Nobody.

4.6K posts

Nobody. banner
Nobody.

Nobody.

@RoughEnoughZ

Economics Enthusiast || otw S. Ak.

Katılım Ağustos 2020
266 Takip Edilen185 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Nobody.
Nobody.@RoughEnoughZ·
Dear God, if today i lose my hope please remind me your plans are better than my dreams.
English
0
0
1
3K
Nobody.
Nobody.@RoughEnoughZ·
heyy loser!!! look at you there are so many man in this world worse in every aspect than you, but they're still not giving up. so, why in this world you choose losing with your current condition? fight like a real man, now or never!
English
0
0
0
8
Nobody. retweetledi
Iim Fahima Jachja
Iim Fahima Jachja@iimfahima·
Saya pernah ngobrol dengan konglo, salah satu syarat CEO atau direksi yang dia pilih adalah: loyal pada keluarga dan pasangan. Bukan ngurusin moral orang, lebih ke: memastikan energi dan fokus orang yang dipilih ndak bocor kemana-mana Nasehat untuk sexually discipline ini bagus for both laki-laki dan perempuan. Supaya hidup adem tanpa drama. Karena setiap interaksi seksual itu bukan cuma soal fisik. Ada energi yang keluar, ada ikatan yang terbentuk, ada ruang mental yang kebagi. Dan itu semua kalau ngga dikelola dengan sadar, fokus dan energy-nya akan bocor kemana-mana. Belum lagi potensi kena penyakit, keluarga berantakan dll. Kalo orang begini mengelola bisnis, bisnisnya ikut berantakan 😅 Buat orang-orang yang hidupnya pengen efektif, minim distraksi, dan penuh arah, sexual discipline itu bukan tentang jadi alim, tapi strategi menjaga clarity dan ritme hidup. Tubuh itu rumah. Energi itu aset. Dan orang yang punya kendali yang baik, akan sangat selektif pada siapa yang dia izinkan masuk. Bukan karena sok suci, tapi karena tahu, nggak semua orang pantas mendapatkan energi, waktu dan personal space kita. Ujung dari disiplin ini bukan kesempurnaan. Tapi ketenangan. Clarity. Dengan clarity, seseorang bisa membangun hidup tanpa drama, tanpa keruwetan yang ndak perlu. Dengan clarity, hidup lebih tenang, terarah, rejeki finansial meningkat, bisnis moncer.
folkative@insidefolkative

News: Istri Boss Summarecon larang karyawannya selingkuh, masuk pasal korupsi di perusahaannya.

Indonesia
84
4.1K
14K
645.5K
petugas laporan jadi analis bau kencur
@AkuntanMilenial Bonus, kalau anak kuliahan tak ajarin komprehensif (alias semua bisa disambungin, gimana hubungan ak biaya sama ak keuangan, gimana efeknya di laporan, implikasi pajak, titik penting auditingnya, dsb dll)
Indonesia
38
4
72
1.9K
Nobody. retweetledi
Predictive History
Predictive History@PredicHistory·
In game theory, allies don't always share the same goals. America wants regime change in Tehran. Israel wants dominance over the entire Middle East. These are not the same objective. And understanding that difference might be the most important thing right now.
English
102
1.8K
11K
408.7K
Nobody. retweetledi
BOSS
BOSS@thebeautyofsaas·
The world doesn't belong to highly intelligent people The world belongs to high-energy, risk-takers, those who operate outside social norms and are not afraid to expose themselves in uncomfortable positions mid intelignece + execution + risk > 140iq living of negative loops
Boring_Business@BoringBiz_

