Zet..~

1.8K posts

Zet..~ banner
Zet..~

Zet..~

@Zethaan

sedang berpikir bagaimana berteologi yang baik, dan benar | Officially member of the proud PC Gaming Master Race

Bandung Katılım Eylül 2011
245 Takip Edilen106 Takipçiler
Zet..~
Zet..~@Zethaan·
@itsurboihyl Sebuah keasbunan yang bodohnya sangat hakiki. Biar dikira paling aware sama issue kesejahteraan nakes, sekaligus vokal sama pemerintah, tapi mengorbankan nyawa pasien yang butuh critical care? Fix ini bodohnya sudah mengakar kuat
Indonesia
0
0
1
213
HyL
HyL@itsurboihyl·
Mimpi basah gua malah Harusnya dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dokter gigi spesialis, bidan, perawat, ahli gizi, dan semua nakes dan named itu harus berani mogok seminggu Biar ketampol semua Akar rumputnya ketampol, dan pemerintah ketampol
sigbovik jester@dynmcprogishard

@azharieazharou ga kebayang kalo yang mogok dokter

Indonesia
89
1.9K
11.8K
296.1K
Zet..~
Zet..~@Zethaan·
@LambeSahamjja 30rb, tapi Vivo sama BP. Pertamina nggak. Enak banget ya nyari engagement nya
Indonesia
0
0
0
447
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
BBM naik lagi diesel udah nyampe 30 ribu
Lambe Saham tweet media
Indonesia
15
47
196
19.8K
Zet..~
Zet..~@Zethaan·
@ani_meme25 I cant say much for Roku, but Kyoshi literally feared and revered by every nations. Anyone who oppose Kyoshi is a fool. Dai Li were good as long as Kyoshi live. Aang ran away? What do you expect from 12 YEARS OLD monk? He was a kid and yet you want him to fight an entire nation?
English
0
0
0
47
animeme
animeme@ani_meme25·
I don't get why everyone is always cooking Korra like she's the only Avatar who ever fumbled > Avatar Kyoshi literally created the Dai Li who became one of the most corrupt and violent organizations in the world > Avatar Roku had every chance to stop Sozin and chose friendship over duty and that one decision caused a 100 year war that killed millions > and Aang? ran away from his responsibilities, couldn't make peace between benders and non benders and left the world without an Avatar for 100 years why is Korra the only one getting cooked on the timeline? pick a struggle haters #Avatar
animeme tweet mediaanimeme tweet mediaanimeme tweet media
English
135
562
6.9K
316.7K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kabar duka yang sangat berat hari ini dan di baliknya ada cerita yang menurut gue harus diketahui semua orang. dr. Myta Aprilia Azmi meninggal dunia pada 1 Mei 2026 dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal. Tapi sebelum dia meninggal ada surat resmi dari IKA FK Unsri yang mengungkap fakta-fakta yang sangat mengkhawatirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Ini bukan sekadar dokter yang sakit lalu meninggal: Berdasarkan investigasi internal dan kronologi tertulis yang dikumpulkan IKA FK Unsri ada empat temuan yang menurut gue perlu lo baca dengan sangat serius. Pertama — beban kerja yang tidak manusiawi. Dr. Myta menjalani tiga bulan tanpa libur di bangsal dan IGD. Tiga bulan. Tanpa libur. Dan selama itu dia bekerja tanpa supervisi dokter definitif melanggar aturan Kemenkes yang jelas menyatakan dokter internship statusnya dokter magang, bukan pekerja tetap rumah sakit. Kedua — kelalaian medik yang sangat mengkhawatirkan. Dr. Myta sudah melaporkan gejala sakit sejak Maret 2026. Tapi dia tetap dipaksa menjalani jadwal jaga malam dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi. Yang paling mengejutkan: saturasi oksigennya sudah menyentuh 80% sebelum akhirnya mendapat penanganan yang layak. Saturasi 80% itu bukan kondisi ringan. Itu kondisi darurat yang seharusnya langsung ditangani. Ketiga — dugaan malapraktik administratif. Obat Sulbacef kosong di rumah sakit. Dan pasien yang merupakan tenaga kesehatan di wahana tersebut yaitu dr. Myta sendiri diminta mencari obat sendiri di luar. Dokter yang sakit disuruh cari obatnya sendiri. Keempat — tindakan intimidasi dan upaya penutupan informasi. Ada arahan dari oknum pembimbing untuk merahasiakan kondisi dr. Myta agar tidak terjadi prolong atau perpanjangan masa internsip. Dan ada narasi gaslighting yang menyerang para dokter internship ketika mereka menyuarakan hak dasar kesehatan mereka dengan sebutan "generasi Z lembek." Ini bukan kasus individual. Ini adalah cerminan sistem: Yang membuat kasus ini lebih dari sekadar tragedi personal adalah konteksnya yang sangat sistemik. Dokter internship di Indonesia berstatus dokter magang bukan pegawai tetap. Tapi dalam praktiknya mereka diperlakukan seperti tenaga kerja penuh tanpa perlindungan yang memadai. Tidak ada batasan jam kerja yang ditegakkan. Tidak ada supervisi yang dijamin. Tidak