Turky

2.6K posts

Turky banner
Turky

Turky

@Turky_Juve

banjarmasin Katılım Ekim 2009
421 Takip Edilen159 Takipçiler
Juve Garis Garis
Juve Garis Garis@Juve_info01·
Dari Video ini ane melihat Vlahovic yang berbeda. Dusan under Spalleti 4 gol dalam 4 laga terakhir. Kepingan yang hilang dari skuad Spalleti. Dari sini yang ane lihat, pelatih nya udah cocok, skuad nya yang belum. Ketika kawan-kawan Yuventini pengen Conte kembali, ane tetep dukung Spalleti.
RBComps@rbeswick_

Vlahovic knee sliding after the 2nd goal knowing we were officially out . So fucking shameless . Then cries when hes subbed . Just cares about himself nothing more . #vlahovicout Please retweet to spread the word

Indonesia
11
3
26
5.5K
Turky
Turky@Turky_Juve·
@PaundraJuve Beda pendapat boleh aja kan mas,gue lebih baik pertahanin spalleti.
Indonesia
1
0
0
232
Turky
Turky@Turky_Juve·
@berjuanglunas Sangat membekas banget twit masy disaat kondisi klub kesayangan kita lagi dlm situasi sangat mengecewakan.fino alla fine
Indonesia
0
0
1
161
berjuanglunas
berjuanglunas@berjuanglunas·
Juve Saatnya Menoleh ke Samurai Biru Sejak Juventus kalah di Final Cardiff melawan Real Madrid pada 2017, ada sesuatu yang patah di dada saya. Mental nobar pelan-pelan hilang, jantung saya melemah, dan setelah saat itu saya putuskan untuk jadi fans lemah berbasis highlight livescorer saja. Dan kekalahan 0-2 dari Fiorentina semalam, jelas bukan hidup yang sederhana menurut definisi Juventini. Apalagi 2026 ini, tahun yang saya curigai dirancang khusus untuk menguji kesabaran pendukung sepak bola Italia. Pertama, Italia gagal Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut, kalah adu penalti 1-4 dari Bosnia-Herzegovina di Zenica. Kedua, Juventus terlempar dari empat besar Serie A. Tidak ada Liga Champions musim depan, tidak ada pemasukan UCL untuk menambal FFP 70% SCR, tidak ada panggung Eropa buat menjual gengsi. Salihamidzic mengingatkan bahwa Juventus selalu menjadi semacam termometer sepak bola Italia. Kalau Juve demam, timnas masuk UGD. Sekarang termometernya bukan sekadar demam, tapi sudah menyentuh 40 derajat. Tapi sebelum kita berlarut-larut menyalahkan keadaan, izinkan saya mengingatkan satu hal yang sering kita lupa. Juventus ini punya DNA bangkit. Mereka pernah lebih hancur dari ini, dan mereka selalu kembali sempurna. Tengok 8 November 1998 di Stadio Friuli, Udine. Del Piero, di puncak emas karirnya pada usia 23 tahun, jatuh dengan kaki terlipat di menit ke-92. Diagnosa: robekan ligamen dan posterior sekaligus, sembilan bulan absen. Tanpa kaptennya, Juve langsung terjerembab ke peringkat tujuh. Tim yang baru saja tiga kali beruntun ke final Liga Champions mendadak harus bermain di Intertoto. Lalu datang bencana yang lebih besar: Calciopoli 2006. Juventus dijatuhkan ke Serie B, dua scudetto dicabut. Para bintang angkat koper. Yang tinggal segelintir nama, Del Piero, Buffon, Nedved, Trezeguet, yang memilih turun ke divisi dua dengan kepala tegak. Del Piero menjadi top scorer Serie B, mengangkut Juve langsung promosi, dan menjadikan dirinya bukan sekadar bintang, melainkan jiwa klub. Hasilnya kita semua tahu: Juventus kembali ke Serie A dalam