fila

13.8K posts

fila banner
fila

fila

@NublahFillah

motorcycles singer

4 seasons in 1 day Katılım Ekim 2010
332 Takip Edilen214 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
fila
fila@NublahFillah·
I'd rather be optimistic and wrong, than pessimistic and right. -Elon musk youtu.be/ycPr5-27vSI
YouTube video
YouTube
English
1
0
0
0
fila retweetledi
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
Warga sipil biasa, tak bersenjata, nerobos hotel mewah memprotes pembahasan diam-diam UU TNI. Warga sipil biasa, tak bersenjata, jadi saksi judicial review UU TNI di MK. Warga sipil biasa, tak bersenjata, mengungkap pelaku kerusuhan Agustus 2025. Kita menyebutnya: NYALI
Dandhy Laksono tweet media
Indonesia
397
26.8K
50.2K
900.2K
fila retweetledi
Roy Drones Jr
Roy Drones Jr@chiweethedog·
CIA assets being used so sloppily. This is how you know just how desperate Trump and Mossad and the shadow pagan judeo brotherhood (Christmas adventurers club similar) are getting.
Disclose.tv@disclosetv

JUST IN - A new photo obtained by Fox News shows the Texas bar shooter wearing clothing with the words "Property of Allah" and reportedly he was "possibly wearing an undershirt/T-shirt that had an Iranian flag or Iranian representations on it."

