ika
7.2K posts

ika
@_iekaaa
iya udah tua,udah kepala tiga.trus kenapa?
tebet,jakarta selatan Katılım Eylül 2009
506 Takip Edilen119 Takipçiler

@isitapiapa @KapudS640 Kalo kayam gini si anak niru ortunya ga si? Entah dirumah atau diluar,pasti ortunya suka ngeremehin orang lain.anak itu kan copy paste nya ortu
Indonesia

@KapudS640 Klo gw justru miris karena kok bisa anak kelas 6 MI ngomong kek gitu seolah2 dia bisa beli apapun yg dia mau dengan uang dan merendahkan pekerjaan seorang guru, ini orang tuanya juga harus tau dengan kelakuan anaknya seperti itu
Indonesia

Titik terendah guru
Me: dihina siswa sendiri
"Bu kalau aku dikasih kunci jawaban tak kasih sejuta, gajimu gak ada sejuta kan ?"
Aku ngajar di MI, dia kelas 6 ini.
Kejadian paling baru 2 minggu lalu.
Setelah pelaksanaan TKA mau Ujian Madrasah
Yang di utasku atas itu udah termasuk halus,
soalnya dia pakai bahasa jawa dengan tidak sopan
"Bu nek aku mbo kei kunci tak kei sejuta, gaji mu e lho ra enek sejuta". Yang orang Jawa pasti paham nada ngomongnya
Waktu itu bener2 speechless,
cuma ku jawab "susunya anak2ku sejuta gak cukup sebulan"
Bapak ibu guru ada yang serupa ?
cc:threadsrere_indriyani
Indonesia

@Hidupsebagai62 Kalo setahu aku ya,emang lebih pada miloh sewa.even utk alat kerja dan alat transportasi.karna utk perawatan dll jd tanggungjawab vendor. Kantorku jd penyedia mobil antar jemput dan pernah mobil dinas juga disebuah beyu em en.mereka rata2 sewa utk masa 2th,kalo laptop bisa per th
Indonesia

