Al 🌙🪼

3K posts

Al 🌙🪼 banner
Al 🌙🪼

Al 🌙🪼

@ReaderoftheWind

Just a person who likes to read books. Mostly read fiction, sometimes non-fiction books. Loves all sort of comics too.

Earth Katılım Kasım 2015
670 Takip Edilen281 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Al 🌙🪼
Al 🌙🪼@ReaderoftheWind·
Kumpulan utas komik dari cergam, manga, hingga comic & graphic Novel yg sudah dibaca.
Indonesia
1
2
5
0
Al 🌙🪼 retweetledi
🌜 Moonsnim 🌛 | 🎨📚
Kalau kalian butuh buku anak gratis dari badan pemerintah. Silahkan bisa akses : 1. SIBI buku.kemendikdasmen.go.id 2. BUDI Kemendikdasmen budi.kemendikdasmen.go.id 3. Balai Bahasa Provinsi Cara : kalian ke google, ketik 'Buku Balai Bahasa Provinsi... (Isi sesuai keinginan)' Sekiranya berkenan bisa akses dan review karya @Dreamink_Studio di : 📚 Negeri Tepat Waktu (Noor H. Dee) buku.kemendikdasmen.go.id/katalog/negeri… 📚 Berapa Banyak? (Fransisca Emilia) budi.kemendikdasmen.go.id/baca/digital/b…
ikhwānuddīn 🔍@ikhwanuddin

When there is a will, there is a way. Kalau ingin baca buku bisa akses archive.org dan gutenberg.org, bukan download ya tapi baca. Ada banyak buku jadul yang bisa diakses tanpa harus beli atau membajak. “Ah bahasa Inggris.” Oh bisanya Indonesia, jalan ke perpustakaan cari karya teks Indonesia kan bisa. “Ah koleksinya ga lengkap.” Mungkin coba ikut (atau bikin) komunitas yang saling pinjemin/sewain buku.

Indonesia
6
818
2.3K
56.7K
Al 🌙🪼 retweetledi
Lexvia
Lexvia@itslexxviia·
Mungkin ada yang belum tahu kalau kita bisa membaca artikel-artikel dari majalah The Economist secara GRATIS dengan cara mendaftar sebagai anggota perpustakaan digitalnya British Council. Setelah mendaftar keanggotaan, kita tinggal mendownload app pressreader dan sign in menggunakan kartu kita. Bukan hanya The Economist, tapi kita bisa mengakses dan membaca gratis banyak majalah dan koran-koran dari berbagai negara. Tidak hanya topik politik atau bisnis, bahkan sampai ke topik tentang hewan, gardening, architecture, travelling, entertainment, cooking, dst. Contohnya ini yang aku pinjam (lihat gambar 3 & 4)
Lexvia tweet mediaLexvia tweet mediaLexvia tweet mediaLexvia tweet media
The Economist@TheEconomist

Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths econ.st/3RE0Fum Photo: Getty Images

Indonesia
51
1.9K
6.3K
129.2K
Al 🌙🪼 retweetledi
Cinta Laura Kiehl
Cinta Laura Kiehl@xcintakiehlx·
18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu. Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu". Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan." Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata? Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri. Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya. Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa? Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.
Indonesia
265
12.9K
28.8K
435.1K
Al 🌙🪼 retweetledi
rijal
rijal@lleoryul·
Lu😄kalo😄emang😄gabisa😄digital😄art😄gausah😄pake😄AI😄terus😄ngaku😄ngaku😄itu😄art😄elu😄dongo
Indonesia
35
4.1K
19.8K
166K
Al 🌙🪼 retweetledi
sasa
sasa@pagesofsalsa·
Aku tau salah satu hack yang bikin kamu kenal dengan lebih banyak penulis berdasarkan penulis yang kamu sukai. Nama websitenya adalah Literature Map, kamu tinggal cari penulis yang mau kamu temukan dan voila! muncullah nama penulis-penulis lainnya yang style writingnya mirip!^^
sasa tweet mediasasa tweet mediasasa tweet media
Indonesia
27
1.5K
6.9K
153.8K
Al 🌙🪼
Al 🌙🪼@ReaderoftheWind·
@_thedamien @gentahuu Cuma joy yg keliatan cakep, yg lain kenapa gitu amat bajunya.. Seulgi kek pake kantong kresek 😭
Indonesia
0
0
1
207
Dem
Dem@_thedamien·
@gentahuu jangan lupakan era cilukba wkwkwwk
Dem tweet media
Indonesia
2
0
31
1.2K
Gen
Gen@gentahuu·
Inikah peserta dangdut academy itu😔
Gen tweet mediaGen tweet mediaGen tweet mediaGen tweet media
Indonesia
14
329
1.8K
23.8K
Al 🌙🪼
Al 🌙🪼@ReaderoftheWind·
Idih gila! Ini mah sudah masuk biohazard. Sudah saatnya laundry kasih peraturan tegas menolak cucian sempak. Supaya terhindar dari sempak bernoda sekresi/darah/cairan tubuh demi keamanan & kesehatan karyawan. Jadi keingetan cerita laundry yg dpt kolor boti penuh noda tai 🤢🤮
🌻@Nsfrine

Stop normalisasi LAUNDRY UNDERWEAR apalagi KANCUT YANG ADA NODA DARAHNYA dan parahnya lagi PEMBALUT MASIH NEMPEL DI KANCUT. Sodaraku berhenti kerja di tempat laundry gara2 itu. Aku tau kalian bayar laundry, aku tau sodaraku cuma karyawan jadi harusnya tinggal kerjain kerjaannya dan gausah merasa jijik. Tapi ini soal attitude, ga sopan guys. Hey kalian nyuci underwear tuh ga bakal menghabiskan separuh nyawa kalian.

