My Dearest

5.2K posts

My Dearest banner
My Dearest

My Dearest

@MyDiaryiest

my thoughts, diaries, and spirits

Jkt Katılım Mayıs 2019
638 Takip Edilen79 Takipçiler
My Dearest retweetledi
Khanif Irsyad
Khanif Irsyad@khanifirsyad·
Berikut persyaratan pernikahan, penting untuk dipahami sebelum nikah. Kalo saya, ngurusnya dari pihak CPP dulu H-3 bulan. Setelah selesai berkas dari CPP, baru dibawa ke pihak CPW. Setelah semua berkas siap, dateng lagi ke KUA buat bimbingan nikah itu di H-2 bulan. Menurut saya waktu ideal ngurus itu 2-3 bulan sebelum nikah. Buat berjaga2 kalo dalam pengurusan ada kendala. Biar ngetag tanggal duluan, kalo ada nikahan yg bareng. Kalo gak mau ribet, bisa minta tolong diurusin aja. Biasanya di tiap daerah ada orang yg ngurusin berkas nikah.
Khanif Irsyad tweet media
txtdaripodcast@txtruangpodcast

persiapan nikah 85% tapi baru daftar KUA -7 hari pentingnya meminta saran kepada yang udah berpengalaman ya gusy🫵🏻

