#KelanaRasa@arieparikesit
Pernah punya teman yang jadi LC?
Saya pernah, waktu kerja di Surabaya dulu, dik N namanya, pas kenal ya belum jd LC, kenal via salah satu waiter JJ's yg sering ngobrol sama diriku (temen kosnya), sering hangout aja bareng di JJ's (tau JJ's?) lalu kadang main bareng, areke manis, ayu, sopan, ramah, quite smart, bukan tipeku tapi, jadi ya temenan aja. Kadang rame-rame mereka ke apartemenku, masak-masak, ngguya ngguyu, sejenis pertemanan sehat dan lezat.
Tahu-tahu suatu hari dia bilang "A (ntah kenapa temen2 Surabaya dulu manggil saya Aa) aku mau kerja jadi purel di Deleks, kamu masih mau temenan sama aku ta?" Kaget juga ujug-ujug dia bilang gt.
Deleks itu Club Deluxe, Gentleman's club paling kesohor di Surabaya pada masanya, lokasine ndek TP mlebu teko parkiran, ya aku tahu lah kan aku long stay guest di hotel S sebelahnya 😀
Entah berapa banyak duwik beredar setiap hari, patronnya dari luar pulau banyak betul" kalau di Surabaya istilahnya bukan LC tapi " purel" public relation :). Club Deluxe ini tempat pejabat2 daerah berekreasi dan dientertain rekanan. Not my cup of tea lah tentu, sa nongkinya ndek JJ's, Desperado, Tavern, kadang Colors dan Jendela, dengerin lagu.
Yang belum tau tugas LC/purel di club semacam itu, mereka bertugas menemani tamu di ruang karaoke, nyanyi, ngobrol, GFE tipis-tipis, companionship, nanti ada charge per jam dan biasanya tamu akan kasih uang tip juga, itu service resminya.
NAMUN, nah namun ini. Tamu juga visa BO (booking out) dengan membayar bar's fine ke GM atau klabnya gue ga tau pasti, untuk membawa mbak purel menghabiskan waktu di luar, biasanya di kamar hotel, kalau ada yang bukan di kamar hotel, luar biasa berarti. Setahuku ada LC yang bisa di-BO dan ada juga yg tidak bisa, tidak semuaaaa LC LC🎶🎶🎶
Struktur ratenya gue ga terlalu paham apakah rate BO termasuk fee mba purel menjadi escort, atau terpisah, saya ga bisa review😄
Dia cerita lagi, sebenarnya dia sudah kerja sesuai dgn ijazah S1-nya tapi ya gajinya kecil, habis begitu saja, sementara keluarga juga ngarepin dia bantu ekonomi, jadi terpaksa dia jadi purel, gaya hidupnya juga mungkin nggak sederhana, ngantor naik taksi bukan Angguna. Au mung manthuk-manthuk hensem aja mendengarkan, karena ga tahu harus berkata apa. Dik iki asli Jatim, tapi saya lupa kota apa, yang pasti bukan Surabaya.
Beberapa bulan berselang, dia kontak "A mau tak kenalke ambek kokoku" rupanya dia dah dapat sugdad, dan berhenti jadi purel, dipiara lah kasarnya, kokone masih muda beda 10 tahun paling dr saya (waktu itu gweh 25an, lagi beredar banget di Surabaya 😄).
Saya lagi stay di Novotel Apartment Ngejel situ, sekarang sudah tutup kayaknya, sayang banget property bagus resor style, poolnya jembar dan asri, ada hotel n apartemen. Dik N ambek kokone nginep ndek kunu, aku samperin ke room mereka dan berkenalan, Dik N makin ayu saja.
Sang koko bolbal ke OZ ngurus bisnis dan familynya di sana, pas banget aku mau ke OZ, main lah pas di sana, diajak makan, lalu dia nanya " Rie, menurutmu aku sama si N ke depan gimana ya?" Koko ini sdh punya istri tapi blm punya anak. Lha bingung juga aku ditanya, gweh cuma kasih pandangan-pandangan aja, soale dia cinta mati sama N, tapi ya pasti akan repot kalau ceraikan istrinya lalu nikah sama N.
Setelah itu lost kontak sama keduanya, seperti apa ya perjalanan kisah asmara mereka setelah itu. Saya mendoakan kamu sekarang bahagia dan sejahtera dik N.
Ini kisahku dengan LC, kisahmu bagaimana?