Attaboy #TheReveFestival #SAPPY

76.3K posts

Attaboy #TheReveFestival #SAPPY banner
Attaboy #TheReveFestival #SAPPY

Attaboy #TheReveFestival #SAPPY

@ReVeluvforRV

Personally create this acc for trashing @RVsmtown

Katılım Haziran 2017
254 Takip Edilen153 Takipçiler
Presiden kopi
Presiden kopi@PresidenKopi·
Jawab dengan jujur dan sopan ☺️
Presiden kopi tweet media
Indonesia
1.5K
45
604
239.2K
Attaboy #TheReveFestival #SAPPY retweetledi
Starfess || CEK PINNED UNTUK KIRIM MENFESS
-star KANGEN RED VELVET GA SI GUISSS??? abis denger & nonton feel my rhythm bener2 kek flashback bgt 🥹 lagu, konsep semua nya masterpiece!!!
Indonesia
142
1.2K
8K
154.2K
Attaboy #TheReveFestival #SAPPY retweetledi
About Music
About Music@AboutMusicYT·
Red Velvet's Yeri confirmed that the group has begun preparing for their upcoming comeback, which is set to be released soon.
About Music tweet mediaAbout Music tweet media
English
90
3.5K
21.6K
387.3K
Attaboy #TheReveFestival #SAPPY retweetledi
♡luvies♡
♡luvies♡@LuVieSerr·
@yunhoology ''summer national anthem'' Red Velvet - Red Flavor
English
7
42
684
9.3K
reza
reza@dwlobs·
@ReVeluvforRV @fisik_sehat @LambeSahamjja Sebelum mendelegasikan seluruh kemampuan intelektual kita pada LLM, saran saya: 1. Pastikan kita bikin prompt yg bagus dan komprehensif; meliputi seluruh konteks yang relevan. 2. Langganan AI premium supaya dapat model yg lebih bagus. Soalnya output AI di atas ini jelek banget.
Indonesia
2
0
0
93
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Rocky Gerung baru ngomong sesuatu soal Purbaya di depan ribuan mahasiswa ITB dan kalimatnya menurut gue paling telak dan paling jujur yang pernah diucapkan soal posisi Menteri Keuangan kita. Bukan dari ekonom. Bukan dari analis. Dari filsuf. Dan justru itu yang bikin kalimatnya paling menancap. Kalimatnya sederhana. Tapi sangat keras: "Pak Purbaya itu dia cuma kasir. Mana ada kasir menghasilkan growth." Selesai. Tiga kalimat. Tapi gue mau bedah ini lebih dalam karena ini jauh lebih penting dari yang kelihatan di permukaan. Apa maksud Rocky dan kenapa ini sangat relevan: Rocky tidak sedang menghina Purbaya sebagai manusia. Dia sedang mengoreksi sesuatu yang fundamental soal bagaimana kita memahami ekonomi dan bagaimana pemerintah sedang menyesatkan rakyat dengan narasi yang salah. Menteri Keuangan adalah penjaga kas negara. Dia yang mengatur anggaran masuk dan keluar. Dia yang memastikan utang tidak meledak. Dia yang menjaga fiskal tetap sehat. Tapi dia bukan yang menciptakan pertumbuhan. Pertumbuhan lahir dari kementerian teknis yang produktif perindustrian, perdagangan, kelautan, perikanan. Pertumbuhan lahir dari pabrik yang berproduksi, dari nelayan yang bisa melaut, dari petani yang bisa menjual hasil panennya dengan harga yang adil. Tapi yang terjadi sekarang adalah semua orang dari Prabowo sampai media membebankan ekspektasi pertumbuhan 6% kepada seorang kasir. Dan ketika kasir tidak bisa menghasilkan pertumbuhan padahal memang bukan tugasnya untuk melakukan itu dia disalahkan. Rakyat kecewa. Presiden tidak puas. Market tidak percaya. Padahal pertanyaan yang sebenarnya harus diajukan adalah: Di mana kementerian teknis yang seharusnya menghasilkan pertumbuhan itu? Kementerian Perindustrian yang seharusnya menumbuhkan manufaktur tapi kontribusi manufaktur terhadap GDP kita turun dari 30% menjadi 18%. Deindustrialisasi terjadi diam-diam selama bertahun-tahun. Kementerian Perdagangan yang