Indonesia
3
141
713
18.1K
My Dearest retweetledi
— Ann 𑁍ࠬܓ
— Ann 𑁍ࠬܓ@Artbyann_·
jujur bulan lalu sempat overthinking banget😭 haidku lancar setiap bulan tp tiba-tiba darahnya lebih sedikit dari biasanya lalu di hari ke-3 sudah tinggal flek. akhirnya aku ke obgyn karena takut ini tanda menopause dini, ternyata penyebabnya dari lifestyle yang aku kira “sehat”
Indonesia
62
419
6.2K
468.9K
My Dearest retweetledi
dunia kegelisahan
dunia kegelisahan@IndonesiaFedera·
PASTIKAN BELI BARANG INI DI WAKTU YANG PALING TEPAT. 1. *BELI HANDPHONE - NOVEMBER* Harbolnas 11.11 adalah Momen diskon elektronik terbesar sepanjang tahun. 2. *BELI KAMERA - FEBRUARI* banyak toko elektronik kasih penawaran spesial di momen Valentine. 3. *BELI MOTOR - AGUSTUS* dealer rutin gelar promo besar menyambut hari kemerdekaan. 4. *BELI MOBIL - DESEMBER* dealer kejar target akhir tahun, posisi nego ada di tanganmu. 5. *BELI RUMAH - OKTOBER* Indonesia Property Expo rutin digelar, DP dan harga terbaik bisa kamu dapat di sini.
Indonesia
21
2K
11.1K
302.9K
My Dearest retweetledi
Яizal do
Яizal do@afrkml·
Guys kalian klo ada waktu luang, pls banget tonton dan simak konten ini. Wahhh aslii isinya DAGENG BANGET. Mereka berdua membahas fenomena2 sosial, agama, dan kemanusiaan dlm perspektif filsafat & rasional, asli dahaga ilmu gue terpuaskan!!! Dua jam emg, dicicil aja 2 hari wkwk
Яizal do tweet media
Indonesia
7
336
2.3K
30.6K
My Dearest retweetledi
YAPPINGFESS
YAPPINGFESS@yappingfess·
Sebagai orang yang tumbuh dalam mode survival, entah kenapa aku setuju dengan komen ini :( yap!
YAPPINGFESS tweet media
Indonesia
282
9.8K
51.7K
514.5K
My Dearest retweetledi
Khanif Irsyad
Khanif Irsyad@khanifirsyad·
Akhir2 ini saya lagi suka dengerin Bunda Elly Risman. Penjelasannya enak didengerin dan gampang dipahami. Topik yg dibahas: pernikahan, keluarga, dan parenting. Apakah untuk nikah, cinta aja cukup? Ini jawaban blio: - Langkah pertama, untuk selalu bersyukur terhadap apa yg dimiliki - Pernikahan itu ibadah terpanjang, cinta aja gak cukup, tapi butuh ilmu dan kesiapan utk terus belajar. - Proses menjalaninya gak boleh tergesa2. Termasuk ketika punya anak - Perlu untuk look in (mengenal diri sendiri, introspeksi, visi ke depan, dll) - Kunci keharmonisan keluarga itu, 3 M (mengenali, menerima, menghargai) sebagai bagian dari look out Isinya daging bgt. Orang kalo ngomong dari hati, bakal sampe ke hati jg. 🥹
Khanif Irsyad tweet media
Indonesia
5
84
360
10.5K
My Dearest retweetledi
🥀
🥀@fadedrosesky·
Pernah kepikiran nggak sih, kenapa ya kita kalau sama orang yang paling disayang justru malah lebih gampang marah atau rewel? Padahal sama orang luar bisa sesabar itu. Jujur aku pun ngerasa gitu. Setelah dipikir-pikir, mungkin karena aku menganggap mereka itu safe place aku. Ada perasaan "aman" secara bawah sadar kalau aku nggak perlu jaga image atau nahan emosi lagi di depan mereka, karena aku tau mereka nggak akan pergi. Tapi ya itu, sisi egoisnya kita jadi sering kasih sisa-sisa energi ke orang yang paling tulus, padahal mereka yang paling berhak dapet sisi terbaik kita. Kalian pernah di fase ngerasa gini juga nggak sih?
Indonesia
59
879
3.9K
104K
My Dearest retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah. Dan ini bukan opini. Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur. Jawabannya satu kalimat mereka masuk ke pernikahan tanpa tahu siapa diri mereka sendiri. Dan begitu mereka masuk semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi, pengembangan diri pelan-pelan hilang. Bukan karena dirampas. Tapi karena struktur pernikahan yang mereka masuki memang tidak dirancang untuk menampung itu semua. Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani. Perempuan menikah. Anak lahir. Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri. Pengembangan diri berhenti. Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang? Saya sudah S1, saya pernah kerja, saya punya mimpi. Sekarang saya cuma masak ngurus anak, dan menunggu suami pulang. Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya. Mereka kirim ke universitas terbaik. Dorong untuk berkarir. Ajarkan untuk mandiri secara finansial. Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya. Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal. Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi. Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas. Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat. Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan. Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri. Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari. perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan. Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka. Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
286
8.5K
24.5K
1.1M
My Dearest retweetledi
Stela Nau
Stela Nau@stelanau·
RELATE BGT. Suamiku super hands on ke anak. (I'm lucky I have him) tp ternyata tidak menjamin ga ada pikiran2 aneh di kepalaku. Bahkan krn suamiku jg hands on, aku jg check on him. Dia baby blues ga 😅 Namanya bayi ya. Nempel 24 jam non stop ke ibu bapaknya. Itu GILA BGT RASANYA. Ada di momen2 tertentu aku pingin masukin kepala di dalam bak air. Biar ga denger suara apa2 lagi. Kaya pingin tenggelemin kepala aja. Tapi gak aku lakuin. Karena setiap saat suamiku selalu nanya, 'You okay? You need what? You want to be alone?' Padahal at the same time dia yg ngurus anak. Dia yg mandiin. Dia yg nidurin. Bahkan dia kadang ngasi ASI via sendok kecil krn payudaraku kesakitan setiap saat harus mengASIhi anak. Ada momen kita berdua sama2 mau gila, kita minta ibu aku untuk gendong anak kami sebentar. Kita cuma baring aja di kamar berdua sambil napas dan dengerin musik. Dapet santai 15 menit abis itu pegang anak lagi. Pokoknya gila deh. Buat aku, sosok Ibu dan Bapak yg hands on sama anak itu luar biasa. Terutama Ibu ya. Berbaik hatilah sama Ibu. Mungkin itu kenapa ada istilah surga di telapak kaki ibu, karena dia bukan cuma korban nyawa buat ngelahirin anaknya. Tapi dia ngorbanin jati diri dia seutuhnya. Badan seisi2nya berubah. Isi kepala seisi2nya berubah. Mau dipermak pake operasi plastik dan olahraga pun, kalo uda jadi IBU, semua BERUBAH. Can't explain
Vikir Van Baskerville@VikirBaskervl

Sebagai laki-laki, aku ngga pernah mengalami bany blues, tapi dengerin cerita Raisa soal pengalaman baby blues-nya kok ngeri banget ya..

