
Syaiful Aprilianto
1.3K posts

Syaiful Aprilianto
@SyaifulIND
buat twitter karena d minta istri






meanwhile habibie pas rupiah melemah & krisis moneter:



bahas sepakbola dan fakta menarik seputar itu kayanya seru.



Alasan Megawati jadi pimpinan Reformasi adalah karena Peristiwa Kudatuli membuat tujuan gerakan Reformasi menjadi jelas. Tujuan Reformasi adalah membubarkan Negara Preman (Machtstaat) dan menggantinya dengan Negara Hukum (Rechtstaat). Kudatuli membuat jelas: di rezim orba, negara adalah preman dan preman adalah negara. "KKN" adalah suatu sistem anarki liar premanistik di mana tidak ada hukum atau kepastian hukum, melainkan hanya ada korupsi, kolusi, dan nepotisme ordal. "Semua bisa diatur", karena tidak ada aturan. Tidak ada hukum. Soeharto, keluarga Cendana, dan ABRI bukan "beking preman", melainkan adalah gerombolan preman buas dan rampok itu sendiri. Agenda Reformasi: menghapus feodalisme personalistik yang rampok dan primitif itu dan menggantinya dengan sistem rasional, kepastian hukum, kepastian bisnis, kepastian hak, dan institusi meritokratis yang diisi orang-orang profesional. "Why Nations Fail?" Supaya tidak fail, kita butuh institusi. Kita butuh negara yang formal, ekonomi yang formal, lapangan kerja yang formal yang diatur suatu Negara Hukum. Kita butuh Reformasi. Gerombolan pengacau keamanan anti-hukum seperti preman-preman Hercules tidak memiliki tempat di negara hukum yang ideal, sehingga sudah sewajarnya dimusnahkan. Begitu rezim Reformasi berkuasa, UUD 1945 akhirnya diamendemen. Pasal 1 ayat 3: "Indonesia adalah Negara Hukum." Sayangnya, usaha Reformasi mentok. Soeharto sendiri gagal ditangkap, setelah Tommy Soeharto dan gerombolan preman peliharannya mendalangi serangkaian bom teroris sadis. Jendela ruang rapat Komisi V DPR yang memeriksa Tommy ditembak. Gedung Kejaksaan Agung dibom satu jam setelah Tommy diperiksa di sana. Jaksa Agung, Menperindag, dan Dirjen Pajak masa kabinet Gus Dur hampir dibom oleh orang suruhan Tommy. Paling parah adalah Bom Bursa Efek tahun 2000 yang menggoyang kestabilan ekonomi nasional. Keterlibatan Tommy Soeharto dalam terorisme ini diungkap oleh Gus Dur, tokoh Reformasi selain Megawati yang merupakan pimpinan NU sebelum jadi presiden. Selama 1998-2004, konflik dan teror merajalela, seperti teror pembantaian kyai NU dan teror pembantaian di kalangan masyarakat akar rumput NU di Banyuwangi dan pembantaiannya meluas ke masyarakat santri NU di Pantura bahkan Tasikmalaya. Juga berbagai kerusuhan etnis, pemenggalan kepala, perang agama dll di Sambas, Sampit, Ambon, Poso, Jakarta. Semua terorisme dan bom dan disintegrasi nasional ini membuat usaha peradilan Reformasi ciut. Soeharto sendiri berhasil lolos. Begitu ekstrem ancaman terorisme, pembunuhan acak, dan kerusuhan yang melanda, sampai Menteri Pertahanan Mahfud MD merekomendasikan ke pemerintahan Gus Dur untuk menyerah saja. Gus Dur sendiri akhirnya digulingkan dan kabinetnya jatuh. --- Anyways, setelah Megawati, aktivis 1998, dan orang-orangnya sejenisnya mencicipi kekuasaan, apakah mereka terus benar-benar lurus memperjuangkan visi Reformasi untuk membangun Negara Hukum yang berkepastian hukum dan bebas KKN ini? Well.... --- Hari ini Partai Gerindra ingin membatalkan amendemen UUD 1945 dan dengan demikian mencabut Pasal 1 ayat 3, "Indonesia adalah negara hukum." Partai Gerindra juga akan mencabut Pasal 1 ayat 2, "Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD". Agenda ini tertulis langsung di dalam AD/ART Partai Gerindra. Lebih parahnya lagi, teks dalam AD/ART Gerindra tersebut spesifik tidak mencakup bagian Penjelasan UUD yang baru ditetapkan secara formal pada 1946. Artinya, jika Gerindra berhasil, secara yuridis agenda ini akan membubarkan negara hukum dan secara formal mengembalikan Indonesia menjadi negara preman.
























Sy bisa bilang bahwa setelah Zinedine Zidane, gelandang terbaik Prancis adl Paul Pogba Dia benar2 bisa menguasai berbagai peran di lini tengah Atur tempo bisa, kasih umpan2 memanjakan bisa, cetak gol? Jg bisa


