ada mekanisme yang melindungi mereka ketika mereka sakit dan membutuhkan istirahat. Dan ketika mereka berani bersuara mereka dibungkam dengan label "lembek." Dokter yang sesak napas dengan saturasi 80% dan demam tinggi tetap dipaksa jaga malam. Ini bukan tentang ketabahan atau dedikasi. Ini adalah eksploitasi yang berpotensi fatal. Dan terbukti fatal. IKA FK Unsri bergerak dan ini langkah konkret yang mereka tuntut: Surat resmi tertanggal 30 April 2026 dari Ketua Umum IKA FK Unsri, dr. H. Achmad Junaidi, Sp.S(K)., MARS., ditujukan langsung kepada Menteri Kesehatan RI. Isinya empat tuntutan. Audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship dan evaluasi kelayakan oknum pembimbing yang terlibat dalam kronologi ini. Perlindungan agar tidak ada sanksi administratif atau ancaman prolong terhadap dr. Myta dan rekan-rekan internship lain yang mengalami beban double job akibat kekosongan posisi. Somasi administratif kepada RSUD agar memberikan penjelasan resmi dan pertanggungjawaban atas pengabaian kondisi klinis dr. Myta sejak awal sakit. Dan tidak menutup kemungkinan langkah hukum jika ditemukan unsur pidana terkait kelalaian yang mengancam jiwa. Yang paling menohok dari seluruh cerita ini: Dr. Myta Aprilia Azmi sudah melewati bertahun-tahun kuliah kedokteran yang keras. Sudah melalui koas. Sudah lulus ujian. Sudah berhasil sampai di tahap internship tahap terakhir sebelum resmi menjadi dokter penuh. Dan di tahap itu dia jatuh sakit, melaporkan kondisinya, tidak didengar, tetap dipaksa bekerja, saturasi oksigennya jatuh ke 80%, dan akhirnya tidak sempat menikmati gelar dokter yang sudah dia perjuangkan bertahun-tahun. Sementara ada oknum pembimbing yang sibuk memikirkan bagaimana supaya kondisinya tidak menyebabkan prolong bukan bagaimana supaya dia bisa sembuh. Untuk semua dokter internship yang sedang membaca ini: Kalian bukan "generasi Z lembek." Kalian adalah manusia yang berhak atas jam kerja yang manusiawi, supervisi yang layak, dan penanganan medis ketika kalian sakit. Itu bukan privilege. Itu hak dasar. Dan untuk sistem yang selama ini menganggap dokter internship sebagai tenaga kerja murah tanpa perlindungan kasus dr. Myta harus menjadi titik balik. Bukan hanya menjadi trending topic sehari lalu dilupakan. Semoga dr. Myta Aprilia Azmi mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga perjuangan ini tidak sia-sia. Al-Fatihah. cc: threads
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
281
9.3K
21.7K
914K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, fakta baru soal kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur baru saja keluar dan ini jauh lebih mengejutkan dari yang gue bayangkan sebelumnya. Sopir taksi Green SM yang mobilnya mogok di perlintasan rel malam itu baru kerja 3 hari. Tiga hari. Dan sebelum tiga hari itu dia hanya dilatih satu hari. Apa yang terjadi dalam satu hari pelatihan itu: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkap langsung isi pelatihan itu. Bukan pelatihan mengemudi yang komprehensif. Bukan simulasi darurat. Bukan prosedur menghadapi situasi kritis. Isinya: cara menyalakan dan mematikan mobil. Cara pakai lampu sein. Cara parkir. Itu saja. Satu hari. Cara nyalain mobil. Cara matiin mobil. Cara parkir. Lalu tiga hari kemudian dia mengemudikan taksi berbasis listrik asal Vietnam itu melewati perlintasan kereta aktif di salah satu titik tersibuk di Bekasi. Mobilnya mogok di atas rel. Dan 14 orang mati. Kenapa ini bukan hanya soal satu sopir ini soal sistem yang gagal: Green SM adalah perusahaan taksi online asal Vietnam yang beroperasi di Indonesia. Armadanya menggunakan kendaraan listrik yang sistem kelistrikan dan fitur-fiturnya berbeda secara fundamental dari kendaraan konvensional. Kendaraan listrik punya karakteristik yang perlu waktu untuk dipelajari termasuk bagaimana bereaksi di kondisi tertentu, bagaimana sistem keamanannya bekerja, dan apa yang harus dilakukan ketika kendaraan bermasalah di situasi darurat. Satu hari pelatihan cara nyalain, cara matiin, cara parkir untuk mengemudikan kendaraan jenis baru di jalanan kota besar adalah sesuatu yang seharusnya tidak pernah diizinkan terjadi. Dan ini bukan hanya soal Green SM. Polisi sekarang sedang menyelidiki sistem perekrutan dan standar operasional perusahaan taksi online terkait secara keseluruhan. Pertanyaannya: apakah ini kelalaian satu perusahaan atau ini cerminan dari lemahnya regulasi dan pengawasan terhadap industri ride-hailing secara nasional? Pertanyaan yang harus dijawab dan ini yang paling mendesak: Satu — apakah regulator transportasi Indonesia punya standar minimum pelatihan yang jelas dan terukur untuk