Indonesia
107
3.1K
15.1K
760.6K
My Dearest retweetledi
パム
パム@spinxtore·
Berdasarkan pengalaman pribadi dan kerja sama orang kaya: - Mereka itu bisa banget ngegaji minimal UMK, tapi ga mereka lakuin, karena alasan masih UMKM dan berprinsip keluarga - Mulanya ngegaji untuk satu bisnis, tengah jalan akan ditambah tapi gaji sama aja - Rela keluar uang untuk pihak eksternal, tapi ke staffnya pas-pasan aja - Kewajiban seprti BPJS ngga didaftarkan - Bikin perusahaan cangkang atau lain, supaya omset perusahaan utama bisa diakalin - Mereka beli barang pribadi tapi atas nama perusahaan - Ketika perusahaan untung, pemilik dan keluarganya bisa liburan minimal ke Bali/Lombok/SG - Tapi pas rugi karena pencatatan keuangan buruk, karyawan juga kena perampingan tanpa pesangon dan bonus-bonus lain semasa kerja - Intinya mereka kaya kalo bukan karena eksploitasi sumber daya alam atau manusianya + koneksi dengan yang kita tau siapa dan apa
kale@kalistohenituse

semua opini tentang orang kaya:

Indonesia
115
1.6K
5.6K
274K
My Dearest retweetledi
Aries.Harri
Aries.Harri@jauhari_aries·
Jujur, menjadi bapak-bapak usia 40-an yang harus bersikap "tega" ke anak sendiri itu menguras mental. Apalagi kalau berhadapan dengan anak perempuan umur 6 tahun yang lagi jago-jagonya negosiasi. Kadang rasanya pengen menyerah saja. Mengiyakan apa yang dia mau supaya rumah tenang, dan saya bisa duduk sebentar nyeruput kopi hitam tanpa dengar suara rengekan. Istri saya adalah seorang perawat NICU. Setiap hari dia merawat bayi-bayi prematur yang butuh presisi dan kedisiplinan tingkat tinggi. Jadi buat dia, urusan rutinitas anak di rumah—jadwal tidur, jam belajar, dan batas waktu main gadget—adalah hal mutlak. Kalau istri lagi dapat shift jaga malam, otomatis sayalah sang "Panglima Tempur" yang harus menegakkan semua aturan itu sendirian. Tiap jam 8 malam, dramanya sering mengalahkan sinetron. "Yah, 5 menit lagi ya YouTube-nya!" "Yah, aku belum ngantuk, mau main block sebentar lagi!" Mendengar dia menangis karena iPad-nya saya tarik, batin ini rasanya perang. Saya sempat mikir, "Apa saya terlalu keras ya sama anak sendiri?" Tapi kemudian saya menemukan grafik dari Family Studies di bawah ini. Rasanya seperti ditampar, sekaligus dipeluk. Di grafik itu ada satu temuan yang sangat valid, Stricter parenting is harder. Menetapkan aturan yang ketat itu memang bikin orang tua lebih pusing, capek, dan stress (lihat bar warna krem). Jauh lebih gampang ngasih anak HP supaya mereka diam. TAPI, coba perhatikan bar warna biru dan abu-abunya. Ternyata, aturan yang bikin kita capek itu—seperti menetapkan jam tidur yang ketat (strict bedtime) dan membatasi gadget (screen time limits)—justru meningkatkan kualitas hubungan orang tua dan anak secara drastis. Dan hebatnya lagi, ini bukan cuma klaim dari kacamata kita sebagai orang tua, tapi anak-anak juga merasakannya! Pantas saja. Walaupun semalam dia menangis tersedu-sedu karena saya suruh berhenti nonton dan masuk kamar, pagi ini dia bangun dengan sangat segar. Tiba-tiba dia lari, memeluk kaki saya dari belakang pas saya lagi menyeduh kopi di dapur, sambil menyengir