xvalak

378 posts

xvalak

xvalak

@SusValak

Katılım Ekim 2025
5 Takip Edilen1 Takipçiler
vi🍒
vi🍒@bakuldimsum_·
Kalian tau berita ini? Anak SMK yg sedang magang ga mampu beli sepatu ukuran 44, jadi dia harus pake sepatu uk 40. kakinya pun makin bengkak dan makin parah, Mandala meninggal. Itu anggarannya mending dipake buat siswa kurang mampu, bukan cuma siswa sekolah rakyat 🙏
vi🍒 tweet mediavi🍒 tweet mediavi🍒 tweet mediavi🍒 tweet media
SobatMiskinTV@MiskinTV_

🙏Heboh terkait anggaran Kemensos Rp27Miliar atau Rp700rb untuk sepasang sepatu siswa Sekolah Rakyat. Kalo memang sepatunya sama dengan yang ada di foto tahun 2015 ini, sepertinya harga Rp700rb per pasang terlalu mahal. Kalopun mau Rp700rb, semestinya itu bisa untuk lebih dari 2 sepatu tiap anak.

Indonesia
89
3.2K
11.3K
475.5K
mino
mino@mino1054454·
@mjbakhm @MiskinTV_ Buktikan pake data aja bro jgn cuma bacot mna pabrik yg dibawah Umr
Indonesia
9
0
0
2.4K
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Ketua serikat/persatuan/solidaritas buruh kok pada gembul2 ya? Apakah pertanda Buruh sudah makmur?
SobatMiskinTV tweet mediaSobatMiskinTV tweet media
Indonesia
318
2.3K
10.3K
387.5K
🤫
🤫@usabperning_·
kalo setelah viral terus ada kabar intimidasi, semua jajaran wajib dipecat bubar sih sekalian sama ormas²nya 😁
🤫@usabperning_

Surat terbuka untuk pemerintahan jawabarat @humasjabar dan semua jajarannya yang dipimpin gubernur @DediMulyadi71 Ironi pelayanan publik RONGSOK kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Seorang ibu asal Rongga harus pulang dengan kekecewaan saat mengurus Akta Kelahiran di kantor Disdukcapil KBB, Senin (27/04/2026). Sudah datang sejak pukul 09.00 WIB, ia tak kebagian antrean pagi dan diminta menunggu hingga siang. Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya ia mendapat nomor antrean 0125. Namun saat giliran tiba, harapan itu langsung pupus. Petugas menolak berkas dengan alasan sistem sudah ditutup karena kuota penuh. “Sudah close, tidak bisa,” ujar petugas singkat tanpa solusi. Yang jadi sorotan, tak lama setelah itu, ibu tersebut didatangi seorang pria yang menawarkan jasa pengurusan akta. Meski di dalam dinyatakan “sistem ditutup”, pria yang diduga calo tersebut justru bisa membantu proses dokumen—dengan tarif Rp200 ribu (akhirnya dibayar Rp160 ribu). Pertanyaannya, sistem benar-benar tutup… atau hanya tutup untuk jalur resmi? Kejadian ini kembali memunculkan dugaan praktik percaloan serta menjadi catatan serius bagi kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bandung Barat. mau sampe kapan?

