•Sarah•

1.3K posts

•Sarah• banner
•Sarah•

•Sarah•

@Sarah__Faida

÷ tetap menulis, walau harus menahan tangis ÷ Poem Lover °° No DM °°

Jakarta Capital Region Katılım Ocak 2022
1.7K Takip Edilen2.2K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
•Sarah•
•Sarah•@Sarah__Faida·
Tanpa iba, kau tanamkan sebuah rasa lalu kau buang begitu cuma-cuma. Kini, saat semuanya telah pergi mengapa bayanganmu berbisik kembali? Entah apa yang kau mau, tak ada hak menuntut jawab dariku. #CelahAwan
Indonesia
26
27
281
0
•Sarah• retweetledi
Safira Ayu
Safira Ayu@Sa_fira_·
#celahawan Hari ini aku tidak memakai kebaya tapi, aku memakai keputusan. Dijahit dari keberanian yang tak diwariskan, kupelajari dari perjalanan. Jika Kartini adalah cahaya, aku memilih jadi api kecil di dapur nasibku sendiri. Selamat Hari Kartini 2026
Indonesia
2
6
29
1.9K
•Sarah• retweetledi
𝒅𝒆 𝑷𝒂𝒊𝒎𝒊𝒏
𝒅𝒆 𝑷𝒂𝒊𝒎𝒊𝒏@celoteh_paimin·
Kegelisahan RA. Kartini dalam Belajar Islam #CelahAwan #ruangbaca Unggah ulang tulisan 11 April 2023  Beberapa pengamat memaknai "Door Duisternis Tot Licht", ( Habis Gelap Terbitlah Terang) merupakan jabaran dari Qur'an Surat Al-Baqarah:257, “minazhzhulumaati ilannuur”. "Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). " QS. 2 : 257 Mengada-ada atau klaim belaka? Bukan, sejarah mencatat karena "rengekan" Kartini, kepada Kyai Sholeh Darat, setelah mendengar Kyai tersebut mengurai makna surat Al Fatikhah, maka Kartini meminta agar sang Kyai menerjemahkan Al-Qur'an. Permintaan ini dikabulkan (terjemahan Al-Qur'an pertama dalam bahasa Jawa dalam huruf arab pegon). Terjemahan hanya sempat tertulis 13 juz dari 30 juz lengkap dari Al-Quran, dan dihadiahkan sang Kyai sebagai kado pernikahan Kartini. Kartini menyebutnya sebagai kado pernikahan yang tidak bisa dinilai manusia. Perubahan cara pandang Kartini setelah bisa mendengar dan membaca terjemahan Al-quran menjadi berbeda.  Awalnya dengan kegelisahan hati,  dalam suratnya kepada Stella Zihandelaar bertanggal 6 November 1899, RA Kartini menulis tentang pembelajaran Agama Islam saat itu ;   "Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain. Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?" "Al-Quran terlalu suci; tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap Muslim. Di sini tidak ada orang yang mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Alquran tapi tidak memahami apa yang dibaca". "Aku pikir, adalah gila orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibaca. Itu sama halnya engkau menyuruh aku menghafal Bahasa Inggris, tapi tidak memberi artinya." Pandangan ini berubah setelah bertemu dan dengan proses panjang Kartini mendapat terjemahan Quran dr Kyai Sholeh Darat.  Surat yang diterjemahkan Kyai Sholeh adalah Al Fatihah sampai Surat Ibrahim. Kartini mempelajarinya secara serius, hampir di setiap waktu luangnya. Sayangnya, Kartini tidak pernah mendapat terjemahan ayat-ayat berikut, karena Kyai Sholeh meninggal dunia. Melalui kitab itu Kartini merasa tersentuh pada QS 2: 257 yang mencantumkan, bahwa Allah-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minazh-zhulumaati ilan Nuur). karena ia merasakan sendiri proses perubahan dirinya. Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini menulis; "Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang islam sebagai agama yang disukai."  Sedang dalam surat ke Ny Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini menulis; “Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah SWT." (Dari berbagai sumber)
𝒅𝒆 𝑷𝒂𝒊𝒎𝒊𝒏 tweet media
Indonesia
5
21
49
2.6K
