LIAR

54.2K posts

LIAR banner
LIAR

LIAR

@SY_Bwz

لا حول ولا قوة إلا بالله

Türkiye Katılım Kasım 2010
3.7K Takip Edilen4.9K Takipçiler
LIAR retweetledi
Gus Choy Markochoy
Gus Choy Markochoy@choymarkochoy_·
Bingung juga dg ijazah jokowi, Yg bikin aneh lagi, yg katanya dia presiden malah memilih berhadapan dg rakyat nya yg mempertanyakan ijazah, Bahkan penelitian pun dilawan dg instruments hukum
Indonesia
66
263
598
14.5K
LIAR retweetledi
nico delanoHenry@P.
nico delanoHenry@P.@NHenryp29864·
Melawan lupa. Sejak walikota, Jokowi sudah jadi PEMBOHONG, Akurat ucapan SEKDA SOLO. Pembohong, tetap akan terbuka kedoknya. 10 tahun simpan ijazah palsu, Akhirnya terbuka juga.
Indonesia
34
696
1.3K
21.5K
LIAR retweetledi
Henri Subiakto
Henri Subiakto@henrysubiakto·
Ini penjelasan saya terkait Ijazah Jokowi yang memunculkan tak hanya kontroversi tapi keributan dan pembelahan masyarakat. Keributan dan kemarahan memang baru ada di dunia digital (Digital Outreach). Tapi semua itu berpotensi memunculkan pembelahan dan permusuhan secara hukum dan di kehidupan nyata. Karenanya harus ada solusi penyelesaian nyata yg dilakukan kepala negara dengan dasar hukum “solus populi suprema lex”, hukum tertinggi adalah keselamatan rakyat”. Maka Presiden atas nama keselamatan dan keamanan rakyat, harus menyelesaikan pertengkaran yang membelah rakyatnya ini. Berdasar atas nama keselamatan rakyat dan negara, Presiden menetapkan untuk membuka keaslian ijazah Presiden ke 7 secara transparan di depan tim independen serta disaksikan oleh rakyat luas. Kemudian menegakkan aturan hukum pada siapapun yg melanggar ketentuan Pidana.
Indonesia
149
228
599
24.4K
LIAR retweetledi
LA TAHZEN🇹🇷🇵🇸
LA TAHZEN🇹🇷🇵🇸@LATAHZEN_mi·
Yahudi zulmünü GÖRÜN artık... Küçük bir çocuktan ne istersiniz Eli kanlı KATİLLER!!..
Türkçe
54
1.1K
1.1K
8.4K
LIAR retweetledi
Ahmet Gemici
Ahmet Gemici@ahmetgemici2990·
Sizden bir ricam olabilir mi?! Filistin hakkında konuşmayı bırakmayın lütfen... Algoritmayı bozmak için nokta bırakın. 💔🇵🇸
Türkçe
1K
2.9K
7.3K
132.9K
LIAR retweetledi
الأحداث الإيرانية | عاجل
أُعدم أمس الطفل البالغ من العمر عشر سنوات، والذي اختطفه جنود إسرائيليون قسرًا قبل أسبوع! هل تلتزمون الصمت لأنه ليس طفلكم؟ لا تلتزموا الصمت! انشروا الخبر بسرعة!
العربية
889
9.8K
16.9K
919.1K
LIAR retweetledi
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾
Sebaiknya Polri @DivHumas_Polri segera siapkan Opsus Anti Bandit untuk menangani kasus-kasus pembegalan ranmor semacam ini. Antisipasi harus dilakukan segera mengingat dalam 6 bulan kedepan kejahatan semacam ini akan semakin masif.
Indonesia
38
206
288
5.9K
LIAR
LIAR@SY_Bwz·
Si B471N64N TOL OL HANYA DAPAT DIHAKIMI RAKYAT PRIBUMI !!! !!! Kewajiban bangsa ini untuk menangkap dan mengadili antek penjajah yg namanya @jokowi ini !!! Bismillah.. Kita berusaha utk MEMULAI .. Niatkan dg lurus ! Nepal🚩
Indonesia
0
0
0
15
LIAR retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
SURAT POLDA ADA YANG HILANG, ADA YANG MUNCUL KEMBALI Tanggal 31 Maret 2026, saya dan pastinya para tersangka dan terlapor sudah menerima surat yang sama. Di negeri ini, kita harus mulai jujur membaca tanda. Sebuah kasus, yang seharusnya sederhana, terang, dan cepat, tiba-tiba berubah menjadi panjang, melebar, dan kabur. Nama-nama daur ulang dimasukkan. Yang tempo hari sempat dipanggil sebagai terlapor: Abraham Samad, Babe Aldo, Mikael Sinaga, Febriansyah, muncul lagi dalam surat. Sementara Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis yang sudah metamorfosis, lenyap dari daftar. Eits, jangan lupa masih ada nama Rismon Hasiholan Sianipar sebagai tersangka! Misi RJ gagal total! Pertanyaannya sederhana: ini penyidikan, atau pengaburan? Karena setiap nama yang ditambahkan, bukan hanya menambah subjek. Ia