pengemudi taksi online? Bukan hanya syarat SIM tapi berapa jam pelatihan minimum, materi apa yang wajib dicakup, siapa yang mengaudit? Dua — apakah ada mekanisme verifikasi bahwa standar itu benar-benar dijalankan oleh perusahaan? Atau ini hanya syarat di atas kertas yang tidak pernah dicek? Tiga — Green SM adalah perusahaan asal Vietnam yang beroperasi di Indonesia. Apakah ada proses verifikasi bahwa standar operasional mereka memenuhi regulasi Indonesia atau mereka bisa masuk dan beroperasi dengan membawa standar dari negara asal yang belum tentu sesuai? Empat — kendaraan listrik dengan sistem dan teknologi yang berbeda dari kendaraan konvensional apakah ada regulasi khusus untuk pelatihan pengemudinya? Atau regulasi kita masih menggunakan framework lama yang dibuat untuk kendaraan berbahan bakar konvensional? Soal sopir dan ini yang perlu diperlakukan dengan adil: Polisi menegaskan status sopir saat ini masih sebagai saksi bukan tersangka. Penyidik masih mendalami berbagai keterangan dan alat bukti sebelum menentukan ada tidaknya unsur pidana. Dan menurut gue ini penting untuk dijaga. Sopir ini adalah korban dari sistem yang gagal sama seperti 14 orang yang meninggal malam itu adalah korban dari sistem yang gagal. Dia diberi pelatihan satu hari untuk mengemudikan kendaraan yang tidak dia kenal sepenuhnya. Dia dilempar ke jalanan kota besar tiga hari kemudian. Ketika mobilnya bermasalah di situasi yang tidak pernah disimulasikan dalam pelatihannya tidak ada yang mengajarinya harus berbuat apa. Tanggung jawab moral yang paling besar ada pada perusahaan yang merekrut tanpa standar yang memadai dan pada regulator yang membiarkan ini terjadi. Konteks yang lebih besar dan ini yang tidak boleh dilupakan: Kita sudah bahas sebelumnya tentang perlintasan sebidang yang tidak dijaga, sinyal yang gagal bekerja, infrastruktur kereta yang puluhan tahun tidak diperbaiki menyeluruh. Rp4 triliun yang baru diumumkan Prabowo setelah 14 orang mati. Dan sekarang kita tahu ada lapisan masalah lain: perusahaan transportasi yang beroperasi dengan standar pelatihan yang tidak memadai satu hari untuk menyalakan dan mematikan mobil yang kemudian melepas pengemudinya ke jalanan tanpa bekal yang cukup untuk menghadapi situasi darurat. Ini bukan satu kegagalan. Ini adalah rangkaian kegagalan sistemik yang bertemu di satu titik malam 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur. Perlintasan yang tidak aman. Sinyal yang gagal. Taksi yang mogok. Pengemudi yang tidak siap. Empat faktor yang masing-masing bisa dicegah dan keempatnya tidak dicegah. Apa yang perlu terjadi sekarang: Pertama — investigasi terhadap Green SM harus tuntas dan hasilnya dipublikasikan. Bukan hanya soal malam itu tapi soal seluruh standar operasional, rekrutmen, dan pelatihan mereka. Kedua — Kemenhub harus segera audit standar pelatihan minimum seluruh perusahaan ride-hailing yang beroperasi di Indonesia. Kalau tidak ada standar minimum yang tegas dan terverifikasi ini akan terjadi lagi. Ketiga — kendaraan listrik sebagai armada transportasi publik perlu regulasi pelatihan khusus yang berbeda dari kendaraan konvensional. Teknologinya berbeda. Pelatihannya harus berbeda. Keempat — izin operasional perusahaan transportasi asing yang beroperasi di Indonesia harus disertai verifikasi ketat bahwa standar mereka sesuai regulasi Indonesia bukan sekadar syarat administrasi di atas kertas. Satu hari pelatihan. Tiga hari kerja. Empat belas orang mati. Sopir itu tidak lahir dengan niat membahayakan siapapun. Dia adalah seseorang yang mencari nafkah yang kemudian dilempar ke situasi yang sistem tidak pernah mempersiapkannya untuk menghadapi. Yang harus bertanggung jawab adalah mereka yang membangun sistem itu yang memutuskan bahwa satu hari pelatihan cukup, bahwa tiga hari sudah siap jalan, bahwa tidak perlu simulasi darurat, bahwa tidak perlu standar yang lebih ketat. Dan pertanyaan yang harus dijawab regulator adalah: sudah berapa lama ini berlangsung di seluruh industri bukan hanya di Green SM?
Lambe Saham tweet media
Indonesia
259
3.8K
14.1K
982K
Zet..~
Zet..~@Zethaan·
@Alhaji_dubaa And Pavi only got Korra spirit, mainly because of Korra incompetence, the connection to the past avatar are destroyed.
English
0
0
0
19
GIL👳🏽‍♂️🍿
GIL👳🏽‍♂️🍿@Alhaji_dubaa·
Korra might never get a statue like the other past avatars? Why?? Because in an attempt to save the Nations from a mysterious apocalypse, Korra fragmented the world into the last 7 fortified cities called: ‘The Shelters’. After her death, the Avatar was no longer seen as a hero and was regarded as the destroyer of humanity,hated by many nations.
Anime Daily@anime_daily

