Nazirwan Rohmadi
52.3K posts

Nazirwan Rohmadi
@Nazirproletar
Milanisti, mau jadi sejarawan, dan kadang nulis kadang enggak. jangan lupa kunjungi https://t.co/gg6hu5U5id - Investor dan swinger di BEI sejak 2017
Cibitung, Jogja, Solo Katılım Ocak 2011
1.6K Takip Edilen714 Takipçiler

Indonesia Raih Peringkat Pertama Transparansi Pelaporan Belanja Perpajakan Terbaik Dunia
Jakarta — Indonesia menempati peringkat pertama dunia dalam transparansi pelaporan belanja perpajakan (tax expenditure report/TER), yang mencerminkan tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang transparan dan akuntabel.
Capaian tersebut tercermin dalam Global Tax Expenditures Transparency Index (GTETI) yang dirilis pada 11 Mei 2026, di mana Indonesia menempati posisi pertama dari 116 negara dengan skor 79,9 poin. Indonesia berada di atas sejumlah negara maju seperti Australia (peringkat ketiga), Prancis (peringkat kesembilan), dan Amerika Serikat (peringkat ke-17).
GTETI merupakan indeks komparatif pertama di dunia yang menilai praktik pelaporan insentif atau belanja perpajakan secara global. Indeks tersebut memeringkat negara berdasarkan keteraturan, kualitas, dan cakupan informasi terkait insentif perpajakan berdasarkan lima dimensi utama, termasuk ketersediaan publik, data deskriptif, dan evaluasi pengeluaran pajak.
Peringkat tersebut juga menunjukkan tren peningkatan yang konsisten sejak indeks itu pertama kali diluncurkan pada 2023. Saat itu, Indonesia berada di peringkat ke-15 sebelum naik ke posisi kedua pada 2024 dan menjadi peringkat pertama pada tahun ini.
Merespons capaian tersebut, Kementerian Keuangan menyatakan akan terus memperkuat kualitas transparansi belanja perpajakan sebagai bagian dari tata kelola fiskal yang sehat dan akuntabel.
"Upaya tersebut akan terus diperkuat melalui penyempurnaan kualitas pelaporan, serta melakukan monitoring dan evaluasi atas pemanfaatan kebijakan insentif agar semakin terukur dan memberikan manfaat optimal bagi perekonomian," tulis Kementerian Keuangan dalam keterangan resminya, Senin (18/5).
Kementerian Keuangan menambahkan capaian ini mencerminkan bahwa kebijakan fiskal Indonesia, utamanya insentif perpajakan, dilakukan secara selektif, terarah, dan terukur. Dengan demikian, kebijakan perpajakan tetap mampu mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan kapasitas fiskal nasional.
Sebagai gambaran nyata, pada tahun 2025 lalu, lebih dari 70 persen dari total Rp389 triliun belanja perpajakan yang tercantum dalam TER dialokasikan langsung untuk sektor rumah tangga serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini mencerminkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat dan mendukung iklim investasi.
"Insentif-insentif tersebut diberikan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pokok seperti bahan makanan dan tempat tinggal, mengurangi biaya pendidikan, kesehatan, transportasi dan lain-lain. Insentif tersebut juga turut mendukung penciptaan lapangan kerja di masyakarat dan kehidupan rakyat yang semakin berkualitas," imbuh Kementerian Keuangan.
#IndonesiaTransparan #APBNAkuntabel #BelanjaPerpajakan #KementerianKeuangan #TransparansiFiskal #GTETI2026 #EkonomiIndonesia #InsentifPajak #UMKMIndonesia #TataKelolaAPBN #IndonesiaMaju @prabowo


Indonesia

Good news gimana? Q1 bulan apa? Lagi dipucuk-pucuknya itu kocak
Good News From Indonesia@GNFI
Indonesia
Nazirwan Rohmadi retweetledi

Nazirwan Rohmadi retweetledi

Apa mungkin mereka mau nobar pesta babi?
TheEconopost.com@TheEconopost
Presiden Prabowo dikabarkan panggil Menteri Ekonomi dan Gubernur BI ke Istana. Ada yang tau agenda apakah?
Indonesia
Nazirwan Rohmadi retweetledi

Begal dalam arti apa ini? Jangan sampai petrus kembali hidup!
tempo.co@tempodotco
JUST IN: Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni Usul Tindakan 'Tembak' Pelaku Begal
Indonesia
Nazirwan Rohmadi retweetledi

Berisik kayak presiden gw lu
Polymarket@Polymarket
NEW: Indonesian rupiah crashes to a new all-time low.
Indonesia
Nazirwan Rohmadi retweetledi

Laporan ke bos gimana itu? Bisa dibalikin ke desa biar gak beli pakai dollar
tirtoid@TirtoID
Amran Blak-blakan Kedelai Belum Swasembada, Impor 2,7 Juta Ton tirto.id/amran-blak-bla…
Indonesia
Nazirwan Rohmadi retweetledi

Amran Blak-blakan Kedelai Belum Swasembada, Impor 2,7 Juta Ton
tirto.id/amran-blak-bla…
Indonesia
Nazirwan Rohmadi retweetledi

Anggota DPR Cecar Gubernur BI Setelah Rupiah Tembus 17.600
tempo.co/ekonomi/anggot…
Indonesia
Nazirwan Rohmadi retweetledi

🗣️ : bree replay orang atau bls twit orang dapet impres yaa?
Iyaa dapet bree, masuk ke data analitik impres
Macahhh✨@macahfess
@yabai010 Kalo bales twit orang, itu masuk juga data impresi nya bre?
Indonesia

@andaharustahuu PKWT atau PKWTT itu kak? @hrdbacot
Tolong bantu dicek
Indonesia