seharusnya membuka pasar tapi investor asing semakin ragu masuk karena kepastian hukum yang berubah-ubah. Regulasi EV yang tiba-tiba mau dikenakan pajak setelah sebelumnya bebas pajak. Komisi ojek online yang dipaksa turun ke 8% sehingga platform bleeding. Kementerian Kelautan dan Perikanan yang potensinya luar biasa tapi realisasinya masih jauh dari optimal. Itu yang seharusnya ditagih. Bukan Purbaya yang memang tugasnya jaga kas bukan cetak pertumbuhan. Dan ini yang paling miris: Purbaya sudah berulang kali bilang "fundamental kita kuat, rupiah kita undervalued, kita sedang ekspansi." Tapi dolar tetap ngacir ke Rp17.600. IHSG tetap ambruk. Market tidak percaya. Rating agency downgrade outlook kita dari stable ke negatif. Rocky bilang Purbaya "disiksa oleh keinginan rakyat untuk melihat pertumbuhan" dan itu sangat tepat. Orang yang salah jabatan dipaksa menanggung beban yang bukan tugasnya. Dan ketika hasilnya tidak sesuai ekspektasi dia yang jadi kambing hitam dari masalah yang sebenarnya ada di tempat lain. Dan sambungkan ini dengan apa yang Prabowo bilang hari yang sama: "Kalau tidak beres, copot. Sederhana." Pertanyaannya sangat sederhana: Kalau Purbaya yang salah kenapa kementerian teknis yang tidak menghasilkan pertumbuhan tidak dicopot? Kalau Purbaya yang tidak kompeten kenapa orang-orang di sektor riil yang seharusnya menggerakkan ekonomi tidak ditagih? Atau jangan-jangan lebih mudah menyalahkan kasir daripada mengakui bahwa masalahnya ada di arsitektur kebijakan yang lebih besar? Dan Rocky kasih satu poin lagi yang sangat penting: "Tradisi berpikir di universitas begitu masuk dalam birokrasi berubah menjadi hierarki. Tidak mungkin ada inovasi dari dalam birokrasi." Ini menjelaskan segalanya. Kenapa orang pintar yang masuk ke pemerintahan akhirnya diam. Kenapa yang berani justru dihukum. Kenapa Nadiem yang mencoba inovasi berakhir dengan tuntutan 27 tahun. Kenapa yang pandai menunduk justru yang bertahan dan dipuji. Birokrasi tidak mendesain dirinya untuk menghasilkan pertumbuhan. Birokrasi mendesain dirinya untuk mempertahankan hierarki. Dan selama itu yang terjadi pertumbuhan 6% hanya akan menjadi angka di slide presentasi bukan kenyataan yang dirasakan rakyat di dompet mereka. Rocky Gerung benar. Purbaya bukan masalahnya. Purbaya adalah kasir yang dipaksa berperan sebagai mesin pertumbuhan sementara mesin pertumbuhan yang sesungguhnya tidak berjalan dengan benar. Tapi yang lebih besar dari soal Purbaya adalah ini: kita sedang hidup dalam sistem yang menghukum keberanian, memproteksi loyalitas, dan membebankan ekspektasi kepada orang yang salah jabatan sementara yang seharusnya bertanggung jawab terlindungi oleh hierarki yang tidak bisa diganggu gugat. Dan selama sistem itu tidak berubah mau ganti Purbaya dengan siapapun, mau klaim pertumbuhan berapa persen pun dolar akan tetap ngacir. Market akan tetap tidak percaya. Dan rakyat akan tetap merasakan hidupnya makin sempit.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
102
873
2.4K
231.9K
reza
reza@dwlobs·
@fisik_sehat @LambeSahamjja Kalau PMK OTK dan KPI-nya bilang begitu, lantas apa dasarnya bilang menkeu itu tugasnya kasir aja? Anda bilang ga pas itu dasarnya apa?
Indonesia
1
0
0
968
Attaboy #TheReveFestival #SAPPY retweetledi
⛓️🐼⛓️
⛓️🐼⛓️@dinniebur·
Have you ever been addicted to-
English
1
362
1.9K
24.6K
sᴇp
sᴇp@teletubisolo·
kalo dikasih kesempatan buat bisikin prabowo, kamu bakal ngomong apa?
