Sabitlenmiş Tweet
Senji Prawira
18.1K posts

Senji Prawira
@Senji28
mencoba menjadi lebih baik dalam menjalani hidup| Bankir|Jualan mainan online|Kader HmI 2009-2013|Pekerja seni & produser| ingin jd Gubernur BI
Katılım Ekim 2011
180 Takip Edilen439 Takipçiler
Senji Prawira retweetledi
Senji Prawira retweetledi
Senji Prawira retweetledi

Pedagang mobil bekas itu punya insting.
Mereka bisa bedain mana pembeli yang polos, mana yang ngerti barang. Dalam 30 detik pertama.
Lo dateng, elus-elus bodi, duduk di jok, terus nanya "AC-nya dingin gak mas?"
Dalem hati mereka udah senyum. Mangsa empuk. Mark up Rp 15 juta.
Tapi coba lo dateng langsung jongkok di depan mobil, raba celah antar panel, buka kap mesin, cabut dipstick, senter kolong.
Pedagangnya langsung keringat dingin.
Indonesia

@stelanau Ijin kak, di negara kita udah ada mas Gibs.
😋
Bismillah komisaris Pertamina eh tapi PLN juga menarik sih🤔
Indonesia

Bayangin dari generasi boomer sampe skrg uda gen Z.. Presiden di seluruh dunia majority masih boomer.
Kira2 kalo boomer uda pada gak ada, siapa yg akan mengemban kepemimpinan di demografi generasi2 selanjutnya?
x? millennials? or z?
Saya kok punya bayangan bahwa privileged boomer ini akan diemban oleh millennials ya.
Unik soalnya millennials ni. Kalo digambarkan dgn metaphor, mereka tuh ga terlalu analog pola pikirnya, tapi juga menolak untuk terlalu digital.
Bisa ngimbangin semua generasi. Bisa jadi penengah.
Tapi pemimpin dunia millenials yg cukup terkenal siapa ya? Kayana political battle between millennials yg menarik baru di Thailand.
Indonesia

@unmagnetism Tanggung ga sih kak? Mending sampe lebaran aja toh tinggal beberapa hari lagi ini nanti ijin ke toilet aja terus setelah itu masuk lagi, biar cuan maksimal kak sama satu lagi kotak bekel nya dan tumbler juga jangan lupa.
Klo tumbler ga ada pake galon isi ulang jg boleh kak😌
Indonesia

@stelanau Kalau situasi sedang kacau begini dan dari gambaran yang diuraikan pada cuitan di atas sosok yang paling pas ya kanda @aniesbaswedan salah satunya.
Monggo dicoba dulu, ga ada salahnya toh mencoba peruntungan dengan menunjuk beliau?
Indonesia
Senji Prawira retweetledi
Senji Prawira retweetledi
Senji Prawira retweetledi
Senji Prawira retweetledi

@mechnclgrl Mending gaji Rp.100juta tapi bersyukur dibanding gaji Rp.5 juta tapi ga bersyukur
Indonesia
Senji Prawira retweetledi

Apakah yakin kita masih bebas aktif ? Selama bertahun2, Iran adalah negara sahabat 🇮🇩. Kita sama2 anggota NonBlok, OKI, D8, G77, BRICS. Kita sering beda pandangan dan beda posisi dgn Iran, dan sistim politik + ideologi masing2 juga beda, namun 🇮🇩 dan Iran tidak pernah cekcok. Iran punya sejumlah musuh tapi tidak pernah meminta 🇮🇩 memusuhi musuh2nya. Fokus hubungan bilateral kita adalah kerjasama, persahabatan dan saling menghormati.
Sayangnya, ketika Ayatollah Khamenei dll tewas terbunuh, Pemerintah 🇮🇩 tidak menyatakan ucapan belasungkawa, sbgmana lazimnya kl pemimpin negara sahabat 🇮🇩 meninggal. Kelupaan atau sengaja ? Kalau sengaja, yg kita takutkan apa ? Apakah yakin kita masih bebas aktif ? Krn merasakan sikap dingin kita thdp kematian pemimpinnya, tidak heran Menlu Iran menolak dgn halus tawaran mediasi 🇮🇩. Mungkin mereka menyangsikan motivasi 🇮🇩 .. something to think about #wisdomwithoutfear
Indonesia
Senji Prawira retweetledi

kadang, orang yang paling banyak tertawa justru yang paling sering terluka.
yang paling ramah, justru yang paling kesepian.
dan yang paling terlihat kuat, mungkin diam-diam sedang lelah menahan semuanya sendiri.
mereka tidak butuh dikasihani, hanya ingin dimengerti tanpa banyak tanya.
karena bagi mereka, menyembunyikan luka di balik senyum jauh lebih mudah daripada menjelaskan alasan di balik air mata.
Indonesia
Senji Prawira retweetledi

