jowocino

21.8K posts

jowocino banner
jowocino

jowocino

@acipdas

muke kampung, rejeki kota

Batavia Centrum Katılım Haziran 2009
0 Takip Edilen916 Takipçiler
jowocino retweetledi
bob cepu
bob cepu@terserahtanggal·
ngeksplor tema mulai dr mutual aid, bank desa, pabrik dan cocok-tanam dengan olahan musik keramik jatiwangi yg terdengar kek versi paling skeletal dr dangdut, EP baru mother bank ini tuh rasanya kayak punk/anarchist counterpart dari dialita yg marxist, lush dan maksimalis. 👍
bob cepu tweet mediabob cepu tweet media
Indonesia
16
76
356
85.8K
jowocino retweetledi
ERA.id
ERA.id@eradotid·
[PATA SECA: BUDAK YANG DIWAJIBKAN BERCINTA SETIAP HARI] Perbudakan kulit hitam merupakan sejarah kelam yang dipenuhi tragedi tidak manusiawi. Pata Seca, budak yang dibeli khusus untuk menghamili budak-budak wanita, pun tidak luput dari tragedi ini. (Utas)
ERA.id tweet media
Indonesia
41
744
3.4K
1.1M
jowocino
jowocino@acipdas·
why can't humans feel enough and be grateful ?
English
0
0
0
89
jowocino retweetledi
Maurice F. Ngwakum-Akisa
Maurice F. Ngwakum-Akisa@mngwakum·
African (Fulani) Proverb recieted by Amadou Hampâté Bâ: “If you know that you don’t know, then you’ll know” “If you don’t know that you don’t know, you’ll never know” Ignore the incorrect French subtitles!
Montréal, Québec 🇨🇦 English
0
1
6
0
jowocino retweetledi
sosmed keras
sosmed keras@sosmedkeras·
Ini videonya gaes, bener2 merinding sih denger suara sapinya
Indonesia
508
1.3K
10.1K
788.2K
jowocino retweetledi
Garis Tengah
Garis Tengah@garistengah_id·
Ada yang berpendapat bahwa liga yang baik dan menarik adalah liga yang kompetitif. Nih admin ceritain sebuah musim menakjubkan di Liga Aljazair. Saat itu, sampai mendekati akhir musim semua peserta liga (16 tim) masih punya peluang untuk juara!😱😱 Gimana ceritanya? A Thread~
Garis Tengah tweet media
Indonesia
36
402
2.1K
472.4K
jowocino
jowocino@acipdas·
Jangan-jangan penjelasan video ini bakalan kejadian dalam beberapa tahun lagi nih.. youtu.be/SY9NjD_5WWo
YouTube video
YouTube
Indonesia
0
0
1
240
jowocino retweetledi
neohistoria Indonesia
neohistoria Indonesia@neohistoria_id·
Ave Neohistorian! Kita sering mendengar bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) dapat terwujud sebagai program negara berkat jasa PKI. Benarkah demikian? THR pertama kali dicetuskan oleh Soekiman Wirjosandjojo, Perdana Menteri dari Partai Islam Masyumi yang menjabat pada tahun 1951—1952. Jumlah perskot lebaran para ASN berkisar antara Rp125 hingga Rp200. Kebijakan itu kemudian dilanjutkan oleh Perdana Menteri berikutnya dari Partai Nasional Indonesia alias PNI, Ali Sastroamidjojo. Para buruh dan pekerja merasa kebijakan itu tidak adil dan hanya menguntungkan aparatur sipil negara saja. Oleh karena itu, organisasi "underbouw" PKI yakni Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI), menggerakan para buruh untuk berdemonstrasi untuk menuntut adanya THR pada 13 Februari 1952. Menteri Perburuhan saat itu, Sutan Muchtar Abidin yang merupakan Kader Partai Buruh segera menerbitkan Surat Edaran No. 3676 tahun 1954 yang menganjurkan agar para pengusaha memberikan hadiah lebaran yang berkisar antara Rp50 hingga Rp300. Karena Surat Edaran itu bersifat tidak wajib, tidak sedikit pengusaha yang memilih untuk tidak memberikan hadiah lebaran sehingga SOBSI mengajak para buruh untuk berdemo kembali. Menteri Perburuhan yang baru, Raden Ahem Erningpraja (non-partai), menerbitkan Peraturan Menteri Perburuhan Nomor 1/1961 yang mewajibkan THR diberikan oleh para pengusaha. Setelah Orde Baru dimulai, Kabinet Soeharto sangat memprioritaskan investasi asing dan menilai bahwa THR adalah program kiri yang menghambat iklim investasi. Akibatnya, pada tahun 1972, pemerintah mengeluarkan peraturan bahwa THR tidak wajib diberikan jika kepemilikan perusahaan beralih. Kewajiban pemberian THR berhasil didapatkan oleh para buruh di penghujung era Orde Baru setelah demonstrasi yang digerakkan oleh Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) pada tahun 1994. Pemerintah kemudian mengeluarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER-04/MEN/1994 Tentang Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja di Perusahaan yang juga mencakup kewajiban pemberian THR di dalamnya. Dengan demikian, kendati peran PKI dalam pemberian THR bagi kelas pekerja sangatlah besar. Akan tetapi, eksistensi THR adalah buah kerja dari seluruh pihak yang terlibat dan memperjuangkannya. Penulis: Hanafi Wibowo Editor: Berniko Surya Referensi: Jafar Suryomenggolo. Politik Perburuhan Era Demokrasi Liberal 1950. Marjin Kiri, 2015 Sulistiowati Irianto (ed). Hukum yang Bergerak: Tinjauan Antropologi Hukum. Tamita Utama, 2009
neohistoria Indonesia tweet media
Indonesia
37
680
2.1K
391.8K
jowocino retweetledi
TMI Hari ini
TMI Hari ini@TMIHARINI·
Akhir-akhir ini cuaca panas banget ya? Ga cuman di Indonesia, Beberapa negara seperti Thailand, Laos, Myanmmar, Bangladash, dan India lagi ngalamin heat wave panas banget, suhunya di atas 40 derajat celcius. Ini di Kota Surat, India, bahkan aspal di jalanan sampai meleleh.
Indonesia
633
9.9K
18.7K
3.6M
jowocino retweetledi
agsa
agsa@cak_rie·
@tanyakanrl Ini aliran apa ya.....
Indonesia
144
289
1.8K
164.8K