Kris

201 posts

Kris

Kris

@Xsetyos2015

Katılım Mart 2016
566 Takip Edilen37 Takipçiler
Kris retweetledi
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
ASURANSI REFUND 100% KAI ITU SCAM? BACA DULU SEBELUM PANIK! Banyak yang kaget waktu bataiin tiket KAI, udah beli asuransi "Jaminan Refund 100%" tapi tetap kena potongan 25%. Langsung deh pada nanya, "ini asuransinya bohong-bohongan dong?" Jawabannya: BUKAN SCAM. Tapi sistemnya memang dua tahap dan ini yang banyak orang nggak tau! Begini cara kerjanya yang sebenarnya: Waktu kamu bataiin tiket KAI, kebijakan resmi KAI memang memotong 25% sebagai biaya administrasi pembatalan. Jadi kamu cuma balik 75% dulu dari KAI. Nah, sisa 25% yang dipotong itulah yang kemudian bisa kamu klaim lewat Qoala sebagai asuransi. Totalnya jadi 75% + 25% = 100% kembali. Makanya namanya "Jaminan Refund 100%". Jadi prosesnya ada dua langkah: Langkah 1 - Batalkan tiket lewat aplikasi Access by KAI seperti biasa. Kamu akan dapat refund 75% dari KAI. Langkah 2 - Setelah itu, klaim sisa 25% langsung ke Qoala lewat Qoala.app atau aplikasinya, maksimal 14 hari kalender sejak pembatalan. Cara klaimnya juga nggak ribet. Buka Qoala.app, pilih menu Klaim, pilih kategori produk "Access by KAI", upload dokumen yang diminta (e-tiket, KTP, bukti pembatalan), dan tunggu konfirmasi via email. Yang perlu diingat: Klaim harus dilakukan paling lambat 14 hari setelah kejadian. Pastikan tiket dibeli lewat Access by KAI, bukan platform lain. Pembatalan harus dilakukan sebelum jadwal keberangkatan. Jadi yang bikin orang salah paham adalah ekspektasi bahwa asuransi ini langsung refund 100% sekaligus dari KAI. Faktanya tidak begitu. KAI dan Qoala adalah dua entitas berbeda yang prosesnya terpisah. Kalau kamu sudah batalkan tiket dan belum klaim ke Qoala, segera lakukan sebelum 14 hari hangus ya! Hubungi Qoala di WhatsApp 082210333220 atau email cs@qoala.id kalau butuh bantuan. Semoga pengalamannya nggak terulang lagi. Share ini ke yang lain biar nggak salah kaprah!
Hidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
29
227
962
117.3K
Kris retweetledi
Noctis
Noctis@sequencetraders·
Ini bukan cuma cerita Shopee. Ini pola klasik platform risk yang terjadi di semua marketplace: - Amazon ngecloning produk third-party seller → kasus sama - Google dulu nampolin hasil organic → sekarang prioritasin ads - X nge-trending sesuatu → trus bikin fitur sendiri Shopee mainnya klasik tech giant playbook “burn money to win the market, then squeeze”. Tahap 1 - Bakar Uang Gratis ongkir, diskon gila-gilaan, admin fee rendah/subsidi. Seller berbondong-bondong masuk karena biaya jual rendah. Pembeli happy karena murah. Kompetitor kayak Lazada, Tokopedia kalah saing karena ga sanggup perang harga. Tahap 2 - Dominasi Market share udah dikuasai. Kompetitor tersingkir atau merger. Sekarang Shopee punya leverage penuh. Tahap 3 - Naikkan Admin Fee Begitu seller udah ketergantungan (audience udah di Shopee, ga bisa pindah), admin fee mulai naik perlahan. Seller mau ga mau harus ikut karena disitu satu-satunya tempat dengan traffic besar. Tahap 4 - Transisi Paksa Sekarang seller mulai sadar: "Bisa mati kalo cuma ngandelin Shopee." Mereka mulai bikin website sendiri/landing page. Tapi masalahnya adalah Shopee punya DATA LENGKAP tokomu. Mereka tau: - Tokomu jual apa - Produk mana yang paling laku - Berapa marginmu - Siapa aja suppliermu - Pola pembelian customermu Dan yang dikabarkan terjadi: Shopee mulai ngeloning produk terlaris. Mereka jual produk yang sama (atau versi lebih murah) pake brand mereka sendiri di platform mereka. Seller yang tadi untung dari produk A, tiba-tiba harus saingan sama Shopee yang punya segala keunggulan seperti ongkir gratis, badge official, algoritma prioritas. Kejam bukan? Platform marketplace yang dulunya "penyelamat" sekarang jadi predator terbesar buat seller-nya sendiri.
Noctis tweet media
Lambe Saham@LambeSahamjja

