Nyai Freydis ⚘️ 🙏

136.8K posts

Nyai Freydis ⚘️ 🙏 banner
Nyai Freydis ⚘️ 🙏

Nyai Freydis ⚘️ 🙏

@Valhallaah

#Freefromhijab

Rehiyon ng CALABARZON, Republi Katılım Temmuz 2017
902 Takip Edilen4.8K Takipçiler
BiLLY KHAERUDIN
BiLLY KHAERUDIN@BiLLYKHAERUDIN·
Sejarah tercipta. Negara yg disanksi ekonomi berpuluh tahun. Punya kemampuan menembak pesawat tempur paling canggih di tata surya saat ini. Kebayang kalau Iran dalam posisi kayak negara2 Teluk, gada sanksi, bisa jual migas seenaknya. Ngimpor teknologi gampang. Lenyap itu Israel
Ethan Levins 🇺🇸@EthanLevins2

For the first time in HISTORY, an American F-35 jet has been hit. Iranian air defenses are hitting our best jets. Trump said today all of Iran’s defenses are destroyed.

Indonesia
19
201
676
22.2K
Muhammadiyah
Muhammadiyah@muhammadiyah·
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah keniscayaan bagi umat Islam di tengah arus globalisasi. Haedar Nashir menjelaskan bahwa KHGT merupakan respons terhadap keniscayaan globalisasi, yang ia gambarkan sebagai “kereta raksasa” yang dapat menggilas siapa saja yang tidak siap, namun menjadi kendaraan penting bagi mereka yang mampu menghadapinya. Dalam perspektif universum, Islam disebut sebagai agama kosmopolit yang mengandung nilai-nilai universal, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, “Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin” (QS. Al-Anbiya: 107), yang menegaskan bahwa risalah Islam ditujukan untuk seluruh alam dengan nilai-nilai rahmat. Haedar menyoroti sejarah Islam yang telah menunjukkan sifat globalnya sejak dulu. Islam menyebar dari Jazirah Arab hingga ke Magribi, Eropa (Andalusia, Balkan), Rusia, Asia Timur, dan Asia Tenggara, meskipun dengan keterbatasan transportasi pada masa itu. “Ini bukti nyata bahwa Islam telah mengglobal sejak awal, sebagai wujud rahmatan lil alamin,” ujarnya. Oleh karena itu, di era globalisasi yang menghapus sekat administratif, kehadiran kalender hijriah global menjadi mutlak untuk menyatukan umat Islam dengan satu tanggal dan satu hari di seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap berpijak pada identitas kebangsaan Indonesia, sebagaimana diwujudkan dalam dokumen resmi Pancasila dan Darul Ahdi Wasyahadah. Namun, untuk kepentingan universal, kalender global ini dianggap sebagai langkah strategis yang tidak dapat dihindari. “Kita tidak lagi bisa hanya berbasis kalender lokal, kecuali untuk keperluan tertentu. Kalender global adalah jihad akbar dan ijtihad umat Islam menghadapi perkembangan global,” tegas Haedar. Dari perspektif kesatuan, Haedar menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) sebagai keniscayaan untuk menjaga keutuhan umat Islam, baik di Indonesia maupun dunia. Ia merujuk pada Al-Qur’an, “Innamal mukminuna ikhwah” (QS. Al-Hujarat: 10), yang memerintahkan umat Islam untuk bersaudara, serta perintah untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah belah (QS. Ali Imran: 103). Namun, ia mengakui bahwa ukhuwah sering sulit dipraktikkan dalam dua isu besar: konflik Palestina dan penentuan kalender hijriah. Haedar menyebut penentuan kalender hijriah sebagai “jalan terjal” bagi Muhammadiyah, terutama karena perbedaan pandangan di tingkat lokal dan global. Ia mencontohkan kebingungan umat awam ketika tanggal penting seperti 1 Ramadan, 