alin
118K posts

Sabitlenmiş Tweet

gak sama ...hanya mgk perjalanan cinta yumi mengingatkn ke luna heu
subak telkomsel@subaktelkomsel
♾️/10 #YumisCells3 INDAH BANGET. aku kira 8 eps bakal kurang, tp ternyata dikemas dgn SANGAT APIK, RAPI, INDAH, PAS, gaada celah. 2 eps terakhir bener2 se-INDAH itu & cukup bgt ternyata. mau sembah sujud buat directornim yg udah casting jaewon (cont)
Indonesia
alin retweetledi

Engga kuat dengan tuyul rasionalnya soonrok, lagi marah pun suaranya tetep kalem bgt di kuping gue😭 dia gw nobatin sebagai tuyul paling soft spoken
#YumisCells3 #YumisCells3Ep6




Indonesia
alin retweetledi

Di prasasti itu tertulis nama Mpu Sindok, berarti ini peninggalan Medang Kamulan. Ratusan tahun lebih tua dari Majapahit!
WOW🥶
Haluan Media@haluandotco
ADA PRASASTI DITEMUKAN UMURNYA LEBIH TUA DARI MAJAPAHIT BRURRR
Indonesia
alin retweetledi
alin retweetledi
alin retweetledi
alin retweetledi
alin retweetledi

Tak ada yg pake sepatu😥
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi
Biar klen tau.... Inilah model sepatu dgn harga 700.000/pasang.
Indonesia
alin retweetledi
alin retweetledi
alin retweetledi

Dihina satu sekolah karena mendadak gemuk dan rakus, Bocah 11 tahun ini ternyata sengaja menyiksa dirinya makan 5 kali sehari demi menyelamatkan nyawa sang ayah dari kanker mematikan.
Awal 2019, keluarga miskin di provinsi Henan, China, kena musibah berat. Ayahnya, Lu Yanheng, didiagnosis kanker darah (leukemia) parah. Satu-satunya harapan adalah transplantasi sumsum tulang.
Setelah dicek, hanya anak sulungnya, Lu Zikuan yang berusia 11 tahun, yang cocok. Tapi dokter tolak operasi karena berat badan Zikuan cuma 30 kg, padahal minimal harus 45 kg biar selamat pasca operasi.
Zikuan nggak mau ayahnya mati. Dia putuskan naikin berat badan secepat mungkin. Tiap hari dia paksa makan 5 porsi besar nasi dan daging berlemak. Sering mual dan muntah, tapi dia tahan. Perubahan drastis ini bikin dia jadi bahan ejekan teman sekolah, dipanggil anak gendut rakus.
Meski dihina, Zikuan diam aja dan nggak pernah cerita soal kondisi ayahnya. Berbulan-bulan dia bertahan sampai beratnya nyampe 48 kg.
Akhirnya dia bisa donorkan sumsum tulang dan selamatkan nyawa ayahnya.
Gila ya?
Bocah kecil rela disiksa fisik dan mental, bahkan dihina teman sekolah, cuma demi selamatin ayahnya.
Kisah Zikuan ini jadi bukti kekuatan cinta anak yang luar biasa.
Lo kira lo sanggup lakuin hal seberat itu buat orang tua? Atau ada kisah pengorbanan anak yang lebih bikin lo haru?

Indonesia
alin retweetledi
alin retweetledi
alin retweetledi

Saya sih nggak terlalu kaget soal isu sensitif istana yang lagi beredar. Yang justru bikin saya kaget adalah fakta bahwa ternyata Komdigi bisa secanggih itu.
Bisa gerak cepat. Bisa responsif. Bisa menekan platform besar. Bisa bikin akses media sekelas YouTube/Google ikut kena tindakan (walaupun masih bisa diakses lewat VPN h3h3). Bisa bikin pernyataan resmi (padahal target subyek pembahasan di video bukan Komdigi, tapi Komdigi rela nyebokin).
Bahkan bisa sigap ambil langkah hukum dan bisa bypass aturan MK soal pedoman UU ITE yang nggak bisa digugat oleh badan/instansi.
Berarti kemampuan teknisnya ada.
Dan kalau kemampuan itu memang ada, harusnya ruang digital kita bisa jauh lebih bersih dari sekarang.
Harusnya iklan penipuan nggak semudah itu lewat. Harusnya nomor pribadi masyarakat nggak seenaknya dipakai SMS promosi.
Harusnya data kita nggak gampang bocor lalu dipakai buat nawarin pinjaman, j*dol, investasi bodong, sampai lowongan kerja palsu. Harusnya platform-platform digital yang merugikan masyarakat juga bisa ditindak dengan kecepatan yang sama.
Karena ternyata masalahnya bukan karena negara ini nggak punya alat. Alatnya ada. Jalurnya ada. Kapasitasnya ada.
Cuma selama ini kita terlalu sering melihat teknologi negara bekerja cepat ketika yang terganggu adalah kekuasaan, bukan ketika yang dirugikan adalah masyarakat.
Karena ternyata tombolnya memang ada.
Cuma rakyat sering kebagian tulisan:
“mohon menunggu”.
Tapi yaa kita sama-sama paham lah ya, kenapa isu-isu krusial yang lain terkesan sulit diberantas.
Sekelas warung remang-remang saja mesti "koordinasi" dulu biar bisnisnya tetap jalan.
Paham kan ya..
cc:cakraadinegara

Indonesia
alin retweetledi
alin retweetledi

He killed a fish. You kill babies...
Kosher@koshercockney
Sickening. Gazan man proudly holding up a dead Dolphin he caught and killed. Dolphins are known to be one of the most intelligent creatures on the planet.
English
alin retweetledi
alin retweetledi