Konsepnya: bakar uang - bikin kompetitor tersingkir - naikkan admin - seller mulai transisi ke website sendiri. Ini emang separah itu yaaaa adminnya? dan yang paling gila mereka kan udah ada data toko toko mana yang paling rame dan produknya mereka di kabarkan udah ngecloning produk yang sama sama persis bentukan dan tampilan jadi kalo toko toko udah pada pindah barang dan produknya udah tetap ada di mereka dan emang ini udah direncanain dari awal? cc:threads

Indonesia
10
184
579
21.9K
Kris retweetledi
HRD GEN Z
HRD GEN Z@hrdgenz·
ada 6 bidang yang boleh outsourching 1. layanan kebersihan 2. penyedia makanan dan minuman 3. pengamanan 4. penyediaan pengemudi dan angkutan pekerja 5. layanan penunjang operasional 6. pekerjaan penunjang di sektor pertambangan, perminyakan, gas, dan kelistrikan aturan ini juga mewajibkan perusahaan yang pakai outsourching untuk bikin perjanjian tertulis yang isinya 1. pekerjaan yang di alih dayakan 2. jangka waktu 3. jumlah tenaga kerja 4. perlindungan kerja 5. lokasi 6. hak masing masing pihak nah yang wajib memenuhi hak pekerja adalah perusahaan alih daya sesuai dengan ketemtuan pemerintah, contohnya apa? 1. upah 2. upah lembur 3. waktu kerja dan istirahat 4. cuti tahunan 5. k3 6. jaminan sosial 7. THR 8. hak atas PHK terus sanksi kalau ada yang melanggar apa aja? permenaker no 7 tahun 2026 pemerintah kita itu ngga hanya membatasi bidang pekerjaan alih daya. tapi juga bagi perusahaan yang melanggar bakal dapat sanksi administrative yang bertahap (pasal 8 ayat 2) sanksi bertahap seperti apa? mulai dari peringatan tertulis sampai ke pembatasan kegiatan usaha (tergantung seberapa parah jenis pelanggarannya)
Menteri Pekerja RI@MenteriPekerja

pekerja dan HR wajib tau kalo sekarang outsourcing itu ada pembatasan jenis dan bidang apa saja paska putusan MK 168/PUU-XXI/2023. pengaturan bidang pekerjaan apa aja yg boleh di outsourcing kan ada di permenaker 7 tahun 2026. cc colek buat dibahas 🙏: @langilea8 @nabiylarisfa @hrdgenz @pajakocak @kafiradikalis @hrdbacot @meetpunk

