
SUROTO TEDJOKUSUMO
162 posts

SUROTO TEDJOKUSUMO
@SUROTOPSI
Sekjend/ Sekretaris Jenderal Alumni Perguruan Tinggi



















Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan gaji 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) akan ditanggung negara selama dua tahun ke depan. Pendanaan tersebut berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebelumnya sudah disiapkan untuk program Kopdes. Bendahara negara itu mengatakan, pemerintah tidak akan menambah anggaran baru untuk membayar para manajer koperasi tersebut. “Kita akhirnya harus bayar selama dua tahun,” kata Purbaya di kantornya, Senin (11/5). Pembayaran gaji akan menggunakan dana program Kopdes yang belum terserap. Dengan begitu, skema pendanaan tetap memakai anggaran yang sudah tersedia di APBN. “Itu kan sebagian dari dana Kopdes-nya belum terpakai. Kita masukin situ dulu, jadi enggak ada tambahan dana baru ke APBN. Nggak ada tambahan, sudah dialokasikan di situ,” ujar Purbaya. Di sisi lain, pemerintah mencatat sebanyak 483.648 pelamar lolos seleksi administrasi rekrutmen manajer Kopdes Merah Putih dan pegawai Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). 📸: Dok. Antara. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: bisnisupdate | update | bisnis | oneliner | R142 | R029 | E036 #bicarafaktalewatberita #kumparan








Modal 253 milyar, Gub. DKI Jakarta Gratiskan biaya Sekolah di 103 sekolah. Gubernur kocak... wkwkw Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah meluncurkan program sekolah swasta gratis yang mencakup 103 sekolah di seluruh Jakarta untuk tahun anggaran 2026. Program ini langsung menyasar keluarga kurang mampu agar anak-anak mereka bisa sekolah tanpa biaya sama sekali. 🌱45 sekolah dasar atau SD, 🌱 30 sekolah menengah pertama atau SMP, 🌱25 sekolah menengah atas dan kejuruan atau SMA serta SMK, serta 🌱 3 sekolah luar biasa atau SLB. Totalnya tetap 103 sekolah yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta. Untuk menjalankan program ini selama satu tahun penuh, Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan anggaran sebesar Rp253,6 miliar. Dari jumlah itu, 40 sekolah yang sudah ikut program sebelumnya mendapat dana lengkap selama 12 bulan, sedangkan 63 sekolah baru mendapat dana selama 6 bulan. Anggaran ini tidak dibagi per jenjang, melainkan dialokasikan secara keseluruhan untuk seluruh sekolah. Termasuk Pembayaran gaji dan honor guru serta tenaga pendidik, kegiatan penunjang pembelajaran. Sarana dan prasarana. Kegiatan ekstrakurikuler dan asesmen. 📹: wajah saya samarkan, kawatir diserang homeless media.


