Indonesia
393
23
467
56.7K
txtdaritaxpayer
txtdaritaxpayer@txtdaritaxpayer·
Soekarno : Bapak Proklamator Soeharto : Bapak Pembangunan BJ Habibie: Bapak Teknologi Gusdur : Bapak Pluralisme Megawati : Ibu Penegak Konstitusi SBY : Bapak Perdamaian Jokowi : Bapaknya Gibran Prabowo : ?????
Mama Queen@Qu3en_Bakery

Soekarno : Bapak Proklamator Soeharto : Bapak Pembangunan BJ Habibie: Bapak Teknologi Gusdur : Bapak Pluralisme Megawati : Ibu Penegak Konstitusi SBY : Bapak Perdamaian Julukan yang cocok untuk Prabowo apa yaa??

Indonesia
481
133
1.1K
134.7K
shaban
shaban@shabanmortaviel·
cuma boleh pilih 2 1. rupiah 10k/dollar 2. prabwo njepat dr jabatan 3. jkw masuk bui 4. pindah negara
Indonesia
252
41
1.6K
159.9K
Attaboy #TheReveFestival #SAPPY retweetledi
The Economist
The Economist@TheEconomist·
The sprawling multi-ethnic archipelago cannot simply be given orders as if it were an army unit. It needs a leader who listens to many voices, rather than one who surrounds himself with yes-men economist.com/leaders/2026/0…
English
157
4.6K
8.1K
480K
Attaboy #TheReveFestival #SAPPY retweetledi
The Economist
The Economist@TheEconomist·
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths econ.st/3RE0Fum Photo: Getty Images
The Economist tweet media
English
498
26.8K
40.5K
3.4M
Attaboy #TheReveFestival #SAPPY retweetledi
tilly ✩
tilly ✩@mydearyerim·
this is one of the most special songs in their whole discog to me
English
33
1.4K
5.8K
117.6K
Attaboy #TheReveFestival #SAPPY retweetledi
mikey ꕤ
mikey ꕤ@brighterdaysrem·
whose album are we streaming today?
mikey ꕤ tweet media
English
13
1K
7.8K
168.7K
Attaboy #TheReveFestival #SAPPY retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
yang stress jadi wni boleh retweet
Indonesia
210
63.6K
59.3K
969.9K
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
TUTORIAL JADI GURU "Selamat Debi udah lulus akhirnya S.Pd!" "Makasih Pak Bambang bimbingannya selama ini" "Iya, abis ini mau ngapain rencana selanjutnya?" "Saya mau jadi guru matematika di sekolah Pak" "Semoga sukses ya" *** "Halo Mbak Debi? "Iya?" "Ini dari sekolah negeri A, terima kasih sudah melamar jadi guru matematika honorer" "Jadi gimana Pak?" "Mohon maaf kita belum bisa terima, soalnya Mbak Debi belum punya Sertifikat PPG." "Hah? Bukannya biasanya gak apa Pak buat honorer? S.Pd aja cukup?" "Iya, tapi nanti harus PPG dalam jabatan, ini guru honorer yang udah ada di sekolah udah nunggu bertahun-tahun gak buka-buka." "..." "Mungkin kiamat datang duluan daripada mereka dapat giliran PPG daljab." "..." "Coba Mbak Debi ambil PPG Prajabatan dulu." *** "Halo Mbak Debi? "Iya?" "Ini dari sekolah negeri B, terima kasih sudah melamar jadi guru matematika honorer" "Jadi gimana Pak?" "Mohon maaf kita belum bisa terima, soalnya Mbak Debi belum punya Sertifikat PPG." "Hah? Bukannya biasanya gak apa Pak buat honorer? S.Pd aja cukup?" "Iya, tapi nanti harus PPG dalam jabatan, ini guru honorer yang udah ada di sekolah udah nunggu bertahun-tahun gak buka-buka." "..." "Mungkin kiamat datang duluan daripada mereka dapat giliran PPG daljab." "..." "Coba Mbak Debi ambil PPG Prajabatan dulu." *** "Halo Mbak Debi? "Iya?" "Ini dari sekolah negeri C, terima kasih sudah melamar jadi guru matematika honorer" "Jadi gimana Pak?" "Mohon maaf kita belum bisa terima, soalnya Mbak Debi belum punya Sertifikat PPG." "Hah? Bukannya