Indonesia
29
507
1.7K
105.4K
Kris retweetledi
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Tumbal Tragedi Bintaro 1987: Kisah Pilu Masinis Slamet Suradio yang Terbuang dan Menanti Keadilan JAKARTA — Tragedi Bintaro yang terjadi pada 19 Oktober 1987 masih menyisakan luka mendalam dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Insiden maut yang merenggut 139 nyawa dan melukai 254 orang tersebut selalu dikenang sebagai bencana kelam. Namun, di balik puing-puing besi lokomotif yang hancur, ada satu kepingan sejarah yang hingga kini dibiarkan usang dimakan waktu: kisah pilu Slamet Suradio, sang masinis KA-225 yang dituduh sebagai tersangka utama. Selama puluhan tahun, publik disuguhi narasi bahwa Slamet adalah pihak yang paling bersalah. Namun, benarkah demikian? Kesalahan Komunikasi dan Surat PTP yang Diabaikan Hari itu, Slamet Suradio dituduh memberangkatkan kereta api tanpa seizin petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA). Narasi ini menyudutkannya seolah ia bertindak ceroboh dan melanggar aturan. Faktanya, sebelum lokomotifnya melaju, Slamet telah mengantongi surat Pemindahan Tempat Persilangan (PTP). Dalam dunia perkeretaapian, surat tersebut adalah nyawa dan perintah; surat itu adalah izin resmi bahwa keretanya sah untuk diberangkatkan. Celakanya, terjadi kesalahan komunikasi fatal antara petugas PPKA Stasiun Sudimara dengan Stasiun Kebayoran. Kesalahan sistemik inilah yang pada akhirnya menempatkan dua kereta baja melaju di satu jalur yang sama, berujung pada tabrakan hebat yang tak terhindarkan. Sepanjang perjalanan maut itu, Slamet mengaku tidak melihat satu pun rambu-rambu darurat yang mengisyaratkan perintah untuk menghentikan kereta. Bertahan di Balik Kemudi: Mematahkan Stigma "Pengecut" Selain dituduh berangkat tanpa izin, Slamet juga harus memikul fitnah keji bahwa ia melompat keluar dari lokomotif sesaat sebelum tabrakan terjadi demi menyelamatkan diri. Kenyataan di lapangan berbanding terbalik. Ketika jarak antara dua kereta sudah terlalu dekat, asisten masinis-lah yang melompat keluar. Sementara itu, Slamet Suradio memilih bertahan di dalam kabin lokomotif. Ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk menarik tuas rem darurat hingga tangannya tak lagi sanggup bertahan. Saat benturan keras terjadi, tubuhnya terpental ke lantai lokomotif. Hantaman itu membuat tulang pinggulnya retak dan matanya terluka akibat pecahan kaca yang berserakan. Dalam kondisi kritis, berlumuran darah, dan menahan sakit yang luar biasa, ingatannya hanya tertuju pada satu hal: bukti kebenarannya. Ia meminta tolong kepada seseorang untuk memfotokopi surat PTP yang masih ada di dalam kantong seragamnya sebanyak mungkin. Di atas surat itu, bercak darah Slamet ikut tertoreh, menjadi saksi bisu tragedi tersebut. Ketidakadilan di Meja Hijau Namun, segala bukti dan pembelaan Slamet seolah menguap begitu saja di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Fotokopi