Dashahahaha

11.7K posts

Dashahahaha banner
Dashahahaha

Dashahahaha

@SiDasbor

Memang su/lap memang she/her

The Netherlands Katılım Aralık 2009
710 Takip Edilen231 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Dashahahaha
Dashahahaha@SiDasbor·
If you find me being meek and humble, check my eyebrows. They're probably due for another threading sesh
English
1
5
17
0
Dashahahaha retweetledi
ayyy
ayyy@iamailaellah·
Imo, aku agak setuju, tapi menurutku ini lebih nuanced. High intelligence + low emotional regulation, bisa jadi tajam, sinis, impatient. High intelligence + high emotional regulation, biasanya justru tenang, precise, dan tahu kapan harus blunt. Tapi ada jg org merasa dirinya “smart and direct”, padahal kadang cuma underdeveloped interpersonal skill yg dibungkus intellectual superiority :(
Dressrosa ✨🩷@Desssyrosse

Semakin tinggi kecerdasan seseorang, semakin menusuk kata2 nya. Psikologi menyebut ini sbgai low tolerance for cognitive distortion. Artinya org dgn kecerdasan tinggi sulit mentoleransi kebohongan, alasan palsu, dan logika yg lemah. Otak merek terbiasa berpikir efisien dan langsung, mereka memotong drama dan langsung ke inti masalah, Itulah knp kata2nya terasa pedas. Jadi apakah kamu termasuk orang cerdas itu? biasanya yaelah ini gue banget.

Indonesia
22
1.2K
5.8K
185.9K
Dashahahaha retweetledi
ayum
ayum@comstelation·
aku anak kabupaten ya, rantau ke jakarta. baru 3 tahun sih di jakarta, tapi rasanya apa yang aku dapat selama di sini membuat aku sering bersyukur kalau lihat ke belakang betapa menyedihkannya hidupku sebagai anak kabupaten dulu. aku yakin dulu aku depresi karena kurang "jalan-jalan" alias entertain. makanya tiap pagi aku sanggup lari berkilo-kilo meter. ortuku gak bisa ajak aku kemanapun, bahkan ke alun-alun juga gak bisa (karena kabupatennya gak punya!) tiap hari aja kerjaanku cuma mendem di rumah, soalnya angkot paling deket jam 5 sore udah gak beroperasi. naik motor, belum punya sim. sekalinya bisa naik motor, motornya pun juga tiap minggu rusak karena jalanannya jelek. limitasi bermobilitas itu... ya bikin depresi wkwk. di jakarta? aku sering stress juga sih sekarang, tapi aku maish sering depression walking dibantu dengan mikrotrans 0 rupiah itu. gak ada duit gak bikin aku sedih karena aku masih bisa nyari capek dengan mikrotrans-an, atau bengong nangis di taman..... di GBK, di tebet, you name it.
aryz@hemoglo0bin

Ngl lahir dan besar di jakarta mnurutku adlh sbuah privilege

Indonesia
15
227
2.2K
90.1K
Dashahahaha retweetledi
Caroline Renard
Caroline Renard@carolinerenard_·
LA???? Your move.
Caroline Renard tweet media
English
23
1.9K
19.4K
145.8K
Dashahahaha retweetledi
ndaa 𐙚
ndaa 𐙚@bbarbieie·
motif para pembisnis masuk ke ranah pemerintahan bukan buat nyari gaji, tapi nyari posisi strategis buat ngatur atau ngubah regulasi dan izin yg menguntungkan bisnis mereka, perlindungan aset dll 😂 mereka ga sepolos itu buat pure pengen “memajukan daerah” oligarki bisnis-politik gini udah kebaca banget di indonesia wkwkkw
sister hong🥸@yoasobis

kata gw sih kalo udah pengusaha sukses gitu terus tiba2 masuk ke pemerintahan pasti ada tujuannya / maksud tertentu. ngga mungkin embel-embel ingin memajukan indonesia / provinsi. pasti ada tujuan terselubung xixi..