semusim, menjelma raksasa, dan memenangi sembilan scudetto beruntun. Sembilan. Maka, bencana 2026 ini sebenarnya bukan rekor baru bagi Juve. Ini hanya episode pengulangan dari bank serial yang sudah dipunyai. Yang dibutuhkan sekarang sama persis dengan dulu: cara berpikir Del Piero. "Tetap di kapal saat banyak yang loncat. Sabar saat hasil belum kelihatan. Percaya bahwa kerja sunyi suatu hari akan berbunyi." Saatnya Juventus meniru Jepang, negara yang sudah tiga tahun tak terkalahkan oleh siapa pun. Jepang dulu juga remuk. Tahun 1998 debut Piala Dunia, kalah tiga kali tanpa mencetak gol. 2018 unggul 2-0 atas Belgia di babak 16 besar, lalu dibalik 2-3 di sisa menit. Tapi mereka tidak gonta-ganti pelatih asing setiap kalah, tidak menaturalisasi pemain setengah hati. Mereka pulang ke J-Village dan percaya pada anak-anak akademinya. Hasilnya hari ini cukup menakutkan. Jepang sudah tidak terkalahkan sejak 8 Oktober 2021. Yang paling dahsyat adalah melumat Brasil dan Inggris pada ajang laga persahabatan, dan sudah lebih dulu lolos Piala Dunia 2026 dibanding hampir semua peserta Asia. Jepang sebenarnya adalah versi modern dari resep Del Piero. Sabar, setia, dan percaya pada anak-anak sendiri. Maka dengan tidak mendapatkan tempat di UCL, ini adalah jeda paksa, kesempatan langka buat bersih-bersih dapur. Sudah saatnya mengeluarkan penumpang yang membuat kapal ini karam. Juve harus berhenti belanja makhluk seperti Vlahovic yang gajinya selangit tapi keran golnya kering, atau Koopmeiners yang harganya mahal tapi performa mesinnya rusak. Sudah saatnya mengorbitkan Yildiz muda berikutnya, membangun ulang dari Next Gen, dan menerima dengan ikhlas bahwa tidak lolos UCL bukan akhir dunia. Biarin seluruh klub Italia mengutuk Juve mandul & tak berprestasi dan memamerkan trofi. Kadang, untuk benar benar pulih, kita memang harus dihancurkan dulu oleh keadaan. Fino alla fine.
berjuanglunas tweet media
Indonesia
11
24
68
7.2K
Turky
Turky@Turky_Juve·
Udah main dikandang,kalah pula tim2 pesaing pada menang.hedehhhbbbj
Indonesia
0
0
0
4
Turky
Turky@Turky_Juve·
Camaviga asli bikin ribet madrid
Eesti
0
0
0
39
FN
FN@FansNerazzurri·
Fans Milan dan Juve, dukung Inter atau Como nih?
Indonesia
30
3
74
15.4K
Turky
Turky@Turky_Juve·
@direktoridosen @JCIndonesia Di era conte dia udah tersedia stock bek yg tinggal dia poles sdikit,tp kekuranganny taktik stuck gtu2 aja dan hanya bisa diliga,di eropa dia terbukti gagal di chelsea,inter dan napoli
Indonesia
1
0
3
350
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
GAK CONTE, GAK MAKAN Kalau melihat performa Juventus musim ini, saya rasa ada kritik yang patut disampaikan karena tim sepertinya tidak lagi mengikuti formula pembangunan yang dulu begitu ampuh di era Antonio Conte (2011-2014). Dulu, Conte membangun skuad dari fondasi pertahanan yang sangat disiplin, wing-back yang ganas, dan transisi cepat yang pragmatis, tapi sekarang Juve terlihat kehilangan identitas itu. cc : @FandomID_ , @SSCNapoliIDN , @SerieA_Lawas , @infoAzzurri hari ini, @JCIndonesia sering berganti pendekatan taktik tanpa fondasi yang kuat, sehingga dominasi di Serie A terasa kurang meyakinkan dan mental juara yang dulu begitu