Mata Satu
13.1K posts


Josepha Alexandra, Siswi Kelas XI SMA Negeri 1 Pontianak yang mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, diundang datang ke MPR RI, Selasa (12/5). Pada kompetisi LCC MPR itu, Josepha sebetulnya memberi jawaban yang betul.
Namun, jawaban itu disalahkan oleh juri. Lalu, Josepha dengan teguh memprotes dewan juri serta mempertahankan jawabannya. Aksi ini menuai perhatian publik.
Berangkat ke MPR RI, Josepha didampingi oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pontianak Indang Maryati, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 1 Pontianak Rio Pratama, dan Guru Pembimbing SMA Negeri 1 Pontianak Heni.
"Yang mendampingi ada Bu Indang selaku Kepsek, lalu ada Pak Rio selaku Waka Humas, dan ada Bu Heni selaku pembimbing," kata Josepha.
Selain diundang ke MPR, Josepha juga mendapat apresiasi yakni beasiswa S1 ke China dan akan mendapatkan ikatan kerja setelah selesai kuliah di sana oleh Rifqinizamy Karsayuda, anggota DPR/MPR RI sekaligus alumni SMA Negeri 1 Pontianak. Namun, keputusan tersebut kembali lagi kepada Josepha karena masih dipertimbangkan untuk didiskusikan kepada sang orang tua.
"Kalau Josepha berkenan, abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China. Nanti tolong kasih tahu orang tua kalau mau. Nanti begitu selesai SMA, Josepha akan berikan beasiswa sekolah kuliah gratis di China dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional untuk Josepha kalau sudah lulus dari China," ujar Rifqi.
📸: Dok. Istimewa.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R120 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan

Indonesia

@Urrangawak Kalo dimaafin kok ga merubah status juara
Kalo ga dimaafin gw dosa
Abstein
Indonesia

MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permintaan maaf terkait polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Polemik muncul setelah penilaian juri terhadap jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dalam salah satu sesi lomba ramai disorot di media sosial.
MPR RI menyebut telah menonaktifkan dewan juri dan MC dalam kegiatan tersebut. Dua juri yang bertugas dalam lomba itu adalah Kepala Biro Pengkajian Konstitusi pada Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi Setjen MPR RI Dyastasita Widya Budi dan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni.
MPR RI juga menegaskan kegiatan pendidikan seperti LCC Empat Pilar harus menjunjung sportivitas, objektivitas, keadilan, dan semangat pembelajaran yang konstruktif. Karena itu, MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaan ke depan lebih transparan dan akuntabel.
📸: Dok. YouTube MPR RI.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R120 | E070
#bicarafaktalewatberita #kumparan

Indonesia

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat menjadi sorotan di media sosial setelah beredarnya cuplikan video kompetisi yang memperlihatkan dugaan ketidakkonsistenan penilaian dewan juri.
Tim SMAN 1 Pontianak berharap ada penjelasan terbuka dan transparan terkait dasar pengambilan keputusan dewan juri.
Simak selengkapnya di cnnindonesia.com.
(🎥 YouTube MPRRIOfficial)
#cnnindonesia #cnnindonesiacom #Peristiwa
Indonesia

@kompascom Memang berat orang yg mengakui kesalahan drpd yg menerima kesalahan
Indonesia

Viral Video LCC 4 Pilar Kalbar, Diduga Ada Gangguan Speaker ke Arah Juri
Baca di: regional.kompas.com/read/2026/05/1…

Indonesia


@AoyamaLuthfan @FiersaBesari Ralat om bukan tim A tp tim C yg jwbannya disalahin juri
Indonesia


Udah pada liat kasus di Final Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 ini belum?
Intinya ada peserta yang udah menjawab pertanyaan dengan benar, namun oleh juri dianggap salah. Pertanyaan kemudian dilempar ke tim lain. Tim lain jawab dengan jawaban yang sama dan dianggap benar.
Peserta yang sebelumnya menjawab protes (dengan cara yang cukup elegan) tapi tidak digubris oleh Juri. Bahkan malah disalahkan oldh juri lain.
Gimana menurut kalian?




Indonesia

@regar_op0sisi Emosi liatnya apalg juri yg. Cewek pengen keplak aja rasanya
Indonesia


@bangherwin @tedy_bambang Innalillahi wa Inna ilaihi roji'un
Jadi inget wafatnya anggota KPPS 2019
Indonesia


















