Syafik
3.5K posts

Syafik
@Syafikudin
Beberapa karya terbesar dihasilkan oleh kesedihan yang mendalam







Eksploitasi guru, berkedok PPPK Paruh Waktu Pemerintah seolah tak henti-hentinya mempertontonkan nalar yang bengkok dalam mengelola sumber daya manusia, terutama di sektor pendidikan yang seharusnya menjadi fondasi kemajuan bangsa. Praktik kejam ini, dilakukan oleh sekolah-sekolh negeri. Beberapa hari ini, di facebook mindos muncul berbagai berita / video ttg SK PPPK Paruh waktu, formasi guru. Ada ribuan guru menerima SK PPPK paruh waktu, tersebar di berbagai kabupaten di seluruh republikh. Jika bicara nalar dan aturan, gaji pokok mereka seharusnya setara dengan PNS Gol IIIa atau PPPK Penuh waktu, sekitar 3.000.000 per bulan. Karna status pendidikan dan beban kerja mereka sama dengan guru-guru lain. yaitu, minimal S1. coba tebak, gaji mereka berapa? beberapa kabupaten memberikan gaji ± Rp. 1.000.000 per bulan, kabupaten lain, berlomba-lomba dalam keburukan. ada yang Rp. 500.000 ada pula yang cuma Rp. 100.000 bahkan ada yang kasih SK dulu, gajinya belum ada. Bagi mereka yang sudah punya sertifikasi pendidik, berpotensi dapat tambahan gaji Rp. 2.000.000, padahal ASN lain dapat serdik versi ASN yaitu Rp. 3.000.000 / setara gaji pokok. ini ada apa? Bagaimana mungkin para pendidik yang memikul beban kerja setara dengan ASN penuh waktu justru dipaksa menerima kompensasi/ honorarium yang menghina akal sehat. Alasan klasik mengenai keterbatasan ruang fiskal hanyalah dalih untuk menutupi ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola prioritas belanja. Ketika anggaran pendidikan diklaim mencapai 20 persen dari APBN, namun di lapangan guru-guru masih harus menjerit karena gaji yang hanya ratusan ribu rupiah, maka pertanyaannya adalah ke mana uang itu sebenarnya mengalir? hei bapak @prabowo, gagah pidatomu dari mimbar satu ke mimbar lainnya. Coba hentikan praktik memeras tenaga pengajar dengan bayaran recehan, atau kita harus bersiap melihat runtuhnya kualitas pendidikan nasional akibat kebijakan yang tidak memiliki nurani ekonomi.



















