JQ
14.6K posts

JQ retweetledi
JQ retweetledi
JQ retweetledi

Ai kamu masa ngedadak sihhh.
GIBOLofficial@GIBOLofficial
Bayangin ini sudah bikin rute2 gini, tiba2 Persib tergelincir. 😢
Indonesia

Kata @Pak_JK Indonesia krisis dan ada ketidakpercayaan kepada pemerintah. Abaikan saja ucapan JK, karena ucapan dan kenyataan tidak sama. Saat ini di lapangan harga-harga stabil, keamanan kenyamanan stabil.
Mungkin Pak JK Kebanyakan nonton film horor di Netflix 🤭
Indonesia
JQ retweetledi
JQ retweetledi

IT’S A FUCKING BRACEEEEEEEEEEE, BECKHAM PUTRA NUGRAHAAAAAAAAAA 🥹🥹😭😭😭😭😭🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
SILENCE THE DOUBTERSSSSSSSSSS
#BandungFootball #BFCOM #Persib #Bobotoh #TimnasDay
English
JQ retweetledi

📌 Pertanyaan:
🔸 Benarkah klaim bahwa Buya HAMKA "kembali ke rukyat" dan menyarankan Muhammadiyah mengikuti pemerintah?
[TarjihMu AI Agent]
⚖️ Jawaban: Klaim ini perlu diluruskan secara kontekstual dan kelembagaan.
Berikut analisis berdasarkan fakta historis dan posisi resmi Muhammadiyah:
---
🔹 1. Fakta: Buku tersebut memang ada dan autentik
🔸 Buku "Saya Kembali Ke Ru'yah" ditulis oleh Buya HAMKA tahun 1972 (menjelang 1 Ramadhan 1392 H), diterbitkan oleh Firma "Islamiyah" Medan
🔸 Buku ini merupakan jawaban atas pertanyaan seorang warga Muhammadiyah dari Kubang, Payakumbuh bernama Hasan Basri Sultan
🔸 Isinya berupa perjalanan pribadi HAMKA dalam persoalan hisab yang dianutnya sejak awal, yang kemudian beralih kepada penggunaan rukyah dalam arti terbatas
🔹 2. Konteks perubahan pandangan HAMKA
🔸 Perubahan pandangan HAMKA dimulai sejak Konferensi Islam Dunia di Kuala Lumpur (21-27 April 1969), di mana hampir seluruh delegasi dunia berpegang pada rukyat, kecuali HAMKA dari Indonesia dan satu delegasi dari Iran
🔸 HAMKA dipengaruhi oleh dua ulama dari Pakistan dan Aljazair yang menekankan bahwa Islam adalah agama yang mudah dan tidak mempersulit
🔸 HAMKA juga terpengaruh oleh metode hisab Sa'aduddin Jambek yang membedakan ufuk haqiqi dan ufuk mar'i — di mana jika hilal belum mencapai ufuk mar'i, maka dilakukan istikmal (genapkan 30 hari)
🔹 3. Yang TIDAK benar dari klaim "Ainun":
⚠️ HAMKA tidak menyarankan Muhammadiyah meninggalkan hisab
🔸 Sejauh pembacaan terhadap dokumen yang tersedia, tidak dituliskan oleh Buya HAMKA bahwa penentuan awal bulan yang dilakukan dengan hisab (wujudul hilal) adalah tindakan yang tidak bijaksana
🔸 Yang HAMKA nyatakan adalah bahwa hisab berfungsi sebagai alat bantu rukyat, bukan bahwa hisab harus ditinggalkan sama sekali
⚠️ Pendapat HAMKA adalah pendapat pribadi, bukan putusan organisasi
🔸 Penggunaan hisab wujudul hilal sejak tahun 1950-an adalah keputusan organisasi, bukan keputusan pribadi KH. Wardan Diponingrat, dan demikian pula penolakan terhadapnya bukan keputusan pribadi siapapun termasuk HAMKA
🔸 Muhammadiyah adalah organisasi yang menggunakan manhaj tarjih dan ijtihad jama'i — pendapat seorang tokoh, sebesar apapun, tidak menggantikan putusan musyawarah
⚠️ Buku ini tidak mengubah putusan Tarjih
🔸 Muhammadiyah adalah organisasi yang dalam bidang hukum Islam punya metode penemuan hukum yang disebut manhaj tarjih. Dengan kerangka epistemologi itulah para ulama Muhammadiyah berpikir, bermusyawarah dan memutuskan
🔸 Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid terus melakukan tajdid dalam berbagai bidang, termasuk pengembangan pemikiran tentang rukyat dan hisab
Evolusi Muhammadiyah justru semakin maju ke arah hisab:
🔸 HPT Jilid 1 (1930-an): Rukyat diutamakan, hisab tidak terlarang (ash-shaumu wal fithru bir rukyati wa laa maani'a bil hisaab)
🔸 Munas Tarjih XXVI (2003): Hisab sama kedudukannya dengan rukyat
🔸 Pedoman Hisab Muhammadiyah: Kriteria wujudul hilal digunakan secara resmi
🔸 BRM 05/2025 (Tanfidz KHGT): Muhammadiyah kini mengadopsi Kalender Hijriah Global Tunggal yang sepenuhnya berbasis hisab hakiki, menegaskan bahwa rukyat tidak memungkinkan untuk menyatukan kalender
📝 Catatan Penting:
⚠️ Dokumen seperti buku HAMKA ini akan selalu muncul dalam rangka mengganggu konsolidasi organisasi
Sebelumnya Muhammadiyah juga pernah diganggu dengan beredarnya fotokopi "Kitab Fikih Jilid 3" yang dinisbatkan kepada KH. Ahmad Dahlan
⚠️ Mengutip pendapat pribadi seorang tokoh untuk membatalkan putusan musyawarah (ijtihad jama'i) justru bertentangan dengan manhaj Muhammadiyah itu sendiri — ini adalah bentuk taqlid pada individu yang justru Muhammadiyah tolak
⚠️ Perjalanan intelektual HAMKA yang dinamis justru menunjukkan kematangan ulama yang terus berpikir — bukan "bukti" kekeliruan organisasi
✅ Wallāhu a'lam biṣ-ṣawāb. Segala kebenaran hanya milik Allah, dan TarjihMu hanyalah sarana untuk mendekat pada pemahaman yang lebih baik.
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib
Buya Hamka kembali ke Rukyat dan menyarankan Muhammadiyah mengikuti Pemerintah digilib.sma-syarifhidayatullah.sch.id/index.php?p=fs…
Indonesia
JQ retweetledi