English
45
83
3.1K
378.5K
Ekky Erdiansyah
Ekky Erdiansyah@ekky1995·
Neo Historia (lagi) : “Jalur kereta Tuas – Changi aja bisa pake sistem persinyalan CBTC, masa jalur KA Jakarta – Surabaya gak bisa?“
Ekky Erdiansyah tweet media
Indonesia
9
59
509
27.2K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, rupiah sekarang sudah di Rp17.300. Dan ada tiga skenario yang perlu lo pahami tentang apa yang bisa terjadi kalau situasinya terus memburuk. Ini bukan untuk bikin panik. Ini untuk mempersiapkan diri. Skenario 1: Rupiah di Rp18.500 Pelemahan Terkendali Ini skenario terburuk yang masih bisa dikelola pemerintah dengan intervensi serius. Yang akan terjadi: inflasi naik ke 6-8% per tahun. Harga pangan impor seperti gandum, kedelai, bawang putih melonjak tajam karena hampir semua diimpor pakai dolar. BI terpaksa naikkan suku bunga ke 6,5-7% untuk menarik modal asing kembali masuk. Dampak ke bisnis: perusahaan yang punya utang dolar atau biaya operasional dolar seperti maskapai penerbangan, telekomunikasi, farmasi, properti beban usahanya membengkak 15-20%. Risiko gagal bayar mulai nyata. Dampak ke rakyat: daya beli mulai tergerus. Yang paling terpukul adalah kelas menengah bawah karena belanja kebutuhan pokok melonjak sementara gaji tidak ikut naik. Cadangan devisa bisa terkuras di bawah 100 miliar dolar dalam hitungan bulan. Kesimpulan skenario 1: ekonomi masih bisa bertahan tapi berpotensi masuk resesi teknis dua sampai tiga kuartal. Angka kemiskinan bisa naik sekitar 3-4%. Skenario 2: Rupiah di Rp21.000 Krisis Nilai Tukar Level ini masuk kategori krisis serius. Sebanding dengan krisis 1998 meski fundamental Indonesia sekarang jauh lebih kuat dari saat itu. Yang akan terjadi: inflasi melonjak ke 10-15% masuk kategori hiperinflasi ringan. BBM dan listrik terpaksa dinaikkan atau subsidi membengkak tidak terkendali. BI rate bisa naik ke 9-13%. Bunga KPR dan kredit konsumsi bisa tembus 15-18% kredit macet dimana-mana. Dampak ke bisnis: gelombang PHK massal. Industri berbasis impor seperti tekstil, elektronik, farmasi mulai tutup atau relokasi ke luar negeri. Sektor ekspor sedikit diuntungkan dari sisi nilai tukar tapi tetap tertekan karena biaya BBM dan bunga dalam negeri yang tinggi membuat profit tidak naik. Dampak ke rakyat: kelas menengah bergeser ke bawah sekitar 10-15%. Angka kemiskinan naik 5-7%. Risiko bank run penarikan dana besar-besaran dari perbankan sangat mungkin terjadi. Pemerintah kemungkinan terpaksa keluarkan kebijakan darurat termasuk kontrol modal. Kesimpulan skenario 2: resesi sangat dalam mendekati depresi. Pemerintah kemungkinan minta bantuan IMF atau World Bank. Proyek infrastruktur semua berhenti. Pengangguran terbuka bisa tembus 20%. Skenario 3: Rupiah di Rp25.000 Krisis Sistemik Parah Ini melampaui krisis moneter 1998. Skenario paling ekstrem. Yang akan terjadi: hiperinflasi 25-40% atau lebih. Harga kebutuhan pokok bisa berlipat ganda dalam hitungan bulan. BI rate tembus 15-25%. Bank-bank mulai collapse karena kredit macet meroket dan likuiditas mengering. Dampak ke bisnis: perusahaan besar default utang. UMKM non-pangan bangkrut massal diperkirakan sekitar 30% UMKM terdampak parah. Pemerintah terpaksa bail out BUMN dan beberapa bank. Dampak ke rakyat: kelas menengah ludes separuh. Kemiskinan bisa naik 30-40% dibanding kondisi normal 2024-2025. Cadangan devisa habis. Indonesia terancam gagal bayar utang luar negeri. Dampak politik: kegaduhan sosial dan politik. Demo besar-besaran di mana-mana. Kesimpulan skenario 3: krisis multidimensi ekonomi, sosial, politik sekaligus. Pemulihan butuh lebih dari 5-7 tahun dengan bantuan asing besar-besaran. Seberapa mungkin ini terjadi dan ini yang paling penting: Untuk mencapai Rp18.500 saja dibutuhkan kombinasi beberapa faktor buruk sekaligus: konflik Iran-Israel yang meluas dan harga minyak menembus 135 dolar per barel, outflow modal asing yang masif dari Indonesia, Federal Reserve yang menaikkan suku bunga agresif ke 7%, dan fundamental domestik yang memburuk karena defisit APBN membengkak. Saat ini skenario 1 belum terlihat jelas akan terjadi tapi arahnya ke sana karena banyak faktor di luar kendali pemerintah: perang di Timur Tengah, ketegangan di Selat Taiwan, harga BBM global, dan gangguan supply chain akibat Selat Hormuz. Untuk skenario 2 dan 3 butuh kondisi yang jauh lebih ekstrem dan kombinasi masalah yang sangat berat. Yang bisa lo lakukan sekarang tindakan konkret: Pertama — kurangi utang berbasis dolar atau utang bunga variabel. Kalau suku bunga naik drastis, cicilan lo bisa meledak. Kedua — diversifikasi aset. Sebagian tabungan dalam bentuk emas, dolar, atau aset yang tidak bergantung pada kekuatan rupiah bisa menjadi pelindung nilai. Ketiga — perkuat ketahanan pangan keluarga. Stok kebutuhan pokok untuk beberapa bulan ke depan adalah langkah yang sangat rasional di kondisi ketidakpastian tinggi. Keempat — kalau lo pengusaha dengan biaya berbasis dolar evaluasi sekarang apakah ada cara untuk mengurangi eksposur ke dolar atau melakukan hedging. Kelima — jaga likuiditas. Cash adalah raja di kondisi krisis. Jangan lock semua aset lo di instrumen yang tidak bisa dicairkan cepat. Rupiah di 17.300 bukan berarti kita sudah menuju skenario terburuk. Tapi ini adalah sinyal yang tidak boleh diabaikan bahwa kondisi sedang tidak normal. Yang perlu dilakukan bukan panik tapi mempersiapkan diri secara konkret. Karena kalau skenario 1 saja sudah cukup menyakitkan untuk kelas menengah bawah Indonesia, maka tidak ada alasan untuk tidak memulai persiapan mulai sekarang. Semoga tetap di level yang bisa dikelola. Tapi lebih baik siap dan tidak perlu, daripada perlu tapi tidak siap.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
76
671
1.9K
131.1K
Zet..~
Zet..~@Zethaan·
@LambeSahamjja Bikin konten tulisan full pakai AI? Pemikiran macam apa ini?
Indonesia
0
0
0
128
