Salman
10.2K posts


DI TANGERANG NEGARA SEGEL GEREJA. Mereka membubarkan orang yang sedang berdoa — lalu meminta agar kasusnya jangan dibesar-besarkan demi menjaga nama baik toleransi negeri ini. Ironi terbesar dalam sejarah munafik. Jumat Agung, 3 April 2026. Hari yang bagi jutaan umat Kristen di seluruh dunia adalah momen paling sakral dalam iman mereka. Tetapi di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, jemaat Gereja POUK Tesalonika tidak bisa menyelesaikan ibadahnya. Satpol PP — aparatur negara yang digaji rakyat — ikut ambil bagian dalam penyegelan itu. Bukan preman. Bukan massa liar. Tapi negara. Dan setelah itu, para pelaku meminta agar kejadian ini tidak dibesar-besarkan. Karena katanya - Indonesia dikenal toleran. Inilah puncak kemunafikan itu. Toleransi di negeri ini sudah lama berfungsi bukan sebagai nilai, melainkan sebagai jimat. Diucapkan terus-menerus untuk membius kaum minoritas agar tetap diam, tetap sabar, tetap percaya. Sementara intoleransi terjadi berulang-ulang, negara hadir bukan sebagai pelindung — tetapi sebagai peserta. Pemerintah sibuk bicara perdamaian Timur Tengah di panggung internasional. Sementara di dalam negeri sendiri, warga negaranya tidak bisa berdoa dengan tenang di hari paling suci mereka. Ini bukan kesalahpahaman. Ini bukan insiden kecil. Ini adalah cermin dari sebuah negara yang belum jujur kepada dirinya sendiri. Jangan tunggu pernyataan "ini hanya kesalahpahaman" yang sudah bisa kita hafalkan sebelum diucapkan. Kita tahu skenarionya. Kita hafal naskahnya. Dan kita muak. Negara yang benar bukan hanya yang bisa mengucapkan toleransi — tetapi yang berani menegakkannya bahkan ketika itu tidak populer. Suarakan ini. Jangan biarkan keheningan kita menjadi persetujuan kita.

Buddha is dead. Jesus Christ lives.

🚨THIS IS HEARTBREAKING🚨 GANG-RAPE VICTIM, 25, TO DIE BY EUTHANASIA TODAY AFTER COURTS OVERRULE FATHER’S DESPERATE BID TO SAVE HER! Noelia Castillo was brutally gang-raped in 2022 by her ex-boyfriend and three other men – then jumped from a fifth-floor building in a suicide bid that left her paraplegic from the waist down, in constant unbearable neuropathic pain, incontinent and wheelchair-bound. She begged for assisted dying under Spain’s law; father fought it all the way to the Constitutional Court, Supreme Court and European Court of Human Rights, claiming mental health issues. Every appeal rejected. She dies TODAY at her Catalan care home. “I just want to stop suffering,” she said. A young life destroyed.



🇫🇷 Rima Hassan, the French MEP who constantly defends Hamas and Iran while rocking the keffiyeh, just got exposed living her best Western life. Caught with weed and party drugs, now a bikini photo goes viral. Pure hypocrisy on full display. Source: @visegrad24

Banyak orang islam indon yang ngatain batak zionis sendirinya kelakarnya juga zionis mampus