•Sarah•
•Sarah•@Sarah__Faida·
#celahawan Kartini tidak pergi— ia tumbuh di setiap perempuan yang berani memilih. Selamat Hari Kartini 2026
Indonesia
1
2
6
301
•Sarah• retweetledi
𝒅𝒆 𝑷𝒂𝒊𝒎𝒊𝒏
𝒅𝒆 𝑷𝒂𝒊𝒎𝒊𝒏@celoteh_paimin·
#CelahAwan meski aku berada di kota yang tidak ada kamu di dalamnya, aku tetap merasa kamu ada: pada buku-buku yang kubaca, pada puisi-puisi yang kutulis, juga pada rintik hujan yang berjatuhan. entahlah, aku ini sedang merinduimu atau hanya sedang tidak sengaja mengingatmu. #UnggahUlang @Sarah__Faida (05 Juli 2022)
Indonesia
2
32
118
4.6K
•Sarah• retweetledi
Safira Ayu
Safira Ayu@Sa_fira_·
#celahawan Langit tak pernah memilih siapa yang boleh menatapnya. Begitu pula #CelahAwan — terbuka untuk siapa saja, termasuk yang bukan member grup. Tanpa SARA. Tanpa politik. Biarkan ia jadi ruang cahaya, bukan ruang menyemai lara. @Sa_fira_
Indonesia
0
8
25
6.5K
•Sarah•
•Sarah•@Sarah__Faida·
𝐊𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐦𝐮 𝐤𝐨𝐬𝐨𝐧𝐠, 𝐣𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐢𝐬𝐢 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐫𝐮𝐬𝐢 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐚𝐢𝐧. #CelahAwan
Indonesia
0
2
15
468
•Sarah•
•Sarah•@Sarah__Faida·
#celahawan 𝐊𝐚𝐦𝐮 𝐩𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚 𝐬𝐚𝐣𝐚, 𝐚𝐤𝐮 𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐤𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐮𝐚𝐫 𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚.
Indonesia
0
2
7
538
•Sarah•
•Sarah•@Sarah__Faida·
#celahawan 𝐑𝐢𝐧𝐝𝐮 𝐢𝐭𝐮 𝐝𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐚𝐠𝐢—𝐩𝐞𝐫𝐥𝐚𝐡𝐚𝐧, 𝐬𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢 𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐡 𝐬𝐞𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐚𝐤 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐠𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮, 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐭𝐚𝐤 𝐬𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐩 𝐩𝐞𝐫𝐠𝐢.
Indonesia
0
1
5
503
•Sarah•
•Sarah•@Sarah__Faida·
𝐉𝐢𝐤𝐚 𝐢𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐮𝐬𝐢𝐦, 𝐦𝐚𝐤𝐚 𝐢𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐠𝐮𝐠𝐮𝐫 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐚𝐤 𝐤𝐮𝐧𝐣𝐮𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐥𝐞𝐬𝐚𝐢—𝐝𝐚𝐮𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐫𝐮𝐧𝐭𝐮𝐡, 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐫𝐚𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐢𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐚𝐧𝐠𝐢𝐧. #celahawan
Indonesia
0
4
11
744
•Sarah•
•Sarah•@Sarah__Faida·
𝐃𝐢𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐛𝐚𝐛; 𝐚𝐤𝐮 𝐥𝐚𝐡 𝐡𝐚𝐥𝐚𝐦𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩 𝐛𝐞𝐫𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐦𝐞𝐬𝐤𝐢 𝐭𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐝𝐚𝐫𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠. #celahawan
Indonesia
0
4
9
729
•Sarah•
•Sarah•@Sarah__Faida·
𝐀𝐤𝐮 𝐩𝐮𝐥𝐢𝐡 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐝𝐢𝐚, 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐥𝐮𝐤𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐚 𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩 𝐛𝐞𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚 𝐫𝐚𝐩𝐢𝐡—𝐩𝐞𝐫𝐢𝐡. #celahawan
Indonesia
1
3
14
784
•Sarah•
•Sarah•@Sarah__Faida·