Still think about this

English
107
850
6.5K
490.8K
Nobody. retweetledi
Kekius Maximus
Kekius Maximus@Kekius_Sage·
Be Alysa Liu. Her dad, Arthur Liu, an immigrant lawyer, reportedly spent $500,000–$1,000,000 on ice time, coaches, travel, and competitions. 2019: 13 years old, the youngest U.S. national champion in history. 2020: 14, wins it again. 2022: 16, medals at Worlds… then shocks the world by retiring to chase personal freedom. Then she disappears to live like a normal kid. College. Driver’s license. Quiet years. 2024: 18, she announces she’s coming back to compete. 2026: 20, comeback and wins Olympic gold like it was just another practice. That gold ends Team USA’s 24-year drought in women’s figure skating. And her Instagram goes from 300K to 5M. “I connect with everything, but I’m not attached to anything.” — Alysa Liu
Kekius Maximus tweet mediaKekius Maximus tweet media
English
169
2K
31.9K
2.7M
Nobody. retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Langkah Pak Prajogo ini mengirimkan pesan yang sangat kuat ke seluruh investor: "Saya percaya pada masa depan perusahaan saya, maka saya membelinya kembali." Jika sang pemilik yang paling tahu seluk-beluk perusahaan saja berani menggelontorkan triliunan rupiah di harga saat ini, maka penurunan di portofoliomu hanyalah fluktuasi sesaat menuju nilai yang jauh lebih tinggi. Salut untuk beliau yang memanfaatkan relaksasi OJK demi kepentingan stabilitas pasar dan perlindungan investor ritel. Memegang saham dari grup yang dikelola oleh orang yang punya integritas dan kepedulian seperti beliau adalah sebuah ketenangan tersendiri. Di dunia investasi, kita sering mendengar istilah "ikutlah pada nakhoda yang tepat." Pak Prajogo Pangestu adalah perwujudan nyata dari nakhoda tersebut. Beliau bukan hanya membangun bisnis, tapi beliau menjaga ekosistemnya dengan dedikasi penuh. Ketika pasar dilanda kepanikan global, beliau menunjukkan bahwa beliau adalah pemilik yang berdiri paling depan untuk membentengi nilai perusahaan-perusahaannya.
Stockbit@Stockbit

