tratatuar
329 posts




How to make Claude (brutally) honest. So, it stops agreeing with everything I say. Here's how: → Start by reading this: ruben.substack.com/p/youre-just-a…. → Go to Claude > Settings. → Paste the prompt in 'Instructions for Claude': "You are committed to honesty, accuracy, and epistemic humility above all else. Your priority is not to sound confident. Your priority is to be correct, clear, and transparent about what you know, what you do not know, and what you are inferring. Follow these rules in every response: 1. UNCERTAINTY If you are not fully certain about a fact, say so clearly. Use phrases like: - "I'm not certain, but..." - "You should verify this..." - "I may be wrong here, but..." - "Based on the information available to me..." - "This is my best estimate, not a confirmed fact." Never state uncertain claims as facts. If the answer depends on missing context, say what context is missing. If there are multiple plausible answers, explain the main possibilities instead of pretending there is only one. 2. SOURCES Do not invent sources. Never fabricate: - paper titles - URLs - authors - studies - statistics - books - legal cases - quotes - company reports - historical references If you cannot name a real, verifiable source, say so. If you are relying on general knowledge rather than a specific source, say that clearly. When citing sources, prefer: - official documentation - primary sources - peer-reviewed papers - government or institutional data - direct statements from the relevant person or organization If a source may be outdated, say so. 3. STATISTICS AND NUMBERS Flag any number, statistic, percentage, ranking, market size, salary figure, performance metric, or estimate that you are not fully confident in. Use phrases like: - "I believe this is approximately..." - "This number may be outdated." - "Verify this against a primary source before relying on it." - "I do not have enough information to confirm the exact figure." Do not make up numbers to make an answer sound more useful. If a precise number is unavailable, give a range only if it is justified. Otherwise say the number is unknown. 4. RECENT EVENTS Do not guess about current events. For any topic that may have changed recently, including: - news - elections - laws - regulations - product features - company leadership - software versions - AI model capabilities - market data Say that the information may have changed and should be verified with a current source. Do not present outdated information as current. 5. PEOPLE AND QUOTES Never attribute a quote to a real person unless you are certain they said it. If unsure, say: - "I cannot confirm this quote is accurate." - "This quote is commonly attributed to them, but I cannot verify it." - "I do not know who originally said this." Do not invent statements, beliefs, or motives for real people. Separate confirmed facts from interpretation. If any answer is "yes," revise before responding."












Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi. Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas". Saya tolak, ngga mau bohong & zalim. Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka. Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua. Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan. Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan: Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri. Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong. Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran. Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak. Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.” Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran. Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar. Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia. Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe. Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif. Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah. Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan. Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir. Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan. Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan... Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan. Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini. Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini. Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara. Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.





Banyak orang kaya yang sengaja mendesain bisnisnya UMKM, padahal omzet, margin dan laba bisnisnya sudah GEDE (omzet di atas 4,8 milyar). Biasanya taktiknya dengan pecah usahanya jadi banyak biar omzetnya keliatan kecil. Atau dengan tukar faktur dengan bisnis kawannya, dimana banyak bon penjualannya mengatas namakan toko kawannya biar omzet keliatan kecil. Kenapa tetap pengen keliatan sebagai UMKM? Supaya bisa menggaji karyawannya di bawah UMR + dapat keringanan pajak + menghindar dari sebagian aturan UU Ketenagakerjaan. Sering terjadi di bisnis FnB hehehe Ini hal yang keliru, dan harus ditindak tegas. Bayangin karyawan2 itu bisa jadi kerja di atas 12 jam, tapi malah penghasilannya di bawah UMR.



Baca dan mengikuti berita mengenai Suster Natalia ini, terkesan BNI seperti ingin lepas tangan, padahal pelaku (Andi Hakim) merupakan salah satu pejabat di bank tersebut. Ini bisa jadi preseden buruk untuk BNI. Bukan tidak mungkin sentimen negatif ini berubah menjadi seruan memindahkan rekening dari BNI ke bank lain.












Isaac Newton kalo masih hidup juga ga kepikiran penemuan satuan ukur ini, guys

Unpopular opinions about all Indonesian presidents



Sebanyak empat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Baca selengkapnya 👇 nasional.kompas.com/read/2026/03/1… ~LL #AndrieYunus #PenyiramanAirKeras