Indonesia
24
114
426
38.5K
xvalak
xvalak@SusValak·
@Jateng_Twit kekejian dimana2 , mereka itu sembahyang ga sih ke Tuhan? Kok ga bisa bedakan mana yg salah dan benar loh. ....
Indonesia
0
0
1
706
xvalak
xvalak@SusValak·
@AnggiCartwheel Pemerintah selalu bohong ke rakyat ga bisa dituntut, rakyat salah sedikit walau cuma kritik bisa dipenjarakan. suram
Indonesia
0
0
0
361
Anggi Cartwheel 🍉
Anggi Cartwheel 🍉@AnggiCartwheel·
Ngeliat tetangga nenek² yg ngerawat cucunya yg yatim nangis rasanya hatiku kretek². Tau gak penyebab nangisnya apa? Karena pemerentah menghentikan program dana Yatim Piatu yg "katanya" akan berlangsung sampai anak umur 17 tahun. Ini anaknya baru 10 tahun udah di-CUT. Satu lagi nemu kebohongan pemerintah.
Indonesia
17
892
2.4K
43.3K
xvalak
xvalak@SusValak·
@LambeSahamjja Presiden jg ga mau tau kedaan rakyatnya........ Omong kosong pemerintah konoha
Indonesia
0
0
0
1.1K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar. Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya. Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku. Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya. Tidak menyebut nama kepala sekolah. Tidak menyebut nama guru siapapun. Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah. Yang terjadi secara kronologis: Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya. Kepala sekolah memanggil dia. Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak. Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural. Tidak ada proses klarifikasi yang fair. Tidak ada mekanisme banding. Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi. Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara. Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying. Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan: Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya: Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami. Berhenti sebentar di sini. Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah. Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu. Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka. Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik. Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya? Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak. Ini bukan opini. Ini fakta hukum. Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah. Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah. Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa. Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi. Si Bapak tidak mengarang. Dia mengingatkan aturan yang memang ada. Dan untuk itu anaknya dikeluarkan. Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar: Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari. Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik. Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi. Mengkritisi MBG bukan kejahatan. Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan. Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan. Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik: Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga. Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya. Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri. Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya. Itu yang terjadi di sini. Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka. Apa yang seharusnya terjadi secara hukum: Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial. Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31. Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah. Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa. Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang. Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu. Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini: Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan." Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah." Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran. Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan. Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu. Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia: "Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan." Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan. Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani. Mas Azhim berhak atas pendidikannya. Dan bapaknya berhak atas keadilannya.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
363
5.3K
9.1K
480.4K
xvalak
xvalak@SusValak·
@novumgradum Mereka tua umurnya tapi kekanak-kanakan mentalnya.......
Indonesia
0
0
0
243
Oladoja
Oladoja@_onlyscott·
Guess the Goalscorer Level: HARD
English
13.7K
536
7.9K
4.1M
xvalak
xvalak@SusValak·
@ardisatriawan Percuma punya lemari buku, pamer buku2 berat..... Endingnya tolol....
Indonesia
0
0
0
24
xvalak
xvalak@SusValak·
@dysafiaa Ngejar waktu apa sengaja MD????? Untung ya
Indonesia
0
0
0
534
xvalak
xvalak@SusValak·
@liaasister Ini seperti tengkulak culas...... Namnya pemerintah
Indonesia
0
0
0
9
liaa
liaa@liaasister·
Tambah ngaco aja mentri agama sekarang . Semua dana rakyat mau di ambil alih pemerintah. Ini mungkin jangan jangan negara sudah bangkrut .. tapi tetap saja hambur hamburkan uang buat yg gak penting , akhirnya sampai uang kurban & akikah juga di lirik ,
liaa tweet media
Indonesia
1.2K
1.3K
2.9K
129.6K
xvalak
xvalak@SusValak·
@irajenar Busuk dari kepalanya, sama seperti .....
Indonesia
1
0
0
236
𝐒𝐚𝐢𝐧𝐭𝐋𝐮𝐱
inisiator mengikat anak anak adalah KETUA YAYASAN dan KEPALA SEKOLAH, disampaikan secara lisan kepada pegawai di daycare little aresha diikat dari pagi sampai pulang, dibuka hanya saat makan dan ke kamar mandi 📽️kumparan
𝐒𝐚𝐢𝐧𝐭𝐋𝐮𝐱@irajenar

jahat banget Daycare Little Aresha! para guru di daycare mengikat kaki dan tangan anak anak, ditelanjangi sampai pulang, mulut dibekap. kasus ini baru terkuak semalam saat penggerebekan oleh polisi.