1 Syawal, atau 10 Zulhijah berbeda-beda, bahkan hingga dua atau tiga hari, padahal peredaran bulan, matahari, dan bumi bersifat eksak. Meski demikian, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah terbuka untuk dialog dan musyawarah demi mencapai mufakat. “Prosesnya mungkin lama, bisa 10, 50, atau 100 tahun, tapi Muhammadiyah akan sabar menanti,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi inisiatif individu dan organisasi lain yang telah merintis gagasan serupa, serta mengajak semua pihak untuk menyisihkan kepentingan pribadi demi persatuan umat. Kalender global tunggal mungkin punya kekurangan, tapi sistem lain juga tidak sempurna. “Mari duduk bersama untuk satu tujuan: satu hari, satu tanggal,” ajaknya. Dari sisi saintifik, Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan metode hisab sebagai salah satu parameter kalender global, di samping prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa hisab dan rukyat sama-sama memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti hadis dari Ibnu Umar, “Fain gumma faqdurullahu,” serta ayat yang menyebutkan kepastian peredaran matahari dan bulan (QS. Yunus: 5). Haedar menekankan bahwa perubahan metode tidak perlu ditakuti, karena metode hanyalah wasilah (sarana) untuk mencapai tujuan. Muhammadiyah sendiri pernah beralih dari rukyat ke hisab hakiki, menunjukkan keterbukaan terhadap pembaruan. Ia juga merujuk pada konsep falsifikasi dalam ilmu pengetahuan Barat, yang membuka peluang untuk menguji dan memperbarui teori. “Jika kalender global ini dikritik, kami terbuka. Bahkan ijtihad yang salah pun mendapat pahala,” ujarnya, mengutip prinsip bahwa ijtihad adalah kunci peradaban Islam. Haedar berharap kalender ini tidak hanya menjadi milik Muhammadiyah, tetapi milik umat Islam secara keseluruhan. “Hilangkan nama Muhammadiyah jika perlu, yang penting kita bersatu untuk satu kalender global,” katanya. Ia juga menyoroti kebutuhan generasi milenial dan Gen Z akan kepastian kalender, serupa dengan kalender Masehi yang telah mapan, seperti perayaan Natal yang selalu jatuh pada 25 Desember di seluruh dunia. Meski tantangan masih besar, Haedar optimistis bahwa dengan dialog, musyawarah, dan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kalender hijriah global tunggal dapat terwujud. “Jika tidak sekarang, mungkin 25, 50, atau 100 tahun ke depan. Tapi jangan terlalu lama, karena generasi muda menanti,” pungkasnya. Sumber: muhammadiyah.or.id/2025/06/haedar… #SaatnyaKalenderHijriahGlobalTunggal #SiapLebihAwal #Muhammadiyah
Indonesia
40
487
1.4K
30.7K
nepangkeun
nepangkeun@atmawiratna·
Haram itu kalau saya meyakini sudah 1 Syawal tapi tetap berpuasa. Selama hilal belum terlihat menurut metode yang saya ikuti, ya statusnya masih Ramadhan. Jangan paksakan standar haram kelompok kalian/mereka ke keyakinan orang lain. Dalam fiqih, Al-Ijtihadu la yunqadu bil-ijtihad (Satu ijtihad tidak bisa membatalkan ijtihad lainnya). Jadi, lebaranmu benar untukmu, puasaku benar untukku. Sebenarnya ini masalah klasik yang sudah tuntas secara ilmu. Kalau masih dipermasalahkan sekarang, itu tandanya literasimu yang telat update. Taqabbalallahu minna wa minkum 🙏🏻
Es Kopi@kopibitter

Ustadz bagaimana hukumnya yg lain sudah lebaran, tapi kita Masih puasa? Bukannya termasuk haram klo puasa di 1 Syawal?