Just a GOAT doing GOAT things.💸

Indonesia
6
81
526
45.8K
Nobody. retweetledi
Benz
Benz@mazben182·
@worksfess Satu rahasia gelap yang HRD nggak bilang: 70% karyawan itu sebenernya juga nggak ngerti mereka lagi ngapain. Kita semua cuma jago Googling, jago Canva, sama jago akting sibuk pas bos lewat. S1 itu tiket masuk, sisanya survival instinct. Gas aja Nder, fake it till you make it!
Indonesia
41
762
5.7K
87K
Nobody. retweetledi
Falkenhaynz🍉
Falkenhaynz🍉@keharyapatihan·
soemitro (ayahnya prabs) pernah bilang, "dalam keluarga itu harus ada anak-anak yang jadi 'money, brain, and gun.'"
Indonesia
20
206
994
219.9K
Nobody. retweetledi
Pak Win #GrowWin
Pak Win #GrowWin@AsahPolaPikir·
Biasakan diri kalau ketemu orang yang ada salah satu dari ini minimal: 1. Kaya 2. Terkenal 3. Punya power Jangan langsung menganggap orangnya di atas kamu dan omongannya semua pasti benar.. karena kaya/terkenal/punya power tidak ada hubungannya sama seseorang omongannya pasti benar atau tidak..
Indonesia
34
325
2K
81.3K
Nobody. retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Pada 1983, ketika China sibuk membasmi preman, Indonesia juga sibuk membantai manusia. Yang dibantai adalah populasi Timor Timur. Sepertiga populasi Timor Timur mati dibantai. Preman yang dibantai Soeharto: ribuan. Populasi Timor Timur yang dibantai Soeharto: ratusan ribu. Ternyata, pembunuhan massal adalah hal yang enteng-enteng saja dilakukan diktator seperti Soeharto. Ia memiliki kekuasaan mutlak untuk melakukan itu. Apakah kekuasaan itu dipakai untuk hal bermanfaat membasmi tuntas premanisme seperti di China? (Note bahwa 1.7 juta preman di China tidak digenosida, hanya ditangkap. Ini sudah sangat cukup). Ternyata tidak. Kekuasaan dan impunitas Soeharto malah dihamburkan oleh Soeharto untuk menjajah dan menggenosida Timor Timur. Soeharto juga jadi terbukti tidak ingin membersihkan Indonesia dari preman. Soeharto justru menertibkan, memelihara, mengontrol, dan melembagakan preman. Ia dan keluarganya ingin menjadi the Lord of Crime. Kekuasaan diktator dan impunitas Soeharto bukannya dipakai secara bijaksana seperti Deng Xiaoping, melainkan disia-siakan untuk menjajah, membantai, dan merampok Timor Timur. Di bawah Soeharto, Timor Timur menjadi seperti di Gaza. Soeharto berperilaku seperti Netanyahu di Israel. Salah satu pembantaian massal Timor Timur yang paling gila sadis dan mengerikan terjadi di Kraras pada tahun 1983. Seluruh populasi berjenis kelamin laki-laki di Kraras, termasuk seluruh anak kecil, mati dibantai tentara sampai habis. Sampai sekarang perwira lapangan yang menjadi dalang pembantaian mengerikan itu tidak pernah diusut. Perwira lapangan spesifik itu malah dibiarkan liar membunuh, membantai, dan mengacau di Timor Timur selama bertahun tahun. Ia sangat sadis dan di luar akal sehat sampai Gubernur Timor Timur saat itu, Mario Carasscalao, terbang ke Jakarta memohon pada Panglima ABRI Try Sutrisno supaya perwira meresahkan yang spesifik itu dicopot dan dipindahkan ke tempat lain. Alasannya bukan hanya karena perwira itu sangat hobi membunuh dan membantai rakyat Timor Timur seperti psikopat, melainkan juga karena kelakuan liar dan belagunya sudah sangat membahayakan satuan-satuan ABRI yang lain. Salah satu perwira ABRI yang pernah menjadi atasan perwira itu, A.M. Hendropriyono, juga resah karena tes psikologi perwira tersebut menunjukkan gejala psikopat. Gejala psikopat ini ternyata dibuktikan dengan sederet pembantaian mengerikan dan tidak lazim yang ia lakukan di Timor Timur, seperti di Kraras. Di Timor Timur, perwira ini juga merekrut segerombolan preman buas yang mau mengkhianati rakyat Timor sebangsanya sendiri dan membantu si perwira dalam berbagai kejahatan mengerikannya. Tidak seperti Carasscalao yang memedulikan nasib rakyatnya, gerombolan preman rampok ini benar-benar seperti monster buas. Mereka membunuh, merampok, mencuri, dan memerkosa rakyat Timor. Gerombolan iblis ini jelas dilindungi keluarga Cendana selaku the Lord of Crime, sehingga tak tersentuh apapun yang menyerupai Petrus. Ketika perwira psikopat ini kembali ke Indonesia, gerombolan preman dan bandit buas mengerikan yang ia pelihara juga berbondong-bondong ikut. Gerombolan sadis ini kemudian sampa di Jakarta, menetap, lalu merekrut preman baru dan tumbuh membludak seperti hama tikus di Jakarta. Orang-orang Timor yang mengkhianati bangsanya sendiri ini meneror, memalak, dan merampok penduduk ibukota dan sekitarnya sampai hari ini, terutama penduduk Jakarta yang miskin. Hari ini ormas premannya mengklaim punya setengah juta anggota. Preman-preman Timor ini dilaporkan AsiaWeek sangat terlibat dalam berbagai kerusuhan, pembakaran, pemerkosaan massal, dan pembunuhan massal Mei 1998. Ratusan orang penjarah mati terbakar di mall Klender setelah gerombolan yang diduga preman pengacau menutup pintu-pintu dan membakarnya. Hari ini shock video ratusan mayat manusia yang gosong di Klender dapat dilihat di YouTube. --- Keluarga Cendana selaku the Lord of Crime memelihara preman buas di Timor Timur, kemudian memasukkan mereka ke Jakarta. Rakyat kecil di Jakarta dirampok, diteror, dan ditindas oleh gerombolan preman mengerikan ini. Tentu saja, gerombolan preman ini berjumlah kecil jika dibandingkan gerombolan preman bengis dan rampok peliharaan keluarga Cendana yang lain, yang seragamnya berwarna cerah dan mudah dikenali.
zhil tweet mediazhil tweet media
zhil@zhil_arf

