



Mas Gres
11K posts

@erlanishere
Nurturing @grescourse, mainly advocating for Palestine and sharing knowledge about current issues, religion and history.








Keliru, transpuan = laki2.






Setelah liat tulisan Gibran, aku semakin percaya klo ini orang beneran cuma lulusan SMP 🤣

Penerjemah Indonesia Stock Exchange siapa yaa? Cakep bgt jadi bursa efek indonesia 🙌🏻















teman-teman, gue nemu serial tulisan dari project the acts of reburial yang isinya survival lessons dari para penyintas genosida bosnia, yang ditulis oleh Harun Mehmedinović, @SkyglowProject. bukan buat nakut-nakutin, biar kita nggak naif kalau suatu hari ada tanda-tanda yang sama muncul di mana aja. 🧵 (1/3) 1. be really well armed and well organized. jangan pernah nggak punya alat buat lindungin diri sendiri. pas perang bosnia meletus, ada embargo senjata dari barat. yang kena getahnya paling parah ya warga bosnia, karena mereka nggak punya akses senjata sama sekali, sementara militer lawan udah punya persenjataan lengkap warisan tentara yugoslavia. orang-orang sampai bikin tipuan pipa got jadi bazoka biar keliatan siap tempur. (see: defense of Sarajevo) 2. jangan pernah nyerahin "senjata" lo ke pihak yang janji bakal lindungin lo. warga srebrenica nyerahin senjata mereka karena percaya PBB bakal jagain mereka. hasilnya? lebih dari 8.000 orang dibantai, dan PBB malah ikut bantu misahin korban. sementara di goražde, orang-orang yang nolak nyerahin senjata, selamat. (see: Fall of Srebrenica, defense of Goražde) 3. waspada kalau ada "pemindahan" secara tiba-tiba dan nggak jelas. banyak korban dibawa dan dijanjiin "prisoner exchange" tengah malem, padahal mereka dibawa menuju kuburan massal. kalau itu beneran prisoner exhange secara resmi, biasanya lewat pihak ketiga yang jelas dan bisa dipercaya. (see: Hrastova Glavica massacre, Korićani Cliffs massacre) 4. sejarah yang berulang itu nyata adanya! jangan suka bilang "yaelah kan udah beda zaman." genosida di bosnia itu bukan pertama kalinya, ada jejaknya dari 1873 sampai 1941. tapi tiap kali kejadiannya berakhir, orang-orang pengen cepet-cepet lupain dan pada percaya "ini nggak bakal kejadian lagi", padahal akar masalahnya nggak pernah beneran diselesaikan. jangan percaya orang/kelompok udah berubah kalau belum ada bukti nyata proses rekonsiliasinya. (see: Kulen Vakuf massacres of 1873, 1941, and 1992) 5. buat melakukan genosida gak perlu seluruh populasi ikut membunuh. yang benar-benar mengeksekusi mungkin cuma 2-3% populasi serb. tapi mereka bisa berhasil melakukan itu, karena ada banyak orang lain yang membantu, membiarkan, atau pura-pura gak lihat. 6. kedekatan nggak jamin kesetiaan. ada kasus tetangga bahkan yang jadi "wali baptis" justru ikut membunuh keluarga yang dekat sama mereka selama bertahun-tahun. (see: Suha Massacre, Mokronoge massacre) 7. desa belum tentu lebih aman dari kota. kebanyakan pembantaian dan kekerasan justru terjadi di desa-desa kecil yang minim perlindungan, bukan di kota besar. (see: Prhovo massacre, Biljani massacre) 8. kalau lagi kabur, tempat yang "nggak masuk akal" justru bisa jadi yang paling aman. salah satu orang selamat karena sembunyi di kuburan, karena nggak ada yang nyangka orang bisa ngumpet di situ. (see: Nedžad Avdić story of Srebrenica survival) 9. dipilih buat kerja paksa, bukan jaminan keselamatan. banyak "pekerja" yang akhirnya tetap dieksekusi. kalau ada celah buat kabur, ambil, jangan nunggu sampai "aman" dulu. (see: Oborci massacre) 10. usahakan mandiri soal makanan, air, dan listrik dari awal. selama pengepungan sarajevo (1.500 hari, salah satu pengepungan terlama dalam sejarah modern), warga sepenuhnya bergantung ke bantuan luar, dan bantuannya sering basi dan kualitasnya buruk banget, yang dikasih makanan-makanan sisa yang udah kadaluarsa puluhan tahun lalu. 11. maafkan, tapi jangan lupakan. budaya di sana cenderung pengen "move on" dan lupain semua biar nggak sakit hati. namanya culture of amnesia. memaafkan itu penting biar nggak menyiksa diri sendiri, tapi perihal lupa itu beda cerita, kalau kita lupakan artinya kita mengkhianati orang-orang yang udah nggak ada. generasi setelahnya justru butuh tau supaya nggak kejadian lagi. 12. kalau lagi sembunyi, tetaplah bersembunyi. sering ada tentara yang teriak "keluar, kalian aman, kita nggak akan nembak. kalau gak keluar, kita tembak" ke rumah-rumah. yang percaya dan keluar dari tempat persembunyiannya, banyak yang berakhir dibunuh. yang tetap sembunyi lebih besar peluang selamatnya. jangan gampang percaya janji "aman" mereka. (Čanje massacre, Prhovo massacre, Velagići massacre and so on) 13. jangan balik ke tempat lo pernah ketangkep atau diserang. ada orang yang lolos dari eksekusi, tapi lari balik ke kampung asalnya karena kangen serta satu dan lain hal, di situ dia ketangkep lagi. (see: Ibrahim Ferhatović survival and capture after Hrastova Glavica) 14. lebih baik lari daripada nurut sama mereka. kalau ada yang nyuruh keluar atau nyerah dan lo nggak yakin bakal aman, mending cari cara kabur selagi bisa. banyak yang selamat justru karena lari, bukan karena nurut. 15. jangan denial. jangan terlalu percaya sama omongan "orang jaman sekarang udah nggak sejahat itu", apalagi kalau udah ada rekam jejak kekerasan dari dulu. kalau ngerasa ada tanda bahaya, jangan cognitive dissonance, dibantah dengan logika sendiri, langsung keluar kalau bisa. source: theactsofreburial.substack.com/p/15-survival-…






@erlanishere Iran banyak keturunan Israel juga. Karena pernah dua bangsa ini. Persia dan Israel di zaman dulu hidup bersama dan berdampingan. Jadi... Tak heran genetika dan IQ dari anak anak mereka sama pandai. ✅✅

Roy Murtadho: "Mengapa Islam Progresif Harus Membela LGBT?" indoprogress.com/2018/11/mengap…