English
0
1.1K
7.9K
258.8K
fila retweetledi
Globe Eye News
Globe Eye News@GlobeEyeNews·
BREAKING: Congressman Thomas Massie says bombing a country on the other side of the globe won’t make the Epstein files go away.
Globe Eye News tweet mediaGlobe Eye News tweet media
English
2.1K
37.8K
261.2K
2.7M
fila retweetledi
S. B. Yudhoyono
S. B. Yudhoyono@SBYudhoyono·
HARI-HARI YANG MENENTUKAN SEJARAH AMERIKA DAN IRAN: PERANG ATAU DAMAI? Jenewa kota yang indah, damai dan saat ini hawanya sejuk. Namun, jam-jam ini, hari-hari mendatang, kota yang penuh legenda ini bisa menjadi saksi sejarah. Bisa melahirkan sebuah “game change” yang berimplikasi besar pada perkembangan dunia. Di penghujung Februari 2026 ini, tengah berlangsung sebuah perundingan dan negosiasi yang sangat penting. Juru runding Amerika Serikat tengah melakukan pertemuan tidak langsung (melalui mediator) dengan juru runding Iran. Banyak kalangan yang tengah menunggu hasil negosiasi itu, utamanya bangsa-bangsa di kawasan Timur Tengah. Sukses atau gagal? Bawa kedamaian, atau sebaliknya menyulut terjadinya peperangan yang dahsyat? Semua tahu bahwa negosiasi, utamanya menyangkut masa depan proyek nuklir Iran itu sesuatu yang sangat rumit dan tidak mudah untuk membangun opsi yang bisa diterima kedua belah pihak. Kepentingan kedua negara sangat berbeda. Ketika perundingan tengah berlangsung, di kawasan Timur Tengah sedang berhadap-hadapan dua negara yang siap berperang. Para juru runding juga harus cerdas membaca pikiran kedua pemimpin yang memberikan mandat pada mereka, Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei. Membangun “harmoni” antara juru runding dengan para bosnya mungkin juga sesuatu yang tidak mudah. Sebagai seorang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam resolusi konflik, baik pada tingkat nasional maupun internasional, saya mesti mengatakan bahwa sebuah negosiasi itu sangat melelahkan. Perlu kesabaran, kecerdasan, dan keuletan. Siap untuk berkompromi serta bersedia untuk sebuah “take and give”. Keinginan dan sasaran yang digariskan oleh kedua pemimpin negara juga harus sangat dimengerti. Khusus negosiasi Amerika-Iran ini, saya mengamati bahwa kedua pemimpin mereka, Donald Trump dan Ali Khamenei memiliki “uniqueness”. Keduanya memiliki ego, ambisi dan juga “personal interest”. Trump khawatir kalau sampai gagal, reputasi serta “legacy” indah yang ingin diraih bisa hancur berantakan. Ali Khamenei juga khawatir kalau sengketa sengit dengan Amerika ini, jika nasibnya naas, bisa berakhir dengan pergantian rezim dan “he must go”. Berarti, ini merupakan “survival interest” buat pemimpin Iran itu. Banyak pihak yang memprediksi atau menyimpulkan jika perundingan ini gagal, maka perang besar pun akan segera meletus. Ibaratnya kondisi sudah matang. Tinggal menunggu komando Trump dan Khamenei. Pendapat saya, terjadinya perang yang seolah diniscayakan itu, bisa iya, bisa tidak. Apalagi kalau para jenderal di kedua belah pihak, terus mengawal pengambilan keputusan para pemimpinnya. Trump dan Khamenei tidak akan gegabah dalam memerintahkan tentaranya untuk berperang. Terlalu tinggi risiko dan harga yang harus mereka bayar kalau keputusannya salah. Ada catatan penting bagi seorang “commander-in-chief” untuk mengambil jalan perang guna memenuhi kepentingan nasionalnya. Pertama, apakah perang itu harus dilaksanakan atau masih ada opsi yang lain? Inilah yang sering disebut “war of necessity” dan “war of choice”. Pada akhirnya, kedua belah pihak akan menentukan berperang atau menempuh jalan lain. Kedua, negara siap berperang kalau kalkulasi rasionalnya menjamin bahwa perang dapat dimenangkan. Baik Trump maupun Khamenei harus bisa meyakinkan dirinya sendiri, dengan menggunakan logika dan akal sehatnya, bahwa perang yang ia pilih memang akan bisa dimenangkan. Karena perang terkait dengan nasib dan masa depan rakyat yang dipimpinnya, yang memberikan mandat dan kepercayaan, suara mereka mesti didengar. Pertimbangan dan saran para jenderal dan petinggi militer juga mesti diindahkan, jangan terkubur dengan ego pemimpin yang kelewat tinggi. Bagi Amerika yang boleh dikatakan terus sesumbar untuk menghancurkan Iran (meskipun belakangan Iran juga mengobarkan dan menjanjikan ancaman), perlu dipikirkan dalam-dalam sebelum mengambil keputusan untuk berperang. Maksud saya, jangan-jangan bagi Amerika menang perangnya sulit dicapai, kemudian “exit” atau mengakhiri peperangan juga tidak mudah dilakukan. Ingat kembali pengalaman pahit ketika melakukan peperangan di Vietnam, Irak dan Afghanistan. Ingat, Iran adalah Iran. Iran bukan Irak dan bukan Afghanistan. Terakhir, ada pesan dari seorang warga Indonesia dan juga warga dunia melalui media ini. Bukan hanya untuk Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei, tetapi juga untuk seluruh pemimpin politik di dunia yang di tangannya ada sebuah tombol untuk memulai peperangan. Begini pesan saya. Para perwira dan para prajurit itu juga punya jiwa, punya keyakinan, punya akal sehat, dan tentunya punya harapan. Kalau soal berkorban untuk nusa dan bangsa, tentara selalu siap mengorbankan jiwa dan raganya. Hal itu tidak perlu diragukan. Selama 30 tahun saya mengabdi di dunia militer, lima tahun saya pernah bertempur untuk Sang Merah Putih. Namun, sukses sebuah peperangan juga ditentukan oleh apa yang ada dalam hati dan pikiran para prajurit. Ada kalimat indah yang mesti diingat oleh para pemimpin politik – presiden atau perdana menteri – “Soldiers will not fight and die, unless they know what they fight and die for” (Prajurit tidak bertempur dan siap untuk mati, kecuali mereka tahu untuk apa mereka bertempur dan mati) *SBY*
Indonesia
724
7.3K
30.1K
2M
fila retweetledi
Alan MacLeod
Alan MacLeod@AlanRMacLeod·
The United States has bombed seven countries in the past 12 months. Venezuela Syria Iraq Nigeria Somalia Yemen Iran
English
140
3.7K
10.6K
167.6K
fila retweetledi
Jackson Hinkle 🇺🇸
Jackson Hinkle 🇺🇸@jacksonhinkle·
While Trump is attacking Iran, this is what Los Angeles looks like.
English
54K
32.2K
195.4K
12.5M
fila retweetledi
sarah
sarah@sahouraxo·
BREAKING: The US and Israel dropped bombs on an elementary school for girls in Iran’s city of Minab. 36 little girls have been killed so far. People are still pulling bodies from under the rubble. Not militants. Not combatants. Little girls. Students. This is terrorism.
English
1.2K
29.4K
86.6K
2.1M
fila retweetledi
Mohamad Safa
Mohamad Safa@mhdksafa·
Where’s Trump's board of Peace? Israel has just bombed a camp sheltering displaced people in a safe zone. Children killed. This violates Article 52 of Additional Protocol (I) Geneva Conventions, but international law clearly doesn't apply to Israel.
English
1.8K
22.9K
39.8K
574.6K
fila retweetledi
Censored Humans
Censored Humans@CensoredHumans·
"I just want to say, go birds, fuck ICE and free Palestine." Hannah Einbinder at the Emmys
English
328
6.8K
63.8K
1.4M
fila retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
Innalilahi 😭 Pesawat tempur Israel baru saja membombardir sebuah kamp pengungsi di Mawasi Khan Younis, Jalur Gaza selatan, dengan berton-ton bom. Mana itu badan BOARD of PEACE 😡
Indonesia
311
9.4K
19K
353.7K
fila retweetledi
Mohamad Safa
Mohamad Safa@mhdksafa·
This is Gaza now despite the ceasefire!
Mohamad Safa tweet media
English
192
5.8K
10.3K
232.2K
fila retweetledi
ilmfeed
ilmfeed@IlmFeed·
An Indonesian Boy was Overjoyed to Meet a Palestinian
English
156
6.7K
50.8K
637.9K