KEMENAG SEWA 10 LAPTOP SETAHUN: RP349,8 JUTA.
PADAHAL BELI BISA DAPET
12 UNIT LAPTOP MACBOOK PRO M4
LOGIKANYA GIMANA?
Dokumen pengadaan pemerintah memang jarang viral.
Tapi ketika yang viral adalah sewa 10 laptop selama 10 bulan seharga Rp349.800.000 dari APBN 2026, wajar kalau orang-orang mulai menghitung-hitung.
APA YANG TERCATAT DI SIRUP OJK?
Berdasarkan dokumen yang beredar dari sistem SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan):
Kode RUP: 63727235
Nama Paket: Sewa Laptop
Satuan Kerja: UPT Unit Percetakan Al-Quran, Kementerian Agama
Lokasi: Jl. Raya Puncak Km.65, Ciawi, Bogor, Jawa Barat
Spesifikasi: Sewa Laptop, 10 unit x 10 bulan
Sumber Dana: APBN Rupiah Murni 2026
Total Pagu: Rp349.800.000
Artinya: satu unit laptop disewa selama 10 bulan dengan biaya total Rp34.980.000 per unit.
Atau Rp3.498.000 per unit per bulan.
KOK BISA SEMAHAL ITU?
Harga sewa laptop di pasaran untuk kebutuhan korporat dan perusahaan berkisar antara
Rp275.000 hingga Rp1.500.000 per unit per bulan, tergantung spesifikasi. Untuk laptop bisnis kelas menengah seperti Lenovo ThinkPad atau Dell Latitude, harga sewa normal di platform seperti Asani, Arental, atau Bhinneka DaaS ada di kisaran
Rp400.000 hingga Rp800.000 per bulan per unit.
Dengan harga Rp3.498.000 per unit per bulan yang tercatat di dokumen Kemenag,
angka ini 4 sampai 8 kali lipat di atas harga sewa pasar normal untuk laptop bisnis standar.
Beberapa kemungkinan yang bisa menjelaskan selisih ini:
Pertama, mungkin spesifikasi laptop yang disewa memang premium sekali, misalnya MacBook Pro M3 atau workstation kelas berat.
Tapi tidak ada keterangan merek atau spesifikasi laptop di dokumen yang tersebar.
Kedua, dalam pengadaan pemerintah, biaya sewa sering sudah mencakup layanan teknis, garansi penggantian unit, asuransi, IT support on-call, dan administrasi kontrak yang menambah harga jauh di atas harga sewa ritel biasa.
Ketiga, dan ini yang sering terjadi:
markup dalam proses pengadaan.
Ini bukan tuduhan, tapi sudah menjadi catatan BPK berulang kali dalam berbagai audit pengadaan IT pemerintah.
Yang jelas, tanpa rincian spesifikasi dan klausul layanan dalam kontrak, angka Rp3,4 juta per laptop per bulan sulit untuk dipertanggungjawabkan kepada publik.
KALAU LANGSUNG DIBELI, DAPAT APA?
Total anggaran: Rp349.800.000
Jumlah unit yang dibutuhkan: 10 laptop
Artinya per unit tersedia: Rp34.980.000
BISA BELI LAPTOP APA AJA?
Pilihan 1: MacBook Pro M4 14 inci
Spesifikasi: Chip Apple M4 Pro, layar Liquid Retina XDR 14,2 inci, RAM 24GB, SSD 512GB, baterai 18 jam
Harga: sekitar Rp28.000.000 hingga Rp30.000.000 per unit
Pilihan 2: Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 12
Spesifikasi: Intel Core Ultra 7, RAM 32GB, layar 2,8K OLED 14 inci, carbon fiber, standar militer MIL-STD-810H, bobot 1,12 kg
Harga: sekitar Rp24.000.000 hingga Rp28.000.000 per unit
Pilihan 3: Dell XPS 15 (Intel Core Ultra 9 + RTX 40-series)
Spesifikasi: Intel Core Ultra 9, GPU NVIDIA RTX 4060, layar OLED 3,5K 15,6 inci, RAM 32GB, SSD 1TB
Harga: sekitar Rp28.000.000 hingga Rp33.000.000 per unit
PERBANDINGAN SEWA VS BELI
Dengan sewa 10 laptop selama 10 bulan seharga Rp349,8 juta, negara tidak mendapatkan aset apapun setelah kontrak berakhir.
Setelah 10 bulan, laptop dikembalikan. Kemenag kembali dari nol.
Dengan membeli 10 unit ThinkPad X1 Carbon seharga total maksimal Rp280 juta,
negara mendapatkan 10 laptop premium kelas dunia yang menjadi aset negara, bisa digunakan 5 tahun ke depan, bisa diaudit fisiknya, dan
masih sisa Rp69 juta untuk pemeliharaan dan aksesori.
Ini bukan soal benar atau salah secara hukum.
Sewa perangkat IT untuk instansi pemerintah memang dimungkinkan dalam regulasi pengadaan.
Tapi secara efisiensi anggaran dan logika keuangan publik, angka ini layak dipertanyakan.


Indonesia

@KangManto123 Kata gw biarin aja para guru kerja di sppg,biarin aja tar yg ngajar tau dah siapa
Indonesia

@tanyarlfes Bisa ke puskesmas ga si,trus kalo lubang di geraham gitu masih dicover bpjs
Indonesia

3 kata lucu : Preman ulang tahun.
5 kata lucu : Preman ulang tahun di GBK.
7 kata lucu : Preman ulang tahun di GBK dijagain polisi.
IDN Times@IDNTimes
Polda Metro Kerahkan 480 Personel Amankan HUT GRIB Jaya di GBK idntimes.com/news/indonesia…
Indonesia