Indonesia
2
123
314
6.4K
Dashahahaha retweetledi
Roy Murtadho
Roy Murtadho@MurtadhoRoy·
Ada kawan aktivis senang klo ekonomi Indonesia rontok, biar total krisisnya & penguasa terjungkal. Pertanyaannya, apakah gerakan rakyat sdh siap mengambil alih kendali negara jika kondisi darurat terjadi? Atau justru hanya ngasih peluang militer tampil mengendalikan negara?
SiraitBatakDusun™️@bachrum_achmadi

Rupiah hancur lebur, IHSG rontok. Lalu pertanyaannya apa tindakan n solusi pemerintahan Presiden @prabowo !🤔🤔

Indonesia
134
791
3.1K
225.4K
Dashahahaha retweetledi
Aden
Aden@speedingjunkie·
Fenomena Ferry sebenarnya tidak akan terjadi kalau masyarakat Indonesia punya kemampuan listening bahasa Inggris yang memadai. Konten-konten edukasi seperti Vox, Veritasium, Money & Macro, atau essay YouTuber lainnya sudah sangat banyak tersedia dalam bahasa Inggris. Sayangnya, mayoritas orang Indonesia tidak bisa mengaksesnya karena hambatan bahasa. Sementara itu, kanal pendidikan YouTube Indonesia masih jauh tertinggal dan belum mampu menyamai standar kanal-kanal berbahasa Inggris tersebut. Ferry mengisi celah yang kosong itu dengan gaya penyampaian yang mudah diterima awam, sesuatu yang sulit dilakukan oleh akademisi konvensional. Kasus serupa pernah terjadi pada Johnny Harris. Sebagai orang non-sejarawan dan non-ekonom, ia membahas topik sejarah dan ekonomi, lalu dikritik keras oleh YouTuber ahli. Responsnya cepat: ia langsung menambahkan catatan kaki dan sumber riset yang lebih ketat. Kedua kasus ini sekaligus menjadi bukti nyata soal kualitas pendidikan bahasa asing kita saat ini, serta kesenjangan kualitas pengajaran bahasa antar institusi pendidikan. Gue bisa berkata gini setelah men-suscribe banyak kanal youtube edukasi asal Indonesia dan membandingkannya dengan konten kreator edukasi dari luar berbahasa asing.
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10

Disclaimer: saya bukan pendukung FI (amit-amit) Tapi saya pribadi, paling malas kalau ngelihat perilaku orang dari stereotip sukunya. Stereotip itu ada benarnya kok, karena bersumber dari realita yang dialami seseorang ketika berinteraksi dengan suku tersebut. Tapi penyebab munculnya stereotip dari suku itu bukan nilai-nilai dari suku itu sendiri. Melainkan faktor lain seperti: TINGKAT PENDIDIKAN, KELUARGA, EKONOMI, TRAUMA MASA LALU dsb. Orang Minang banyak bacot dan pengolah? Iya, saya sering menemui itu pada orang-orang yang berasal dari keluarga broken home/disfungsional, tingkat pendidikan rendah, punya pengalaman traumatis, dll. Tapi saya hampir ga nemu itu di anak2 Minang yang kuliah di PTN bagus. Yang keluarganya utuh dan akhlak orang tuanya bagus. Apalagi yang udah jadi profesional sukses. Orang Jawa sering dicitrakan sebagai orang yang rajin, ga neko-neko, dan cinta damai. Sampai aku menemukan almarhum bos preman besar di Medan ternyata keturunan Jawa Kebumen (tahu film Jagal, coba cek aja bos2nya itu orang mana) Ada lagi bos bandar narkoba dari Jawa Timur yang ternyata pemain internasional (barusan ketangkap di Kamboja). Jadi, stop analisis orang berdasarkan stereotip sukunya.

Indonesia
23
237
1.2K
56.7K
Dashahahaha retweetledi
Triiad ୭୭
Triiad ୭୭@triiadxx·
When you visit your mom because you miss her and she suddenly starts the same bs that made you move out
English
50
1.4K
12.7K
208.2K
Dashahahaha retweetledi
Betakopites
Betakopites@BetaKopites·
Di fyp gw lagi muncul lagi ini mulu 😆 ampeee apal. Nagih bener euy hehe “Paman sedang apa…
Indonesia
52
324
1.8K
68.6K
Dashahahaha retweetledi
Liam Nissan™
Liam Nissan™@theliamnissan·
💯
Liam Nissan™ tweet media
QME
115
3K
17K
363.4K
Dashahahaha retweetledi
.
.@emmasarchivee·
you seem pretty burnt out for a girl so ambitious
English
59
22.8K
107.5K
1.2M
Dashahahaha retweetledi
Mortal Enema
Mortal Enema@mortalenema·
Mortal Enema tweet media
ZXX
12
147
1.2K
25.3K
Dashahahaha retweetledi
denver
denver@dnvrsn·
hear me out — they host a netflix talent competition show looking for a temporary new member BUT the audition pool is crazy talented women 35+ who thought it was “too late” to be a pop star …and then the winner gets to join them for a new song + video + tour
Variety@Variety

