Gatot Nurmantyo dipecat oleh Jokowi karena tidak mau diajak nepotisme.
#REVOLUSIatauTERJAJAH
"Disuruh naikkan seseorang ke bintang 3, GN lakukan cek sungguh2. Karena tidak memenuhi syarat, gagal naik. Jokowi marah"
#REVOLUSIatauTERJAJAH
MENGAPA JOKOWI SANGAT KUAT...
KARENA JOKOWI DI SOKONG OLEH PENGUSAHA-PENGUSAHA TAJIR YANG MEMBECKUP NYA DAN MUNGKIN DANA HASIL KORUPSI SELAMA MENJABAT MASIH BANYAK TERSIMPAN...‼️
#UsutKejahatanJokowi#UsutKejahatanJokowi
🆘🆗
"Saya tobat dari konsultan Jokowi sebelum Jokowi genap berkuasa 100 hari yaitu ketika Bambang Widjojanto ditangkap.
SMS saya ke Jokowi:
'Kalau Anda tidak bertindak atasi krisis KPK, Anda hanya seorang penghuni istana, bukan presiden.'"
(Eep)
#JokowiBiangRusuh#JokowiBiangRusuh
PRABOWO SIAP-SIAP LENGSER DARI KURSI PRESIDEN...
SEJUMLAH MAHASISWA MULAI BERGERAK KE GEDUNG MPR UNTUK MEMBUBARKAN MBG YANG SANGAT MERESAHKAN MASYARAKAT....‼️
#JokowiBiangRusuh#JokowiBiangRusuh
🆘🆗
Konflik antara Gus Dur vs Koalisi Poros Tengah di tahun 2001 jelas tak ada kaitannya dengan Megawati.
Jika parlemen ingin memakzulkan Presiden, maka syaratnya adalah 467 jumlah atau 2/3 dari 700 total anggota MPR.
Sementara PDI-P hanya punya 152 kursi di DPR di periode 1999-2004.
Mega tak punya kuasa sebesar itu dengan menggalang Sidang MPR 2001 untuk menjatuhkan Gus Dur.
Lagi pula, Mega sebelumnya dikalahkan oleh Koalisi Poros Tengah di tahun 1999.
Juga Mega selanjutnya tak mau berurusan secara politik dengan partai-partai di Poros Tengah.
Ketika konflik internal Gus Dur vs Koalisi Poros Tengah ditambah Golkar & Fraksi ABRI memuncak di 2001, Mega menjauhkan diri.
la tidak melakukan konsolidasi ke Poros Tengah karena jera dengan "Politik Putar Memutar" yang dilakukan Amien Rais di Pilpres MPR 1999.
Mega justru datang ke Gus Dur agar sebaiknya membatalkan agar Dekrit Presiden yang ia keluarkan yang isinya: membubarkan MPR & membekukan Partai Golkar.
Gusdur menolak. la tetap melanjutkan perang politiknya.
Pun selanjutnya Dekrit Presiden Gus Dur itu ditolak oleh Mahkamah Agung, TNI, Polri & MPR.
Gusdur terjebak dalam pertarungan dengan Koalisi Poros Tengah.
Pada konteks dimakzulkannya Gus Dur, marilah adil memandang sejarah. Narasi soal Mega yang menggulingkan Gusdur adalah narasi sesat.
Bahkan jika Poros Tengah solid & konsisten bersama Gus Dur, tentu pemakzulan tidak akan terjadi.
Masalahnya justru ada di Poros Tengah. Koalisi Gus Dur yang memenangkannya atas Mega di 1999.
Tapi mungkin inilah yang dinamakan takdir sejarah, sepatutnya sebagaimana perjanjian di Ciganjur 1998, jika dijalankan dengan jujur seharusnya Mega lah yang menjadi Presiden RI.
Mega memilih mengalah. la sabar. la tidak melakukan perlawanan karena Mega taat pada konstitusi.
Apa yang ditakdirkan Tuhan untuk seseorang akan tiba pada dirinya. Mega akhirnya menjadi Presiden RI di tahun 2001.
Setelah Peristiwa itu, dari lima kali Pemilu, PDI Perjuangan mampu meraih tiga kemenangan yaitu di Pileg 2014, Pileg 2019 & Pileg 2024.
Tuhan menjaga Mega hingga hari ini. Itu adalah buah dari ketulusan, kejujuran & keteguhannya sebagai pemimpin.
Rakyat masih percaya padanya.
IG Anwarsaragih.
Eko Panjul, yang juga dikenal sebagai Eko Sulistyo, akhirnya berhasil diamankan setelah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang. Namun penangkapan ini bukanlah akhir—justru menjadi awal dari babak paling krusial dalam kasus yang terus menjadi sorotan publik.
Sejumlah pengamat politik menilai, jika keterlibatan Eko Panjul terbukti, maka setiap pengakuannya berpotensi menjadi titik balik besar dalam dinamika politik Indonesia modern. Isu yang beredar menyebut adanya dugaan rekayasa dokumen pada ijazah yang digunakan dalam pencalonan presiden, termasuk klaim penggunaan foto milik Dumatno Budi Utomo—yang disebut sebagai kerabat dekat—sebagai pengganti.
Kini perhatian publik tertuju penuh pada proses hukum yang akan berjalan. Akankah fakta-fakta baru terungkap? Sejauh mana kebenaran dari dugaan yang selama ini beredar? Dan apa dampaknya terhadap kepercayaan publik terhadap sistem yang ada?
Lebih dari sekadar perdebatan politik, ini menjadi ujian nyata bagi supremasi hukum di Indonesia. Apakah proses ini akan berjalan secara jujur, transparan, dan bebas dari intervensi?
Satu hal yang pasti—peristiwa hari ini menunjukkan bahwa kebenaran tidak bisa disembunyikan selamanya. Kini saatnya aparat penegak hukum bekerja secara profesional, dan masyarakat mengawal dengan sikap kritis serta bijak.
Karena pada akhirnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang berani menghadapi kebenaran.
Lawan atau bubarkan relawan mulkodog!!!
Negara ini butuh ketenangan buat kerja, bukan kegaduhan yang terus-terusan diproduksi. Kalau peran "relawan" cuma sisa-sisa residu politik yang hobinya bikin kubu-kubuan dan memecah belah rakyat, ya sudah waktunya dibubarkan!
Setuju?
Anies Baswedan itu Ibarat petinju tanpa promotor!
Mau jadi pemimpin bangsa tapi gak ada partai tapi partai-partai yang tersedia semuanya brengsek!
Apes deh pokoknya bangsa ini. 🤧