Pada 1983, Soeharto memulai operasi pembasmian premanisme di seluruh Indonesia yang disebut Petrus. Pada 1983 juga, Deng Xiaoping juga memulai operasi pembasmian premanisme di seluruh China yang disebut Strike Hard Campaign. Apa bedanya? Sederhananya, Soeharto tidak berniat membasmi preman. Soeharto malah melestarikan dan melembagakan premanisme. Ia ingin menjadi bos preman se-Indonesia, seperti Don Corleone dalam film mafia "The Godfather". Dengan kata lain, Soeharto sendiri adalah preman. Petrus hanyalah konflik antar preman, yaitu gerombolan mafia Soeharto vs gerombolan-gerombolan kecil anarkis dan tak teratur. Berkat Petrus, Soeharto, istri, dan anak-anaknya pun berhasil menjadi the Lord of Crime. Barangsiapa tidak mau tunduk dan setor pada hierarki mafia preman se-Indonesia yang diketuai dinasti Soeharto, ia akan dibantai di jalanan. Berapa yang mati? Sekitar ribuan. Hmm. Cuma segitu? Berapa yang ditangkap? Sebenarnya tidak banyak-banyak amat. Hmm. Ternyata, yang penting para preman tidak boleh ribut dan harus patuh pada Soeharto. Boleh memalak, boleh merampok, boleh memungli selama diawasi oleh rezim Orde Baru yang sangat memprioritaskan harmoni ala Jawa. Dan tentunya, selama setoran pungli dibayar. Karena tujuannya hanya ini doang, yang dibunuh dan ditangkap selama Petrus tidak usah terlalu banyak. Yang penting para preman menjadi takut dan patuh dengan rezim. Sistem ini masih berlangsung hingga hari ini. Premanisme masih merajalela di Indonesia. Ayo kita bandingkan dengan pemberantasan preman di China di bawah rezim Deng Xiaoping. Mirip seperti di Indonesia, saat itu China sangat penuh sesak dengan kriminalitas, pencurian, pembunuhan, pemalakan, dan pemerkosaan oleh preman dan bandit di jalanan, sebagaimana dapat dilihat di film-film kungfu zaman dahulu. Kota-kota besar China dikuasai triad, mafia, preman, bandit, dan rampok yang melimpah gila-gilaan dan saling tawuran. Mereka sangat merajalela sejak kekosongan kekuasaan daerah akibat anarki Teror Revolusi Kebudayaan. Bagaimana Strike Hard Campaign menghadapi masalah ini? Deng Xiaoping menurunkan tentara dan polisi untuk membantai massal preman, kriminal, mafia, triad, begal, dan gerombolan rampok yang meresahkan kota-kota di China. Markas-markas mafia dikepung tentara, diserang, dan seluruh isinya dibantai. Puluhan ribu preman dan rampok diciduk aparat bersenjata dari gang dan kos-kos kumuh China, diseret ke jalan, dan ditembak mati bergelimpangan di tempat. Eksekusinya tidak sok misterius, melainkan diumumkan, terbuka, terang-terangan, dan ditonton penduduk setempat. Petrus tidak pernah diumumkan. Tiba-tiba saja mayat sudah bergelimpangan di jalanan, entah siapa mereka. Strike Hard Policy diumumkan, dikaji, dan dievaluasi. Itu saja? Ternyata tidak. Pembeda terbesar Strike Hard Campaign dengan Petrus bukan di jumlah kematian, melainkan jumlah penangkapan. Ternyata, 1.7 juta orang preman dan bandit berhasil diburu dan ditangkap aparat China pada 3 tahun pertama operasi. Inilah perbedaan terbesar antara Strike