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys king dadan ketua BGN Baru saja buat pernyataan dia bilang kalo bisa kampus juga ada SPPG minimal 1 kampus 1 SPPG Dia bilang itu di depan 24 rektor PTN-BH terbaik Indonesia di Makassar. Pesannya: setiap kampus harus punya minimal satu SPPG. Di permukaan kedengarannya bagus. Mahasiswa belajar pertanian. Kampus jadi laboratorium hidup. Ekosistem ekonomi berkelanjutan. Tapi di balik narasi yang indah itu ada struktur yang kalau dipikir baik-baik sangat bermasalah. Kampus negeri adalah institusi publik yang dibiayai uang negara. Kalau kampus negeri sekarang jadi pengelola SPPG mereka masuk ke dalam ekosistem MBG sebagai pelaku bisnis. Mereka akan menerima insentif Rp6 juta per hari dari anggaran BGN yang juga uang negara. Dan mahasiswa yang membayar UKT dari kantong keluarganya akan dijadikan tenaga kerja "pembelajaran berbasis proyek nyata" yang artinya tenaga produksi murah yang dikemas dengan bahasa pendidikan. Uang negara masuk dari dua pintu berbeda ke institusi yang sama. Mahasiswa bekerja tanpa kejelasan kompensasi. Dan sistem yang sudah penuh masalah diperluas ke lebih banyak institusi sebelum masalah lamanya diselesaikan. Dan ini yang paling kontradiktif dari semua yang terjadi hari ini: Di hari yang sama Dadan sibuk merekrut kampus-kampus terbaik Indonesia untuk masuk ke ekosistem MBG di berita lain hari ini juga Kompas melaporkan bahwa 1.720 SPPG yang ditutup sementara tetap menerima insentif Rp6 juta per hari. Rp10,32 miliar per hari. Untuk dapur yang tidak beroperasi. Untuk SPPG yang ditutup karena tidak memenuhi standar sanitasi dasar seperti IPAL dan sertifikat laik higenis. Sistem yang sudah punya lebih dari 1.700 unit bermasalah belum diberesin. Tapi hari ini kepala lembaganya sedang berkeliling merekrut pengelola baru. Ini bukan manajemen krisis. Ini adalah ekspansi di atas fondasi yang retak. Dan sekarang kampus diundang masuk ke dalam sistem ini: 24 rektor PTN-BH pemimpin institusi pendidikan terbaik dan terpercaya di Indonesia hari ini duduk di forum yang diisi oleh kepala lembaga yang sistemnya masih penuh pertanyaan yang belum dijawab. Tidak ada audit independen yang selesai. Tidak ada laporan keuangan yang transparan dan bisa diakses publik. Tidak ada penjelasan tentang ke mana triliunan itu pergi kalau bukan ke makanan. Dan tidak ada pertanggungjawaban atas 33.000 kasus keracunan. Tapi rekrutmen kampus baru jalan terus. Pola yang sangat jelas kalau lo mau jujur melihatnya: Setiap kali ada masalah besar yang muncul di MBG responsnya bukan perbaikan sistemik. Responsnya adalah ekspansi. SPPG bermasalah? Buka SPPG baru di kampus. Anggaran bocor? Tambah anggaran. Kualitas makanan buruk? Buat program pelatihan baru. Data tidak sinkron? Keluarkan klaim perputaran ekonomi yang lebih besar. Dan setiap ekspansi membawa lebih banyak pihak ke dalam ekosistem lebih banyak institusi, lebih banyak orang, lebih banyak anggaran yang mengalir. Yang artinya lebih banyak kepentingan yang terikat. Lebih sulit untuk diaudit. Lebih sulit untuk dihentikan. Dan lebih banyak wajah yang bisa diklaim sebagai pendukung program menjelang 2029. Dan ini yang paling gelap dari seluruh gambaran ini: Kampus adalah institusi yang seharusnya menjadi penjaga independensi intelektual dan kritis terhadap kebijakan publik. Mahasiswa adalah generasi yang seharusnya bisa mempertanyakan sistem dengan bebas. Kalau kampus sekarang masuk ke dalam ekosistem MBG sebagai pengelola SPPG yang menerima insentif dari BGN apakah kampus itu masih bisa bersikap kritis terhadap program yang sama? Apakah rektornya yang baru kemarin duduk di forum BGN akan dengan mudah membiarkan mahasiswanya turun ke jalan mempertanyakan transparansi MBG? Ini bukan paranoia. Ini adalah pertanyaan tentang konflik kepentingan yang sangat nyata dan sangat berbahaya untuk ekosistem demokrasi kita. Dan ini yang menurut gue paling mengerikan soal pemilu 2029: ada analis yang bilang ini semua untuk pemilu 2029. Dan gue setuju bahwa dimensi politiknya sangat nyata dan tidak bisa diabaikan. Pikirkan strukturnya. BGN mendorong SPPG masuk ke kampus-kampus negeri. Kampus-kampus itu punya mahasiswa ratusan ribu orang. Mahasiswa itu punya keluarga. Dan setiap orang yang terlibat dalam ekosistem SPPG baik sebagai pengelola, pemasok, maupun penerima — secara psikologis terikat dengan program ini. Kalau program ini berhasil siapa yang dikreditkan? Pemerintah yang mendesainnya. Presiden yang menginisiasinya. Kalau program ini gagal atau bermasalah siapa yang menanggung? Kampus. BGN. SPPG. Sistem yang sudah terlanjur kompleks dan sulit diurai pertanggungjawabannya. Ini adalah arsitektur politik yang sangat cerdik: sebarkan manfaat yang bisa diklaim secara luas, tapi sebarkan juga tanggung jawab ke banyak pihak sehingga kalau ada masalah tidak ada satu titik yang bisa dijadikan sasaran tembak. Makin banyak MBG dibahas makin banyak yang keluar. Dan yang keluar bukan hal-hal yang bisa dijelaskan dengan "program masih dalam proses penyempurnaan Yang keluar adalah pola. Pola di mana ekspansi terus berjalan sementara akuntabilitas tidak pernah dituntaskan. Pola di mana institusi-institusi penting mulai dari kampus sampai BGN sendiri semakin dalam terlibat dalam ekosistem yang pertanggungjawabannya masih sangat kabur. Dan di tengah semua itu anak-anak yang seharusnya menjadi alasan utama program ini tetap menjadi nama yang disebut dalam setiap siaran pers. Sementara triliunan rupiah terus mengalir ke tempat-tempat yang tidak bisa dijelaskan dengan angka yang bisa diverifikasi siapapun. Kalau ini bukan krisis tata kelola yang serius gue tidak tahu apa namanya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
55
128
213
35.2K
Zet..~
Zet..~@Zethaan·
@die9sym @side_xml @dontyovdare Aku sih gak masalahin soal itu kak. Banyak kok orang terpelajar dan lebih hebat dari aku ternyata memang main genshin juga. Hanya ingin berdiskusi aja bagaimana kita bisa tahu secara pasti gender orang dari tulang belulang orang ratusan tahun yang lalu. Kalau sex, setahuku bisa
Indonesia
1
0
20
1.6K
Sid
Sid@side_xml·
Lucu, dokter ngomongin soal kerjaan arkeolog Selain identifikasi sisa biologis, interpretasi yang valid itu wajib mengintegrasikan dimensi sosiokultural dan materialitas sejarah bagi arkeolog Jadi, statement-nya dr. Gia adalah sebuah oversimplifikasi, cenderung keliru
ᧁꪖꪀ@_e_g_a_n_