surat PTP yang telah ia perjuangkan tak berarti apa-apa di hadapan majelis hakim. Pengabdiannya selama 23 tahun sebagai masinis runtuh seketika. Ia divonis sebagai terpidana. Tidak hanya itu, ada rentetan ketidakadilan lain yang menimpanya. Ia mengaku kerap dipaksa menandatangani dokumen-dokumen tak jelas asal-usulnya oleh oknum tertentu. Puncaknya, ia dipecat dari pekerjaannya sebagai masinis tanpa diberikan pesangon sepeser pun. Pengkhianatan dan Bertahan Hidup dari Sebatang Rokok Kehancuran karier dan kebebasannya ternyata bukan satu-satunya cobaan. Di saat ia sangat membutuhkan dukungan moral, sang istri justru menggugat cerai dan memilih menikah dengan pria lain, meninggalkan Slamet sendiri meratapi nasibnya. Kini, masa kejayaan sang masinis telah lama redup. Pria renta itu kini harus mengais rezeki dengan berjualan rokok eceran. Setiap hari, ia harus menempuh jarak sekitar 15 kilometer dari tempat asalnya untuk berdagang. Hidupnya jauh dari kata layak. Pernah suatu ketika, ia tidak bisa pulang ke rumah selama dua bulan penuh karena sama sekali tidak memiliki ongkos. Untuk merebahkan tubuh rentanya, ia menjadikan musala sebagai tempat bernaung sehari-hari.
Indonesia
60
1.4K
2.9K
92.1K
Kris retweetledi
yuswohady
yuswohady@yuswohady·
MIXUE TUTUP 428 GERAI Bubble Pecah or Strategi "Cuci Lemak" ala Tiongkok?
yuswohady tweet media
Indonesia
123
415
3.1K
1.3M
Kris retweetledi
Friday7th
Friday7th@Friday_SOL·
Hari ini gw hampir kena scam kartu kredit UOB senilai Rp 3 juta. Tapi gw malah balik ngerjain mereka, sampe mereka yang ngamuk ke gw 😂 ini pengguna-an vibe coding ga baik Ini kronologi lengkapnya + bukti teknisnya. Baca sampe abis, bisa selamatin kamu atau orang terdekat. 🧵
Friday7th tweet media
Indonesia
60
832
1.6K
156.2K
Kris retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Awalnya gua kira nonton short video di HP itu bisa menjadi pengisi waktu luang. Tapi setelah baca jurnal ini, gua baru tau efeknya bisa berbahaya untuk otak. Penelitian dari Tiongkok ini meneliti 48 orang, terus dilihat kebiasaan mereka nonton short video, lalu dicek fungsi atensi & kontrol diri, didukung juga dengan pemeriksaan EEG. Hasil penelitian ini cukup bikin gue kaget antara lain: -Semakin sering nonton short video, semakin turun kemampuan otak buat kontrol diri -Fungsi eksekutif otak, terutama atensi, juga menurun Short video ternyata berasosiasi dengan overstimulasi dengan karakteristik cepat, singkat, dan penuh reward instan. Lama-lama otak jadi kebiasaan butuh stimulus cepat, sehingga bikin fokus jangka panjang makin susah. Yang menarik dari studi ini adalah: Semakin tinggi tingkat kecanduan (adiksi) untuk menonton short video di smartphone, berasosiasi dengan semakin rendah tingkat pengendalian diri (self control) 𝗞𝗘𝗦𝗜𝗠𝗣𝗨𝗟𝗔𝗡 Kebiasaan nonton short video ternyata berkaitan dengan penurunan self-control dan turunnya fungsi eksekutif otak, terutama kemampuan atensi.
Nicholas Fabiano, MD@NTFabiano

