakhir setelah kekhalifahan Turki Utsmani kalah dalam Perang Dunia I. Oleh pasukan sekutu Eropa, wilayah Palestina dipecah. Daratan Lebanon diberikan kepada Perancis melalui mandat khusus, sehingga meskipun secara umum Lebanon dan Palestina merupakan wilayah berpenduduk etnis Arab namun secara hukum teritori tersebut harus terpisah menjadi 2 negara yang berbeda. Sampai pada akhirnya seluruh faksi di Lebanon menyusun kekuatan untuk mengakhiri kekuasaan Perancis di Lebanon. Pengakuan kemerdekaan zionis oleh negara-negara Eropa membuat panggung politik di Lebanon menjadi lebih rumit, berbagai faksi yang ada saling berebut kendali kekuasaan. Untuk mencapai persatuan nasional, seluruh faksi membuat aturan tidak tertulis yang memberikan porsi kekuasaan secara merata pada seluruh faksi di Lebanon. Kursi Presiden diberikan kepada kelompok Kristen Maronit, jabatan Perdana Menteri adalah jatah Muslim Sunni. Kala itu kelompok Syi'ah yang minoritas belum mendapatkan jatah. Seperti yang terjadi di negara-negara lainnya, zionis yang merasa terancam dengan kehadiran kelompok Sunni Palestina di Lebanon berusaha melakukan intervensi guna menetralisir kekuatan yang dianggapnya sebagai ancaman besar di kemudian hari. Para pejabat eksekutif Lebanon yang dipegang oleh kelompok Kristen Maronit disuap oleh zionis, sehingga mereka bisa bersikap kooperatif terhadap zionis. Sudah lazim terjadi bahwa birokrasi yang menerima suap dari zionis akan berlaku korup, hal itu juga yang terjadi di Lebanon. Pemerintah Lebanon sibuk memperkaya diri, semua program pembangunan pasca perang dikorupsi secara besar-besaran. Berbagai proyek pembangunan infrastruktur mangkrak, sementara rakyat Lebanon semakin terjerumus pada jurang kemiskinan. Di satu sisi para pejabat Lebanon juga menerbitkan regulasi yang menguntungkan zionis, seperti melarang aktivitas perlawanan Palestina di wilayahnya. Sementara itu faksi Sunni di Lebanon terus melakukan perlawanan terhadap zionis dibawah payung PLO, mereka melancarkan serangan secara intensif melalui berbagai macam metode. Mulai dari serangan gerilya terhadap pos-pos penjagaan zionis hingga menargetkan kepentingan zionis di Eropa. Situasi semakin memanas, PLO terus melancarkan perlawanan terhadap penjajah zionis, sampai pada puncaknya terjadi agresi oleh militer zionis terhadap Lebanon. Alasan utamanya adalah rentetan serangan roket dan aktivitas militan Palestina terhadap Israel utara, serta upaya pembunuhan duta besar Israel untuk Inggris, Shlomo Argov, yang dijadikan casus belli (alasan perang) oleh Israel. Wilayah Lebanon dihujani pemboman dari udara, sementara pasukan zionis merangsek melalui jalur darat hingga memasuki ibukota Beirut. Ironisnya pemerintahan Lebanon beserta kekuatan militernya tidak melakukan perlawanan, mereka sibuk mengamankan diri dan hartanya sambil membiarkan zionis membunuhi rakyatnya.



Salamalaikum ✈️🚁🚁 Alaikumsalam🚀🚀🚀


























