reza

15.4K posts

reza banner
reza

reza

@dwlobs

🇮🇩🇸🇬

Katılım Mayıs 2010
1.6K Takip Edilen729 Takipçiler
reza
reza@dwlobs·
@Cheytax_1 Boleh share judul papernya pak? Tks
Indonesia
0
0
0
152
reza
reza@dwlobs·
@ReVeluvforRV @fisik_sehat @LambeSahamjja Sebelum mendelegasikan seluruh kemampuan intelektual kita pada LLM, saran saya: 1. Pastikan kita bikin prompt yg bagus dan komprehensif; meliputi seluruh konteks yang relevan. 2. Langganan AI premium supaya dapat model yg lebih bagus. Soalnya output AI di atas ini jelek banget.
Indonesia
2
0
0
87
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Rocky Gerung baru ngomong sesuatu soal Purbaya di depan ribuan mahasiswa ITB dan kalimatnya menurut gue paling telak dan paling jujur yang pernah diucapkan soal posisi Menteri Keuangan kita. Bukan dari ekonom. Bukan dari analis. Dari filsuf. Dan justru itu yang bikin kalimatnya paling menancap. Kalimatnya sederhana. Tapi sangat keras: "Pak Purbaya itu dia cuma kasir. Mana ada kasir menghasilkan growth." Selesai. Tiga kalimat. Tapi gue mau bedah ini lebih dalam karena ini jauh lebih penting dari yang kelihatan di permukaan. Apa maksud Rocky dan kenapa ini sangat relevan: Rocky tidak sedang menghina Purbaya sebagai manusia. Dia sedang mengoreksi sesuatu yang fundamental soal bagaimana kita memahami ekonomi dan bagaimana pemerintah sedang menyesatkan rakyat dengan narasi yang salah. Menteri Keuangan adalah penjaga kas negara. Dia yang mengatur anggaran masuk dan keluar. Dia yang memastikan utang tidak meledak. Dia yang menjaga fiskal tetap sehat. Tapi dia bukan yang menciptakan pertumbuhan. Pertumbuhan lahir dari kementerian teknis yang produktif perindustrian, perdagangan, kelautan, perikanan. Pertumbuhan lahir dari pabrik yang berproduksi, dari nelayan yang bisa melaut, dari petani yang bisa menjual hasil panennya dengan harga yang adil. Tapi yang terjadi sekarang adalah semua orang dari Prabowo sampai media membebankan ekspektasi pertumbuhan 6% kepada seorang kasir. Dan ketika kasir tidak bisa menghasilkan pertumbuhan padahal memang bukan tugasnya untuk melakukan itu dia disalahkan. Rakyat kecewa. Presiden tidak puas. Market tidak percaya. Padahal pertanyaan yang sebenarnya harus diajukan adalah: Di mana kementerian teknis yang seharusnya menghasilkan pertumbuhan itu? Kementerian Perindustrian yang seharusnya menumbuhkan manufaktur tapi kontribusi manufaktur terhadap GDP kita turun dari 30% menjadi 18%. Deindustrialisasi terjadi diam-diam selama bertahun-tahun. Kementerian Perdagangan yang seharusnya membuka pasar tapi investor asing semakin ragu masuk karena kepastian hukum yang berubah-ubah. Regulasi EV yang tiba-tiba mau dikenakan pajak setelah sebelumnya bebas pajak. Komisi ojek online yang dipaksa turun ke 8% sehingga platform bleeding. Kementerian Kelautan dan Perikanan yang potensinya luar biasa tapi realisasinya masih jauh dari optimal. Itu yang seharusnya ditagih. Bukan Purbaya yang memang tugasnya jaga kas bukan cetak pertumbuhan. Dan ini yang paling miris: Purbaya sudah berulang kali bilang "fundamental kita kuat, rupiah kita undervalued, kita sedang ekspansi." Tapi dolar tetap ngacir ke Rp17.600. IHSG tetap ambruk. Market tidak percaya. Rating agency downgrade outlook kita dari stable ke negatif. Rocky bilang Purbaya "disiksa oleh keinginan rakyat untuk melihat pertumbuhan" dan itu sangat tepat. Orang yang salah jabatan dipaksa menanggung beban yang bukan tugasnya. Dan ketika hasilnya tidak sesuai