𝐁𝐚𝐡𝐚𝐬𝐚𝐤𝐮 𝐩𝐚𝐭𝐚𝐡, 𝐬𝐮𝐚𝐫𝐚𝐤𝐮 𝐭𝐞𝐫𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥 𝐝𝐢 𝐠𝐞𝐥𝐚𝐩. 𝐇𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐞𝐥𝐚𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐠𝐞𝐧𝐠𝐠𝐚𝐦 𝐧𝐚𝐦𝐚𝐧𝐲𝐚, 𝐬𝐞𝐦𝐞𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐭𝐮𝐛𝐮𝐡𝐤𝐮 𝐛𝐞𝐫𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐚𝐫𝐚𝐡. #celahawan
Indonesia
0
5
11
832
•Sarah•
•Sarah•@Sarah__Faida·
𝐃𝐢 𝐭𝐚𝐧𝐚𝐡 𝐢𝐧𝐢, 𝐤𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠𝐚𝐭𝐦𝐮 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐚𝐧𝐠𝐢𝐧, 𝐥𝐮𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐚𝐫𝐚𝐡— 𝐤𝐚𝐦𝐢 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐝𝐞𝐛𝐮𝐦𝐮. 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐇𝐚𝐫𝐢 𝐏𝐚𝐡𝐥𝐚𝐰𝐚𝐧 𝟐𝟎𝟐𝟓 #celahawan
•Sarah• tweet media
Indonesia
0
4
10
538
•Sarah•
•Sarah•@Sarah__Faida·
𝐃𝐢 𝐛𝐚𝐰𝐚𝐡 𝐥𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐦𝐚, 𝐚𝐤𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐤𝐚𝐭𝐚-𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐚𝐤 𝐬𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐤𝐮𝐮𝐜𝐚𝐩. #CelahAwan
Indonesia
0
4
15
587
•Sarah•
•Sarah•@Sarah__Faida·
𝐀𝐤𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐤𝐚𝐫 𝐬𝐞𝐠𝐚𝐥𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐝𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐤𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢—𝐰𝐚𝐤𝐭𝐮 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐭𝐚𝐰𝐚 𝐩𝐞𝐥𝐚𝐧. #puisi11kata #CelahAwan
Indonesia
0
3
7
479
•Sarah•
•Sarah•@Sarah__Faida·
𝐀𝐧𝐝𝐚𝐢 𝐚𝐤𝐮 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐧𝐭𝐮𝐡 𝐦𝐚𝐬𝐚 𝐥𝐚𝐥𝐮, 𝐚𝐤𝐮 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐚𝐭𝐚𝐩𝐦𝐮 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐥𝐢 𝐥𝐚𝐠𝐢—𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧. #CelahAwan
Indonesia
0
3
12
510
•Sarah•
•Sarah•@Sarah__Faida·
𝐀𝐤𝐮 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐝𝐚𝐦𝐚𝐢 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐬𝐚 𝐥𝐚𝐥𝐮, 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐦𝐚𝐬𝐚 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐡 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐞𝐝𝐢𝐡 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚𝐤𝐮. #celahawan
Indonesia
0
3
10
531
•Sarah•
•Sarah•@Sarah__Faida·
𝐌𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐢𝐧𝐢 𝐚𝐤𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐥𝐢𝐬 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐤𝐚𝐮 𝐛𝐚𝐜𝐚, 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐭𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐛𝐞𝐫𝐝𝐢𝐚𝐥𝐨𝐠 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧. #celahawan
Indonesia
0
2
8
499
Safira Ayu
Safira Ayu@Sa_fira_·
Berikut kami sampaikan, nama-nama pemenang Lomba Penulisan Puisi, Ulang Tahun #CelahAwan ke-5.  A. Kategori Puisi Bebas  1. @yudhiphd07 2. @gaianuova 3. @tsauqi_bilal 4. @MalamRenja428 5. @Aprillia__08 6. @Sarah__Faida 7. @Lyanna__S 8. @novitanayanara 9. @Memeluk_Mimpiku 10. @atikaaaaaaaaa B. Kategori Puisi 11 Kata  1. @jauhsekali_ 2. @MalamRenja428 3. @Sofyan_007 4. @i____cha_ 5. @Sarah__Faida Mohon kepada para pemenang untuk konfirmasi penerimaan hadiah melalui dm kepada @celoteh paimin, selambatnya 7 hari sejak pengumuman ini dengan menyertakan: 1. No rekening 2. Link puisi yang dikut sertakan lomba. (Untuk cek ulang akun pemenang dan akun penerima hadiah harus sama) Demikan pengumuman ini disampaikan, selamat untuk para pemenang.  Terimakasih atas perhatian, bantuan, dukungan, dan partisipasi dari semua pihak yang telah memberi warna dalam perjalanan #CelahAwan sampai hari ini. Mari terus menulis untuk menyuarakan vibes positif dengan tajuk "Aksara Untuk Negeri" bersama #CelahAwan.
Safira Ayu@Sa_fira_

