Sabitlenmiş Tweet
in the name of justice
11.7K posts

in the name of justice
@SamudraPutraIn1
open gestun via scan & jasa editorial skripsi/paper. DM for info/order.
Katılım Mart 2020
271 Takip Edilen90 Takipçiler
in the name of justice retweetledi

Dikatain buka kelas, ya terima aja kan emang buka kelas.
"worst investment lu apa?"
- jangan percaya inluencer -
Termasuk saya.
Kalau gak harus percaya kenapa buka kelas?
Yang Percaya Percaya Aja.
Terima kasih, @lynk_id


Indonesia

Investor yang mana pak? 😭

tempo.co@tempodotco
Rosan Roeslani: Investor Lebih Yakin Setelah Bertemu Prabowo
Indonesia
in the name of justice retweetledi
in the name of justice retweetledi
in the name of justice retweetledi
in the name of justice retweetledi

Halo :) Ini aku ada kode program buat everyday tasks seperti convert PDF, resize PDF, split PDF, generate QR code, remove image backrgound, unit converter, dll (bisa lihat di referensi screenshots terlampir).
Kamu bisa unduh kode programnya di github.com/listyantidewi1…
dan jalanin secara lokal di komputer kamu, supaya data-data kamu nggak bocor ke mana-mana.



Indonesia
in the name of justice retweetledi

@thebabayega_ kata claude winrate nya 80% mas🤣
x.com/SamudraPutraIn…
in the name of justice@SamudraPutraIn1
Statistik menunjukkan saat king MU menang, IHSG merayakan dengan candle merah 🤣
Filipino

@LogikaSwing Yg GC kemarin saya screen keluar SOSS pak. Tp chart nya serem sih 😂
Indonesia

@manggitgaris Mayan tinggi itu mas. Stay hydrated mas biar cepat reda. Paling ga suka demam, selalu mimpi aneh2😅
Indonesia
in the name of justice retweetledi

Hormuz udah dibuka, GREAT NEWS !!!
What I notice:
Hormuz udah dibuka will lead to countries flocking to secure AS MUCH OIL AS THEY CAN, karena ada efek trauma dari si manusia oren playing admin bumi.
And guess what, no more dark fleet or you’ll get sanctioned or else mr orange fat guy will show you “DEmOCraZy”. As a result, legal tanker fleet will have a surging demand in the next month or 2, GLOBALLY.
On LNG side, as Qatari LNG plants are still recovering and it will take time to reach pre-war production, US will be the most benefited exporter of global LNG (check US’ number of LNG export !!!). Longer routes everywhere.
This set up looks promising for global oil and LNG Co.
Also, should market recover and continue to be bullish, opens up the way for more CAs to come? Maybe yes, maybe not…let’s see.
But regardless, show me the money! Show me the bottom line!
Am confident on the bottom line.
English

@SarjanaEksu @kepodang____ Kapal >Asuransi> Tekstil
Gini ga bang cesar?
Indonesia
in the name of justice retweetledi

$KETR update
9 Maret: "Bertahap dengan pembelian terbawah jika harga sentuh ~Rp372"
17 April: ARA! Rp555
~wkwk

Teknikal Saham & Crypto@TeknikalSaham
$KETR memasuki zona beli di trading plan ini Bertahap dengan pembelian terbawah jika harga sentuh ~Rp372, dg SL jika candle ditutup di bawah Rp372
Indonesia

in the name of justice retweetledi

Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)




Indonesia
in the name of justice retweetledi
in the name of justice retweetledi























