Raden Bagus Abdullah Jati

7.7K posts

Raden Bagus Abdullah Jati banner
Raden Bagus Abdullah Jati

Raden Bagus Abdullah Jati

@abdullahjati20

Urip iku urup • Biasakan berbuat yang benar, jangan membenarkan kebiasaan • #RAJ #GakFollowPorno

Ngayogyakarta Hadiningrat Katılım Ekim 2021
35 Takip Edilen370 Takipçiler
Black Melow
Black Melow@Belok_dong·
Presiden RI ke-7, Wapres RI, dan Gubernur Sumut. Bersama istri. Keluarga sederhana yg menjadikan Indonesia begitu hebat di mata dunia. Sayang satu lagi gabisa hadir, Ketum Partai.
Indonesia
166
27
237
32.7K
Nyai Freydis ⚘️ 🙏
Nyai Freydis ⚘️ 🙏@Valhallaah·
Naqsabandiyah, An-Nadzir juga udah lebaran karena mrk lebih dulu awal puasanya, coba deh pahami bahwa dasar semuanya adalah tafsir apapun metodologi pengetahuannya, jd cara beragama meyakini tafsir tuh santai rileks krn subyektif bukan kebenaran mutlak.
blaugranaline.@blaugrana1O

BURU-BURU AMAT 🥲

Indonesia
11
6
16
12.6K
freethinker.id🇮🇩
freethinker.id🇮🇩@Sentjoko·
Apakah 1400 tahun silam, MUI sudah mengatakannya? Wallahu 'alam bishowab. “Dan mereka berkata: ‘Wahai orang yang diturunkan kepadanya peringatan, sungguh engkau benar-benar orang gila.’” [15:6]
freethinker.id🇮🇩 tweet media
Indonesia
17
18
59
2.7K
ARJUNA SATU
ARJUNA SATU@OneLove4Human·
Bijaksananya investasi untuk masa depan anak cucu via pendidikan saja. Bukan habiskan uang banyak hanya untuk cium batu.
ARJUNA SATU tweet media
Indonesia
91
17
68
3.5K
Raden Bagus Abdullah Jati
Raden Bagus Abdullah Jati@abdullahjati20·
@RefublikAteis Dab @RefublikAteis, sampeyan silakan jawab 3 pertanyaan ini: 1. Apa bacaan/arti syahadat 2. Apa isi Rukun Islam 3. Apa isi Rukun Iman Kalau bisa jawab 3 pertanyaan itu, maka sampeyan otomatis paham Islam itu seperti apa. Kalau tdk bisa jawab atau tdk paham, mending tutup akun.
Indonesia
6
0
0
53
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Jokowi adalah Presiden Terbaik yang pernah diproduksi oleh Demokrasi Indonesia 📣
Dedy Nur tweet media
Indonesia
641
50
313
34.4K
darta
darta@darta92414229·
@abdullahjati20 @DokterTifa Logikamulah yg somplak 🤣🤣🤣 Kalo semua institusi resmi itu sama, berarti lu nyamain Madrasah dgn DPR, Oon 🤣🤣🤣 Balik lagi ke UGM, lihat videonya lagi. UGM jelas menyatakan proses mendapatkan Ijazahnya valid. Otakmu saja yg ga nyambung 🤣🤣🤣
Indonesia
1
0
0
23
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
-Foto yang bersejarah bagi Bangsa Indonesia- Tanggal 15 April 2025 di ruang 109 Fakultas Kehutanan UGM, ketika kami bertiga mewakili TPUA yang terlambat hadir karena kecelakaan di Tol. Sesuatu yang menjadi bagian dari qadarallah. Kehendak Allah. Di depan kami ada sekitar 16 orang, Civitas Akademika UGM dan Para Pejabat Rektorat. Inilah pertama kali saya dan mas Roy bertemu Rismon Sianipar. Pada hari itu, kami bertiga diperlihatkan Skripsi atas nama Joko Widodo, yang membuat tiga pasang mata kami terbelalak, karena melihat dokumen, yang menurut keyakinan kami, adalah SKRIPSI PALSU, yang jelas, clear, tanpa perlu digital forensik. Mas Roy dengan sigap memotret lembaran-lembaran skripsi tersebut dengan kamera canggihnya, sehingga FOTO-FOTO ini akan menjadi BUKTI tak terbantahkan, Bahwa seseorang yang tidak memiliki Skripsi yang otentik, tidak mungkin mendapatkan Ijazah yang otentik. Belum lagi dengan 709 Dokumen lainnya, yang dengan mandat Keputusan Sidang KIP menjadi Dokumen yang terbuka secara publik, yang dengan semangat akan kami Uji KEASLIANNYA, bersama dengan Para Pakar IT dan Digital Forensik, Para Doktor Asli Lulusan Amerika, Belanda, ITB, dan UNAIR. 709 Dokumen termasuk di dalamnya adalah Skripsi, Transkrip Nilai, Bukti KKN, KRS, KHS, Berita acara kelulusan, absensi kuliah, dan lain-lain, yang terus terang, akan sangat sulit dipertanggungjawabkan oleh orang yang tidak memilikinya, tidak mengalaminya, dan tidak menjalaninya.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
610
918
3.6K
161.5K
Ewing 🎧
Ewing 🎧@aewin86·
bukannya kalian yang suka dengan isu ijazah ini? sebagia pelarian dari kekalahan di pilpres. sakit ya?🤣
H a n s o l o@arifin34533