biasanya gak apa Pak buat honorer? S.Pd aja cukup?" "Iya, tapi nanti harus PPG dalam jabatan, ini guru honorer yang udah ada di sekolah udah nunggu bertahun-tahun gak buka-buka." "..." "Mungkin kiamat datang duluan daripada mereka dapat giliran PPG daljab." "..." "Coba Mbak Debi ambil PPG Prajabatan dulu." *** "Pak TU Kampus, kalau saya mau ambil PPG Prajabatan buat Pendidikan Matematika syaratnya apa?" "Kamu harus udah lulus dari S1 Matematika atau Pendidikan Matematika, sama ikut seleksi nasional." "Lah dari Matematika juga bisa? "Iya bisa, sekarang mau jadi " "Terus gunanya S1 Pendidikan apa kalau ujung-ujungnya sama-sama PPG buat jadi guru?" "Wah, aturannya memang gitu. Dari beberapa tahun lalu juga gitu." "..." *** "Bu Dikbud, seleksi nasional buat PPG Prajabatan kapan ya?" "Bentar lagi. Coba cek ini brosurnya." "Jadi UKT ada beasiswanya ya Bu dari Dikbud?" "Iya, cuma biaya hidup, kos, wisuda, sama lain-lainnya harus sendiri." "Lah, saya kan baru lulus S.Pd Bu, jadi guru juga belum? Duit dari mana?" "Iya. Tapi aturannya memang begitu." "Jadi buat kuliah PPG saya perlu jadi guru berpenghasilan, tapi buat jadi guru berpenghasilan saya perlu kuliah PPG?" "Iya. Memang gitu aturannya. Dari beberapa tahun lalu juga gitu." "..." *** "Pak TU Kampus, ini kan udah selesai setahun kuliah PPG-nya, gak langsung dapet sertifikatnya?" "Kamu harus daftar uji kompetensi PPG di Dikbud. Beda lagi. Sistem nasional." "Hah? Jadi harus ujian lagi? Bukan kampus yang keluarin? Gak kaya ijazah?" "Bukan, kampus cuma bilang kamu udah memenuhi syarat buat ikut ujian." "Kalau gak lulus gimana?" "Ikut ujian lagi sampai lulus. Tapi maksimum tiga tahun setelah kuliah PPG." "Kalau gak lulus juga berarti sia-sia kuliah PPG-nya?" "Iya. Aturannya memang begitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Halo Mbak Debi?" "Iya?" "Ini dari sekolah swasta X, terima kasih sudah melamar jadi guru matematika honorer" "Jadi gimana Pak?" "Mohon maaf kita belum bisa terima, soalnya Mbak Debi punya Sertifikat PPG." "Hah? Bukannya memang perlu sertifikat PPG buat jadi guru?" "Iya tapi guru honorer yang dulu-dulu kabur jadi PNS mbak kalau udah punya PPG." "..." "Jadi kami nyarinya yang belum punya PPG, sekolah kami swasta, perlu orang yang bisa lama." "..." "Mohon maaf ya Mbak, aturan sekolah kami memang begitu." "..." *** "Halo Mbak Debi?" "Iya?" "Ini dari sekolah swasta Y, terima kasih sudah melamar jadi guru matematika honorer" "Jadi gimana Pak?" "Mohon maaf kita belum bisa terima, soalnya Mbak Debi punya Sertifikat PPG." "Hah? Bukannya memang perlu sertifikat PPG buat jadi guru?" "Iya tapi guru honorer yang dulu-dulu kabur jadi PNS mbak kalau udah punya PPG." "..." "Jadi kami nyarinya yang belum punya PPG, sekolah kami swasta, perlu orang yang bisa lama." "..." "Mohon maaf ya Mbak, aturan sekolah kami memang begitu." "..." *** "Halo Mbak Debi?" "Iya?" "Ini dari sekolah negeri Z, terima kasih sudah melamar jadi guru matematika honorer" "Jadi gimana Pak?" "Bisa mulai kapan?" "Secepatnya saya bisa Pak. Alhamdulillaaaaaaah. Akhirnya Ya Allahhh. Terima kasih Pak." "Tapi ini saya ngomong di awal dulu ya, Mbak Debi nanti gajinya cuma lima ratus ribu sebulan." "Hahhh? UMR kota ini aja 4 juta? Gimana saya biayain hidup?" "Iya, memang gitu aturannya Mbak. Soalnya kami cuma bisa bayar mbak dari dana BOS untuk keperluan guru