😋

Indonesia
116
162
1.3K
213.3K
Zet..~
Zet..~@Zethaan·
@side_xml @dontyovdare Saya mencoba memahami kak, ini 2 yang berbeda antara gender (social construct) dan sex (biological). dr gia berbicara soal sex, sedangkan kakak berbicara tentang gender. Apakah kita bisa tahu secara pasti soal gender orang, apalagi 100 tahun setelah orangnya mati? Kalau sex, bisa
Indonesia
2
0
15
1.5K
Sid
Sid@side_xml·
@Zethaan @dontyovdare Silahkan baca dan pahami semua balasan aku di post itu beserta balasan di QT ya untuk menjawab semua pertanyaan kamu Terima kasiiih
Indonesia
1
0
9
6.1K
who am i
who am i@wasisrazor·
@JokoHQ Elu yg gk paham klo dia tu jd tmpt para pejabat money laundry..
Indonesia
4
0
10
2K
Crimson Hags
Crimson Hags@JokoHQ·
Saya krg paham kenapa org benci banget sama Rafi. Nggak pernah bersikap nyebelin kan dia? Salahnya dia ya krn kaya dan dukung Prabowo.
Indonesia
71
17
125
36.9K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Purbaya baru saja bikin pernyataan di acara peresmian program reksa dana di BEI yang menurut gue perlu dibaca dengan sangat kritis. IHSG bisa tembus 28.000 di 2029-2030. Mereka bilang Purbaya gila. Dan gue mau jawab dengan satu pertanyaan sederhana: Sebelum bicara soal 28.000 bagaimana dengan target yang sudah dia ucapkan sebelumnya? Target Purbaya yang sudah ada sebelum ini: Purbaya sebelumnya sudah menyatakan IHSG akan mencapai level 10.000 di akhir 2026. Hari ini 28 April 2026 IHSG ada di sekitar 7.000. Untuk mencapai 10.000 di akhir 2026 IHSG harus naik sekitar 43% dalam 8 bulan ke depan. Di tengah kondisi: Rupiah di Rp17.300 per dolar. Modal asing keluar Rp28 triliun di Q1 2026. Moody's dan Fitch sudah downgrade outlook Indonesia dari stable ke negatif. Defisit APBN sudah melampaui 3,72% GDP secara annualized. Harga komoditas global bergejolak karena perang Iran-AS. Tapi sekarang Purbaya sudah loncat jauh ke depan — bicara soal 28.000 di 2030. Bukan karena target 10.000-nya sudah tercapai. Tapi karena belum tercapai dan dia sudah mulai bicara angka baru yang lebih besar dan lebih jauh waktunya. Argumen yang dia pakai dan ini yang perlu dicermati: Purbaya berargumen dengan data historis: IHSG dari 400-an di 2002 naik ke 2.500 di 2009 10 kali lipat dalam 7 tahun. Jadi dari 7.000 sekarang ke 28.000 di 2030 4 kali lipat dalam 4-5 tahun menurutnya bukan hal gila. Secara matematis argumen itu tidak salah. IHSG memang pernah tumbuh seperti itu. Tapi ada yang dia hilangkan dari perbandingan itu: 2002-2009 adalah era ekspansi ekonomi global yang sangat kuat. China sedang booming. Komoditas Indonesia batubara, CPO, nikel —emua harganya meledak. Investasi asing mengalir deras ke emerging markets. Indonesia menikmati windfall dari semua itu. Kondisi 2026 ke depan: perang Iran-AS mengguncang rantai pasok global. Amerika sendiri sedang menghadapi inflasi tinggi. Ketidakpastian geopolitik di level yang tidak pernah ada di era 2002-2009. Dan Indonesia masuk ke era ini dengan defisit fiskal yang melebar, rupiah yang lemah, dan kepercayaan investor yang sedang dipertanyakan. Membandingkan IHSG 2002-2009 dengan IHSG 2026-2030 tanpa menyebut perbedaan konteks globalnya itu adalah perbandingan yang tidak lengkap. Soal Gen Z yang berinvestasi dan ini poin yang paling perlu diluruskan: Purbaya menyebut 57% investor pasar modal adalah Gen Z sebagai salah satu faktor yang akan mendorong IHSG ke 28.000. Tapi ada dua hal yang perlu dipertanyakan: Pertama — Gen Z yang berinvestasi di pasar modal saat ini mayoritas adalah investor ritel dengan modal kecil. Pergerakan IHSG secara fundamental lebih digerakkan oleh institutional investor dan foreign fund bukan oleh jumlah rekening retail yang bertambah. Kedua — data kelas menengah Indonesia turun dari 57 juta ke 47 juta dalam beberapa tahun terakhir. Tabungan kelas menengah mendekati nol. Omset pegadaian melonjak. Ini adalah kondisi di mana daya beli untuk investasi justru sedang tertekan bukan sedang menguat. Gen Z banyak yang buka rekening saham tapi berapa yang punya kapasitas finansial untuk terus berinvestasi dalam jumlah signifikan di tengah kondisi ekonomi yang semakin berat? Yang paling perlu dipertanyakan dari seluruh pernyataan ini: Purbaya adalah Menteri Keuangan bukan analis saham, bukan fund manager, bukan ekonom pasar modal. Ketika seorang Menteri Keuangan bicara proyeksi IHSG di forum publik pasar akan membacanya sebagai sinyal resmi dari pemerintah. Bukan sekadar opini pribadi. Dan kalau proyeksi itu ternyata tidak terwujud bukan Purbaya yang rugi. Yang rugi adalah investor ritel yang mungkin terpengaruh oleh pernyataan pejabat negara dan membuat keputusan investasi berdasarkan proyeksi itu. Dan ini yang paling tidak bisa diabaikan: Di saat yang sama ketika Purbaya bicara IHSG 28.000 di 2030: Prof. Feri Latuhihin ekonom yang proyeksi dolar Rp17.000-nya sudah terbukti — sedang memperingatkan potensi resesi dan dolar ke Rp25.000. World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,7% yang membuat Purbaya marah. Moody's dan Fitch sudah downgrade outlook Indonesia. Defisit APBN sudah melampaui target 3% secara proyeksi tahunan. Di satu sisi ada data-data yang memperingatkan. Di sisi lain ada Menkeu yang proyeksikan IHSG naik 4 kali lipat. Salah satu dari dua hal ini yang benar. Dan track record proyeksi Purbaya versus track record World Bank, Moody's, dan Fitch — itu adalah perbandingan yang bisa dinilai sendiri oleh siapapun yang mau jujur. Optimisme itu bagus. Menkeu yang yakin dengan ekonomi negaranya itu baik. Tapi ada batas antara optimisme yang berbasis data dan optimisme yang berbasis keinginan. IHSG 10.000 di akhir 2026 belum terwujud. Kondisi makroekonomi sedang berat. Data-data internasional memperingatkan. Dan Purbaya sudah loncat bicara 28.000 di 2030. Bukan karena targetnya tidak mungkin secara matematis. Tapi karena menyebut angka besar tanpa menjelaskan dengan jujur apa risiko dan prasyarat yang harus dipenuhi itu bukan komunikasi kebijakan yang bertanggung jawab. Rakyat yang mendengar angka 28.000 dari Menkeu dan kemudian membuat keputusan investasi berdasarkan itu mereka yang menanggung risikonya kalau ternyata angka itu tidak terwujud. Bukan Menkeu-nya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