The Pussycat Dolls perform together at the #AMAs

English
205
972
14.5K
605K
Dashahahaha retweetledi
Karina
Karina@KarinaShen54587·
Early 2000s itu Indonesia masih dibawah "hegemoni" budaya era orba. Makanya untuk case² kaya gini kita biasa aja, artis² secara identitas bisa jauh lebih terbuka. Datanglah presiden kesayangan kalian si pepo. Paku terakhir nya ada di 2017
Gandalf Kitty | Aran@kitty_gandalf

iya jir dulu cowo-cewe koleksi kertas file, binder lucu-lucu juga ya biasa aja cowo maen karet bareng cewe ya biasa aja kita nontonin alm. dorce show dan amink gapernah tuh ada yang protes we used to be woke and totally fine with it kalo standarnya kayak kata orang jaman now

Indonesia
6
25
344
57.9K
Dashahahaha retweetledi
LEO. 🔻 comms: open.
LEO. 🔻 comms: open.@ANARCHODES·
Setuju. Jujur dari dulu kurang suka dengan kebiasaan masyarakat kita yang memarodikan segala hal bahkan politik sekali pun. Kemarahan kita ke politikus-politikus jahat ini masih kurang kuat dan mengakar, tapi udah dibuat goyah terus sama hal-hal remeh berbungkus komedi.
Yaku (idr cms on prog)@999Ykseo

Jangan hype lagu MBG yang bahlul-bahlul itu. AI, shallow, dan imo terasa dibuat untuk desensitize masyarakat sama politikus berbahaya. Inget gemoyfication 02? Young voters + lower income class ate that shit up, we can't, CAN'T let that slipped out again.

Indonesia
9
3.9K
9.8K
116.8K
Dashahahaha retweetledi
Nick Kapur
Nick Kapur@nick_kapur·
I keep coming back to the "Doorman fallacy" when I hear about how Harvard has hired McKinsey to help it fire up to 25% of its staff without asking anyone what they actually do.
Nick Kapur tweet media
English
68
1.2K
18.2K
1.1M
Dashahahaha retweetledi
aryo tromol 🔻🍉🌻✳️
"Gadis Minimarket" itu buku yang sangat bagus. Salah satu buku yang akhirnya membawaku kembali pada gagasan Marx, "bekerja itu adalah eksistensi manusia". sayangnya, esensi kerja itu sendiri yang digeser sangat jauh oleh kapitalisme, dan "kerakusan" masyarakat zaman ini.
Rido@ridoarbain