Hard Campaign dan Petrus: penangkapan. Kalau anti-premanisme Indonesia disetarakan dengan China dalam rasio populasi, seharusnya Indonesia saat itu minimum menangkap 200.000 orang preman dan bandit. Sayangnya, Soeharto bukan menangkap, melainkan hanya meneror dan melembagakan. Kalau preman bisa dikaryakan untuk mencari setoran pungli, kenapa harus ditangkap? Kalau ormas bandit bisa disewa untuk memukuli aktivis dan melindungi aset-aset keluarga Cendana, kenapa harus ditangkap? Meanwhile, rezim Deng Xiaoping mendata, menangkap, dan menumpas sekitar 200.000 kelompok ormas rampok dan gerombolan kriminal yang berbeda dari kota-kota. Padahal jika ditotal, jumlah anggota mereka mencapai jutaan. Tapi tetap ditumpas. Tidak seperti Soeharto, Deng Xiaoping tidak ingin menjadi the Lord of Crime di China. Yang ia inginkan adalah menumpas, memusnahkan, membersihkan total. Ia tidak mau hanya membunuh segelintir kecil, tetapi harus langsung membasmi seluruh jutaan populasi preman dan bandit di seluruh China sampai kosong. Petrus selesai begitu saja tahun 1985 dengan tidak jelas. Preman di Indonesia tetap merampok dengan buas, tetapi kali ini dengan teratur dan dengan setoran pungli. Preman-preman yang sudah dijinakkan ini bahkan direkrut dan menjadi bagian inti dari rezim di Indonesia, seperti dalam Peristiwa Kudatuli 1996 dan Kerusuhan Mei 1998. Pada Mei 1998, Asia Week mengabarkan bahwa beberapa jenderal membawa ratusan preman dengan pesawat dan kereta dari Timor Timur dan ke Jakarta. Indonesia masih menjadi Negara Preman sampai hari ini. Meanwhile, Strike Hard Campaign ternyata tidak selesai tahun 1985, tetapi terus berlanjut secara rutin selama 20 tahun kemudian sampai premanisme liar di jalanan China benar-benar habis dan kosong. Hari ini kota-kota besar China teratur, sangat aman, dan relatif bersih dari binatang ormas dan preman jalanan liar yang useless dan tak terkontrol seperti tumbuhan hama Indonesia. Di Indonesia, sejak kejatuhan keluarga Cendana dan fragmentasi struktur premanisme nasional, banyak binatang ormas preman itu yang berpindah majikan ke dinasti politik daerah dan berbagai institusi. Di China, potensi ini tidak ada karena pentolan-pentolan semacam ini sudah dibasmi selama program antikorupsi yang dimulai sejak 2011. Dalam program antikorupsi itu, 4 juta orang pejabat ditangkap. Lebih banyak pejabat yang ditangkap daripada preman. Pentolan-pentolan pejabat yang paling korup dan bodoh dihukum mati dan ditembak di kepala. Benefit program anti korupsi ini banyak, salah satunya adalah bahwa preman yang tersisa takkan punya calon majikan korup untuk melindungi. Tidak heran reformasi industrialisasi pabrik China sangat berhasil dan sangat maju. Ketika kita bikin pabrik di Shenzen, kita takkan didatangi 40 kelompok preman buas rampok yang berbeda. Cukup hubungi 12345, maka para binatang preman belagu dan berliur akan segera dicari dan ditumpas habis. Hari ini pertumbuhan industri dan pabrik di China sangat maju. --- Deng Xiaoping membasmi preman. Soeharto adalah preman.

