hadi

72 posts

hadi

hadi

@_nhdhd

Katılım Şubat 2019
1.1K Takip Edilen73 Takipçiler
hadi
hadi@_nhdhd·
"... tradisinya menentang penguasa yang lalim, pada seruan pembebasannya, serta pada tradisi keberaniannya untuk berkorban, dianiaya, dan menjemput maut."
hadi tweet mediahadi tweet media
Indonesia
0
0
0
6
hadi retweetledi
JJ Rizal
JJ Rizal@JJRizal·
studi peristiwa g30s 1965 yg berorientasi kpd asing justru menyenangkan pelaku sesungguhnya krn ngambil alih peran sentral aktor lokal mengorkestrasi kejahatan, scr ga langsung sejalan dgn narasi sejarah orba, jg kolonial yg bilang pribumi bodoh tak berdaya tanpa kulit putih
Crane of Ecstasy🌐🪬🌌🏙️@ekstasis_crane

sangat disayangkan bahwa buku terpopuler terkait peristiwa g30s adalah jakarta method yang sangat amerika-sentris dan cenderung mereduksi pelaku2 lokal sebagai bidak permainan imperialisme tanpa agency sama sekali

Indonesia
5
117
403
10.4K
hadi retweetledi
James Melville 🚜
James Melville 🚜@JamesMelville·
I’ve just watched Palestine 36: So many people need a history lesson. October 7th wasn’t the start. It goes back a long long way. Imagine being a citizen to a place that lost status, sovereignty, human rights, freedom and land. And then for decades got hemmed in, encroached, destroyed and an appropriation of the land unchecked. Destinies of people who have lived there for generations completely torn up. Grief turns into rage. It would anywhere. But apparently it’s “antisemitic” to raise any concerns about this.
James Melville 🚜 tweet media
English
1K
3.5K
10.2K
419K
hadi
hadi@_nhdhd·
@Sam_Ardi versi e-book bisa dibaca di iPusnas
hadi tweet media
Indonesia
0
1
1
290
Sam Ardi
Sam Ardi@Sam_Ardi·
Revolusi Iran karya Nasir Tamara dan Dinamika Revolusi Islam Iran karya M. Riza Sihbudi ini bagus sekali untuk menjelaskan perkembangan tata negara Iran dari “sisi lain”. Layak dibaca dan dipelajari.!
Sam Ardi tweet media
Indonesia
4
23
100
3K
Sekretariat Negara
Sekretariat Negara@KemensetnegRI·
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperbaiki kondisi bangsa secara menyeluruh, termasuk penguatan alat-alat penegak hukum. Hal tersebut disampaikan Presiden di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/03/2026). Presiden menyampaikan bahwa hukum atau the rule of law merupakan bagian penting dalam membangun negara yang kuat dan berhasil. Oleh karena itu, pembenahan sistem serta kualitas penegakan hukum menjadi prioritas dalam upaya memperkuat fondasi negara. Presiden juga menekankan bahwa negara membutuhkan lembaga penegak hukum yang profesional, bersih, tidak korup, serta memiliki integritas tinggi sebagai syarat mutlak dalam mewujudkan pemerintahan yang berkeadilan. #KemensetnegRI
Sekretariat Negara tweet media
Indonesia
722
54
172
25.6K
hadi retweetledi
Seno GP
Seno GP@senogp·
Ada satu buku yg saya rekomendasikan untuk pembaca yg merasa bingung mau mulai belajar sejarah Indonesia dari mana. Buku Sejarah Indonesia Modern dari Ricklefs ini merangkum periodisasi berdasarkan urutan tahun dan mudah diikuti. Setelah membaca buku ini, kalian bisa menyelam ke periodisasi sejarah Indonesia yg saya suka. Kalo saya sangat suka masa zaman bergerak dan revolusi.
Seno GP tweet mediaSeno GP tweet mediaSeno GP tweet media
Indonesia
15
72
330
11K
Anna Hasbie
Anna Hasbie@anna_hasbie·
@madrid_jkt58 Justru itu, saksi travel menyebutkan beberapa nama, dan bukan Gus Yaqut. Nama2 tsb yg mengembalikan uang dan disita asetnya, gak satu pun dari mereka dicekal/dijadikan tsk/ ditahan. Di situlah letak kriminalisasinya
Indonesia
10
1
4
1.6K
Anna Hasbie
Anna Hasbie@anna_hasbie·
Karena perbuatan korupsinya tidak jelas. Dan ybs tdk pernah diberi ruang utk penjelasan kan? Sejak awal ini framing. Kalo ada kerugian negara, kenapa Lap BPK tentang penyelenggaraan haji 2024 justru mencatat efisiensi 610 miliar? Kepuasan haji tinggi
Buya Eson@emerson_yuntho

Seharusnya jika ada petinggi ormas keagamaan tersandung kasus korupsi, bukan dibela kesalahannya. Tapi dicari apa penyebabnya dan bagaimana langkah perbaikannya agar kasus serupa tidak berulang