Ada yang masih ingatkah berita viral tahun lalu, saat akun Instagram SMK PGRI Lubuklinggau mencuri perhatian publik setelah mengunggah ucapan selamat untuk dua alumninya yang diterima bekerja di minimarket? Respons publik terhadap unggahan tersebut cukup beragam; meski banyak yang memuji sikap sekolah, ada pula yang justru meremehkan karena menganggap profesi (kasir) karyawan minimarket bukan termasuk karier impian yang cukup layak untuk diapresiasi seperti halnya ASN, TNI, Polri, dll.. Pandangan sinis semacam itu sebetulnya persis apa yang dialami oleh tokoh bernama Keiko Furukara dalam novel CONVENIENCE STORE WOMAN (GADIS MINIMARKET) karya Sayaka Murata. Keiko adalah sosok wanita dewasa berumur 36 tahun yang telah bekerja di sebuah minimarket (konbini) hampir sepanjang hidupnya. Ia mulai bekerja di sana sejak usianya 18 tahun dan menjadi karyawan angkatan pertama saat minimarket itu baru dibuka.⁣ Bagi kebanyakan orang, kehidupan Keiko dianggap tak normal. Mereka menganggap, pada usia matang tersebut, idealnya Keiko sudah menikah dan memiliki pekerjaan tetap, bukan malah melajang dan menjadi pekerja paruh waktu, apalagi di minimarket. ⁣Apa yang dialami Keiko, begitu pun alumni SMK yang diterima bekerja di minimarket, merupakan bias pandangan masyarakat dalam menilai dan memberi label normal dan abnormal. Di samping itu, masalah yang tak kalah pelik dalam kehidupan bersosial ialah tuntutan masyarakat yang menginginkan seseorang berlaku sesuai dengan "standar" tidak resmi yang mereka buat sendiri. “Dunia normal adalah dunia yang tegas dan diam-diam selalu mengeliminasi objek yang dianggap asing. Mereka yang tak layak akan dibuang.” Gagasan tentang menghargai pilihan setiap individu tanpa memandang jenis pencapaian mereka, sejatinya juga selaras dengan filosofi pendidikan yang dikembangkan oleh Alexander Sutherland Neill dalam bukunya yang populer berjudul Summerhill School. Summerhill, sebuah sekolah alternatif yang didirikan Neill pada 1921 di Inggris, menekankan kebebasan, kebahagiaan, dan penghargaan terhadap individualitas siswa. Neill percaya bahwa para siswa dapat berkembang dengan baik ketika mereka diberi kepercayaan untuk membuat pilihan sendiri dan dihargai sebagai individu, bukan dinilai berdasarkan standar akademik atau sosial yang kaku. Dalam bukunya itu, Neill menulis bahwa tujuan pendidikan bukanlah mencetak siswa yang seragam, tetapi membantu mereka menemukan jati diri dan potensi unik mereka. Ia menentang sistem pendidikan yang terlalu menekankan prestasi akademik dan kompetisi, karena hal tersebut sering kali menghancurkan kepercayaan diri siswa yang tidak sesuai dengan standar tersebut. Sebaliknya, Neill mendorong pendidik untuk memberikan afirmasi positif dan menciptakan lingkungan di mana siswa merasa diterima apa adanya. Langkah kecil yang diambil oleh SMK PGRI Lubuklinggau ketika mengunggah ucapan selamat kepada alumninya, seolah-olah mencerminkan semangat Summerhill dalam beberapa cara. Pertama, dengan mengapresiasi lulusan yang bekerja di minimarket, pihak sekolah menunjukkan bahwa mereka menghargai pilihan personal setiap siswa, seperti yang diadvokasi Neill. Kedua, sekolah menciptakan suasana yang mendukung perkembangan psikologis siswa dengan menunjukkan bahwa setiap langkah menuju kemandirian adalah prestasi yang patut dirayakan. Hal ini sejalan dengan pandangan Neill bahwa kebahagiaan dan rasa percaya diri siswa lebih penting daripada konformitas terhadap ekspektasi masyarakat. Meski begitu, segelintir komentar negatif dari beberapa warganet dalam menilai unggahan viral tersebut, menunjukkan masih adanya stigma sosial terhadap pekerjaan tertentu. Oleh karena itu, sekolah, institusi, dan juga KITA, perlu terus mengedukasi masyarakat bahwa seyogianya keberhasilan tidak hanya diukur dari status atau gaji, tetapi dari tanggung jawab dan kontribusi pada masyarakat.

Indonesia
7
340
1.6K
41.5K
Dashahahaha retweetledi
Gandalf Kitty | Aran
Gandalf Kitty | Aran@kitty_gandalf·
iya jir dulu cowo-cewe koleksi kertas file, binder lucu-lucu juga ya biasa aja cowo maen karet bareng cewe ya biasa aja kita nontonin alm. dorce show dan amink gapernah tuh ada yang protes we used to be woke and totally fine with it kalo standarnya kayak kata orang jaman now
ari 🍳💤@nikiritsu

Mau contoh lain? Dulu anak2 cowo jg ikutan koleksi kertas file dan penghapus unik, ga ada yg bilang itu hobi cewe. Skrg apaan jir masa seblak aja distereotipe sebagai makanan cewe. Kita jg prnh punya alm. Dorce dan Aming yg dipuja bapak2 ibu2, tp skrg malah jd lelucon di TV.

Indonesia
36
3.5K
15.7K
316.8K