57
57
295
56K
Zet..~
Zet..~@Zethaan·
@liskiataumi @Me31324567Me @GlHindu Sok sok an pake istilah cherry picking cherry picking. Kek paham aja artinya apa. Jelas jelas yang menista siapa, yang dilarang ibadah dan rumah makanya dipaksa tutup siapa. Lu tuh mayoritas. Gimana caranya islamophobia bisa terjadi kalau power aja di kelompok mayoritas. Ah elah
Indonesia
1
0
1
94
Keripik kentang
Keripik kentang@liskiataumi·
@Me31324567Me @GlHindu Cherry picking bgt, dua dua nya diurusin kok, itu yg tusbol juga udah mau dibawa ke jalur hukum, udah dilapor juga kenapa yg di ambil yg jelek mulu, kaya benci bgt sama islam 😅
Indonesia
6
0
0
762
HinduGL
HinduGL@GlHindu·
Temannya yang menghina, yang disalahkan yang dihina. Hebat 😁👍🏽
Indonesia
9
15
150
8K
Zet..~
Zet..~@Zethaan·
@LambeSahamjja Ngaku lambe saham, tapi konsisten buat opini analisis 100% pake AI ? Awakwoakwoakwoakwo
Indonesia
0
0
0
140
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada situasi yang menurut gue menggambarkan dengan sangat jelas salah satu masalah terbesar yang membuat investor asing ragu masuk ke Indonesia. BYD produsen kendaraan listrik terbesar di dunia dari China sudah investasi besar-besaran di Indonesia. Bangun pabrik. Buka jaringan penjualan. Komitmen jangka panjang ke pasar domestik. Dan sekarang mereka harus berbicara ke publik soal satu hal yang seharusnya tidak perlu mereka khawatirkan: regulasi yang tiba-tiba berubah. Apa yang terjadi: Pemerintah baru saja merilis Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang memungut Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama untuk kendaraan listrik. Sebelumnya kendaraan listrik mendapat insentif fiskal yang sangat menarik. Tidak ada PKB dan BBNKB. Itu adalah salah satu alasan utama kenapa BYD dan produsen EV lain mau masuk dan investasi di Indonesia. Sekarang kebijakan itu berubah. Dan BYD harus angkat bicara. Kalimat BYD yang paling penting: Luther Panjaitan Head of Public & Government Relations BYD Indonesia berkata: "Satu hal yang penting adalah stabilitas policy dan regulasi yang ditetapkan berdasarkan kami dalam menentukan jangka panjang baik untuk strategi penjualan, produksi, manufaktur, dan strategi harga." Dalam bahasa yang lebih langsung: kami sudah investasi di sini berdasarkan regulasi yang ada. Kalau regulasinya tiba-tiba berubah seluruh kalkulasi bisnis kami ikut berubah. Kenapa ini masalah besar bukan sekadar soal pajak mobil listrik: Pajak kendaraan listrik itu sendiri mungkin bisa diperdebatkan secara teknis. Gaikindo bahkan bilang ini adil karena mobil listrik juga pakai jalan. Argumen itu masuk akal. Tapi yang lebih serius dari soal pajaknya adalah preseden yang diciptakan oleh perubahan kebijakan mendadak ini. Setiap investor yang mau masuk ke Indonesia dari sektor manapun melakukan kalkulasi berdasarkan regulasi yang berlaku saat mereka memutuskan investasi. Mereka membangun proyeksi keuangan. Proyeksi balik modal. Strategi harga. Semua berdasarkan asumsi regulasi yang stabil dalam jangka waktu tertentu. Kalau regulasi bisa berubah mendadaktanpa masa transisi yang memadai, tanpa konsultasi yang cukup dengan industri maka seluruh kalkulasi itu bisa runtuh dalam semalam. Dan investor yang rasional akan memasukkan faktor itu ke dalam keputusan mereka: Indonesia adalah pasar dengan regulatory risk yang tinggi. Dan ini bukan kejadian pertama: Inilah yang membuat situasi ini jauh lebih serius dari sekadar satu kebijakan. Pola regulasi yang tidak konsisten di Indonesia sudah sangat dikenal oleh komunitas investor internasional. Kebijakan dibuat. Investor masuk berdasarkan kebijakan itu. Kebijakan berubah. Investor kena dampak. Tambang nikel kebijakan ekspor berubah berkali-kali. Sawit tarif dan regulasi berganti-ganti. Fintech kerangka regulasi yang terus bergeser. Dan sekarang kendaraan listrik insentif yang menjadi daya tarik utama tiba-tiba dikenai pajak. Setiap perubahan itu mungkin punya justifikasi masing-masing. Mungkin ada yang memang perlu dikoreksi. Tapi pola perubahannya yang tidak dapat diprediksi itulah yang merusak kepercayaan. Soal subsidi BBM yang BYD sebenarnya angkat dan ini poin yang paling sering diabaikan: BYD mengingatkan satu hal yang sangat valid: kendaraan listrik bukan hanya soal industri otomotif. Ini soal pengurangan beban subsidi BBM yang selama ini menjadi salah satu beban terbesar APBN Indonesia. Setiap mobil listrik yang beroperasi adalah satu lebih sedikit mobil yang membutuhkan BBM bersubsidi. Di skala nasional kalau adopsi EV meningkat signifikan penghematan subsidinya bisa sangat besar. Memajaki kendaraan listrik di saat penetrasinya masih rendah justru memperlambat adopsi yang sebenarnya menguntungkan APBN dalam jangka panjang. Ini adalah trade-off yang seharusnya dihitung dengan sangat hati-hati sebelum kebijakan pajak ini dirilis. Dan pertanyaannya adalah: apakah perhitungan itu sudah dilakukan dengan cukup serius sebelum Permendagri ini ditandatangani? Soal ironi yang paling menyakitkan: Pemerintah termasuk Presiden Prabowo berulang kali menyatakan ingin menarik investasi asing sebesar-besarnya. Indonesia