Indonesia
41
467
2.1K
73.4K
Nyai Freydis ⚘️ 🙏
Nyai Freydis ⚘️ 🙏@Valhallaah·
Salah satu kelompok umat islam yg cara beragamanya harus selalu merujuk pd dalil, mungkin mereka juga merujuk dalil cara cebok kl ga ada air mereka akan cebok pakai 3 batu, juga dalil minum kencing unta
Indonesia Suram@dusrimulya

Ini knp gua blg klo ngaji sama Wahabi lu jd downgrade Padahal minta maaf saat Iedul Fitri itu tidak perlu dalil - Minta maaf pd manusia itu perkara muamalah, kaidah fiqhnya "Hukumnya mubah sepanjang tidak ada larangan" - Lakukan hal baik saat Iedul Fitri koq gak boleh

Indonesia
4
4
11
312
Nyai Freydis ⚘️ 🙏
Nyai Freydis ⚘️ 🙏@Valhallaah·
@propagandaham Umat penganut tafsir² agama, tafsir kan bukan kebenaran tunggal, jd bisa berubah sesuai keinginan kepentingan atau selera kali ya
Indonesia
0
0
0
508
🤪
🤪@propagandaham·
Dulu kriteria 1 Syawal adalah hilal 2 derajat di atas ufuk, setelah muncul MABIMS jadi 3 derajat Emg boleh ya berubah ubah gitu, trs yg dulu hukum nya gimana ..?? Hasil sidang isbat Lebaran Sabtu, tgl 21 Maret 2026 berbeda dgn mayoritas di dunia termasuk Arab Saudi
Indonesia
119
59
614
220.4K
Nyai Freydis ⚘️ 🙏
Nyai Freydis ⚘️ 🙏@Valhallaah·
Menentukan siapa Ulil Amri aja tafsirnya beragam, bisa ulama, bisa ahli fiqh, bisa pemerintah dll, lalu dia katakan selain pemerintah haram hukumnya, sabda sang pemilik kebenaran, sekalian aja katakan Sesat Laknatullah, Kafir dllnya ya Barakallah tabarakallah deh
wietj@wietj4k

@cholilnafis

Indonesia
1
1
5
164
Nyai Freydis ⚘️ 🙏
Menurut aku sih, negara harus netral dan memayungi SEMUA kelompok, sdh jelas penentuan 1 syawal sangat beragam, serahkan ke kelompok² agama mengikuti tafsir dr ulamanya masing², pemerintah tentukan sendiri secara mandiri, yg ada skrng hanya memfasilitasi yg itu² aja, pdhal banyak
Gilang Mahesa@giIangmahesa

Sebelum berbuka tadi, sempat menulis draft kegelisahan soal penentuan 1 Syawal, lumayan sensitif sih karena jadi sebuah otokritik Ini sedikit dari apa yang saya tulis, semoga saya bisa mempublikasikannya selengkapnya nanti yah 🙏🙏🙏

Indonesia
0
0
0
164
Jaringan GUSDURian
Jaringan GUSDURian@GUSDURians·
"Gus, besok masih puasa atau udah lebaran?" Silakan mau ikut pendapat yang mana. Karena semua pasti punya dasar ijtihadnya. Jika salah, dosanya akan ditanggung yang memutuskan. Penak tho? "Tapi kan..." Wes, rasah tapi-tapian. Nanti malah dapat dosa karena menyalah-nyalahkan yang lain.
Indonesia
39
144
510
58.5K
Nyai Freydis ⚘️ 🙏 retweetledi
Txt dari Foto Dakwah 🇵🇸
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, melontarkan kritik keras terhadap Iran, menyebut tindakan militernya sebagai kontradiksi terhadap klaim membela dunia Islam. Ia menyatakan bahwa Iran justru menyerang sejumlah negara Muslim, termasuk Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, Yordania, Turki, Azerbaijan, hingga Lebanon. Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan bahwa Iran tidak benar-benar bertindak atas nama kepentingan umat, melainkan menggunakan berbagai slogan untuk menutupi agenda dan kepentingannya sendiri.
Indonesia
242
60
206
14K