Drama Ijazah dan Energi Bangsa Belakangan ini ruang publik kembali dipenuhi oleh perdebatan mengenai dugaan ijazah palsu yang dikaitkan dengan Joko Widodo. Perdebatan itu tidak lagi sekadar menjadi bahan diskusi di media sosial, tetapi merembet ke ranah hukum, menghadirkan laporan, bantahan, klarifikasi, hingga proses yang menyita perhatian publik. Apa yang awalnya tampak seperti polemik politik kini berkembang menjadi semacam panggung drama yang tak kunjung selesai. Persoalannya bukan sekadar benar atau tidaknya sebuah dokumen akademik. Yang lebih menarik justru bagaimana isu ini menyedot energi publik begitu besar. Perdebatan berlangsung panjang, emosi politik ikut terseret, dan berbagai pihak terlibat dalam tarik-menarik narasi. Sementara itu, masyarakat yang menyaksikan dari kejauhan mulai bertanya-tanya: sejauh mana semua ini benar-benar penting bagi kehidupan mereka. Jika dilihat dari kepentingan praktis rakyat, manfaat polemik ini memang terasa kabur. Apabila suatu saat nanti terbukti benar atau sebaliknya, dampaknya bagi kehidupan masyarakat sehari-hari hampir tidak berubah. Negara tidak tiba-tiba menjadi lebih sejahtera, harga pangan tidak serta-merta turun, dan lapangan kerja tidak otomatis bertambah. Yang tersisa barangkali hanya catatan sejarah tentang kontroversi seorang mantan presiden. Ironisnya, energi yang tercurah untuk polemik ini tidak sedikit. Aparat penegak hukum harus bekerja, proses administrasi berjalan, diskursus publik terus memanas, dan perhatian masyarakat tersedot ke dalam persoalan yang semakin lama semakin menyerupai drama politik. Dalam situasi seperti ini, muncul pertanyaan yang lebih mendasar: apakah bangsa ini sedang menggunakan energinya untuk hal yang benar-benar penting. Polemik semacam ini juga menyisakan kesan bahwa politik sering kali lebih sibuk mengurusi simbol daripada substansi. Perdebatan berputar-putar pada masa lalu, sementara berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat menunggu solusi yang lebih konkret. Ketika energi publik tersedot pada satu kontroversi yang berkepanjangan, ruang untuk membicarakan agenda yang lebih strategis menjadi semakin sempit. Tulisan ini tentu bukan dimaksudkan untuk membela siapa pun. Kekecewaan politik terhadap berbagai keputusan yang pernah diambil oleh pemimpin sebelumnya adalah hal yang nyata bagi sebagian masyarakat. Kritik terhadap kekuasaan tetap penting dalam demokrasi. Namun kritik yang sehat juga perlu mempertimbangkan proporsi: apakah energi yang dikeluarkan sebanding dengan manfaat yang akan diperoleh publik. Pada akhirnya, bangsa yang besar bukan hanya diukur dari kemampuannya membuka setiap polemik, tetapi juga dari kebijaksanaannya menentukan prioritas. Sebab jika terlalu banyak energi nasional dihabiskan untuk drama yang tak memberi dampak nyata bagi rakyat, kita mungkin tidak sedang mencari kebenaran, melainkan hanya sedang menyaksikan sebuah pertunjukan panjang yang perlahan menguras energi bangsa.