punya ambisi besar di hilirisasi. Di industri baterai. Di rantai pasok EV global. BYD adalah salah satu pemain terbesar di ekosistem itu. Mereka sudah masuk. Mereka sudah investasi. Mereka sudah bangun pabrik. Dan sekarang mereka harus keluar ke publik untuk mengatakan: tolong, kami butuh kepastian regulasi. Itu bukan kalimat yang seharusnya perlu diucapkan oleh investor yang sudah ada di dalam. Itu adalah sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam cara pemerintah mengelola hubungannya dengan investor. Yang seharusnya dilakukan: Kalau memang ada kebutuhan untuk menerapkan pajak pada kendaraan listrik yang argumennya bisa diperdebatkan maka minimal ada tiga hal yang harus dilakukan: Pertama: konsultasi publik dan industri yang memadai sebelum kebijakan ditetapkan bukan setelah kebijakan sudah keluar. Kedua: masa transisi yang jelas misalnya kendaraan yang sudah dibeli sebelum kebijakan berlaku tidak terdampak, atau ada masa grace period dua sampai tiga tahun. Ketiga: paket kompensasi atau insentif lain yang menggantikan misalnya insentif di sisi produksi atau infrastruktur pengisian daya supaya momentum adopsi EV tidak terganggu. Tanpa tiga hal itu kebijakan ini tidak hanya memukul BYD. Ini memukul kepercayaan semua investor yang sedang mempertimbangkan masuk ke Indonesia. BYD tidak sedang menolak pajak karena tidak mau bayar. Mereka sedang mengingatkan satu hal yang fundamental: investasi jangka panjang butuh kepastian regulasi jangka panjang. Dan di saat rupiah masih di level Rp17.300, modal asing keluar Rp28 triliun di Q1 2026, dan banyak investor global masih menimbang-nimbang Indonesia sebagai tujuan investasi Mengirim sinyal bahwa regulasi bisa berubah mendadak tanpa konsultasi yang memadai adalah hal terakhir yang seharusnya dilakukan. Narasi "anti antek asing" yang gue sudah bahas sebelumnya dan ketidakkonsistenan regulasi seperti ini keduanya memberikan kontribusi pada satu hal yang sama: membuat Indonesia terlihat sebagai pasar yang berisiko untuk investasi jangka panjang. Dan yang rugi dari situasi itu bukan investor asingnya yang punya pilihan untuk pergi ke Vietnam, Thailand, atau India. Yang rugi adalah Indonesia sendiri. Dan rakyatnya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
114
160
549
56.7K
Zet..~
Zet..~@Zethaan·
@gakamsky @MinasPaulista2 @SXR123 The most amazing thing about Aang is how he can find solution to an impossible problem. As an air nomad, life is sacred and he cannot kill. But every avatar told him that he must kill Ozai. Heck, even avatar Yangchen as a fellow air nomad told Aang to end Ozai life.
English
1
0
1
44
David Gakamsky
David Gakamsky@gakamsky·
@MinasPaulista2 @SXR123 The reason they didnt go for the "just avatar state bomb ozai" plan is that they decided the avatar state was a dangerous and monstrous force which he couldnt control and which caused harm he didnt mean, and that he should find a better way.
English
1
0
3
62
SXR123 (Dave)
SXR123 (Dave)@SXR123·
Canonically, Aang didn't have easy access to the Avatar State during the original show because he didn't have mastery of the 4 elements, nor an understanding of how to easily tap into it. Narratively, he didn't have easy access because of the sheer MAGNITUDE of power it comes with. It makes every conflict it a negligible and boring. It wasn't just a simple power boost. It wasn't just "A guy who has mastered the 4 elements and is a little bit stronger when his eyes glow." The Avatar State was set up as a sort of God state. The skills and power of 10,000 avatars coalescing into one. Seemingly effortless flight, moving continental landmasses and breaking mountains in two, torrential tsunami waves of water, jet streams of air capable of stripping rock. Firing rock pebbles like a concentrated hailstorm of bullets. Bending not just the 4 elements with OVERWHELMING power, but with terrifying precision. Watch the fight with Ozai again and see that when Aang entered the Avatar State, Ozai was on the defensive from that point forward. He overpowered Ozai with strength and by NEGATING attacks fired back at him. Example: Aang throws 5 enormous fireballs at Ozai. He dodges them and sends 3 of his own back, likely of equal power. Using a combination of air and water, tunnels through Ozai's attack and disperses it. The Avatar State was set up to be revered and feared. It conveyed power that literally no Bender could match. The original show understood this which is why it had so much impact whenever it we saw it. In later series, the amount of power the State is portrayed as having is downplayed because otherwise you have no story. Every conflict would end with, "And then he busted out the Avatar State and that was that."
SXR123 (Dave) tweet mediaSXR123 (Dave) tweet mediaSXR123 (Dave) tweet mediaSXR123 (Dave) tweet media
namnas@naMnaSYt

no Avatar State before or since has had aura like this

English
55
325
6.5K
265.8K
Zet..~
Zet..~@Zethaan·
@narkosun Rata rata korban itu diambil uangnya, kayak kasus suster bank BNI. Ini kebalikannya, mengaku korban karena dikasih uang? Lalu tidak langsung dibalikin pula. Dikeep dulu. Coba kalau ini kasus kuota haji gak ketahuan, bakal disimpan terus tuh duit? Apa dibalikin?
Indonesia
0
0
0
41
narkosun
narkosun@narkosun·
Khalid Basalamah kembalikan uang Rp8,4 miliar ke KPK. Katanya dia tidak tahu itu uang apa… 😌🤭 Kan sebagai ustaz pasti paham lah bahwa klo menerima uang atau transaksi apa pun harus ada ijab qabul. Dikembalikan artinya kan sudah diterima. Apalagi ini transaksinya ke perusahaan. Mosok ga ada cash in/cash out; debit/credit di laporan keuangan. 😂
narkosun@narkosun

Waduh…

Indonesia
178
152
481
282.9K