@erlanishere Ini lah salah satu hadits Rasulullah, kita banyak tapi bagai buih di lautan.
Andaikata kita bisa liat itu peluang, tapi sayang beribu sayang. Pimpinan negeri islam tersulut kepentingan duniawi
Indonesia
Senji Prawira retweetledi

Iran Kecolongan?
Tadi malam, dalam kondisi sebenarnya udah ngantuk banget (dan hampir saya matikan tuh laptop, mau tidur aja karena sudah 10 menit lewat waktu yang dijanjikan, pihak TV belum menghubungi lagi), saya dihadapkan pada pertanyaan yang menggelitik.
Intinya begini, narasumber yang lain menyebut Iran "kecolongan" karena tidak bisa menjaga pemimpinnya. Lalu host mengkonfirmasi ke saya, menanyakan pertanyaan yang -saya pikir- juga ada di benak banyak orang, "Bukankah seharusnya pemimpin dengan level setinggi itu penjagaan keamanannya sangat ketat?"
Saya sebelumnya sudah menyimak pernyataan tokoh politik senior Iran, saat ini menjabat Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani yang menyatakan bahwa Ayatullah Khamanei memang tidak mau diminta bersembunyi. Memang beliau yang maunya tetap bertahan di tengah masyarakat (rumah dan kantor beliau ada di dalam gang, di tengah kota Teheran).
Beliau bilang, baru mau ke bunker kalau semua warga Iran juga dapat kesempatan berlindung ke bunker.
Berkali-kali sebelumnya saya juga melihat video-video yang menunjukkan beliau berdoa, memohon kesyahidan. Suami saya, dulu banget, saat masih kuliah di Iran, pernah ikut i'tikaf di masjid, lalu diumumkan, "Rahbar minta diaminkan doanya." Jamaah i'tikaf ya nurut aja, amin.. amin.. Eh, kemudian ketahuan, doa beliau adalah doa minta segera disyahidkan.
Jadi, ya memang begitulah mental kebanyakan orang Iran, ingin mati syahid. Tapi, beda dengan syahid ala jihadis Wahaboy, harapan akan kesyahidan dipandu oleh kesadaran kritis, yaitu pemahaman geopolitik dan kegigihan mencapai kemajuan iptek, terutama pembuatan senjata untuk membela diri saat musuh menyerang.
Cuma, masih ada pertanyaan tersisa di benak saya, "Ya tapi kan harusnya langit Teheran dijaga dong, biar ga ada rudal atau jet tempur masuk?"
Di TV saya cuma bisa bilang, serangan ini kejutan, karena serangan terjadi saat negosiasi masih berlangsung, dan Menlu Oman di TV bahkan mengungkap, Iran bersedia menyimpan nol cadangan uranium yang diperkaya [yang berpotensi dijadikan bom]. Namun dalam waktu singkat, meski Pemimpin Tertinggi gugur, Iran mampu memberikan serangan balasan.
[Serangan terhadap kediaman Ayatullah Khamenei jam 8.30 pagi, serangan balasan dimulai 11.00 pagi waktu Iran]
Setelah diskusi dengan beberapa kawan, akhirnya ketemu jawaban yang lebih detil. Narasi bahwa “Iran kecolongan karena gagal mengintersep” adalah penyederhanaan yang keliru. Dalam perang modern, tidak ada sistem pertahanan udara yang 100% sempurna. Amerika gagal mencegah serangan 9/11 [dengan mengikuti klaim mereka bahwa Al Qaida yang menabrakkan pesawat ke Twin Tower], Israel tetap kebobolan sebagian roket Iran (bahkan juga roket Hamas) meski punya Iron Dome. Arab Saudi tidak mampu mencegat drone Ansharullah Yaman saat serangan Aramco 2019.
Kegagalan intersep [mencegat] bisa disebabkan oleh serangan multi-vector yang kompleks, faktor kejutan, infiltrasi intelijen, atau celah teknis. Menyimpulkan “lemah” atau "kecolongan" dari satu kegagalan adalah falasi "hasty generalization" (generalisasi yang terburu-buru).
Begitu juga, klaim bahwa terbunuhnya Ayatullah Khamenei adalah gara-gara kebocoran intelijen yang artinya "rezim tidak solid" atau lemah, juga generalisasi yang tergesa-gesa. Faktanya, semua negara mengalami infiltrasi: CIA beroperasi di Rusia, Mossad di berbagai negara, dan intel Rusia maupun China juga menyusup ke Barat. Dan... intel-intel Iran juga ada di Teluk. Makanya Iran menggempur sebuah hotel mewah di Dubai karena mendapatkan info bahwa tentara-tentara AS dievakuasi ke sana.
Terakhir, penyebab terbunuhnya Ayatullah Khamenei juga masih belum pasti, apakah jet tempur masuk ke wilayah Iran, atau rudal yang ditembakkan dari luar Iran. Jika rudal dari luar Iran, penjelasannya begini (kata teman saya):
Misil yang ditembakkan dari luar perbatasan masih jadi problem buat semua militer, bukan cuma Iran. Jika rudal itu dikirim dari Suriah, Bahrain, atau Irak, jaraknya sudah terlalu dekat. Misil sudah dalam posisi aktif untuk bisa dicegat. Apalagi (lihat peta), pangkalan militer AS ada di sekeliling Iran, serangan bisa berasal dari mana saja, sulit diduga, dan wilayah Iran sangat luas. Tidak mungkin menjaganya 100% tanpa bisa ditembus.
Sebaliknya, misil dari Iran menuju Tel Aviv, bisa ditembak di Yordania, UAE, dll, karena belum masuk posisi aktif (masih meluncur) jadi lebih mudah dijatuhkan. Itulah sebabnya, jika misil Iran sudah masuk fase aktif, bahkan Iron Dome dkk juga tidak bisa menangkis.
Apapun juga, intinya: Iran sudah (dan sedang) melawan sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya. Kematian pemimpin dan para komandan militer adalah bagian dari resiko perjuangan mereka. Kesyahidan (yang rasional) menjadi impian bagi mereka.
YANG SALAH ITU: menyalah-nyalahkan korban. Justru harusnya, terus berfokus ke si pelaku: AGRESI terhadap negara berdaulat adalah salah, melanggar Piagam PBB pasal 2, dan pihak yang diserang berhak untuk membalas (Piagam PBB pasal 51).
Ini juga berlaku dalam cara kita memandang Palestina. Meski di sana ada friksi internal, ya sudah, itu urusan mereka. Selalu ingat bahwa yang salah itu ISRAEL; penjajahan Israel harus segera dihentikan. Jangan malah berkata, "Ya gimana kita mau bantuin? Mereka aja berantem satu sama lain?!"