@txtharihariWNI Kos apaan 4jt,ama ngopi berapa liter sehari ampe 3,2jt? Wong gendeng
Indonesia

gue mau cerita tentang temen gue.
sebut aja dia R.
dulu gajinya 7 juta.
dan tiap kali kami ngobrol, dia selalu bilang satu kalimat yang sama:
"Val, nanti kalau gaji gw udah 15 juta, baru deh gw bisa nabung. Baru deh hidup gw beres."
gue dengerin. gue angguk-angguk. gue percaya.
tiga tahun kemudian, gajinya beneran naik.
bukan 15 juta.
17 juta.
gue seneng banget waktu dia kabar. gue pikir sekarang hidupnya udah oke. udah bisa nabung. udah beres kayak yang dia bilang dulu.
sampai kemarin dia chat gue.
"Val, lo bisa pinjemin 500 ribu nggak? Buat nutup tagihan."
gue bengong lama di depan layar HP gue.
kita ketemuan.
gue tanya pelan: "lah kok bisa?"
dia diem sebentar.
terus jawab satu kalimat yang sampai sekarang masih muter di kepala gue:
"Gaji gw naik. Tapi gaya hidup gw naik lebih kenceng."
gue kira dia bercanda.
dia buka notes HP-nya dan nunjukkin ke gue.
gaji: 17 juta.
pengeluaran:
kos: 4 juta. makan dan kopi: 3,2 juta. cicilan HP: 1,1 juta. paylater: 2,4 juta. transport: 1,8 juta. langganan aplikasi: 600 ribu. jajan random: 2 juta. transfer keluarga: 1,5 juta.
sisa?
kadang nol.
kadang minus.
gue tanya: "paylater 2,4 juta itu buat apa aja?"
dia diem bentar.
"ya... barang kecil-kecil doang."
kaos 89 ribu. sepatu diskon. skincare. makan promo. top up game. barang lucu dari live shopping. checkout karena takut stok habis.
satu-satu kelihatannya kecil.
tapi pas digabung, jadi satu monster yang nagih tiap bulan.
yang bikin gue serem bukan belanjanya.
tapi kalimat pembenarnya.
"lagi diskon."
"mumpung murah."
"cuma 30 ribu."
"gratis ongkir."
"bulan depan juga ketutup."
dan dia bilang satu hal yang nusuk banget:
"gw bahkan udah nggak bisa bedain lagi. Gw lagi hemat, atau lagi nyari alasan buat keluar duit."
terus dia ngomong sesuatu yang bikin gue diam lama banget:
"Gw nggak miskin karena nggak punya uang. Gw miskin karena uang gw udah punya tujuan sebelum masuk rekening."
tanggal 25 gajian.
tanggal 26 autodebet.
tanggal 27 bayar cicilan.
tanggal 28 bayar paylater.
tanggal 29 baru sadar:
yang kerja sebulan dia. yang menikmati duluan tagihan.
gue tanya: "jadi yang paling bikin nyesel apa?"
dia jawab:
"Gw pikir gw beli barang. Ternyata gw beli kewajiban."
HP baru = cicilan 12 bulan. barang diskon = tagihan bulan depan. makan enak tiap hari = saldo bocor pelan-pelan. kopi harian = lebih dari sejuta sebulan. paylater = gaji masa depan yang udah dipakai hari ini.
"Gw kerja buat bayar keputusan gw yang kemarin."
coba hitung kasar.
kopi 35 ribu x 22 hari kerja = 770 ribu. delivery food dengan selisih ongkir dan markup 25 ribu x 20 kali = 500 ribu. checkout random 75 ribu x 10 kali = 750 ribu. langganan aplikasi yang jarang dibuka = 300 ribu.
total: 2,3 juta.
itu bukan pengeluaran besar. itu bocor kecil yang pura-pura nggak kelihatan.
sekarang temen gue lagi coba bikin aturan sendiri.
kalau barangnya diskon tapi nggak ada di rencana, berarti tetap mahal. kalau beli karena capek, tunggu besok. kalau checkout cuma karena takut kehabisan, tutup aplikasi 10 menit dulu. kalau cicilan bikin gaji bulan depan terasa sempit, jangan ambil.
dan satu pertanyaan yang dia tempel di layar HP-nya sekarang sebelum checkout apapun:
"Gw butuh ini, atau gw cuma pengin ngerasa hidup gw naik kelas?"
dari cerita dia, gue jadi mikir.
mungkin masalah banyak orang bukan nggak bisa cari uang.
tapi nggak pernah diajarin cara mempertahankan uang.
dari kecil kita diajarin: belajar biar kerja, kerja biar punya uang, punya uang biar bisa beli ini itu.
tapi jarang diajarin: kalau uang udah masuk, jangan langsung dikasih jalan keluar semua.
ini bukan soal hidup pelit.
beli kopi boleh. checkout promo boleh. reward diri boleh.
tapi jangan sampai tiap reward kecil numpuk jadi hukuman besar di akhir bulan.
coba jujur ke diri sendiri:
pengeluaran kecil apa yang paling sering bikin saldo lo bocor?
kopi? makan online? paylater? top up? checkout live?
atau "cuma 50 ribu" yang kejadian 20 kali?
Indonesia