darurat." "..." *** "Mbak Admin" "Gimana Bu Debi?" "Pendaftaran Dapodik saya udah beres?" "Dapodik belum bisa langsung Bu." "Soalnya kalau udah kan lumayan itu tambahan tunjangan profesi guru honorer 2 juta sebulan kalau udah PPG." "Iya, tapi itu harus diurus adminnya sama sekolah dulu." "Berapa lama sampai dapat TPG?" "Kira-kira 1-2 tahun Bu." "Hahhh? Jadi total gaji saya cuma 500 ribu itu doang sampai beres?" "Iya Bu. Memang aturannya begitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Bu Debi" "Iya gimana Mbak Admin?" "Ini datanya udah masuk Dapodik" "Alhamdulillaaaah. Berarti saya langsung dapet TPG?" "Nggak Bu, belum. Nunggu Surat Keputusan Tunjangan Profesi dulu." "Hah, nunggu lagi??? Berapa lama?" "Ini jadwalnya barusan kelewat. Biasanya ada lagi beberapa bulan lagi." "Hah?" "Iya Bu. Memang aturannya begitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Mbak Admin" "Gimana Bu Debi?" "Ini emang belum ada bukaan CPNS guru? Saya jadi honorer udah dua tahun ngajar lama deh perasaan?" "Belum Bu Debi. Udah lima tahun lebih gak buka buat guru." "Sampai kapan?" "Gak tau, belum ada kabar lagi dari pemerintah." "Terus saya harus nunggu gak ada kepastian?" "Iya Bu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Bu Debi" "Gimana Mbak Admin?" "Ini ada bukaan PPPK guru. Segera daftar ya." "PPPK itu apa mbak?" "Kaya PNS tapi ada kontraknya, 1-5 tahun gitu." "Terus abis kontraknya abis gimana?" "Saya juga belum tau Bu." "Lah? Sama-sama gak pasti kaya honorer ini kalau gitu?" "Iya Bu. Memang aturannya begitu." "..." *** "Oh ya Mbak Admin" "Gimana Bu?" "Kalau misalnya amit-amit saya gak lolos PPPK di sini terus yang keterima orang luar gimana?" "Dari yang udah-udah sih biasanya Pak Kepala Sekolah berhentiin yang honorer, terus nerima PPPK yang baru, hemat anggaran dana BOS." "Hahhh???" "Iya Bu. Memang aturannya begitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Bu Debi" "Ini ada surat jadwal ujian PPPK." "..." "Kenapa Bu?" "Jauh mbak lokasinya. Bingung saya mikir biaya transport dan nginep. Apalagi saya kan honorer." "Waduh. Terus gimana Bu?" "Dari sekolah bisa bantu gak mbak? Kan nanti saya juga penempatan di sini?" "Nggak bisa Bu, memang gitu. Ini sekolah kita aja udah empot-empotan ngatur duit anggarannya." "..." *** "Mbak Admin, ini pengumuman PPPK belum ada?" "Belum Bu." "Lah katanya Maret?" "Kata berita kemarin Menpan RB bilang ditunda." "Sampai kapan?" "Oktober Bu." "Enam bulan? Emang biasa ya ditunda kaya gitu?" "Iya Bu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Selamat Bu Debi, ini surat lulus PPPK-nya" "Alhamdulillaaaaaaah. Ini sistemnya gimana ya Mbak Admin?" "Ibu kan lulusan S.Pd, jadi masuknya Golongan IX." "Kaya PNS sekitar golongan 3A apa 3B ya berarti?" "Iya mirip. Gajinya juga mirip 3.2 juta Bu." "Kan saya punya PPG, ada tunjangan lagi?" "TPG ada Bu. Sebesar gaji pokok." "Jadi 6.4 juta? Alhamdulillah akhirnya di atas UMR." "Iya Bu." "Kontraknya berapa lama?" "Dua tahun bu." "Kalau abis kontrak gimana?" "Tergantung pusat bu, bisa diperpanjang, bisa juga nggak." "Hah?" "Memang begitu aturannya Bu." "..." *** "Bu Debi, ini ada surat dari Pemda." "..." "Kenapa Bu?" "Kontrak PPPK saya gak diperpanjang, perampingan formasi daerah katanya" "Hah? Padahal Bu Debi kan salah satu yang paling rajin di sekolah?" "Nggak tahu mbak. Saya gak tahu harus gimana." "..."