Indonesia
0
0
1
213
Al 🌙🪼 retweetledi
Rumail Abbas
Rumail Abbas@Stakof·
Sewaktu nge-tag BNI, status saya akhirnya direspon oleh BNI lewat akun resminya. BNI bilang mereka "juga pihak yang terdampak" dalam kasus Rp28 miliar dana umat Paroki Aek Nabara. Secara teknis benar. Tapi kan ada jurang besar antara "terdampak" dan "bertanggung jawab". Apakah mereka sedang coba menyamarkan dua kata itu jadi satu? BNI memang keluar Rp7 miliar talangan pada 26 Maret 2026. Reputasi mereka tergerus di mana-mana (lihat saja di X). OJK dan BI sedang mengawasi ketat, dan bisa saja ada sanksi kalau terbukti lalai awasi internal. Secara bisnis, ya, mereka rugi. Tapi "terdampak" bukan sinonim "korban", bukan? Benarkah klaim BNI, yaitu "ada oknum di luar sistem resmi"? 1. Andi Hakim Febriansyah bukan tukang sapu. Dia Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara resmi. 2. Selama 7 tahun (2019 sampai 2026), dia memakai fasilitas resmi BNI sepenuhnya: layanan pick-up service untuk jemput uang, bilyet deposito BNI, rekening koran BNI, seragam, kartu identitas pegawai. 3. Suster Natalia dan pengurus Credit Union tidak menyerahkan uang ke "Andi pribadi". Mereka menyerahkannya ke BNI sebagai institusi, lewat mekanisme yang BNI sendiri sediakan. 4. Semua data transaksi tercatat di sistem BNI. Tapi yang lucu, BNI justru meminta CU menyediakan "bukti pendukung" berulang kali. Padahal catatannya ada di server mereka sendiri. Kalau seorang pegawai bank memakai jabatan, fasilitas, dan dokumen resmi bank untuk menipu 1.900 umat selama 7 tahun tanpa terdeteksi audit internal, itu bukan "oknum di luar sistem". Itu namanya kegagalan sistem! Secara hukum, ada prinsip tanggung gugat pengganti (Grok bilang, istilah ini disebut: vicarious liability). Bank wajib bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang dilakukan dalam kapasitas jabatan. Ini bukan opini saya, Gais. Ini ada di UU No. 10/1998 tentang Perbankan dan POJK tentang perlindungan nasabah. Di satu sisi, BNI adalah Bank BUMN, dengan aset triliunan rupiah, punya tim hukum dan tim humas korporat yang sibuk membangun narasi "kami juga korban". Di sisi lain, ada 1.900 umat Paroki Aek Nabara. Mayoritas dari mereka adalah petani dan buruh kecil. Mereka menabung selama lebih dari 40 tahun, rupiah demi rupiah, untuk biaya sekolah anak, dan biaya sakit. Rencana masa depan yang sederhana, bukan? Jawaban BNI sah secara korporat. Strategi "oknum dan tunggu dokumen" itu klasik. Tapi dari sisi keadilan, ini sangat miskin empati. Uang itu tabungan umat kecil yang dikumpulkan selama 40 tahun, bukan duit korporasi yang bisa dihitung ulang di pembukuan kuartal berikutnya. Kalau setiap kali ada pegawai berulah, jawaban resmi bank selalu "itu oknum, bukan kami", lalu kepada siapa nasabah harus percaya? Besok saya mau menutup rekening saya. Kalau masih antre, ya, saya tarik semua uang saya dari sana. Kalian sendiri gimana baca sikap BNI sejauh ini?
Rumail Abbas tweet media
Indonesia
289
2.9K
6.5K
604.4K
Al 🌙🪼 retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
832
14.2K
20.4K
2.9M
Al 🌙🪼 retweetledi
novachrome | HIATUS
novachrome | HIATUS@nv_chrome·
Baru ngeh ada web direktori komik lokal bernama komiqus.com, ngebantu banget serius buat cari info komik2 lokal. Kaya myanimelist nya komik lokal✨ Ga cuma nyediain info komik lokal, di sini juga bisa ikut ngerating, updet info event komik, sampe info beli pun ada 🤩
novachrome | HIATUS tweet medianovachrome | HIATUS tweet medianovachrome | HIATUS tweet medianovachrome | HIATUS tweet media
Indonesia
6
968
2.3K
39.3K
Al 🌙🪼 retweetledi
Iim Fahima Jachja
Iim Fahima Jachja@iimfahima·
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu” Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang. Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.” TIDAK. Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan: Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan) Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi. Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki. “Namanya juga laki-laki.” “Cuma bercanda.” “Nanti juga ngerti sendiri.” "Boys will be boys" Tidak. Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan. Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun. Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh. Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam. Dan akan mereka ulang. Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban. Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat. Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.” Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras" Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
Iim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet media
Indonesia
34
6.7K
11K
214.1K
Al 🌙🪼 retweetledi
Arfiana | Life Lessons #ArtdeVivre ᝰ.ᐟ
Faktanya masih banyak ketidaksetaraan gender bagi perempuan (micro-inequalities) 1. Produk kesehatan (tampon/pembalut) dikenai pajak tertentu di beberapa tempat (tampon tax) (Source: pajak.go.id/index.php/id/a…). 2. Temperatur AC kantor diset ke “metabolisme standar” laki-laki, perempuan lebih sering kedinginan (Source: nature.com/articles/nclim… -- walaupun terbit di 2015, bisa jadi pembelajaran ya). 3. Ukuran kantong (pockets) di pakaian perempuan jauh lebih kecil/ga fungsional. 4. Dress code lebih kompleks/mahal untuk perempuan. 5. Ekspektasi respons emosional (harus ramah, tidak boleh “too assertive” akhirnya muncul kata-kata "perempuan kok kasar".
Arfiana | Life Lessons #ArtdeVivre ᝰ.ᐟ tweet media
neohistoria Indonesia@neohistoria_id