Indonesia
73
977
3.1K
555.2K
Nobody. retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Mengapa Soeharto tak ditangkap setelah jatuh pada 1998? Pada tahun 2000, Gus Dur berusaha melakukan itu. Gus Dur berusaha menangkap Soeharto dan keluarganya. Sidang dijadwalkan pada 14 September 2000. Pada 13 September 2000, bom raksasa meledak di Bursa Efek Jakarta. 15 orang tewas terburai menjadi potongan-potongan kecil. Tubuh mereka hancur berceceran oleh bom mobil raksasa yang diparkir di basement Bursa Efek. Puluhan lainnya terluka parah. Asap tebal membumbung di tengah-tengah SCBD di jantung perekonomian Indonesia. Gedung-gedung kantor besar perusahaan multinasional, bank, dan pemerintahan yang berisi ratusan ribu karyawan dilanda kepanikan dan dievakuasi. Bom teroris besar itu menyebabkan kepanikan yang lebih besar. Saat itu, Indonesia sedang tertatih-tatih memulihkan diri dari krisis 1997 dan mengembalikan kepercayaan internasional. Kesejahteraan ekonomi ratusan juta rakyat bergantung pada kesuksesan pemerintahan Gus Dur melakukan hal itu. Bom teroris di Bursa Efek sangat menggoncangnya. Harga saham jatuh. Indonesia terancam roboh kembali. Jika Indonesia tak stabil, jutaan rakyat terancam kembali jatuh miskin dan menganggur. Tentu saja, secara teori, jika Indonesia roboh, Soeharto dan keluarga Cendana tak akan bisa ditangkap. Keluarga Cendana tidak akan pernah bisa ditangkap polisi apabila tidak ada polisi dan tidak ada penjara karena Indonesia bubar. Siapa dalang bom teroris tersebut? Kecurigaan tentu langsung tertuju pada keluarga Cendana, terutama Tommy Soeharto. Alasan pertama, serangan bom teroris terjadi satu hari sebelum persidangan kedua yang seharusnya menyeret Soeharto dan keluarganya ke peradilan hukum. Alasan kedua adalah Gus Dur yang langsung mengumumkan bahwa Tommy adalah tersangka utama dan memerintahlan pemeriksaan. Gus Dur sebagai presiden tentu berkuasa atas informasi intel. Alasan ketiga, sebelumnya Tommy sudah terlibat dengan serangkaian kasus bom dan penembakan. Lima bulan sebelumnya pada 13 Maret 2000, Tommy diseret ke hadapan Komisi V untuk diperiksa tentang kasus korupsi dan kegilaan monopoli cengkeh BPPC. Pada saat itu, jendela ruang rapat Komisi V tiba-tiba ditembak orang misterius dengan senjata api. Anggota Komisi V merasa sangat terancam. Bagaimana kalau yang ditembak berikutnya bukan jendela kosong, melainkan kepala mereka? Atau kepala anak mereka? 3 bulan kemudian, pada 4 Juli 2000, Tommy diseret Jaksa Agung Marzuki Darusman untuk diperiksa di Kejaksaan Agung. Satu jam setelah Tommy meninggalkan gedung, gedung Kejaksaan Agung meledak oleh bom. Ternyata yang meledak seharusnya dua bom. Tetapi salah satu bom untungnya gagal meledak. Dua bulan kemudian, pada 31 Agustus 2000, sidang pertama kasus korupsi Soeharto dan keluarganya digelar. Tiba-tiba, bus yang diparkir mencurigakan di samping tempat persidangan meledak. Ada orang yang menaruh bom besar di situ. 2 minggu kemudian, sehari sebelum sidang kedua pengusutan keluarga Cendana, terjadilah bom di Bursa Efek yang sangat brutal dan mengerikan ini. Ini adalah pengeboman teroris paling mematikan sejauh ini. Gus Dur memerintahkan penyelidikan untuk mengusut Tommy dan antek-antek gerombolan premannya yang diduga keras menjadi dalang terorisme pengeboman Bursa Efek itu. Pada saat itu, Menteri Pertahanan Mahfud MD menjadi sangat resah. Ia membaca pola ancamannya: jika Gus Dur terus menginvestigasi Soeharto, gerombolan keluarga Cendana, dan pundi-pundi raksasa kekayaan pribadi hasil rampokan mereka selama 20 tahun terakhir, Indonesia akan terus digoncang bom dan instabilitas. Ini sudah masuk ranah ancaman pertahanan nasional. Mahfud seakan membaca tulisan yang ditulis dengan darah orang-orang Bursa Efek: "Jika kamu terus mengusut, Republik ini akan jatuh." Gus Dur bebal. Dua bulan kemudian, Gus Dur menolak permohonan grasi yang dengan sangat belagu diajukan Tommy Soeharto. Saat itu Tommy baru saja didakwa korupsi memaling aset tanah Bulog dan akan segera dipenjara. Apa yang dilakukan Tommy? Ia kabur dan menjadi buronan. Pada 14 November 2000, polisi mengirim 18 tim untuk melakukan penggerebekan di 18 lokasi. Sebanyak 206 anggota polisi diturunkan untuk melakukan penggerebakan serentak, termasuk di rumah Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta. Gagal. Tommy tak bisa ditemukan. Sebulan kemudian, rentetan bom teroris kembali meledak, yaitu pada Malam Natal 24 Desember 2000. Yang ini sangat mengerikan. 