Indonesia
Senji Prawira retweetledi

BIADAB! Order fiktif 3 ambulan di Semarang cuma buat mainan oknum DC Pinjol. Ambulans itu buat nyawa orang, bukan alat teror!!
Bukti nyata pengawasan pinjol di negeri ini cuma sebatas teori & di atas kertas. Mana tindakan tegasnya? Capek-capek membangun pondasi literasi, malah DC Pinjol kelakuannya diluar ga ngotak kaya sampah!

Indonesia
Senji Prawira retweetledi
Senji Prawira retweetledi

@bardanslm Bener banget bahkan diajari juga bekerjalah seakan-akan hidup selamanya dan beribadahlah seakan-akan engkau akan mati esok.
Sudah ada porsinya jangan mau dibenturkan.
Indonesia
Senji Prawira retweetledi

sholat sama dunia itu tidak perlu dibenturkan.
sholat 1 hari berapa menit kira2? kalau 15 menit 1 kali sholat, brarti sholat wajib ada 5 kira2 15 menit X 5 = 75 menit. di tambah sunah2 lain, ibadah2 lain dan kalau mungkin ke masjid total 120 menit alias 2 jam.
1 hari ada 24 jam. kalau 8 jam tidur, 2 jam dipake ibadah. masih ada 14 jam kita ngapain?
kejar dunia dong,
- belajar
- upgrade ilmu
- ngulik hal baru
- networking
- baca buku
- bangun bisnis, bangun portofolio, bangun pengalaman
- sekolah, kuliah, cari beasiswa dan semua "kejar dunia" ini penting sekali karna ini bekal kita ke akhirat
- investasi dll
kejar dunia bahkan bisa jadi nilai ibadah kalau kita niatkan demikian.
yuk semangat kejar dua2nya!
Berkata@Berkataid
Indonesia