Kesetaraan Gender belum tercapai kalau perempuan masih antre di toilet! {sebuah utas singkat}

Indonesia
3
559
1.6K
108.8K
Al 🌙🪼 retweetledi
Asura 🔥
Asura 🔥@Asura0599·
gw kasih satu fun fact wkwk Pernahkah kalian merhatiin kenapa banyak perempuan mengetik di layar smartphone (khususnya android) dengan dua tangan, sementara laki-laki banyak yang bisa menggunakan satu tangan dengan nyaman? Karena ukuran smartphone standar di pasaran dikalibrasi untuk rata-rata bentang tangan laki-laki dewasa. Dampaknya apa? Gak hanya sulit dioperasikan dengan satu tangan oleh mayoritas perempuan, ponsel ini juga banyak yang tidak muat di saku celana perempuan (yang dari sananya juga sudah didesain lebih kecil atau bahkan palsu). Oia satu lagi Siri, Alexa, Cortana, hingga Google Assistant sadarkah kamu bahwa secara historis, hampir semua voice assistant diluncurkan dengan suara default perempuan? Menurut laporan PBB dan sosiolog, hal ini terjadi karena para engineer (yang mayoritas laki-laki) secara tidak sadar memasukkan bias kultural ke dalam kode mereka. Mereka mengasosiasikan peran asisten yang patuh, sabar, melayani, dan siap membantu tanpa mengeluh dengan stereotip perempuan. Sebaliknya, suara laki-laki dalam AI kebanyakan digunakan untuk aplikasi yang bersifat instruksional, dominan, atau ahli (seperti navigasi militer atau sistem perbankan awal).
Asura 🔥 tweet media
neohistoria Indonesia@neohistoria_id

Kesetaraan Gender belum tercapai kalau perempuan masih antre di toilet! {sebuah utas singkat}

Indonesia
133
2.8K
20.6K
873.8K
Al 🌙🪼 retweetledi
nAnaA!!ᐟᐟ☆
nAnaA!!ᐟᐟ☆@sceniaaa·
gais kalo kalian lagi reading slump, bisaa banget baca buku buku ilustrasi disini!!! bener bener meningkatkan mood bacaa karena secantikkk itu ilustrasinya dan ceritanya dari bermacam macam kisah negara. REKOMENDET 🎈🩷🫡😻💖💫🌤️🌟 letsreadasia.org
nAnaA!!ᐟᐟ☆ tweet medianAnaA!!ᐟᐟ☆ tweet medianAnaA!!ᐟᐟ☆ tweet medianAnaA!!ᐟᐟ☆ tweet media
Indonesia
35
2.2K
7.6K
107.1K
Al 🌙🪼 retweetledi
Kira⭐
Kira⭐@kira_kthg·
blood mens hari ini sakit bgt 😭😭🙏🏻
Kira⭐ tweet media
Indonesia
144
5K
32.8K
411.5K
Al 🌙🪼
Al 🌙🪼@ReaderoftheWind·
@cornflovvers @rantcensoredera Ikutan nimbrung karena kebetulan lewat TL 😁🙏 Sepengalamanku baca buku libby di kindle itu memuaskan sekali karena caranya mudah tinggal "send to kindle" di libby dan bukunya langsung muncul di kindle (jgn lupa wifi on). Format ebooknya jg sesuai dgn format kindle jd enak dibaca
Indonesia
1
0
1
228