@regar_op0sisi Masih muda,integritas masih tinggi. Belom dirongrong keinginan istri shopping2 atau beli tas ber merk,anak masuk sekolah swasta
Indonesia

“mbak itu sebutan buat pembantu aku di rumah” BITCH
mel@GERWANIDYKE
Who is telling yall saying mbak is impolite jakartans are not humans bro ✌😭
Indonesia

Di atas seledri masih ada cilantro alias daun ketumbar untuk aromatic rasa walang sangit. Bener bener hanya orang terpilih yg bisa makan ini.
Gak suka cilantro tp kalo pho & tomyum ga ada cilantronya kok berasa kurengg yha? 😭



Aldhitama Ramadhan@AldhitamaR
Kenapa sih tuhan menciptakan seledri.
Indonesia

@KapudS640 Ponakanku pas smp juga dibully,sepatunya diumpetin temenny di tong sampah.udh lapor guru,cuma dipertemukan ama pelaku trus suruh minta maaf.ortunya ga ada yg dipanggil
Indonesia

Nyesek banget 😭5tahun lalu aku pernah pinjam emas temanku 3gram,, aku jual waktu itu sekitar 3jutaan,kalo gak salah tahun 2020-2021 masih murah per gram nya,,hari ini aku bayar utan9ku itu 3juta,,
sekalian kutambah 500ribu lagi bunga nya,, total 3.500.000,,,eehh dia gak Terima, Mar4h-m4rah katanya harus dikembalikan bentuk barang lagi emas 3gram😞😞😞
Rugi banyak dong aku😭emas sekarang kan mahall,, beda sama 5tahun lalu.... Apa iya pinjam emas, bayarnya harus emas juga😞😞
cc:threads

Indonesia

@stilloveyuri @adriansyahyasin Baruan naik 4b arah stasiun,yg jalan arah terowongan ditutup.tj nya jadi belok ķanan,lewatnya deket pintu masuk pasaraya (jd 2 arah jl saharjo arah pancoran).tau dah,pusing gw
Indonesia

@_iekaaa @adriansyahyasin Jir syg bgtt, baru jg direnovasi 😭😭 tau gitu renov halte Matraman aja pas itu
Indonesia

@biduanssa Kata gw,ga usah kawin dan berkembang biak dah lw
Jd magot aja lw
Indonesia

menceraikan istri karena stretchmark?
nangis banget...
devinisi potret nyata dari "Peterpan Syndrome"-- kondisi dmn seorang laki-laki dewasa secara mental belum siap menghadapi tanggung jawab dan ingin merasa segala sesuatunya tetap indah/mudah seperti waktu pacaran. tipe2 cowo yang masih sembunyi diketek mamanya
disaat istrinya lagi butuh2nya babtuan (support sistem), si suami malah menarik diri karena ngerasa kosong???? PALALU KOSONG!!
kesetiaan bukan cuma soal tidak selingkuh, tapi juga tentang mendampingi pasangan di titik terendahnya, termasuk saat fisiknya tidak seprima dulu karena berkorban nyawa melahirkan anak. Memutuskan cerai karena istri "tidak bisa menjaga penampilan" setelah melahirkan terasa sangat transaksional, seolah-olah nilai seorang istri hanya sebatas estetika fisik.

Indonesia