Indonesia
11
6
49
1.4K
Raden Bagus Abdullah Jati
Raden Bagus Abdullah Jati@abdullahjati20·
@darta92414229 @DokterTifa Logikamu rusak. Jelas SAMA2 INSTITUSI RESMI maka apa yg diucapkan seharusnya bisa dipegang. Nyatanya? Bisa karangan indah. Semua diceritakan detail blablabla ternyata cuma skenario. Back to UGM, anggap itu ijazahnya valid, apa prosesnya pasti valid? Belum tentu. Itu poinnya!
Indonesia
1
0
0
20
darta
darta@darta92414229·
@abdullahjati20 @DokterTifa Pake logikamu🤣 UGM itu beda dgn Institusi kepolisian. Apa yg dikemukakan oleh kepolisian itu belum final, karena masih ada proses peradilan. Kalo mau "apple to apple" bandingkan dgn BI Keduanya institusi RESMI yg berhak membuat, mengesahkan dan mengeluarkan "produk" Paham?🤣
Indonesia
1
0
0
42
Mas Veel
Mas Veel@mas_veel·
Melawan org baik itu sungguh berat, tapi bagus lah, masih bertanggungjawab atas kegaduhan yg di buatnya. Sekali aku katakan, Jokowi ini King Maker, Master Politik yg blm ada tandingannya. Org yg menyerangnya bisa berkelahi sendiri dg kawan2nya pd akhirnya.
Mas Veel tweet media
Indonesia
49
8
59
2K
Sigit Widodo - ꦱꦶꦒꦶꦠ꧀ꦮꦶꦢꦺꦴꦢꦺꦴ
Waktu Pak Jokowi membangun jaringan jalan tol secara masif, katanya rakyat butuh makan dan nggak makan jalan tol. Sekarang Pak Prabowo membagikan makanan bergizi gratis untuk puluhan juta anak Indonesia, katanya rakyat nggak butuh makan bergizi gratis. Jadi menurut mereka, rakyat butuhnya apa? 🤔
Sigit Widodo - ꦱꦶꦒꦶꦠ꧀ꦮꦶꦢꦺꦴꦢꦺꦴ tweet media
Indonesia
259
50
207
33.6K
darta
darta@darta92414229·
@DokterTifa Ijazah itu domainnya UGM. Bahkan walau seluruh dunia bilang palsu kalo UGM bilang Asli, kalian bisa apa? UGM itu LEMBAGA SAH dan RESMI yg membuat, mensahkan dan memberikan Ijazah kepada Jokowi. Seharusnya kasus ini selesai saat kalian SUDAH DIJAWAB UGM.
Indonesia
43
2
30
12.5K
penyebaracun (MurtadinAtheist)
penyebaracun (MurtadinAtheist)@penyebaracun·
- Muslim menggunakan internet untuk dakwah menyebarkan agamanya - Saya atheist, menggunakan internet untuk dakwah, menunjukkan bualan2 ajaran islam, agar tak tertipu bualan2 muhammad.
Indonesia
87
15
167
7.7K
Kopi
Kopi@kopikirpikir·
@abdullahjati20 Umat Islam percaya Isa akan datang lagi membantai Dajjal dan menjadi HAKIM untuk manusia. Emang ada manusia bisa demikian, kalau Isa bukan termasuk entitas yg maha kuasa? Kata umat Islam Tuhan itu esa, tapi iqra ke Al-Qur'an setiap kalimat dari Allah selalu dipakai kata "Kami".
Indonesia
1
0
0
7
Kopi
Kopi@kopikirpikir·
Fakta sejarah. Kristen Ortodoks lebih dulu ada sebelum Islam. Bahasa Arab karena dibentuk di komunitas Arab. Di kitab Al-Quran sendiri, tidak tertulis aturan shalat secara detail. Aturannya disadur dari luar kitab. Makasih pencerahannya ustadz.
Ustadz Asbabul Kopi@AsbabulKopi

Cara berdoa Kristen Ortodox, gerakan ini di Plagiasi oleh Islam, bahkan org² Sabi'in kalimat syahadatnya 'Laa ilaha ilallah' sama Islam ditambahin 'Muhammad Rasulullah' Inskripsi Suwaydirah adalah buktinya..ada kalimat 'laa illaha ilallah' tanpa muhammad Rasulullah

Indonesia
68
93
895
128.4K
Raden Bagus Abdullah Jati
Raden Bagus Abdullah Jati@abdullahjati20·
@Sentjoko Sangat jelas ada, Dab @Sentjoko! Semua orang yg beribadah dg benar, pasti dijamin baik hidupnya. Pun demikian, orientasi utama seorang Muslim adalah akhirat, dunia hanyalah sarana menujunya. Belajarlah agama dg benar agar paham.
Raden Bagus Abdullah Jati tweet mediaRaden Bagus Abdullah Jati tweet mediaRaden Bagus Abdullah Jati tweet mediaRaden Bagus Abdullah Jati tweet media
Indonesia
0
0
0
33
freethinker.id🇮🇩
freethinker.id🇮🇩@Sentjoko·
Karena tak ada kaitannya antara komatkamitmantrakriting dengan perubahan kondisi kehidupan. Bila ada hubungannya, pasti sudah ada kelompok manusia yang yang sangat superior berdasarkan kegiatan komatkamitmantrakriting.
freethinker.id🇮🇩 tweet media
Indonesia
39
16
75
2.6K