Indonesia
98
18
48
19.6K
hadi retweetledi
Middle East Monitor
Middle East Monitor@MiddleEastMnt·
"When the United States and Israel struck Tehran in late February, Jakarta’s response was conspicuously muted, echoing the unusually quiet corridors of diplomacy in Pejambon, typically alive with sovereignty-laden rhetoric. As “Operation Epic Fury” unfolded on February 28, 2026, unleashing precision-guided missiles and reportedly eliminating Iran’s Supreme Leader, Ayatollah Ali Khamenei, the world expected a forceful reaction from Indonesia, home to the largest Muslim population globally. Instead, what emerged was a tepid expression of “deep regret,” devoid of direct condemnation of Washington or Tel Aviv, and notably absent of any immediate official condolence from the presidential palace. The contrast sharpened as domestic political dynamics took center stage. Former president Megawati Soekarnoputri stepped into the vacuum left by the state’s restrained posture. She issued condolences for Khamenei’s death and, shortly thereafter, extended congratulations to Mojtaba Khamenei following his succession through the Assembly of Experts on March 10, 2026. This was no mere personal gesture. It amounted to a form of “shadow diplomacy,” evoking the legacy of the 1955 Bandung Conference at a moment when the central government appeared strategically hesitant. For Jakarta, this was nothing short of an existential threat. Labour-intensive sectors such as textiles, footwear, and rubber, employing between four and five million workers, are heavily reliant on the US market. Why did Indonesia appear so constrained, almost paralyzed, in responding to the Iran crisis? The most candid answer lies in the evolving geo-economic and geopolitical architecture shaped by Donald Trump, into which Indonesia had just been drawn days before the strikes began. On February 19, 2026, Jakarta signed the Agreement on Reciprocal Trade (ART) in Washington, marketed as a “Golden Era” pact, yet in practice functioning as a gilded cage for Indonesia’s foreign policy autonomy." #Opinion by Dr Jannus TH Siahaan middleeastmonitor.com/20260323-how-i…
Middle East Monitor tweet media
English
58
365
654
69K
hadi retweetledi
Murtaza Hussain
Murtaza Hussain@MazMHussain·
In 2015 an unnamed senior Iranian official met Henry Kissinger in New York and explained Iranian foreign policy vis a vis the United States with reference to Immanuel Kant's idea of perpetual peace at the endpoint of exhaustion from conflict:
Murtaza Hussain tweet mediaMurtaza Hussain tweet media
English
72
1.1K
4.2K
958.2K
hadi
hadi@_nhdhd·
@mohmahfudmd mengharapkan @Puspen_TNI profesional dan transparan, sementara panglima tertingginya "residivis" aksi teror dan penculikan
Indonesia
0
0
0
128
Mahfud MD
Mahfud MD@mohmahfudmd·
Sejak awal terjadinya penyiraman air keras thd Andrie Yunus sy yakin POLRI bs cepat mengungkap pelakunya. Sy tahu POLRI amat profesional dlm spt. ini. Benar, hny 2 hr stlh itu POLRI dpt. mengungkap. Kini giliran TNI yg hrs jg profesional dan transparan dlm membawa ke pengadilan.
Indonesia
242
952
5.7K
206.7K
Okky Madasari
Okky Madasari@okkymadasari·
2 Penyiram air keras pada Novel Baswedan (2017) adalah anggota Brimob Polri 4 Penyiram air keras pada Andrie Yunus (2026) adalah anggota Badan Intelijen Strategis TNI Polri dan TNI. Jika aparat telah jadi penjahat, apakah negara masih bisa menjamin keamanan warganya?
Okky Madasari tweet mediaOkky Madasari tweet media
Indonesia
257
16.5K
26.9K
341K
hadi retweetledi
Delasyahma Liauw 📚
Delasyahma Liauw 📚@delasyahmareads·
Tenang kak, masih ada beberapa cara buat baca buku sejarah, sosial, dan politik secara gratis dan legal. Beberapa buku sejarah bisa kamu temukan di sejarahsosial.org ada Dalih Pembunuhan Massal dan Tahun yang Tak Pernah Berakhir dan buku2 lainnya.
Delasyahma Liauw 📚 tweet mediaDelasyahma Liauw 📚 tweet mediaDelasyahma Liauw 📚 tweet mediaDelasyahma Liauw 📚 tweet media
Base umum bisa follow @cornerfess@muncorner

🪵 kenapa ya, harga buku mahal banget? Gua pengen baca buku yang berbobot, ntah self improvement ataupun terkait politik, tapi gak kebeli wkwkwk. Gini amat kaum lower middle class. Ke perpus juga jauh, habis waktu di jalan buat pergi 💔 yaudah gua balik baca au aja 🙏🏻

Indonesia
10
574
1.7K
32K
hadi retweetledi
Antinomi Institute
Antinomi Institute@antinomidotorg·
KABAR BAIK! Majalah Sensibilia versi elektronik sudah bisa diakses secara gratis sekarang. Silakan baca dan sebarkan! 🚨 antinomi.org/sensibilia 🚨
Antinomi Institute tweet media
Indonesia
1
109
253
9.1K
hadi
hadi@_nhdhd·
@hhsahal selain yaqut, bendahara umum muhammadiyah yg jg dirjen penyelanggara haji dan umrah, hilman latief, ditengarai menerima duit penyelenggraaan haji sebesar US$ 5000/84jt
hadi tweet mediahadi tweet media
Indonesia
0
0
7
851
hamzah sahal
hamzah sahal@hhsahal·
"Aku Yaqut, anaknya Cholil Bisri, bukan maling," begitu sy dengar statemen Gus Yaqut kpd seseorang via telepon. Gus Yaqut menyatakan itu utk merespons omongan-omongan yg gak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dgn menyebut nama ayahnya, sy sdh cukup utk percaya Gus Yaqut.
Indonesia
944
101
502
631.8K