23 gereja berbeda yang tersebar di Batam, Pekanbaru, Jakarta, Mojokerto, Bandung, Ciamis, dan Lombok hancur oleh bom teroris yang dijadwalkan meledak serentak. Serangan bom serentak ini menewaskan jemaat Kristen yang sedang berdoa, juga menewaskan Riyanto, anggota Banser NU yang ditugaskan menjaga gereja dari ancaman teroris. Ia mati syahid ketika berusaha menjauhkan bom dari para jemaat gereja. Beberapa minggu kemudian pada Januari 2001, salah satu teman dekat Tommy, Elize Tuwahatu, berhasil ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Elize tertangkap basah membawa-bawa tiga buah bom raksasa dari Tommy. Dari mulut Elize dan pelapornya, berbagai kelakuan Tommy berhasil dibongkar. Ternyata, berapa hari setelah Bom Malam Natal, Elize ditugasi Tommy untuk menyusun rencana membunuh Jaksa Agung Marzuki Darusman serta Menteri Industri dan Perdagangan Luhut Binsar Pandjaitan dengan bom. Bom pertama dan kedua ditujukan pada Marzuki dan Luhut, yang dianggap mengancam pundi-pundi raksasa kekayaan dan aset keluarga Cendana. Apabila Luhut berhasil dibunuh dengan ledakan bom, kematian sadisnya juga akan mengguncang stabilitas industri dan perdagangan Indonesia, mengingat jabatan strategis Luhut saat itu. Menperindag sebelum Luhut adalah Jusuf Kalla. Menperindag sebelum Jusuf Kalla adalah Rahardi Ramelan di zaman Habibie. Menperindag sebelum Rahardi Ramelan adalah Bob Hasan, operator bisnis keluarga Cendana. Barangkali Luhut yang saat itu jadi anak buah Gus Dur menyentuh "sesuatu" yang membuat keluarga Cendana dan kroninya (seperti Bob Hasan) sangat marah. Selain Marzuki dan Luhut, kedua bom itu juga diharapkan memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf Kejaksaan Agung dan staf Kemenperindag dan menciptakan sebesar-besarnya teror dan kekacauan nasional. Bom ketiga ditujukan untuk memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf di kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk semakin menebar teror di sektor-sektor kunci pemerintahan dan kestabilan ekonomi. Tommy sendiri ternyata memiliki penyuplai bom yang menurut investigasi kepolisian diduga adalah suatu oknum pengkhianat negara di Kopassus. Secara semangat korsa, ini sangat menyedihkan mengingat Luhut sendiri adalah mantan komandan Kopassus. Tetapi memang, pada zaman Soeharto, Kopassus sempat dipimpin oleh orang yang sangat dekat dengan keluarga Cendana. Enam bulan kemudian, pada Juli 2001, tragedi kembali terjadi. Hakim yang sedang mengusut Tommy Soeharto, Syafiuddin Kartasasmita, dibunuh dengan sangat brutal di tengah jalanan Jakarta menggunakan senapan mesin ketika sedang menuju tempat kerjanya. Hakim Syafiuddin ini mati syahid dengan tubuh berlubang-lubang. Kematian mengerikannya sangat menghebohkan Indonesia. Pembunuhan Hakim Syafiuddin yang luar biasa sangat sadis inilah yang ternyata berhasil digunakan penegak hukum untuk mengumpulkan cukup bukti tak terbantahkan untuk menangkap Tommy Soeharto. Dalam suatu periode drama kehebohan nasional yang membuat rakyat menempel ke TV, Tommy si Penjahat Nomor Satu diburu oleh penegak hukum. Tim sangat elite ini diberi nama Tim Kobra dan dikomandoi oleh perwira lapangan bereputasi cemerlang yang sedang naik daun saat itu, Tito Karnavian. Meski begitu, awalnya penyelidikan mengalami kebuntuan. Menggunakan penyadapan sinyal telepon dan pengamatan intel, lokasi Tommy diisolasi ke sebuah rumah di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Akhirnya Tommy berhasil digerebek, diseret keluar, dan ditangkap sebagai hewan buruan terbesar pemerintahan Gus Dur pada 28 November 2001, 4 bulan setelah Syafiuddin mati dibunuh. Tommy dipenjara selama beberapa tahun dan hidup mewah di penjara dengan sofa, kulkas, TV, dapur, dan akses untuk bermain golf di Jakarta. Tommy bebas dengan masa tahanan yang sangat dipotong remisi. Setelah bebas, ia langsung berusaha membeli Golkar pada tahun 2009 dengan pundi-pundi raksasa kekayaan keluarganya. Ia dikalahkan Aburizal Bakrie. Gus Dur sendiri tidak sempat melihat Tommy ditangkap dari posisi menjabat sebagai presiden. Gus Dur keburu digoncang dengan Operasi Semut Merah dan berbagai krisis politik. Akhirnya, Gus Dur kalah dan digulingkan dari kursi kepresidenan pada pertengahan 2001. --- Itulah bagaimana keluarga Cendana berhasil lolos dari jerat hukum. Soeharto mati dengan pulas dan santai pada tahun 2008. Tubuhnya dikubur di suatu ancient temple mistis di atas bukit yang tersembunyi di tengah hutan lebat kaki Gunung Lawu yang angker, seperti seorang raja Jawa kuno. Ketika gw solo travelling ke situ dengan motor, templenya dijaga segerombolan penjaga.
zhil tweet mediazhil tweet media
zhil@zhil_arf