Indonesia
40
146
405
40.4K
Widi
Widi@WidiiPM·
@Denny_K96 @txtharihariWNI Nah ini, saya jg mikir bgini. Abis itu bargain 12 juta, walau mungkin pengalamannya ok tp ini too good to be true
Indonesia
1
0
2
384
txt keabsurdan wni
txt keabsurdan wni@txtharihariWNI·
Guys, dengerin cerita ini dulu. Ada seseorang yang ngelamar kerja 7 kali. Ditolak 7 kali juga. IPK-nya 3.8, lengkap, rapi. Tapi tiap kali pulang interview, hasilnya sama. Tidak lolos. Yang bikin sesak, dia ngeliat teman-temannya yang IPK lebih rendah malah udah kerja duluan. Titik paling gelap datang waktu dia mulai nanya ke diri sendiri, "Emang gue kurang apa lagi?" Sampai akhirnya ada satu momen yang ngubah segalanya. Dia dapet panggilan interview lagi. Kali ini IPK-nya udah turun jadi 2.86 karena satu semester berantakan. CV-nya kosong. Magang BUMN nol. TOEFL 400. Di atas kertas, dia kandidat paling lemah di ruangan itu. Tapi waktu HRD nutup laptopnya dan bilang "Lo keterima, besok tanda tangan kontrak" dia malah bengong. Gak percaya. Dia berani nanya langsung ke HRD-nya. "Bu, kok bisa? IPK saya paling rendah dibanding yang lain." HRD-nya jawab pelan tapi kata-katanya menghantam. "30 orang sebelum kamu, jawabannya sama semua. Saya disiplin, saya teliti, saya bisa kerja tim. Saya udah hafal itu sebelum mereka selesai ngomong. Kamu satu-satunya yang cerita. Ada angka, ada momen gagal, ada pelajaran." Ternyata selama ini yang salah bukan IPK-nya. Bukan CV-nya. Tapi cara dia ngomong tentang dirinya sendiri. Dulu dia jawab kayak orang kebanyakan. Perkenalkan nama saya, saya lulusan ini itu, saya pekerja keras, disiplin, bertanggung jawab. Kalimat yang sama persis bisa ditemukan di Google dalam 5 detik. HRD udah bosan sebelum kalimat selesai. Sampai ada yang ngajarin dia satu rumus sederhana yang dia sebut Rumus 3K. Konteks, satu kalimat tentang situasi dan masalah yang pernah dia hadapi. Kontribusi, satu kalimat tentang apa yang dia lakuin untuk beresin masalah itu. Kompetensi, satu kalimat tentang hasilnya, harus ada angka. Tiga kalimat. Tiga puluh detik. Tapi efeknya beda dunia. Waktu interview yang akhirnya tembus itu, HRD nanya hal yang sama seperti 7 interview sebelumnya. "Ceritakan diri Anda." Dia jawab beda. Dia cerita waktu megang Instagram komunitas kecil, 800 followers, engagement-nya 0.8%, sepi banget. Dia riset tiga hari, ubah jadwal posting, ganti format konten, kolaborasi sama dua akun lain. Hasilnya dalam 30 hari naik ke 2.300 followers, engagement 4.5%. HRD diem sebentar. Terus nanya "Kamu mau gak megang TikTok kita?" Dia jawab mau. "Oke. 12 juta." Yang paling nyesek dari cerita ini bukan soal gajinya. Tapi soal 7 penolakan sebelumnya yang mungkin bisa gak kejadian, kalau dari awal dia tahu satu hal ini. IPK 3.8 kalah sama IPK 2.86 bukan karena nasib. Tapi karena yang satu jawab pakai klaim, yang satu jawab pakai bukti. HRD gak butuh orang yang "bisa". Mereka butuh orang yang "udah pernah".
Indonesia
36
214
1.8K
133.7K
Attaboy #TheReveFestival #SAPPY retweetledi
dip✨
dip✨@revevante·
the north remembers
dip✨ tweet media
English
4
229
1.6K
17.5K