lebar, "Ayah, ayo temenin adek main Lego!" Tidak ada dendam. Yang ada hanya anak yang merasa aman, karena dia tahu kapan batasnya, kapan dia harus berhenti, dan kapan dia harus istirahat. Ternyata anak-anak kita butuh ketegasan untuk merasa diperhatikan. Capeknya berdebat tiap malam dan menahan rasa "nggak tegaan" itu adalah investasi jangka panjang untuk kedekatan kita dengan mereka di masa depan. Bismillah. Mari kuat-kuatkan mental jadi orang tua yang tega demi kebaikan mereka sendiri. 💪 Bagaimana dengan Bapak/Ibu di sini? Ada yang sering perang batin juga setiap menyuruh anak tidur atau menarik gadget dari tangan mereka? Apa trik kalian supaya tetap waras menghadapi fasenya?
Aries.Harri tweet media
Indonesia
37
502
1.4K
41.5K
My Dearest retweetledi
🌿 Emmy🌿
🌿 Emmy🌿@R4h4yu_12·
aku setuju sama statement budhe: 👇🏿
Indonesia
84
4.4K
17.1K
282.2K
My Dearest retweetledi
Anu
Anu@SosmedAnu·
Anu tweet media
ZXX
65
1.7K
23.5K
383.1K
My Dearest retweetledi
Handout
Handout@Zeefire02·
😱😔
Handout tweet media
QME
309
794
12.6K
1.7M
My Dearest retweetledi
Shela ‘Oxfara’ Sundawa
Mertua bilang “nggak apa-apa.” Tetangga bilang “dulu anak saya dikasih juga, sehat-sehat aja.” Tapi sebagai dokter anak, saya harus jujur: Ada 9 makanan yang kelihatan aman — tapi berbahaya untuk bayi di bawah 1 tahun. 🧵 Thread penting untuk semua orang tua & calon orang tua: (Silahkan simpan dulu, bila belum sempat baca)
Indonesia
55
2.8K
8.5K
488.5K
My Dearest retweetledi
ilonaraa
ilonaraa@iloynaraa·
SUNGKEM!!! Sm mba ART bersertifikasi udah mau bagiin ilmunya secara GRATIS!! 😭🫶🏻 SEJAK ITU GW RAJIN untuk bebersih krna EFFORTLESS BANGET WOY! 🫵🏻 asal tau hack iniiii !!
ilonaraa tweet mediailonaraa tweet media
Indonesia
36
159
802
87.9K
My Dearest retweetledi
Nisa🐾🍳
Nisa🐾🍳@bolehjoingk·
Local artisan market yang buka sebulan hanya 2x di Jogja, namanya Pasar Mustokoweni 🥦🍕🍃
Nisa🐾🍳 tweet mediaNisa🐾🍳 tweet mediaNisa🐾🍳 tweet mediaNisa🐾🍳 tweet media
Indonesia
31
165
2K
57.1K
My Dearest retweetledi
nadtzy
nadtzy@nadaeladela·
Ternyata choline itu makanan otak buat janin. Ga cuma buat kecerdasan, tapi juga bantu pembentukan saraf biar tumbuh kembangnya maksimal sejak di kandungan. Pantesan Nikita Willy concern banget sama ini. Ini bocoran apa aja yg dia pake dari awal hamil: Choline s.shopee.co.id/9AKVFoUJS0 Prenatal vit (sudah mengandung DHA) s.shopee.co.id/6pwaTXleyT Collagen powder (bebas gula, aman untuk bumil-busui) s.shopee.co.id/6L0Jsfdl3p Skincare s.shopee.co.id/9AKVFuAyfT
nadtzy tweet medianadtzy tweet media
Indonesia
0
126
741
39.1K
r
r@arkanandrac·
@poronesiaprpio @DanieloAhmad riil, kapan itu malah ada menfess anak extrovert berniat mau ngedobrak pintu kosan satu2 grgr stress gapunya temen ngobrol😭 itu introvert yg sekosan sm dia pasti ketar ketir
Indonesia
1
0
1
339
Daniel Ahmad
Daniel Ahmad@DanieloAhmad·
Lagi di warung kopi sama dua bapak-bapak introvert. Kami cuma nyapa basa-basi, abis itu sibuk sama HP masing-masing. Datanglah Bapak-bapak extrovert. Baru duduk langsung cerita sejarah karirnya selama di Papua. Saya dan dua bapak introvert tadi saling lirik, gak ngomong--
Indonesia
18
76
3.5K
283.5K