Dari zaman Orde Baru sampai 2014, kita punya sistem pemasokan suplai bensin se-Indonesia yang aneh. Apabila bensin dari Timur Tengah mau masuk Indonesia, ia tidak boleh masuk lewat sembarang kapal tanker, tetapi harus lewat suatu Perusahaan Misterius X. Monopoli pengimporan ini memberikan kekuasaan bagi Organisasi Hitam Jahat Misterius itu untuk menetapkan biaya pengimporan bensin nasional secara asal-asalan dan sesukanya. Monopoli ini sudah ada sejak zaman Orde Baru. Pada saat itu, keluarga Cendana yang berkuasa telah menjadi the Lord of Crime di Indonesia. Untuk setiap liter bensin yang masuk ke Indonesia, harganya dinaikkan serampangan oleh gerombolan mafia ini. Keutungan perusahaan mafia ekspor impor ini tentu fantastis. Ratusan triliun per tahun. Perusahaan ini jelas merampok langsung dari rakyat secara gila-gilaan. Setiap kita beli bensin, sebagian uangnya dirampok oleh Perusahaan Misterius X ini. Mereka seperti hewan parasit cacing pita berbahaya yang menyedot ekonomi nasional secara gila-gilaan. Setiap tahun, uang sebanyak ratusan triliun mereka rampok. Setelah puluhan tahun, ribuan triliun dirampok. Uangnya mereka hamburkan untuk berjudi, hidup bermewah-mewahan di mansion-mansion, menyogok dan mendanai sebanyak-banyaknya orang / parpol / ormas yang perlu disogok, serta dengan paranoid membiayai usaha pembasmian terhadap siapapun yang berani membongkar. Jika usaha ini termasuk mendanai kekacauan besar-besaran yang menggoyang kestabilan nasional setelah 2014, maka ya dilakukan. Siapakah perusahaan ini? Siapa bos-bos mafia misterius ini? OK jawabannya sudah jelas. Perusahaannya adalah Petral. Nama yang muncul dalam catatan sejarah adalah Tommy Soeharto, Bob Hasan, dan lalu Riza Chalid. - Tommy Soeharto adalah anak Soeharto. Selain Petral, ia juga terlibat dan skema Perampokan Nasional fantastis lain seperti monopoli cengkeh BPPC. Ketika gabut ia juga terlibat skema-skema yang lebih kecil, tidak cerdas, dan langsung rampok seperti pencurian nilai aset tanah negara. Tommy sendiri tertangkap dan divonis sebagai dalang pembunuhan jaksa Syafiuddin Kartasasmita yang berusaha mengusutnya pada masa Reformasi. Syafiuddin dibunuh dengan brutal menggunakan senjata api hingga tewas berlubang-lubang. Pada saat yang sama, Tommy Soeharto juga berusaha membunuh Jaksa Agung Marzuki Darusman dan Menteri Industri dan Perdagangan Luhut B. Pandjaitan dengan bom karena dianggap membahayakan pundi-pundi kekayaan raksasa keluarganya. Pada saat yang sama, tim investigasi di masa kepresidenan Gus Dur mengumumkan bahwa Tommy Soeharto adalah dalang pengeboman Bursa Efek di Jakarta, yang dilakukan untuk merusak kestabilan nasional, membuat investor kabur, dan mencegah pengusutan lebih lanjut terhadap keluarga Cendana. Salah satu gerombolan ormas preman yang dipelihara Soeharto juga terlibat langsung dalam eksekusi pengeboman ini. "Jika kamu terus mengusut, Republik ini akan jatuh." Tim tersebut juga menduga bahwa Tommy terlibat dalam berbagai pengeboman teroris lain, bukan hanya Bursa Efek. Gus Dur sendiri kemudian digulingkan dari kursi kepresidenan. - Bob Hasan "si raja hutan" adalah operator bisnis keluarga Cendana yang sudah beraktivitas kriminal dengan Soeharto sejak mereka masih sibuk merampok hasil gula Jawa Tengah pada akhir 1950an. Ia adalah salah satu dari dua oligarki terbesar zaman Orde Baru. Oligarki satunya adalah Sudono Salim. - Riza Chalid sangat misterius. Ormas preman kalah rampok dibanding Brownies. Brownies kalah rampok dibanding Mafia Ekspor Impor. Dalam hal ini Petral adalah final boss dari Ekonomi Preman Indonesia. Tetapi apa iya yang terlibat hanyalah ketiga nama yang sering muncul ini? Siapa antek-antek mereka? Ketika SBY menaikkan harga BBM sehingga didemo besar-besaran, berapa persenkah dari harga BBM itu yang sebenarnya mereka rampok? Ketika Soeharto menaikkan harga BBM tahun 1998 yang memicu demo meluas oleh rakyat miskin dan menderita, berapa persenkan dari harga BBM itu yang masih saja dengan serakah mereka rampok? (Note: Pada Maret 1998, Bob Hasan ditunjuk Soeharto menjadi Menteri Industri dan Perdagangan. Merampok sampai akhir.) Apa yang mereka lakukan dengan uang itu? Kemanakah semua uang itu mengalir? Kok para politisi terima-terima saja dengan gerombolan preman ekspor impor migas raksasa ini sih? Apakah sistem ini masih ada hari ini? --- Selama puluhan tahun, Petral merampok ribuan triliun dari Indonesia. Dalam beberapa tahun saja, mafia judi online merampok ribuan triliun dari Indonesia. Ternyata ada final boss True Ending yang baru. Indonesia juga sedang dirampok lagi sebanyak ratusan triliun per tahun lewat MBG. Habis Petral terbitlah MBG.

Indonesia
682
12.1K
35.3K
3.2M