Addiction to short-form videos is associated with reduction of brain activity in the frontal lobe and weakened focus.

Indonesia
200
6.9K
17.3K
710.6K
Kris retweetledi
Kris retweetledi
DiaryTrader
DiaryTrader@WOLF_of_IHSG·
Sekilas memahami masalah 28 M duit nasabah yang digelapkan eks Pejabat $BBNI Pelaku : Andy Hakim Febriansyah Eks Pejabat BNI Aek Nabara, Cabang Rantauprapat Modus : Menawarkan BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. jadi gini; Gereja punya lembaga keuangan mikro yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi umat berdasarkan prinsip solidaritas, swadaya, dan pendidikan. Ini melalu Credit Union. Semacam Koperasi bagi anggota gereja. Koperasi ini terus bertumbuh dan sudah berjalan belasan tahun. Hingga tercatat, total uang sudah mencapai Puluhan Miliar dan tercatat dimiliki oleh lebih dari 1.000 jiwa umat. Tahun 2019, datanglah seorang bankir cerdas yang mengaku dari pihak BNI. Memberi tawaran menarik : BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Deal. Semua pihak setuju; semua pihak senang. Tujuh tahun berjalan, bunga deposito masuk rutin setiap bulan. semua lancar; semua senang. Hingga masalah mulai tercium pada Desember 2025. Suster Natalia, selaku penanggung jawab pengelola dana gereja, menjumpai Andy dan meminta pihaknya mau membantu mencairkan dana deposito senilai 10 Miliar. Cukup banyak, tapi tidak sampai 1/2 total deposito mereka. Andy meng-iya kan. Januari 2026 ? Tidak ada hasil. Februari 2026? masih tak ada hasil juga. Suster mulai curiga, Andy mulai berulah. 23 Februari : Pihak lain yang datang, cuman untuk mengabari : Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. fast forward, intinya Andy ngaku udah menggelapkan dana 28 M. duitnya udah dia pake mutar untuk investasi bikin sport center, kafe ngopi, mini zoo, beliin tanah, dll. Masalahnya, BNI cuman mau 'ganti rugi' balikin duit senilai 7 M. lah kocak. 21 M nya lagi kemana? Andy aja bingung mo ngambil dari mana? Andy, lo jangan-jangan nyangkut di $BBNI yah? mending tuh 28 M kemaren Januari/ferbuari lo serokkk noh $BBNI , kan lumayan cuannya. Lo kasih pemilik modal 8% per tahun, sedangkan lo serok saat $IHSG koreksi dan Perang, bisa cuan 8% per pekan doang saat rebound. *tapi kan spekulatif ga ada yg tahu pasti . BTW kemaren Q4 2025, pendapatan bersih $BBNI senilai 4,9 T. itu duit 28 M sebenarnya 'kecil' lah buat diganti. $BBNI mending Kalian balikin duit Nasabah 28 M (karena itu ad 1.900 jiwa yang punya itu); sisanya kalian sita semua aset yang dibeliin Andy, trus yang masih kurang yah kalian cari lah, Suruh Andy cari. atau suruh Andy trading kek; kerjasama ama Whale mana gitu kek ... urusan kalian itu.
Indonesia
64
363
965
108.2K
Kris retweetledi
Ali 👊🏻
Ali 👊🏻@mhuseinali·
Halo @BNI Kalau kasus Suster Natalia uang jemaatnya gak bisa dikembaliin, saya tutup rekening ya.
Indonesia
664
12.6K
61.9K
2.6M
Kris retweetledi
Chart Investor Saham IHSG,USA,Crypto
Pihak PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) telah memberikan pernyataan resmi terkait kasus penggelapan dana senilai Rp 28 miliar milik Gereja Katolik Paroki St. Petrus di Rantauprapat, Sumatera Utara, yang dilakukan oleh mantan karyawannya, Andi Hakim Febriansyah. Pernyataan Resmi & Komitmen BNI Penyelesaian Adil: BNI menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan kasus ini secara adil dan transparan bagi semua pihak yang terlibat. Bank telah melakukan investigasi internal secara menyeluruh untuk mengungkap modus operandi yang digunakan pelaku. Empati kepada Korban: Pihak bank menyampaikan rasa empati yang mendalam atas kerugian yang dialami oleh Suster Natalia dan seluruh jemaat gereja. BNI menegaskan akan memperketat sistem pengawasan internal agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan
Chart Investor Saham IHSG,USA,Crypto tweet media
Indonesia
104
287
1.3K
341.1K
Kris retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
46.9K
102K
11.1M
Kris retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Tidak perlu 10.000 langkah untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari jalan kaki! Penelitian menunjukkan bahwa berjalan 2337 Langkah per hari dapat menurunkan risiko kematian meninggal dunia akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa berjalan 3867 langkah per hari menurunkan risiko kematian secara umum. Selain itu menambah berjalan 1000 langkah per hari berasosiasi dengan penurunan risiko 15% meninggal dunia secara umum, bahkan menambah langkah “hanya” 500 langkah per hari juga berasosiasi dengan penurunan risiko sebesar 7%. Semakin banyak berjalan, bahkan hingga lebih dari 20.000 langkah/hari, manfaat kesehatannya akan terus meningkat. Yuk kita biasakan berjalan kaki! Sumber: Banach, 2023. The association between daily step count and all-cause and cardiovascular mortality: a meta-analysis.
dr. Adam Prabata tweet media
Indonesia
16
394
819
19.5K
Kris retweetledi
Kimmy (林潤娥)
Kimmy (林潤娥)@kimmymatcha·
Cuman lebaran di rumah ayahku aja yang habis sholat ied kita semua jamaah salaman sama romo, biarawan, biarawati dan suster ✨🥰 Setiap tahun gapernah terlewat✨ Adem ayem liatnya✨
Indonesia
159
2.6K
23.4K
610.5K
Kris retweetledi
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
“Isi ulang freon” adalah scam terbesar yang dinormalisasi di Indonesia. Mbak ini kena Rp 1.125.000 buat isi freon doang. Freon itu ga habis. Sistem AC itu tertutup. Kalau freon habis berarti ada kebocoran. Solusinya? Tambal kebocoran, bukan isi ulang freon terus-terusan. Tapi banyak tukang AC yang ga bilang ini ke kalian. Kenapa? Lo balik lagi 6-12 bulan, bayar lagi buat isi ulang. Business modelnya dari ketidaktahuan customer wkwk Dalam satu tahun, rumah tangga di Indonesia mengalami kerugian Rp 1.7 Triliun gara2 oknum yang minta isi freon. Gue bikin website simpel nofreon.id yang isinya kurasi tukang service AC jujur yang ga minta isi freon. List ini berdasarkan rekomendasi temen2 di social media dan komunitas
Hanif | AI For Productivity tweet media
hellen@peachyslen