solid kini seperti pudar, jangankan bicara scudetto, 4 besar saja sudah bikin gusar. padahal resep Conte dulu sudah terbukti membawa hasil luar biasa. terbukti efektif di inter, @ChelseaEleven, napoli. Salah satu yang paling menarik dari tiga musim itu adalah musim pertama 2011/12, yang terasa seperti dongeng kebangkitan sejati. Juventus baru saja keluar dari bayang-bayang Calciopoli, banyak yang meragukan Conte yang datang dari Siena Serie B, tapi dia langsung mengubah tim menjadi tak terkalahkan sepanjang 38 laga liga. Scudetto pertama setelah sembilan tahun puasa diraih dengan cara yang emosional, berkat Pirlo yang mengatur alur permainan dan kematangan Vucinic, seolah Conte membangun mentalitas juara dari nol dalam waktu singkat. Kemudian puncaknya terjadi di musim 2013/14, di mana Juventus benar-benar tampil sebagai mesin dominasi dengan rekor 102 poin, 33 kemenangan, dan hanya dua kekalahan sepanjang Serie A. Carlos Tevez membawa kekuatan solo run yang mematikan, Paul Pogba naik level jadi superstar, dan Llorente jadi target man ideal, sementara pertahanan BBC (Bonucci, Barzagli, @chiellini) tetap tak tergoyahkan. Itu musim di mana taktik 3-5-2 Conte sudah matang sempurna, membuat Juve bukan hanya juara, tapi juga tim yang hampir tak terhentikan di Italia meski di Eropa masih ada tantangan. Mengenang, tiga musim Conte bersama @juventusfc yang meninggalkan legacy hattrick Scudetto berturut-turut yang memulai era keemasan panjang di Serie A, lengkap dengan Panchina d’Oro yang diraihnya setiap tahun. Conte berhasil mengubah Juve dari tim semenjana menjadi mesin fisik yang penuh disiplin dan gairah, sesuatu yang sampai sekarang masih dirindukan fans. Formula itu bukan sekadar taktik, melainkan cara membangun tim yang utuh, dan seandainya Juventus musim ini mau kembali ke pendekatan serupa, mungkin hasilnya akan jauh lebih meyakinkan daripada yang kita lihat sekarang. dok : juventus
Dosen Kesayanganmu tweet media
Indonesia
25
32
116
26K
Turky
Turky@Turky_Juve·
Ditekan atalanta terus,juve g dibiarkan bermain lepas
Indonesia
0
0
0
35
Turky
Turky@Turky_Juve·
@beINSPORTSid Davor Suker top skor pildun france pernah main dimadrid,arsenal
Indonesia
0
0
0
249
Turky
Turky@Turky_Juve·
@papantengah Barthez waktu masih punya rambut
Indonesia
0
0
0
199
PAPAN TENGAH
PAPAN TENGAH@papantengah·
#Tebakplayer SIAPAKAH AKU? Pernah bermain bareng: Samir Nasri Lorik Cana Cristiano Ronaldo Rudi Voller Alen Boksic Thierry Henry Laurent Blanc Christophe Duggary
PAPAN TENGAH tweet media
Indonesia
7
0
9
3.5K
Turky
Turky@Turky_Juve·
@golsdcopa Sorin,cavalier,pochettino,placente,samuel Zanetti,simeone,kily,ortega,veron.kiper gue g tau bener apa g ya
Italiano
0
0
0
151
Gols de Copa
Gols de Copa@golsdcopa·
Argentina, 2002.
Gols de Copa tweet media
Español
23
30
451
15.3K
Turky
Turky@Turky_Juve·
@papantengah Ooh iya ya salah tp benrr namay cuman dia pernah main diparma wkwkkwkwkw
Indonesia
0
0
1
25
PAPAN TENGAH
PAPAN TENGAH@papantengah·
#tebakplayer Siapakah aku? pernah satu tim bareng: Gigi Buffon Stephen Appiah Dwight Yorke Stan Collymore Cesar Azpilicueta Roberto Soldado Siapakah aku?
PAPAN TENGAH tweet media
Indonesia
13
0
4
4.2K