Lomba Penulisan Puisi Ulang Tahun #CelahAwan ke-5 (22 Agustus 2025)  1. THEMA "Aksara Untuk Negeri.!"  2. KATEGORI       a. Puisi Bebas  Puisi bebas diunggah dalam bentuk2 (dua) utas, masing-masing bertagar seperti ketentuan tentang tagar, dan utas pertama menyertakan flyer sebagaimana ketentuan tentang flyer.       b. Puisi 11 Kata  Puisi 11 kata, merupakan puisi yang terdiri dari rangkaian 11 (sebelas) kata, diunggah dengan menyertakan tagar dan flyer sebagaimana ketentuan tentang tagar dan flyer.  3. PERSYARATAN      a. Berbahasa Indonesia dengan baik.      b. Isi puisi sesuai dengan tema lomba, tidak menyinggung sara, dan tidak berisi ujaran kebencian.     c. Setiap akun dapat mengikuti 1 (satu) puisi untuk setiap kategori.      d. Member #CelahAwan dapat mengikuti lomba ini, hanya karya pantia / juri tidak ikut dinilai.      e. Karya asli bukan plagiasi, atau unggah ulang.       f. Menyertakan tagar dan flyer:  - #UltahKe5 dan #CelahAwan untuk puisi pendek bebas  - #Ultahke5, #CelahAwan dan #Puisi11Kata untuk puisi 11 kata  - flyer seperti dalam unggahan ini, baik untuk puisi bebas ataupun puisi 11 kata. 4. PEMENANG DAN HADIAH       a. 10 (sepuluh) puisi terbaik kategori puisi bebas @ Rp.150.000.-       b. 5 (lima) puisi terbaik kategori puisi 11 kata @ Rp.100.000,-  5. WAKTU       a. Lomba dimulai sejak pengumuman ini diunggah.       b. Lomba berakhir pada 22 September 2025, jam 24.00       c. Pengumuman pemenang pada tanggal 2 Oktober 2025  6. JURI DAN PANITIA  Safira @Sa_fira_ (ketua merangkap anggota)  Fay @macchiato__01 (anggota)  De Paimin @celoteh_paimin (anggota)  Ineem ljah @IneemIjaaH (anggota)  Caca @panggilcacasaja (anggota) Manyar @Magnoolia02 (anggota) LebahGanteng @LebahGanteng07 (anggota) Dalam hening persiapan dan riuhnya sorak-sorai, semoga setiap langkah yang kau pijak adalah wujud dari keberanian, dan setiap keringat yang menetes adalah bukti dari ketekunan. Bukan hanya kemenangan yang menanti di garis akhir, namun juga penemuan akan kemampuan sejati dalam dirimu. Berlombalah dengan hati yang merdeka, sebab perjuangan ini adalah puisi yang kau tulis sendiri. Selamat berlomba, semoga jiwamu menemukan kejayaannya ✊✊

Indonesia
13
14
36
8.2K