😇😇😇🙏🏼 pelajaran bagi saya dan suami

Indonesia
229
5.5K
19.5K
911K
Kris retweetledi
Reynaldo Wijaya Hendry
Reynaldo Wijaya Hendry@rwhendry·
Judi online (judol) berhasil membawa tim kami meraih juara 2 di OpenAI Codex Hackathon Singapore! 🏆
Reynaldo Wijaya Hendry tweet media
Indonesia
51
324
1.1K
172.7K
Kris retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Gua Baru Tahu Sering Nonton Short Video Bisa Bikin Fungsi Otak Menurun Awalnya gua kira nonton short video di HP itu cuma buang-buang waktu. Tapi setelah baca jurnal ini, gua baru tau efeknya bisa berbahaya untuk otak. Penelitian dari Tiongkok ini meneliti 48 orang, terus dilihat kebiasaan mereka nonton short video, lalu dicek fungsi atensi & kontrol diri, didukung juga dengan pemeriksaan EEG. Hasilnya bikin gua cukup bikin kaget antara lain: -Semakin sering nonton short video, semakin turun kemampuan otak buat kontrol diri -Fungsi eksekutif otak, terutama atensi, juga menurun Short video itu juga berasosiasi dengan overstimulasi dengan karakteristik cepat, singkat, dan penuh reward instan. Lama-lama otak jadi kebiasaan butuh stimulus cepat, sehingga bikin fokus jangka panjang makin susah. Yang menarik dari studi ini adalah: Semakin tinggi tingkat kecanduan (adiksi) untuk menonton short video di smartphone, berasosiasi dengan semakin rendah tingkat pengendalian diri (self control) KESIMPULAN: Kebiasaan nonton short video ternyata berkaitan dengan penurunan self-control dan turunnya fungsi eksekutif otak, terutama kemampuan atensi.
dr. Adam Prabata tweet mediadr. Adam Prabata tweet mediadr. Adam Prabata tweet mediadr. Adam Prabata tweet media
Indonesia
91
2.6K
6.6K
182.9K
Kris retweetledi
Massimo
Massimo@Rainmaker1973·
Sweden is committing more than €100 million to a sweeping classroom overhaul: replacing tablets and screens with traditional printed textbooks to help reverse falling student performance and sharpen focus. After more than a decade of embracing digital-first education, Swedish authorities are now pivoting back to paper-based learning. Official data and recent studies cited by the Ministry of Education show that prolonged screen use in class has been linked to shorter attention spans, weaker reading comprehension, and reduced critical-thinking abilities. Research consistently finds that reading on illuminated screens requires greater mental effort and invites more distractions compared to the calm, linear experience of physical books—factors believed to have contributed to declining academic outcomes in recent years. Under the new plan, every student will receive printed textbooks for all core subjects, restoring books as the central learning tool. Digital devices and online resources will remain available as supportive tools, but they will no longer dominate daily instruction. This bold €100+ million investment signals Sweden’s leadership in rethinking the role of technology in education. It underscores a broader, growing recognition worldwide: while screens provide speed and access, the hands-on, distraction-free engagement of physical books supports deeper concentration, stronger memory retention, and more effective long-term learning. By choosing paper over pixels, Sweden is charting a path toward a more balanced, evidence-informed classroom future—one that puts proven pedagogical principles ahead of unchecked digital trends.
Massimo tweet media
English
671
8.7K
23.9K
1.4M
Kris retweetledi
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
Lo bayar IndiHome 325rb/bulan. Katanya dapet 150 Mbps. Tapi nonton Netflix buffering. Zoom meeting patah-patah. Download 1GB nunggu 2 jam. Masalahnya bukan provider lo, tapi masalahnya di rumah lo sendiri. Gue fix WiFi rumah dari 12Mbps → 47Mbps. Tanpa upgrade paket dan tanpa beli router baru. Gini caranya:
Indonesia
162
2.5K
12.5K
825.8K