Indonesia
111
905
2K
165.1K
Ahmad Arif
Ahmad Arif@aik_arif·
Memang sebelum ada MBG, selama 80 tahun setelah Indonesia merdeka nggak ada anak-anak yang diberi makan bergizi oleh ortunya? Mengapa kemudian nggak ada yg dapat Nobel? Dalam sejarah, peneliti di Indonesia (tp orang Belanda), yang pernah dapat Nobel ya Christiaan Eijkman, menerima Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1929. Ironinya, Lembaga Biologi Eijkman--yang dibangun di era Habibie untuk menghidupkan kembali ekosistem riset era-Eijkman dibubarkan sejak beberapa tahun lalu dan dilebur ke BRIN. Hasilnya apa? Banyak ilmuwannya kabur, yang bertahan pun nyaris nggak terdengar lagi. Mundur jauh malah kualitasnya. Sampai kiamat pun kayaknya ilmuwan Indonesia nggak akan dapat Nobel, selama ekosistem riset tidak diperbaiki. Banyak ilmuwan Indonesia berbakat justru berkarier di luar negeri karena mencari fasilitas lebih baik, kebebasan akademik, penghargaan terhadap riset. Banyak yg tersisa kini, dan terutama yg menjabat di birokrasi adalah ilmuwan medioker, sedangkan yang masih berdedikasi pun tersingkir atau patah hati dan menunggu pensiun saja.
Jejak digital.@ARSIPAJA

Indonesia
24
307
723
41.2K
UGO & The Big Steppers
UGO & The Big Steppers@UGOOOTWEETS·
Kim Kardashian and Lewis Hamilton are engaged 💍 This will be Kim’s 4th marriage and the first for Lewis. Lewis said “Ive found my own person and I want to spend eternity with her”
UGO & The Big Steppers tweet media
English
1.2K
112
1.3K
9.3M
xvalak
xvalak@SusValak·
@CFALEVEL99 Pemerintah itu suka ngibul, gue aja sampai heran ilmu pat gulipat Tai.... Samapai kapan selalu bikin masyarakat sengsara
Indonesia
0
0
0
1.3K
xvalak
xvalak@SusValak·
@sosmedkeras Rakyat kecil yg selalu disasar.... Miris...
Indonesia
0
0
0
7
sosmed keras
sosmed keras@sosmedkeras·
Penjual bensin pertalite eceran di tangkap Polisi: Pertalite disedot dari tangki motor, lalu di jual Rp11 ribu/liter sehari 70 liter itu tidak wajar Seorang pria berinisial SM, warga Magelang Selatan, diamankan oleh Satreskrim Polres Magelang Kota setelah kedapatan menimbun dan menjual kembali bensin pertalite. Dalam sehari, jumlah yang dikumpulkan bisa mencapai 70 liter, jumlah yang jelas tidak wajar. Modusnya sederhana namun lic!k: BBM yang sudah masuk ke tangki motor disedot kembali menggunakan selang, lalu dipindahkan ke jerigen dan galon untuk disimpan di rumah. Dari penggerebekan, polisi menemukan sejumlah jerigen berisi BBM yang siap dijual kembali. SM mengaku menjual pertalite tersebut secara eceran maupun kepada pihak tertentu dengan harga sekitar Rp11.000 per liter. Dari praktik ilegal ini, ia meraup keuntungan pribadi, namun sekaligus merugikan masyarakat dan mengganggu distribusi BBM subsidi. Atas perbuatannya, SM dijerat Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah diperbarui melalui UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Ia terancam hukuman maksimal enam tahun penjara. Polres Magelang Kota menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum. Pengawasan di SPBU kini diperketat agar distribusi BBM tetap aman dan terkendali
sosmed keras tweet media
Indonesia
817
206
881
170.6K
andi
andi@andihiyat·
Karna omongan adalah doa. Lu lagi pengen apa sekarang?
Indonesia
9K
1.8K
21.7K
1.4M
BARI
BARI@BARI_klana·
Baru aja nemu makanan random hari ini, pertama kalinya cobain & enak. Ada yang tau ini apa? coba tebakk
BARI tweet media
Indonesia
1.4K
33
954
194.6K