ekspektasi dia yang jadi kambing hitam dari masalah yang sebenarnya ada di tempat lain. Dan sambungkan ini dengan apa yang Prabowo bilang hari yang sama: "Kalau tidak beres, copot. Sederhana." Pertanyaannya sangat sederhana: Kalau Purbaya yang salah kenapa kementerian teknis yang tidak menghasilkan pertumbuhan tidak dicopot? Kalau Purbaya yang tidak kompeten kenapa orang-orang di sektor riil yang seharusnya menggerakkan ekonomi tidak ditagih? Atau jangan-jangan lebih mudah menyalahkan kasir daripada mengakui bahwa masalahnya ada di arsitektur kebijakan yang lebih besar? Dan Rocky kasih satu poin lagi yang sangat penting: "Tradisi berpikir di universitas begitu masuk dalam birokrasi berubah menjadi hierarki. Tidak mungkin ada inovasi dari dalam birokrasi." Ini menjelaskan segalanya. Kenapa orang pintar yang masuk ke pemerintahan akhirnya diam. Kenapa yang berani justru dihukum. Kenapa Nadiem yang mencoba inovasi berakhir dengan tuntutan 27 tahun. Kenapa yang pandai menunduk justru yang bertahan dan dipuji. Birokrasi tidak mendesain dirinya untuk menghasilkan pertumbuhan. Birokrasi mendesain dirinya untuk mempertahankan hierarki. Dan selama itu yang terjadi pertumbuhan 6% hanya akan menjadi angka di slide presentasi bukan kenyataan yang dirasakan rakyat di dompet mereka. Rocky Gerung benar. Purbaya bukan masalahnya. Purbaya adalah kasir yang dipaksa berperan sebagai mesin pertumbuhan sementara mesin pertumbuhan yang sesungguhnya tidak berjalan dengan benar. Tapi yang lebih besar dari soal Purbaya adalah ini: kita sedang hidup dalam sistem yang menghukum keberanian, memproteksi loyalitas, dan membebankan ekspektasi kepada orang yang salah jabatan sementara yang seharusnya bertanggung jawab terlindungi oleh hierarki yang tidak bisa diganggu gugat. Dan selama sistem itu tidak berubah mau ganti Purbaya dengan siapapun, mau klaim pertumbuhan berapa persen pun dolar akan tetap ngacir. Market akan tetap tidak percaya. Dan rakyat akan tetap merasakan hidupnya makin sempit.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
102
857
2.4K
230.7K
reza
reza@dwlobs·
@lutfithe13th IMO horizon riset ini kurang panjang. Gimana kalau transmisi kebijakannya: Gaji naik -> attract talents -> makin banyak guru berkualitas -> baru learning outcome meningkat Yg prosesnya minimal 4 tahun (atau selama masa pendidikan guru), ga bisa seketika ala RCT/DiD pada umumnya.
Indonesia
1
0
0
43
Lutfi Nur Farid
Lutfi Nur Farid@lutfithe13th·
Techbro coba merubah pandangan organisasi guru thd kasus Nadiem Ibam ini mungkin belum sadar kalo organisasi guru itu tujuannya ya kesejahteraan guru. Kesejahteraan guru tdk selalu segaris dgn outcome/mutu pendidikan. Dan mutu pendidikan kita sdh lama sekali tertinggal.
Indonesia
10
45
170
12.9K
reza
reza@dwlobs·
@ruliemaulana @Aswicahyono Sebenernya ga lupa. Cuma nampaknya pemerintah hari ini berprinsip ketimbang cuma kebanjiran sebetis, mending jebol aja tanggulnya biar bisa berenang sekalian.
reza tweet media
Indonesia
0
0
3
76
reza
reza@dwlobs·
@iam_ahimsa @LambeSahamjja Ilustrasi utk no. 1: kebijakan countercyclical. Bisa googling/tanya AI deh maksudnya apa. Semoga ilustrasi ini cukup mudah dipahami ya.
Indonesia
1
0
1
417
reza
reza@dwlobs·
@iam_ahimsa @LambeSahamjja 1. Policy tools-nya yg terbatas di bidang fiskal. Targetnya bisa baca sendiri di kolom indikator. 2. Saya ga bilang peran KL teknis itu kecil. 3. Kadang cara kita memahami sesuatu itu perlu dg cara merujuk ke dokumen/sumber primer, ga cukup dg logika sederhana aja.