menambah waktu. Akan ada konsekuensi setiap nama akan memanggil Saksi dan atau Ahli untuk dirinya. Dan itu akan menambah alasan mereka untuk berkata: “Kami masih dalami.” Lalu pasal-pasal disusun berlapis. KUHP. UU ITE. Pasal ini. Pasal itu. Ada pasal yang dimigrasi ke KUHAP baru. Ada pasal selundupan yang tiba-tiba muncul dadakan. Seolah-olah mereka sedang bekerja keras. Padahal, bisa jadi, yang sedang dibangun bukan konstruksi kebenaran, melainkan konstruksi ketidakselesaian. Karena semakin banyak pasal tambahan, semakin banyak jalur, semakin banyak kemungkinan, Maka sebuah perkara Ijazah yang mudah sekali diselesaikan, tidak akan pernah benar-benar selesai. Dan waktu terus berjalan. Dari 2025 masuk 2026 Menuju umur setahun. Namun statusnya tetap sama: penyidikan. Tidak naik. Tidak turun. Tidak selesai. Hanya: digantung. Di titik ini, publik harus bertanya lebih dalam: Apakah hukum sedang mencari kebenaran? Atau, sedang buying time? membeli waktu? Karena inilah pola yang mulai terlihat: Ketika fakta tidak cukup kuat untuk disimpulkan, maka ia diperluas. Ketika arah tidak jelas, maka ia diperbanyak. Ketika keputusan sulit diambil, maka waktu dijadikan alasan untuk terus diulur seperti tali karet. Kasus ijazah palsu bukan lagi sekadar proses hukum. Sekarang bermetamorfosis menjadi sebuah manajemen ketidakpastian. Kasus dijaga tetap hidup, cukup untuk menekan, cukup untuk mengendalikan, tapi tidak cukup untuk diselesaikan. Dan di situlah letak bahayanya. Karena hukum yang tidak menyelesaikan, akan berubah menjadi alat. Bukan alat keadilan. Tapi alat penundaan. Bukan alat kebenaran. Tapi alat pengendalian. Maka hari ini, kita tidak sedang menyaksikan siapa benar dan siapa salah. Kita sedang menyaksikan sesuatu yang lebih dalam: Bagaimana sebuah kasus bisa diperpanjang, tanpa pernah benar-benar dituntaskan. Dan ketika itu terjadi, yang hilang bukan hanya keadilan. Tapi juga kepercayaan. Jika hukum hanya menjadi cara untuk membeli waktu, maka cepat atau lambat, rakyat akan berhenti percaya bahwa kebenaran akan pernah benar-benar tiba.
Dokter Tifa tweet mediaDokter Tifa tweet media
Indonesia
293
919
2.3K
52.2K
LIAR retweetledi
Ahmet Gemici
Ahmet Gemici@ahmetgemici2990·
Sizden bir ricam olabilir mi?! Filistin hakkında konuşmayı bırakmayın lütfen... Algoritmayı bozmak için nokta bırakın. 💔🇵🇸
Türkçe
482
1.6K
2.9K
100.2K
LIAR retweetledi
Bryce M. Lipscomb
Bryce M. Lipscomb@BryceMLipscomb·
Just a Palestinian child being beaten up by the police. Pray for the children of Palestine.
English
1.4K
22K
33.1K
430.5K
LIAR retweetledi
GBX
GBX@GBX_Press·
🚨‼️ BREAKING 💥 Urgent: The final execution of over 10,000 Palestinian prisoners in Israeli occupation prisons has begun; we learn this with profound sadness.
GBX tweet media
English
1.1K
24.2K
35.7K
5.5M
LIAR retweetledi
Save Gaza
Save Gaza@Alee93ale·
Hussam Abu Safieh is one of the Palestinian doctors (among 95 other doctors) that will be killed by the “Israeli death penalty for hostages.” Do not let them murder him. Repost this.
English
269
10.4K
13K
245.7K
LIAR retweetledi
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾
Kami mempertanyakan pada @IraninIndonesia @iranin_arabic @IranIntl @IranIntlbrk @IranMilittary, mengapa binatang ini masih dibiarkan hidup..? Menteri Keamanan Nasional Israel Ben Gvir, di luar ruang sidang Knesset, merayakan pengesahan undang-undang hukuman mati untuk tahanan Palestina. Hewan ini mencatatnya sebagai peristiwa bersejarah dan mengatakan, “Segera kita akan membunuh mereka satu per satu.”
Indonesia
66
343
447
8.1K
LIAR retweetledi
Save Gaza
Save Gaza@Alee93ale·
Remember when Israel fired at Palestinians trying to get food aide? Retweet and expose Israel if you have a little Humanity left in you.