Indonesia
1
0
1
903
reza
reza@dwlobs·
@fisik_sehat @LambeSahamjja Kalau PMK OTK dan KPI-nya bilang begitu, lantas apa dasarnya bilang menkeu itu tugasnya kasir aja? Anda bilang ga pas itu dasarnya apa?
Indonesia
1
0
0
965
15413098
15413098@fisik_sehat·
@dwlobs @LambeSahamjja Ya yang Anda skrinsut inilah yang dibilang Rocky "kasir", Bung. Istilahnya kan "fiskal", "penerimaan", "belanja." Justru yang dipersoalkan di sini tu fungsi pertumbuhan ekonominya di siapa, tapi dibebaninnya ke menkeu, yang jelas ngga pas
Indonesia
3
0
1
1.1K
reza
reza@dwlobs·
@bibitid Yg usd syariah coba minimum pembeliannya diturunin juga min 🙏
Indonesia
0
0
6
1.2K
reza
reza@dwlobs·
Masalahe nek cut loss saiki keuntungan 1Q26 wingi langsung ludes tak bersisa 😭
Indonesia
0
0
0
30
reza
reza@dwlobs·
Ini tuh laporan siapa sih pak? @prabowo They're trying so hard to make you look reaaallllyyy bad. Btw masih inget cerita The Emperor's New Clothes-nya Hans Christian Andersen kan pak?
reza tweet mediareza tweet media
Indonesia
0
0
0
46
reza
reza@dwlobs·
@MrFatoni_ @zakkafm Secara teknis, gaji bukan komponen GDP mas, walaupun more or less masih terkait. Btw kalau kondisi yg diinginkan adalah "rasio gaji dan output harus sama", nanti kepentok statement "produktivitas pekerja indo ga naik2" selain cukup banyak kendala lainnya.
Indonesia
0
0
0
97
Satria Baja Ringan
Satria Baja Ringan@MrFatoni_·
@dwlobs @zakkafm asumsi sy mungkin salah, cakupan GDP memang luas, tapi gaji termasuk salah satu komponennya kan? Sekarang coba tahun 2025 nominal income per capita kita berapa, berapa selisihnya dgn proyeksi 2011? berapa hitungan gaji idealnya jika income per capita kita 15K? (gdp sesuai berita)
Indonesia
1
0
0
90
Zakka Fauzan
Zakka Fauzan@zakkafm·
Di WAG ada yg share ini. #Intinya SBY dulu menargetkan pendapatan 14.250 - 15.500 USD/tahun di 2025. Ini per kapita bukan per household! Kalo satu rumah ber-4 aja, berarti > 57.000 USD setahun, alias 4.750 US/bulan, atau dengan kurs sekarang: 82 juta rupiah, per BULAN!
Zakka Fauzan tweet media
Indonesia
6
2
12
13.4K
reza
reza@dwlobs·
@MrFatoni_ @zakkafm Setiap kalimat di twit barusan ini berangkat dari asumsi/menggunakan data yang keliru. Coba mulai dari sini: apa yg ingin kita ketahui/diskusikan, nanti coba saya bantu berikan info yg relevan.
Indonesia
1
0
0
126
Satria Baja Ringan
Satria Baja Ringan@MrFatoni_·
@dwlobs @zakkafm dengan nilai segitu maka walaupun emang income per capita > salary, maka deviasinya tidak terlalu lebar. ambil contoh umr untuk kota besar di angka 5,5 deh, maka sekitar 70 sekian annnually (+THR). Kalau proyeksi 14.000$, deviasi 13%, maka salary harusnya sekitar 1000$/mo skrng.
Indonesia
1
0
0
121
reza
reza@dwlobs·
@zakkafm Tergantung apa tujuan cek angkanya. Secara nominal sekitar 5000an. Kalau mau bandingin dengan negara lain, pakai angka PPP: 14000an.
Indonesia
1
1
1
241
reza
reza@dwlobs·
@tempedotc0 I'm all in buat kesejahteraan guru dan dosen tapi masih belum siap ngeliat model beginian digaji gede turah-turah dari pajak yang dipungut secara paksa dari masyarakat. Izinnnn 🙏
Indonesia
0
0
0
51
tempe.co
tempe.co@tempedotc0·
definisi sudah tapi belum
Indonesia
34
101
448
125.8K
reza
reza@dwlobs·
@BetaEpsilonPhi Saya kira keberatan orang itu di harganya, bukan hanya skema beli/sewanya. Sewa laptop 3,5jt per bulan itu emang keterlaluan mahalnya. Apalagi cuma 10 biji, banyak vendor yg bisa sediakan. Harusnya harganya justru bersaing.
Indonesia
0
0
3
494