English
70
4.2K
5.6K
57.6K
LIAR retweetledi
Save Gaza
Save Gaza@Alee93ale·
This is Israel, world If you are born in Palestine, your age is irrelevant: a child of 6, 8, or 11 years old is harassed, humiliated and persecuted as adults are. Please Repost
English
508
9.1K
12.2K
166.3K
LIAR retweetledi
UFO Hunter
UFO Hunter@iamufohunter·
🚨 A Palestinian mom was shot point blank in her head by IDF soldiers while she was carrying her child. Retweet and expose Israel if you have a little Humanity left in you.
English
2.5K
63.1K
108K
2.4M
LIAR retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
“POLA YANG TERBACA” Persuasi Ancaman - Risakan (Character Assassination) Ada satu pola yang selalu berulang dalam sejarah pertarungan kebenaran vs kebohongan penguasa. Bukan hanya di satu negara. Bukan hanya di satu zaman. Pola itu sederhana: Ketika pengungkapan kebenaran menyentuh titik kritis, yang diserang bukan substansinya, tapi ORANG yang berani mengajukannya. Tahapannya hampir selalu sama. Pertama, dipersuasi. Dibujuk. Kedua, diancam, dengan berbagai ancaman langsung maupun tidak, fisik, non fisik, hingga metafisik Ketiga, masuk ke tahap berikutnya: Risakan atau penghancuran kredibilitas Melalui kelemahan atau kesalahan di masa lalu (siapa sih orang yang tidak punya kesalahan masa lalu?) Dan jika tidak ada, maka dibentuklah fitnah-fitnah dan pembunuhan karakter (character Assassination). Karena jika publik sudah tidak percaya pada orangnya, maka mereka tidak perlu lagi mengamanka kebohongannya. Ini bukan teori. Ini pola. Hari ini, melalui apa yang terjadi pada Rismon, kemudian apa yang terjadi pada dr Tifa dan Roy Suryo, kita melihat pola itu lagi. Bukan tentang siapa yang benar. Bukan tentang data apa yang valid. Tapi tentang bagaimana perhatian publik digeser: Dari hukum→ ke pribadi Dari substansi → ke sensasi Dari kebenaran → ke persepsi Isu-isu personal mulai dimunculkan. Label dilemparkan. Cerita dibangun. Dengan berbagai macam cerita dan fitnah yang dibangun dan terus-meneruskan dijejalkan kepada mindset publik. Bukan untuk menjelaskan. Tapi untuk mengaburkan. Saya ingin kita semua berhenti sejenak, dan bertanya dengan jujur: Kalau semua sudah jelas dan kuat, kenapa tidak dijawab saja jika memang masih ada pembelaan? Tidak cukup 22 Ahli, 127 Saksi, 709 dokumen pendukung untuk pembelaan atas 1 lembar ijazah? Masih perlu dibangun framing dan fitnahan? Kenapa harus berputar ke arah lain? Di titik ini, ini bukan lagi soal satu orang. Bukan soal nama tertentu. Ini soal sesuatu yang lebih besar: Apakah kita masih hidup dalam ruang di mana kebenaran boleh diajukan, dan dijawab dengan data? Atau kita sudah masuk ke fase di mana kebenaran dijawab dengan serangan? Saya tidak meminta Anda percaya pada saya. Walaupun Ilmuwan kelas dunia sekaliber Dr Ing Ridho Rahmadi, M.Sc sudah memberikan keahlian dan pernyataan sevalid dan sekredibel ini. Saya hanya mengajak Anda menggunakan akal sehat. Lihat polanya. Nilai sendiri. Karena kebenaran tidak pernah takut pada pertanyaan. Yang takut biasanya adalah sesuatu yang berusaha disembunyikan. Dan jika hari ini yang diserang adalah orangnya, bukan pada kebenaran yang diungkapkan, Maka justru di situlah kita harus semakin fokus pada apa yang disampaikan. Saya, dr Tifa akan tetap di sana. Di titik kebenaran itu diletakkan. Tenang. konsisten. Dan tidak bergeser. Karena pada akhirnya, yang akan bertahan bukan suara paling keras, dan tindakan paling kejam. Yang akan bertahan adalah kebenaran yang diridhai Tuhan. Hasbunallah wanikmal wakil, nakmal maula wanikman Nashir La haula wala quwwata ila billahil aliyyil adziim.
Indonesia
112
611
1.6K
18.6K
LIAR retweetledi
¥@N'$
¥@N'$@yaniarsim·
3 M untuk Gus Nur kalau....
Indonesia
45
462
1K
20.5K